Skip to main content

Hubungan Tanpa Status Tidak Selamanya Buruk Kok :)

"hubungan tanpa status itu sakit, lebih dari teman, tapi bukan pacar. setiap interaksi rasanya jadi canggung"

"hubungan tanpa status adalah hubungan mau menang sendiri"

"hubungan tanpa status adalah hubungan bagi mereka yang ragu"



itu adalah sebagian besar ungkapan orang-orang di sekeliling saya tentang hubungan tanpa status.

menurut saya, hubungan tanpa status itu wajar bagi mereka yang tidak memasukkan "pasangan" dalam skala prioritas paling atas.

pendapat saya ini sangat kontraversial bagi sebagian orang, mungkin pembaca juga tidak sependapat dengan saya.

kenapa wajar ? setiap orang pasti memiliki target dalam hidup, karier, keuangan, akademik, dll yang ketika itu semua sudah tercapai, maka baru orang tersebut memikirkan soal pasangan hidup.

menjalani hubungan tanpa status bukan berarti kamu diberi harapan palsu, tapi lebih kepada mempersilahkan dia untuk mendahulukan yang lebih prioritas.

ya setiap hubungan pasti ada resiko, dan tidak semua orang siap dengan konsekuensi dari pacaran. ada banyak hal seperti ketika marahan, ketika salah satu (atau keduanya) bertindak posesif, atau salah satu ada yang cemburu,dll yang efeknya sangat mengganggu prioritas yang lebih penting dari hubungan itu sendiri.

rasa suka, cinta, dan sayang, itu adalah emosi. dan emosi sangat vital mempengaruhi aktifitas dalam mewujudkan resolusi, emosi ini sepintas seperti pisau bermata dua. kalau dia positif bisa sangat mendorong kegiatan kia, namun sebaliknya kalau dia negatif bisa sangat menghancurkan kegiatan kita.

untuk itulah tidak semua cowok mau buru-buru dalam memastikan hubungan, mereka adalah makhluk yang sangat mengedepankan logika. bukan makhluk yang sering terbawa perasaan seperti cewek.

saya rasa sangat logis kalau mereka (para cowok) tidak buru buru memastikan hubungan karena pasangan hidup adalah prioritas nomor sekian. dia masih punya keluarga yang harus dibahagiakan, dia masih punya teman teman sebagai balancing dari rutinitas kerja (yang salah satu kegiatan boys act adalah futsal dan nongkrong), dia masih punya pekerjaan yang menuntut performa terbaik. setelah semua stabil, barulah dia mulai memikirkan tentang hubungan, ingat ketika cowok sudah stabil untuk menentukan pasangan hidup, saat itulah dia sudah tidak mau main main dengan perasaan.


hubungan tanpa status pun juga sebenarnya bukan tanpa resiko, tidak mudah bertahan dalam hubungan yang mengambang tanpa kepastian, tapi hai tidak ada ikatan hubungan senyata pernikahan kan ?

saya tau setiap orang (terutama cewek) selalu menuntut kepastian dan tidak betah dalam hubungan yang mengambang, tapi tidak dengan cowok. mereka memiliki Grand Plan yang hanya diri mereka yang tau dan mereka memiliki time schedule untuk mengeksekusi resolusi mereka satu persatu.

untuk itu, girls. bersabarlah... waktu yang akan menuntun kalian untuk saling belajar satu sama lain.

ada saatnya nanti kalian cukup yakin untuk pergi atau tetap bertahan.

bukankah kedewasaan dalam menerima selalu membutuhkan waktu ?




Surabaya, 9 Mei 2014



Rifa Akhsan

Comments

  1. Buat cewek, itu sangat berisiko jika pada akhirnya mereka nggak dipilih. Tapi itu semua tergantung keduanya yang menjalani, sih :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena itulah cewek dianugerahi perasaan yang kuat yang menuntun dia untuk pergi atau tetap bertahan :)

      Delete
  2. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :
    “Kami tidak pernah mengetahui solusi untuk dua orang yang saling mencintai semisal pernikahan.” HR. Ibnu Majah no 1847 dikatakan shahih oleh Syaikh Albani lihat Ash Shahihah No. 624

    ReplyDelete
    Replies
    1. tidak ada ikatan senyata ikatan pernikahan

      Delete
  3. Riffat.... assalamualaikum dik yang di sana..
    Kabarmu bagaimana? Sudah lama ngga main ke blogmu ini. sorry ya, soalnya ada kesibukan...hehe

    Iya, aku setuju sekali HTS benar apa katamu dik, lebih menpersilahkan apa yang menjadi prioritasnya.
    Aku setuju sekali...
    Untunglah,.. saat ini aku tak main HTS apalagi pacaran.. ngga boleh dosa kan! Benar ngga ustadzah,,?
    Benar lah..hehe

    ReplyDelete
  4. haha kabarku baik kakak :)

    iya, akhir akhir ini juga kuliah lagi sibuk-sibuknya jadi sebisa mungkin disempatkan nulis..

    haha tidak ada hubungan senyata pernikahan :))

    ReplyDelete
  5. tapi kayaknya HTS itu lebih condong kepada orang yang takut berkomitmen yah. hihi. menurut aku siih

    ReplyDelete
    Replies
    1. tepatnya masih belum siap dengan konsekuensi disaat masih banyak hal yang lebih prioritas

      Delete
  6. wahh setuju Mbak Faizah...
    hubungan antara laki-laki dan perempuan memang rawan sama yang namanya HTS. Tapi seperti kata mbak, nggak semuanya buruk dan negatif...
    mungkin kita perlu belajar memahami bahwa mementingkan prioritas seperti pendidikan atau pekerjaan jauh lebih penting dibandingnkan hanya sebuah status... kalau prioritas sudah mapan, status akan jelas dengan sendirinya...

    terima kasih atas tulisannya mbak... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul sekali mbak... kalau prioritas sudah mapan, status akan jelas dengan sendirinya..

      Delete
  7. HTS, Hubungan teman seperjuangan... heheheh

    ReplyDelete

Post a Comment

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke sini. silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Popular posts from this blog

Mitos Mitos Tentang Teknik Sipil

salah satu mahasiswa teknik sipil yang lagi praktikum ukur tanah kembali lagi tentang teknik sipil, terima kasih kepada sumber lalu lintas yang menerangkan bahwa semakin banyak yang kepo tentang teknik sipil. juga kepo tentang saya :D tapi ada hal yang membuat saya tergerak untuk menulis tulisan ini, karena mayoritas kata kunci yang dimasukkan tentang teknik sipil adalah tentang mitos mitos teknik sipil yang masih belum ada yang mengulasnya. okeh, dibawah ini adalah mitos terumum di dunia teknik sipil.

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Rasanya Jadi Anak Kembar itu...

Rifa-Rusma Dek Fuad-Rusma-Rifa Rusma-Mom-Rifa Rifa-Rusma Rifa-Dad-Rusma Rifa-Rusma-Mom Menjadi anak kembar identik adalah takdir yang harus saya jalani, bahkan sebelum saya melihat dunia. ya, saya bersama dengan Rusma Fatimah Ma'rifah Akhsan mulai dari berbagi rahim  sampai sekarang.