Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2017

Larasati dan Kancing yang Terlepas

Kirana Larasati. tahun ini ia genap berusia 24 tahun. seorang perempuan cantik, cerdas, dan bisa melihat hantu. saya pertama kali mengenalnya di tahun 2016. disaat sesuatu yang tidak mungkin disemogakan sehingga menjadi mungkin. Lalas perempuan tegar. ia pernah melewati peristiwa yang lebih mengerikan dibanding kematian. sebut saja kancing yang terlepas. kekuatan karakter tercermin dalam sikap mental di diri Lalas. kadang hal ini menjadi bumerang bagi dirinya. overthinking . kecintaannya pada grafis membawanya pada pekerjaan di sebuah resort dan agribisnis sejuk dekat rumahnya. ia bekerja dengan hati dan dibayar sebagai manusia profesional. di grup Salmon Rumpik kami, Lalas hadir sebagai pribadi kalem yang ngagetin. pribadinya yang terkadang panikan seringkali membuat panik seisi grup telegram. sebuah kombinasi yang lucu. fotografi, videografi, ilustrasi, dan produk grafis lainnya sukses ia lahirkan dari tangan dinginnya. sayang kuliah desain grafisnya malah belum lulus ...

Kancing yang Terlepas, Sebuah Mesin Waktu

saya jarang sempat untuk membaca karya sastra  anti mainstream  berbau sejarah. bahkan ketika  saudara kembar saya   secara heboh mendorong saya membaca novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala yang memberikan kesempatan pada rakyat jelata seperti saya mengintip "dapur" dari bisnis rokok beserta pusaran bisnis yang menyertainya, sampai hari ini pun saya masih belum sempat untuk membaca novel tersebut. tapi novel ini adalah pengecualian ; saya terhipnotis sejak paragraf pertama. SINOPSIS CERITA kalau boleh saya rangkum, novel ini bercerita tentang syair - syair, kelompok yang terusir dan asmara yang tidak terselesaikan. tentang perempuan, politik dan kekuasaan. tentang Indonesia dari sisi yang berbeda. Percintaan tulus beda zaman kokoh berusia senja Tek Siang dengan perempuan muda awal dua puluhan yang ia rawat, lindungi, dan cintai sejak umur dua belas tahun. Giok Hong. Giok Hong dicintai sebagai simpanan oleh si tua yang memilih untuk m...

Perempuan Perempuan Konstruksi

builder (dot) mn postingan ini sebenarnya postingan menghibur hati menyusul kabar penempatan saya untuk suatu proyek multi years salah   satu infrastruktur di pedalaman Kalimantan Timur. berbicara tentang perempuan selalu menarik, proyek juga begitu. kalau saja subjek dalam tulisan ini adalah seorang Adam, maka semua jadi "ya sudahlah ya, kan sudah seharusnya". tapi lain dengan perempuan. butuh dedikasi, konsistensi, dan persistensi untuk bertahan dan memimpin dalam jagad konstruksi. kita inspiratif, karena kita perempuan. berikut perempuan perempuan konstruksi inspirasi saya. 1. tante wati beliau adalah insinyur teknik sipil perempuan pertama dalam hidup saya. waktu itu saya masih umur 4 tahun rasanya. saya main ke kantor abah saya karena penasaran kata abah di kantor abah ngitung pasir sama batu tapi yang saya lihat hanya kertas bertebaran dan meja serta staff yang sibuk. tante Wati ini usil banget sama saya. tapi waktu saya perhatikan beliau kerja, keli...