Skip to main content

Berbagi Rasa Minder

pernah nggak sih kalian disakiti oleh seseorang yang merasa terintimidasi dengan kalian (baca : minder) lantas melakukan hal hal menyakitkan (biasanya bareng bareng sama barisan yang punya minder yang sama). seperti dituding "ngomong ketinggian" "makanan jenis apaan tuh, nggak guna" dan lain sebagainya.

tindakan menyakiti lalu berujung kepada perasaan bersalah yang kemudian berdelusi kebenaran dengan berbagai pembenaran. kalian sering merasakan ? saya pun pernah. bahkan yang menyakiti dan melakukan kesalahan sibuk menuduh ini itu padahal mungkin kalian belum melakukan apapun.

udah disakiti karena yang menyakiti merasa minder, eh belum juga kalian bereaksi udah disakiti (lagi) akibat delusi dan defensi.

kadang, menjadi apa yang orang lain mau sama sekali nggak guna.

sedikit berbagi, saya sering diterpa issue miring, nyeleneh bahkan fitnah dari mereka yang merasa terancam dengan keberadaan saya. banyak pula yang meminta konfirmasi ke saya tentang issue dan fitnah tersebut.

saya katakan pada teman teman yang meminta konfirmasi : saya memiliki hak jawab, jika anda bertanya maka saya akan jawab, tetapi kalau anda meminta saya untuk mengklarifikasi issue dan fitnah yang beredar di luar yang itu BUKAN berasal dari saya, saya nggak mau. karena lebih mudah untuk meminta klarifikasi ke si pembuat fitnah dan issue daripada ke yang ditimpakan.

waktu berlalu, ternyata issue dan fitnah datang silih berganti ya. nggak kelar kelar, tapi saya jadi paham satu hal, mungkin bisa jadi jawaban untuk kalian yang pernah ada di posisi saya.



diterpa fitnah dan issue memang tidak pernah mudah, tetap diam dan menahan emosi jauh lebih susah. tapi satu hal yang selalu saya ingat bahwa :

 "ketika tuhan yang membalas orang yang menyakitimu dan kamu diam, maka pembalasan tuhan tidak pernah setengah setengah"


selamat hari jum'at, semoga berkah.




Surabaya, 4 Maret 2016





Riffat Akhsan

Comments

Popular posts from this blog

Mitos Mitos Tentang Teknik Sipil

salah satu mahasiswa teknik sipil yang lagi praktikum ukur tanah kembali lagi tentang teknik sipil, terima kasih kepada sumber lalu lintas yang menerangkan bahwa semakin banyak yang kepo tentang teknik sipil. juga kepo tentang saya :D tapi ada hal yang membuat saya tergerak untuk menulis tulisan ini, karena mayoritas kata kunci yang dimasukkan tentang teknik sipil adalah tentang mitos mitos teknik sipil yang masih belum ada yang mengulasnya. okeh, dibawah ini adalah mitos terumum di dunia teknik sipil.

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Rasanya Jadi Anak Kembar itu...

Rifa-Rusma Dek Fuad-Rusma-Rifa Rusma-Mom-Rifa Rifa-Rusma Rifa-Dad-Rusma Rifa-Rusma-Mom Menjadi anak kembar identik adalah takdir yang harus saya jalani, bahkan sebelum saya melihat dunia. ya, saya bersama dengan Rusma Fatimah Ma'rifah Akhsan mulai dari berbagi rahim  sampai sekarang.