Skip to main content

Menjadi Semakin Bijak

di postingan kali ini, masih bercerita tentang kehidupan perkuliahan saya. masih dalam proses saya menguak hikmah kenapa tuhan menempatkan saya di kampus ini.


fyi aja, saya mengambil jam kuliah malam. sekitar habis maghrib sampai jam 9 atau 10 malam. setiap senin sampai jum'at. pingin beda aja, itu alasan saya. logika saya gini, kalo aku kuliah malam, sangat mungkin aku bertemu dengan orang-orang yang latar belakang pendidikan nya lebih beragam. yah, orang kan normalnya kuliah dari pagi sampai sore, kalo ada yang kuliah malam, pasti ada maksud tertentu.

guess what ? benar saja. teman teman saya beragam, mayoritas dari mereka adalah lulusan SMK bangunan dan sudah bekerja, jadi pagi sampai sore mereka kerja, malamnya lanjut kuliah. ada yang ambil kuliah malam karena paginya ngantuk, ada yang kuliah malam karena jenuh dengan rutinitas dari jaman SD yang selalu berangkat pagi,dll

dari segi umur juga beragam, saya punya teman sekelas seorang bapak anak 1, saya juga punya teman sekelas fresh graduate sarjana komputer. 

mereka semua (teman-teman saya) membuat mata saya lebih terbuka dalam melihat dunia. mereka, mengajarkan saya bahwa hidup itu tidak sesimpel yang ada di kepala anak lulus SMA (kuliah ,kerja, nikah, punya anak, hidup bahagia, mati masuk surga) 

mereka benar benar mengajarkan saya bahwa "hidup adalah perjuangan" itu 100% benar. mungkin saya hanyalah seorang anak manja yang (kebetulan) memiliki fasilitas cukup untuk pendidikan saya, sehingga saya tidak harus menyambi sembari kuliah.

saya sangat menaruh hormat kepada teman sekelas saya yang sudah menikah dan punya 1 anak, seandainya beliau mementingkan ego, tidak akan beliau berkumpul bersama saya dalam satu kelas.

seandainya teman teman saya yang sudah bekerja tidak memiliki semangat untuk terus menuntut ilmu, mungkin saya juga tidak akan bertemu mereka dalam satu kelas.

seandainya teman saya yang fresh graduate itu begitu stricht masalah senioritas, mungkin saya juga ga akan satu kelas sama dia.

teman teman saya di kelas malam ini membuat sebaris kata, yang lazim ditemui di institusi pendidikan lain. hanya menjadi suara cicit tak bergaung.

kata AROGANSI  

di kampus saya, sepertinya kami tidak mengenal apa itu arogansi. bukan maksud kami untuk tidak cinta almamater, tapi jauh dari itu. saya dan teman teman saya sepakat bahwa arogansi hanyalah noda yang mencemari esensi dari disiplin ilmu yang kita pelajari.

senioritas ? saya hanya bisa tertawa, saya lulusan SMA tahun 2012, teman saya rata-rata lulusan tahun 2013, namun ada beberapa teman kami yang lulusan tahun 2009, bahkan ada yang lulusan tahun 2003.

senioritas yang seperti apa yang bisa dibentuk dengan keadaan seperti itu ? 

at least, saya hanya bisa berucap Alhamdulillahi rabbil 'alamin. atas pilihan tuhan menempatkan saya berkuliah di sini, mengingat ketakutan saya akan dibentak-bentak senior, plonco,dll sangat mengganggu fisik saya. saya pernah sakit panas habis dibentak oleh salah satu kakak kelas saya waktu SMP kelas 1 dengan ketakutan yang sangat hebat. sampai sampai setiap beberapa menit, tiba tiba aja badan saya gemeteran parah dikarenakan trauma yang super hebat.

di akhir postingan ini, saya cuma bisa bilang "keputusan tuhan selalu indah, pahit atau manis penerimaan hambanya"


Surabaya, 27 September 2013
Best Regards,



Riffat Akhsan 



Comments

Popular posts from this blog

Mitos Mitos Tentang Teknik Sipil

salah satu mahasiswa teknik sipil yang lagi praktikum ukur tanah kembali lagi tentang teknik sipil, terima kasih kepada sumber lalu lintas yang menerangkan bahwa semakin banyak yang kepo tentang teknik sipil. juga kepo tentang saya :D tapi ada hal yang membuat saya tergerak untuk menulis tulisan ini, karena mayoritas kata kunci yang dimasukkan tentang teknik sipil adalah tentang mitos mitos teknik sipil yang masih belum ada yang mengulasnya. okeh, dibawah ini adalah mitos terumum di dunia teknik sipil.

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Rasanya Jadi Anak Kembar itu...

Rifa-Rusma Dek Fuad-Rusma-Rifa Rusma-Mom-Rifa Rifa-Rusma Rifa-Dad-Rusma Rifa-Rusma-Mom Menjadi anak kembar identik adalah takdir yang harus saya jalani, bahkan sebelum saya melihat dunia. ya, saya bersama dengan Rusma Fatimah Ma'rifah Akhsan mulai dari berbagi rahim  sampai sekarang.