Skip to main content

Pesan dari Putra Papua

saya bertemu federico dalam satu kesempatan kampus, dimana saya kehilangan teman teman saya dan alhasil saya duduk di sebelah dia.



yang saya ga kepikiran, saya ga minta facebooknya buat share disini :|

saya belum pernah ke papua, saya hanya tau kalo papua itu SUPER indah, tapi keindahan papua menjadi berkali kali lipat naik level dengan binar mata federico ketika bercerita tentang pulaunya.

kampus kami, kata federico terkenal di papua. karena setau saya kampus kami memang mempermudah prosedur beasiswa bagi mahasiswa asli papua. kampus kami juga banyak didominasi mahasiswa dari Timor Leste, nah kalo ini saya kurang tau kenapa :|

federico bercerita banyak tentang pulaunya, terutama tentang..... pendidikan.

saya (me) dan  federico (F)

F : pendidikan di kota kami sangat tertinggal, kami berusaha sekeras yang kami bisa untuk lulus Ujian Nasional, ujian nasional sangat susah bagi kami

me : kamu kesini beasiswa apa biaya sendiri ?

F : saya biaya sendiri karena semua kakak saya kuliah di sini rifa, saya bertekad lulus dari sini saya mau membangun papua

me : kamu ga kepikiran buat kuliah di kampus negeri ?

F : bagi kami, warga papua semua kampus itu baik. pasti ada dari kami keinginan untuk kuliah di kampus negeri tapi dengan segala keterbatasan kami, itu menjadi sangat sulit. tidak ada kampus yang jelek, kampus kami  di papua Universitas Cenderawasih adalah kampus hebat tapi kan  tetap saja ada batasan kuota untuk penerimaan mahasiswa.

me : kamu ga peduli sama anggapan universitas A jelek, universitas b lebih bagus , dll ?

F :  tidak ada kampus yang jelek selama mahasiswanya selalu mau untuk terus belajar.

saya pun terdiam, federico... putra papua telah memberi saya pesan yang begitu berharga, bahwa....

bagi mahasiswa sepertinya, gengsi antar perguruan tinggi sama sekali tidak penting, mereka hanya mau belajar....

ternyata selama ini pikiran saya terlalu sempit dengan dicecoki untuk target masuk perguruan tinggi dan jurusan berdasar gengsi dan cari bangga saja, saya lupa ternyata ada banyak teman teman saya diluar sana yang memiliki keterbatasan disana sini untuk mencari ilmu. yang mereka miliki hanyalah keinginan tulus untuk membangun daerahnya....

sebelum kalian, yang menyempatkan diri membaca blog saya memiliki pemikiran seperti saya, saya cuma bisa bilang....


jangan sampai punya pemikiran seperti saya...




Surabaya, 2 Desember 2013




Riffat Akhsan

Comments

Popular posts from this blog

Mitos Mitos Tentang Teknik Sipil

salah satu mahasiswa teknik sipil yang lagi praktikum ukur tanah kembali lagi tentang teknik sipil, terima kasih kepada sumber lalu lintas yang menerangkan bahwa semakin banyak yang kepo tentang teknik sipil. juga kepo tentang saya :D tapi ada hal yang membuat saya tergerak untuk menulis tulisan ini, karena mayoritas kata kunci yang dimasukkan tentang teknik sipil adalah tentang mitos mitos teknik sipil yang masih belum ada yang mengulasnya. okeh, dibawah ini adalah mitos terumum di dunia teknik sipil.

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Rasanya Jadi Anak Kembar itu...

Rifa-Rusma Dek Fuad-Rusma-Rifa Rusma-Mom-Rifa Rifa-Rusma Rifa-Dad-Rusma Rifa-Rusma-Mom Menjadi anak kembar identik adalah takdir yang harus saya jalani, bahkan sebelum saya melihat dunia. ya, saya bersama dengan Rusma Fatimah Ma'rifah Akhsan mulai dari berbagi rahim  sampai sekarang.