Skip to main content

Social Life


when i'm in Surabaya, i have social circle called "Sunday Sharing Community" a social community whom meet up Surabaya's digital enthusiast held by Community Development Division of Detikcom.

but the laziness makes me absent oftenly, because at the moment i just think about the advantages and makes money side. so my exculpation for my laziness is because this community activity is just "social things"


when i move on to Samarinda, my life changes significantly. i take an ambitious target to make big contribution for my company : i wish to be a doctoral candidates in construction management specialist without any scholarship at all (say amin please).

this target motivate me because East Kalimantan still lack of Local Doctor with construction management consentration. most of them are doctoral with road and bridge consentration.

it means for now, since i moved on to samarinda (and for maybe the next 5 years) my priority is to be fulltime learner also to be construction management expert for my company.

now project lobbying and marketing sound so far from me, because my parents told me that its not my authority.

It means i drawn on academic and riset activity

Its so challenging, because on my job before i'm focus on how to get project, advantages, and of course money.

I think this is the God's way to bring up me to the next level of life when the world is not always about money.

I'm not a gold digger, but my job before employ me for that position, and that's ensure my mind to always think about the money way, how to increase company's profit and so on.

social life gives me value that it's balancing me from the unbalanced life before.

now i realize that everbody need to seen as human, just human without the position, the social status, the range of salary (maybe). we need to just do something has a real impact not for us, but for society without any tendency.




Samarinda, 28 Oktober 2016



Riffat Akhsan




Comments

Popular posts from this blog

Mitos Mitos Tentang Teknik Sipil

salah satu mahasiswa teknik sipil yang lagi praktikum ukur tanah kembali lagi tentang teknik sipil, terima kasih kepada sumber lalu lintas yang menerangkan bahwa semakin banyak yang kepo tentang teknik sipil. juga kepo tentang saya :D tapi ada hal yang membuat saya tergerak untuk menulis tulisan ini, karena mayoritas kata kunci yang dimasukkan tentang teknik sipil adalah tentang mitos mitos teknik sipil yang masih belum ada yang mengulasnya. okeh, dibawah ini adalah mitos terumum di dunia teknik sipil.

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Rasanya Jadi Anak Kembar itu...

Rifa-Rusma Dek Fuad-Rusma-Rifa Rusma-Mom-Rifa Rifa-Rusma Rifa-Dad-Rusma Rifa-Rusma-Mom Menjadi anak kembar identik adalah takdir yang harus saya jalani, bahkan sebelum saya melihat dunia. ya, saya bersama dengan Rusma Fatimah Ma'rifah Akhsan mulai dari berbagi rahim  sampai sekarang.