Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2013

Antara Fungsional dan Eksklusivitas

sebagai seorang mahasiswa dengan kondisi finansial pas-pas an. saya adalah satu dari ribuan mahasiswa yang begitu awal bulan, otak kita langsung bertransformasi jadi kalkulator, mengatur finansial secara cermat biar cukup sampai akhir bulan. sebagai perempuan biasa, kadang saya juga pengen kok punya barang branded yang harganya membuat kehidupan mahasiswa saya terancam melarat. disinilah kecermatan untuk memisahkan antara fungsional dan eksklusivitas berperan. saya adalah orang yang sebelum membeli sesuatu selalu melihat kapasitas fungsi dan eksklusivitas untuk melihat harga itu menitikberatkan kemana. misal, jam tangan dan kacamata. kacamata yang saya pakai saya beli dengan banderol seharga gaji sebulan seorang PNS golongan 3. mahal ? tunggu dulu, alasan saya beli kacamata itu adalah, saya sudah 7 tahun berkacamata, dan selalu ceroboh dengan kacamata saya. kacamata mata saya sering penyok, tangkainya copot, terinjak, terduduki, kadang kegencet waktu saya tidur,dll saya sadari ...

Dipercaya, Adalah Kebanggaan Tertinggi

bukan percaya yang ini maksud saya -___- Sumber ada banyak hal yang melatar-belakangi seseorang untuk bangga. bisa karena alamamater universitas, bisa karena posisi dalam pekerjaan, bisa karena profesi, bisa karena tempat kerja, bisa karena tempat tinggal, jenis kendaraan, gadget yang dibawa, punya koneksi banyak, status di masyarakat, prestasi akademik, prestasi, kerja, dll setiap orang pasti punya satu kebanggaan tertinggi, bisa karena pasangan, bisa karena karir, bisa karena keluarga, bisa anak, bisa harta, dll bagi saya, kebanggaan tertinggi saya adalah saya menjadi seseorang yang bisa dipercaya. kenapa ? bagi seseorang seperti saya yang sangat sulit untuk percaya kepada orang lain, dipercaya oleh orang lain adalah sebuah anugerah. dipercaya dalam hal ini ga hanya masalah dipercaya untuk menempati suatu posisi pekerjaan, dan hal-hal yang bersifat materi saja. dipercaya disini adalah kebanggaan saya dipercaya oleh orang tua saya untuk bersekolah jauh dari rumah ...

Ketulusan, dimanakah Kamu ?

Sumber saya sering sangsi dengan hidup, masih adakah orang tulus di dunia ini ? yang saya lihat (kebanyakan) dunia ini berisi orang yang hanya (mau) berteman dengan orang yang memiliki kepentingan tertentu, simple nya temenan kalo ada butuhnya aja. ketika mendapat hadiah, menerima pujian, ngobrol bersama, jalan jalan bersama. saya kadang bertanya dengan diri saya sendiri. aku berusaha tulus dalam berteman, apa mereka juga tulus mau berteman sama aku ? atau mereka punya tendensi sama aku ? ketulusan, ga cuma soal hubungan lawan jenis, kayak pacaran. ketulusan dalam hubungan antar manusia diluar itu juga penting. penting untuk menunjukkan seberapa baik kualitas hubungan itu. kita ga mau kan punya temen yang mau deket sama kita kalo ada butuhnya aja ? di sini ketulusan berperan, dan akhirnya saya sadar kalau ternyata " ketulusan itu datang dari hati, dan hanya bisa dirasakan dengan hati" ketulusan, dia selalu ada di hati kita. namun kadang gaungnya dalam nurani se...

Menjadi Semakin Bijak

di postingan kali ini, masih bercerita tentang kehidupan perkuliahan saya. masih dalam proses saya menguak hikmah kenapa tuhan menempatkan saya di kampus ini. Sumber fyi aja, saya mengambil jam kuliah malam. sekitar habis maghrib sampai jam 9 atau 10 malam. setiap senin sampai jum'at. pingin beda aja, itu alasan saya. logika saya gini, kalo aku kuliah malam, sangat mungkin aku bertemu dengan orang-orang yang latar belakang pendidikan nya lebih beragam. yah, orang kan normalnya kuliah dari pagi sampai sore, kalo ada yang kuliah malam, pasti ada maksud tertentu. guess what ? benar saja. teman teman saya beragam, mayoritas dari mereka adalah lulusan SMK bangunan dan sudah bekerja, jadi pagi sampai sore mereka kerja, malamnya lanjut kuliah. ada yang ambil kuliah malam karena paginya ngantuk, ada yang kuliah malam karena jenuh dengan rutinitas dari jaman SD yang selalu berangkat pagi,dll dari segi umur juga beragam, saya punya teman sekelas seorang bapak anak 1, saya ju...

Broken Vow

this song talk about the trial, and talk about forgiveness. this song has a very magical power on my self, it's lyrics is so stong. and i realize, now i am the actress of  story on this  song. Broken Vow - Lara Fabian Tell me her name I want to know The way she looks And where you go I need to see her face I need to understand Why you and I came to an end Tell me again I want to hear Who broke my faith in all these years Who lays with you at night While I'm here all alone Remembering when I was your own I let you go I let you fly Why do I keep on asking why I let you go Now that I found A way to keep somehow More than a broken vow Tell me the words I never said Show me the tears you never shed Give me the touch That one you promised to be mine Or has it vanished for all time I let you go I let you fly Why do I keep on asking why I let you go Now that I found A way to keep somehow More than a broken vow I let you go I let you f...

You Must Can Identify Dear, Which One Love You, Which One Treat You Right

Saya pernah bercerita kalau saya berkuliah di jurusan mayoritas cowok di postingan  ini  dan saya bercerita apa yang saya alami. di postingan itu saya bercerita bahwa saya jadi lebih mengerti tentang pemikiran seorang laki laki. sampai akhirnya beberapa hari ini saya melihat satu fenomena, yang sering terjadi namun mungkin sering kita remehkan. Fenomena Merasa jadi Korban PHP (Pemberi Harapan Palsu) postingan ini berlaku buat cowok dan cewek kok, tapi saya lebih menekankan sama cewek sih, cewek kan lebih sering jadi korban PHP *senyum manis* *manis banget*  banyak banget saya dicurhatin sama temen temen (cewek maupun cowok) yang benang merahnya kira kira gini "gue kecewa fat sama dia, gue pikir hubungan ini udah berlevel level lebih tinggi dari "hanya" sekedar temen biasa. nyatanya dia jadian sama cewek/cowok lain. padahal kita udah deket banget" *sigh* emang sih quote ini ada benarnya " Kita Memang Tidak Bisa Melawan Takdir, Tapi Me...

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Umur 20

kemarin, minggu 22 september 2013 saya resmi berumur 20 tahun. sama sekali ga ada yang istimewa, hanya orang tua, sahabat dekat yang benar benar tulus bersahabat dengan saya yang mengucapkan, dan beberapa murid yang saya ajar memberi kejutan lucu. arti 20 bagi saya adalah.. terlalu dini untuk dibilang dewasa, saya sepenuhnya sadar kalo sifat childish masih banyak menguasai saya terlalu tua untuk dibilang remaja, karena sedikir banyak saya sudah bisa diberi tanggung jawab intinya bagi saya, umur 20 adalah umur yang.. tanggung tapi diluar itu semua, saya punya banyak harapan untuk umur baru ini : 1. saya pengen lebih bisa berkomitmen dengan janji yang saya buat untuk diri saya sendiri 2. saya pengen bisa fokus terhadap hal hal yang menjadi tanggung jawab saya, dan tegas menolak untukhal hal yang bukan urusan saya 3. saya pengen kuliah saya lancar, lulus dengan waktu sewajarnya mahasiswa sarjana 4. bijaksana dalam memanage keuangan (termasuk dalam menentukan skala prio...

Riffat Akhsan's Blog and Riffat Akhsan Daily Blog

main blog kan lebih berbicara soal pemikiran, sementara daily blog lebih bercerita soal perasaan saya merasa lebih bebas ya kalo nulis di daily blog, daily blog biasanya postingan nya pendek. cenderung kayak diary, ga asyik kalo dibaca. suka random juga yang ditulis apaan. *senyum manis* main blog lebih untuk mensharing topik topik yang menarik menurut hemat saya, yang diposting (biasanya) menjadi beratus ratus kata, sharing pengalaman, tips and trik, dll dengan punya 2 blog, saya jadi lebih bisa memisahkan yang mana tulisan pake otak, yang mana tulisan pake hati :) it's me, what about you ? Cheers, Riffat Akhsan

Poetry of The Day

Pablo Neruda Sonnet XVII (100 Love Sonnets, 1960) I don’t love you as if you were the salt-rose, topaz or arrow of carnations that propagate fire: I love you as certain dark things are loved, secretly, between the shadow and the soul. I love you as the plant that doesn’t bloom and carries hidden within itself the light of those flowers, and thanks to your love, darkly in my body lives the dense fragrance that rises from the earth. I love you without knowing how, or when, or from where, I love you simply, without problems or pride: I love you in this way because I don’t know any other way of loving but this, in which there is no I or you, so intimate that your hand upon my chest is my hand, so intimate that when I fall asleep it is your eyes that close. Sumber : Re-Blog dari Blog tante Yessy :yessymuchtar.wordpress.com

Kini Takdir Membawaku...

someone ask me "when your future is blank, you just only be flexible" satu tahun saya menunggu untuk mengikuti ujian saringan masuk kampus yang mencetak saya untuk menjadi seorang dokter, tapi sepertinya pintu itu ga pernah terbuka untuk saya. saya coba kesana kemari. mengetuk pintu demi pintu ujian masuk tapi hasilnya nihil. at last minute, abah saya bilang "sekarang kamu putuskan kamu mau kuliah dimana, kamu sudah dewasa. jangan main main dengan keputusan kamu. kita udah usaha demi mewujudkan cita-cita kamu untuk jadi dokter" disana saya tersadar, i must be flexible. sampai kapan saya harus menunggu untuk mengetuk pintu yang sudah berkali kali menolak saya? saya pun mulai membanding bandingkan kira kira jurusan apa yang akan saya ambil. tetap di pendidikan dokter, atau jurusan lain. saya melihat dari aspek waktu, persaingan kerja, penghasilan rata rata, dan tingkat kesulitan mata kuliah. ketika saya mulai dalam proses untuk berubah haluan, mama saya masu...