Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2016

After Ten Years

Juni 2006. sepuluh tahun lalu, saya berangkat ke Jawa Timur untuk melanjutkan pendidikan SMP dan dan SMA di  Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang  selama enam tahun, kemudian lanjut berkuliah  di Teknik Sipil ITATS Surabaya . sepuluh tahun bukan waktu yang sebentar, sudah banyak pengalaman dan pengajaran yang saya terima. kini, setelah sepuluh tahun, ketika kuliah saya selangkah lagi menuju gerbang kelulusan, saya resmi menerima tawaran pekerjaan di banua etam. saya kembali ke haribaan banua etam, di dunia yang menjadi passion saya sejak kecil. konstruksi. saya kembali menjadi blogger dan mbak mbak proyek yang ribet dengan drama korea dan kuliahnya. kembali menjadi bagian di industri digital dari sisi content tulisan. sudah cukup pengalaman saya manuver ke bidang baru, kini saatnya kembali fokus menatap masa depan dengan konstruksi sebagai runway-nya. jangan bosan bosan dengan tulisan saya tentang proyek konstruksi ya :)) Bontang, 26 Juli 2016 Riffat ...

Bahasa Beserta Baper yang Menyertainya

saya tiba tiba teringat pengalaman saya terjun ke lapangan (dunia proyek konstruksi) untuk pertama kali sekitar tahun 2013. wah nggak kerasa sudah berjalan tiga tahun saya terjun sebagai tenaga professional di bidang ini. waktu itu satu kantor cuekin saya, mereka masih belum yakin bahwa saya serius di bidang ini. dipikir saya cuma main main aja di salah satu perusahaan orang tua saya. oh sungguh terlalu. awal awal saya gabung, saya dianggap nggak ada, saya bengong di kantor selama tiga hari padahal kantor lagi hectic, di hari keempat akhirnya saya dikasih kerjaan ngitung struktur dan volume, jam setengah lima sore, tepat tiga puluh menit sebelum jam kantor bubar. kerjaan diminta selesai besok paginya jam 9 - 10 an. terpaksa saya harus lembur pelan pelan mengerjakan yang dimaksud. keesokan harinya kerjaan saya dikoreksi dan salah semua, kemudian saya (baru) diajarin gimana cara ngitung yang benar sesuai standart kantor (bukan standar anak kuliahan) sambil dimaki maki. saya...

Hujan dan Air Mata

pagi ini Bontang hujan lagi, tidak seperti di Surabaya yang setiap hujan selalu membuat mood saya hancur karena harus mereschedule meeting diluar akibat jalan yang derajat macetnya naik, hujan di Bontang tidak begitu. dengan santai saya bisa bengong di teras belakang rumah menghadap derasnya hujan di halaman belakang. kata umi, kalau diperhatikan hujan yang jatuh melewati bilang pohon jati serupa jarum, kemudian jatuh ke tanah serupa air mata. hujan dan air mata. tuhan memberikan hujan berjuta makna, ada yang langsung puitis karena roman roman dingin mancing yang diciptakan hujan, ada yang baper mantan (kalau saya sih baper habis kelar nonton drama korea oh my venus sih, jadi baper se ada ada liat mbak shin min ah sama akang so ji sub), ada yang mellow karena jomblo (duh kayak nggak penting, tapi percayalah di luar sana ini banyak terjadi), jadi, apakah benar hujan adalah air mata alam ? atau pancingan untuk air mata jatuh ? Bontang, 19 Juli 2016 Riffat Akhsan

Teknik Sipil Ilmu Pasti, Proyek Konstruksi Ilmu Hidup

"kakak satu depa berapa meter kak ?" tanya abah saya suatu pagi. "hah ? emang ukuran itu masih dipake bah ?" "udah ada konversi pastinya kok kak" *googling* "satu depa 1,7 meter bah" "kalau satu borong berapa meter persegi kak ? luasan maksudnya" *googling* "seperenam hektar bah" "maksud abah berapa kali berapa catchment area nya ?" "hmm berapa ya.." "ambil kalkulator sama kertas sana, mana bisa kamu dapat hitungan pasti sambil tiduran dan main hape gitu" "lagian ngapain pake ukuran gitu sih bah, kan sudah ada SNI" "ya itu satuan ukuran tanah lokal di Indonesia kak" jleb jleb jleb hari ini saya baru mengetahui bahwa teknik sipil tidak mengajarkan ilmu kehidupan pada saya. ukuran tanah ala masyarakat lokal seperti depa, borong, tombak, tampah, ubin, bahu, lupit, iring, paron, sangga, rakit, kesuk, anggar, rantai, dan lain sebagainya merupakan ses...