Skip to main content

Self Publishing, Angin Segar Bagi Penulis Newbie (Seperti Saya)


baru baru ini, saya baru tau (atau baru mencari tahu ? ) tentang self publishing.

apa itu self publishing ?

terjemahan bebas menurut saya, self publishing adalah sebuah alternatif untuk penerbitan buku dimana kamu sendiri yang mengawal prosesnya dari awal sampai akhir. (editing, layouting, desain cover, pendaftaran ISBN, pencetakan, promosi, distribusi, penentuan harga jual, dll)



jadi intinya, self publishing adalah upaya "menerbitkan" sendiri buku kamu. sudah jelas, tidak ada istilah "penolakan naskah".

sebenarnya self publishing tidak harus berbentuk buku, namun memang baru baru ini menerbitkan buku sendiri sedang naik daun.

menerbitkan buku sendiri sama halnya dengan mencetak undangan, mencetak kaos, mencetak mug, dll yang kamu kawal prosesnya sampai akhir.

namun disini kita berbicara tentang menerbitkan buku sendiri.

banyak penulis (termasuk saya) memiliki mimpi untuk menghasilkan karya berbentuk buku. dan tentu, self-publishing adalah angin segar (sekali) bagi kami (saya dan kamu kamu penulis newbie) karena fakta tidak ada penolakan naskah seperti kalau kamu mengirim naskah ke penerbit besar.

tapi tidak semua orang memiliki tujuan komersil, beberapa diantara mereka bertujuan untuk aktualisasi diri. oleh karena itu, menerbitkan buku sendiri sangat pas untuk mereka.

"apakah kami (yang memiliki tujuan komersil) yang tidak bisa menembus penerbit besar harus mengubur mimpi untuk menjadi penulis buku laris ?"

tidak. kamu bisa mewujudkan mimpimu melalui self-publishing. tapi dengan usaha yang lebih keras daripada mereka yang menerbitkan buku hanya untuk aktualisasi diri. setahu saya karya pertama Dewi Lestari yang berjudul Rumah Kayu diterbitkan melalui self-publishing.

sebelum lebih jauh, perlu saya jelaskan bahwa tidak bisa menembus penerbit besar (baca ditolak) naskahnya bukan berarti naskahmu jelek. saya percaya semua penulis adalah penghasil tulisan tulisan hebat, karena tidak semua orang bisa menjadi penulis.

namun, kita harus sadar kuota tulisan yang bisa diterbitkan penerbit besar, termasuk kuota untuk penulis dari luar negeri. kemudian kamu juga harus tau dari visi penerbit itu apa, saya yakin visi penerbit Mizan jauh berbeda dengan penerbit Elex Media Komputindo. jadi, sangat mungkin tulisan kamu tidak sesuai dengan visi penerbit tersebut. kemudian masalah target pasar, bukan berarti tulisan kamu ditolak penerbit karena diprediksi bakal tidak laku. namun ibarat pendapat pasti ada yang tidak sependapat dengan kamu, begitu juga tentang target pasar. sangat boleh jadi tulisan kamu tidak sesuai dengan target pasar mereka sehingga naskah tulisan kamu ditolak.

tapi kemudian muncul pertanyaan "bagaimana kualitas buku yang dihasilan melalui self-publishing ?"

disini akan saya bahas, untuk kamu kamu penulis newbie yang memiliki mimpi untuk menerbitkan buku sendiri.

1. jadilah editor bagi diri sendiri, kemudian bayar jasa editor proffessional untuk mengawal tulisanmu, merevisi bolak balik sampai akhirnya si editor puas.

dari awal sudah saya jelaskan bahwa self-publishing adalah mengawal proses penerbitan mulai awal sampai akhir, termasuk masalah biaya.

kamu adalah editor bagi tulisanmu sendiri, tapi kamu bisa mengukur diri bagaimana jika naskah tersebut langsung dikirim ke penerbit. apakah malu ? nggak percaya diri ? atau bagaimana ?

editor proffessional yang kamu bayar jasanya bertugas untuk "menggodok" tulisanmu dari naskah selesai sampai siap cetak. tentunya disini kamu harus sabar melakukan revisi bolak balik, mereka yang hanya ingin aktualisasi diri saja ingin naskahnya sempurna, apalagi kamu yang dengan tujuan komersil ?

"aku nggak kenal sama editor proffesional yang menerima jasa editing freelance kak"

ya kamu cari dong, masa calon penulis besar gampang menyerah ? di universitas - universitas yang memiliki jurusan sastra Indonesia setau saya ada, googling juga bisa, gabung di komunitas buku juga biasanya ada, kalau males parah melakukan yang saya tulis tadi coba kamu kunjungi website yang menawarkan jasa self-publishing, mereka selalu punya editor proffessional yang bayarannya per halaman tulisan.

2. gunakan jasa layouter proffessional untuk mengatur tata letak tulisanmu.

ini penting, karena layouter bertugas untuk mengatur kenyaman pembaca dalam membaca karyamu.

3. gunakan desainer grafis yang kompeten dalam mendesain cover bukumu

kalau kamu adalah seorang yang pinter desain dan sangat percaya diri dengan karyamu, monggo pakai kemampuan diri sendiri. tapi kalau kamu nggak percaya diri dengan kemampuan desain kamu atau malah nggak bisa desain, maka kamu wajib pake jasa desainer grafis. kamu berhak untuk meminta revisi desain dia kalau nggak setuju, karena cover buku tersebut adalah "wajah" karyamu. kalau bisa ajak editormu untuk dimintai pendapatnya tentang cover bukumu karena editor adalah orang yang tau tulisanmu secara keseluruhan bukan dari sudut pandangmu.

4. promosi dan distribusikan semaksimal mungkin.

karena ini self publishing, biasanya promosi hanya lewat website, fanpage facebook, dan twitter si penerbit. padahal, promosi terampuh sampai detik ini adalah promosi dari mulut ke mulut, kamu bisa mulai dari keluargamu, teman teman dekatmu, rekan sekantor, dll lambat laun orang akan tau (dan syukur syukur mau beli) karyamu. atau kamu juga bisa taruh bukumu di toko buku besar yang bukan jaringan penerbit, pasti ada. saya yakin.

5. jangan gampang menyerah

jangan menyerah selama melalui proses penerbitan yang kadang kadang melelahkan, baik secara pikiran, tenaga, dan biaya. sabar dan jangan menyerah. tetap semangat mewujudkan impianmu.


6. pasrah ketika bukumu sudah hadir di pasaran.

ketika lima poin yang saya sebutkan diatas tadi sudah kamu lakukan, pasrah dan terus optimis. karena bukumu akan menjadi satu dari sekian banyak buku dari semua penerbit. ingat, kembali ke kualitas. dimanapun penerbitmu jika "isi" bukumu memang berkualitas saya yakin akan laris.


7. ubah mindset kamu dan mereka yang meremehkan karyamu bahwa self - publishing adalah jasapenyedia mesin pencetak buku karena tidak ada naskah yang tidak diterbitkan

self - publishing adalah alternatif, dan pada akhirnya pasar juga yang akan membuktikan kualitas sebuah karya. apakah baik atau buruk. semua akan kembali ke penulisnya masing masing. 

8. selesaikan naskahmu.

ya jelas dong, kalau naskahmu belum selesai, proses penerbitan nggak bisa dimulai kan ?



sekian dulu tulisan tulisan saya untuk kamu kamu para calon penulis besar yang sedang membaca tulisan ini.




Surabaya, 28 November 2014



Rifa Akhsan

Comments

Popular posts from this blog

Mitos Mitos Tentang Teknik Sipil

salah satu mahasiswa teknik sipil yang lagi praktikum ukur tanah kembali lagi tentang teknik sipil, terima kasih kepada sumber lalu lintas yang menerangkan bahwa semakin banyak yang kepo tentang teknik sipil. juga kepo tentang saya :D tapi ada hal yang membuat saya tergerak untuk menulis tulisan ini, karena mayoritas kata kunci yang dimasukkan tentang teknik sipil adalah tentang mitos mitos teknik sipil yang masih belum ada yang mengulasnya. okeh, dibawah ini adalah mitos terumum di dunia teknik sipil.

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Rasanya Jadi Anak Kembar itu...

Rifa-Rusma Dek Fuad-Rusma-Rifa Rusma-Mom-Rifa Rifa-Rusma Rifa-Dad-Rusma Rifa-Rusma-Mom Menjadi anak kembar identik adalah takdir yang harus saya jalani, bahkan sebelum saya melihat dunia. ya, saya bersama dengan Rusma Fatimah Ma'rifah Akhsan mulai dari berbagi rahim  sampai sekarang.