Skip to main content

Belajar Melangkahi Rasa Takut


"rifa, posenya yang bagus, biar foto kamu baguus"



"aku takut jatoh rusma, bukan perkara ntar tenggelam apa enggak. ini dangkal aku jamin tapi aku nggak mau kepeleset atau kehilangan keseimbangan"

"santai aja, hati hati makanya.. belajar hadapi rasa takut. nggak jatoh nggak"

terlihat sekali foto diatas menunjukkan saya yang siap menerjunkan diri, itu foto diambil dengan perasaan super takut.

"ayo fa, kita coba lagi. rileks aja. yakin nggak jatoh..."

"bentar bentar, aku nya mulai panik nih"

seru saya pada Rusma.

"udah tenang ? coba aku foto lagi"


"ih kayak monyet gelantungan kamu fa. masih kelihatan kalau kamu takut..."

"iya iya, bentar. aku coba lagi yaaaa. bismillahirrahmanirrahiim"





"naaaah, kan. kalau kamu tanam sugesti positif.. ntar semuanya jadi positif. ini udah kelihatan kalau muka kamu sudah enjoy..."

you are, what you think. pelajaran berharga di akhir tahun yang diberikan Rusma pada saya. saya dan juga anda, yang membaca postingan saya ini. seringkali membuat batasan batasan tentang sesuatu, kita langsung berasumsi dan menyertai nya dengan ketakutan. takut jatuh, takut nggak bisa, takut terpeleset, takut rugi, dan takut takut yang lain. tanpa sadar perasaan takut takut itu membuat tumpukan energi negatif pada diri dan pikiran kita. dan secara otomatis terpancarkan dari diri kita ke lingkungan sekitar dan mempengaruhi respon mereka pada kita.

belajar melangkahi rasa takut, waspada dengan menghitung kemungkinan tak terduga itu perlu. tapi kesalahan besar ketika kemungkinan kemungkinan negatif membelenggu langkah kita untuk mencoba sesuatu.


Surabaya, 25 Desember 2014




Rifa Akhsan

Comments

  1. ya kak jangan merasa takut kalau yakin....

    ReplyDelete
  2. Oke, berfikir positif! Buang semua rasa takut! Yosh! :))

    ReplyDelete
  3. rasa takut itu emang jadi problematika.
    saya mulai belajar untuk berani setelah ngebaca buku "mimpi sejuta dolar" nya merry riana.
    dare to dream big

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya.. keren banget buku itu. sayang belum sempat nonton filmnya

      Delete

Post a Comment

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke sini. silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Popular posts from this blog

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Mitos Mitos Tentang Teknik Sipil

salah satu mahasiswa teknik sipil yang lagi praktikum ukur tanah kembali lagi tentang teknik sipil, terima kasih kepada sumber lalu lintas yang menerangkan bahwa semakin banyak yang kepo tentang teknik sipil. juga kepo tentang saya :D tapi ada hal yang membuat saya tergerak untuk menulis tulisan ini, karena mayoritas kata kunci yang dimasukkan tentang teknik sipil adalah tentang mitos mitos teknik sipil yang masih belum ada yang mengulasnya. okeh, dibawah ini adalah mitos terumum di dunia teknik sipil.

Rasanya Jadi Anak Kembar itu...

Rifa-Rusma Dek Fuad-Rusma-Rifa Rusma-Mom-Rifa Rifa-Rusma Rifa-Dad-Rusma Rifa-Rusma-Mom Menjadi anak kembar identik adalah takdir yang harus saya jalani, bahkan sebelum saya melihat dunia. ya, saya bersama dengan Rusma Fatimah Ma'rifah Akhsan mulai dari berbagi rahim  sampai sekarang.