Skip to main content

Hong Kong Day 2: The Flamingos and What Hong Kong Best Offer


Selamat pagi dari Causeway Bay! hari kedua di Hong Kong saya memulai hari dengan kegiatan favorit saya: membaca koran ! South China Morning Post adalah koran favorit saya setelah The Straits Times. jurnalisme berimbang, informatif dan tidak provokatif. membuat saya bisa mencerna paparan peristiwa dengan struktur logika tanpa harus melibatkan emosi.

hari kami dimulai menjelang siang, karena ternyata tempat makan halal di Hong Kong umumnya baru buka menjelang tengah hari. sehingga pilihan yang ada hanyalah Hong Kong Style Breakfast, sependek yang saya tau, tempat HK Style Breakfast halal adalah Chrisly Cafe. tapi ya masa pagi-pagi perut kosong langsung ke Mong Kok sih, saya kan nginepnya di Hong Kong Island. jadi, yaudah diputuskan Brunch sekalian Lunch di Islamic Centre Canteen. 


Islamic Centre Canteen menjual dimsum halal terenak di dunia. benar saja, ketika masuk di lantai 5 bangunan Ammar Mosque & Osman Ramju Sadick Islamic Centre terdengar hiruk pikuk kegiatan makan yang, sangat Hong Kong sekali. 

seluruh kursi hampir terisi penuh. saya, Fatimah, dan Annisa sudah siap untuk duduk dalam satu meja bersama warga Hong Kong lainnya. namun, ternyata Aunty penjaga kasir cepat menunjukkan meja dekat dinding yang bisa kami tempati bertiga.

Aunty ini juga yang bertugas mencatat pesanan minum dan makanan (selain dim sum) yang kita inginkan. untuk dimsum sendiri, sistemnya sedikit berbeda. kami diberi satu buah kartu berbentuk tabel untuk kami bertiga. caranya adalah salah satu dari kami berjalan ke arah stall dim sum dan memilih dim sum yang kami mau. petugas akan menandai dim sum pilihan kami di kartu tersebut. dim sum kemudian kita bawa sendiri ke meja (self service). berbeda dengan minuman dan makanan selain dim sum yang sistemnya diantar ke meja kita oleh petugas. setelah kegiatan makan selesai, kartu diserahkan ke kasir untuk disatukan pembayarannya dengan pesanan lain di luar dim sum. 

kami memesan cukup banyak jenis dim sum karena baik makan dan bayar kita patungan. tapi rekomendasi pribadi saya ada 3: spring roll, shiumay, dan hakau.

ternyata pesanan kami kebanyakan. dan hal ini sudah saya antisipasi. saya udah bawa kotak bekal untuk menyimpak lebihan makanan ini. sempurna. kami punya microwave dan kulkas di apartment. 

sumber gambar: google

kelar makan dan bungkus makanan, Fatimah mampir di Craft Coffee Roaster untuk ngopi pagi dan kita membahas rencana hari itu. kami juga menyepakati aturan lokal bersama selama di Hong Kong. seperti membeli makan di malam hari untuk disimpan sebagai sarapan keesokan harinya (KFC Wan Chai), menyetok buah untuk snack (buah termurah yang ada), dan membeli detergen cair untuk mencuci baju.

segelas kopi habis, kesepakatan tercapai, kami pun bergerak ke local groceries store untuk membeli sesuai perencanaan. dan Alhamdulillah ternyata buah - buahan termurah di Hong Kong adalah buah - buah premium di Bontang seperti Anggur Muscat, Seedlees Grape, dan buah favorit saya: blueberry!



beres drop belanjaan dan memastikan stock makanan aman, kami mencoba naik MTR untuk pertama kali. rute yang kami pilih adalah Apartment - Ladies Market PP. kami harus familier dulu dengan rute ini sebelum badan keburu capek dan emosi naik. 

ini rute dengan transfer platform (dari Island Line menuju Tsuen Wan line). kami harus mendapatkan panduan terbaik untuk masuk dan keluar dari pintu yang tepat dari dan ke Apartment. untuk itu, kami sengaja "menjaga" waktu ashar dan memutuskan akan makan Wai Kee Halal Restaurant pada sore hari. restoran halal yang Alhamdulillah juga walking distance dengan Apartment kami.


kami berangkat dari stasiun MTR Causeway Bay dan turun di Stasiun MTR Mong Kok. Moovit mengatakan jalan masuk paling oke dari apartment adalah melalui Causeway Bay MTR Exit B. ternyata, eksplorasi kami membuktikan Causeway Bay MTR Exit C adalah pintu MTR paling dekat dan nyaman dari Apartment kami. sesampainya di Mong Kong MTR Station Moovit benar menunjukkan bahwa Pintu Exit terbaik adalah Mong Kong MTR Exit E2. karena selain tepat di depan Ladies Market, di sebelah kanan jalan ada GU Store dan jalan sedikit ke kiri ada Lung Fung Mall. toko dispensary favorit Annisa.


Ladies Market adalah versi authentic, scatter, and grande dari Petaling Street Kuala Lumpur. versi messy and cultured dari Chinatown Market Singapura. pasar wisata pusat oleh-oleh dengan harga overprice dan sarana terbaik adu mental urusan tawar menawar. 

di sini saya melihat banyak sekali karakter manusia dengan berbagai peran. melihat banyak sekali produk souvenir dalam berbagai konsep. juga produk tembakan berbagai merk mahal dunia. meski, banyak juga produk manufaktur yang kualitasnya bagus dalam versi no brand/no logo. saya mendapatkan dompet kulit asli dengan harga 100 dollar tanpa logo/merk. penjualnya ramah, tidak terlalu adu urat saraf juga urusan tawar-menawar. 

saya juga membeli beberapa tote bag untuk anak-anak di kantor, pajangan meja untuk di rumah, dan magnet kulkas. 

kelar cuci mata. kami lalu memutuskan balik ke apartment sesuai rencana. untuk makan roasted duck halal khas Hong Kong. 


berbeda dengan Dim Sum Hong Kong Halal yang terletak di bangunan eksklusif, Wai Kee Halal Restaurant terletak di Bowrington Road Market and Cooked Food Centre. jadi semacam Hawker Centre di lantai atas wet market.

pengalaman makan di sini begitu lokal, dan begitu Hong Kong. yang, mungkin kalau nggak siap mental bisa sedikit mual karena tempatnya kotor dan kurang proper bagi sebagian orang. oh iya, di Hong Kong air putih tersedia gratis di setiap tempat makan lengkap dengan gelas plastiknya. di sini juga ada budaya untuk merendam peralatan makan di air panas sebelum digunakan. 

Wai Kee Halal Restaurant sendiri sepertinya dijalankan oleh sebuah keluarga. mereka bekerja dengan cepat, tepat, dan penuh sinergi. di sini ada beberapa menu yang tersedia. namun juaranya adalah Roasted Duck dan Mutton Curry. 

beres makan, kami kembali merancang perjalanan menyeberang laut via MTR. kali ini tujuan kami adalah Kowloon Park dan Tsim Sha Tshui. 


Kami datang ke Kowloon Park ketika hari menjelang maghrib dan Kowloon Park sudah mau tutup. Alhamdulillahnya ketika kami keluar exit MTR langsung terlihat bangunan Masjid Kowloon. sehingga, rencana kami adalah setelah puas di taman kita akan langsung shalat di Masjid. 


The Flamingos !

melihat hewan berbulu pink ini adalah salah satu wish list kami ketika bermimpi liburan ke Hong Kong. karena burung air ini tidak hidup liar di iklim Indonesia. kami harus ke pulau jawa dan membayar tiket masuk untuk wisata berbayar berbasis binatang jika ingin melihatnya. yang mana berat sekali untuk kami orang Kalimantan ini.


Kowloon Park adalah taman kota gratis di jantung Hong Kong bagian Kowloon. taman ini terbagi menjadi beberapa area dan memiliki kontur bergunung-gunung. terdapat museum, kolam renang, chinese garden, berbagai jenis air mancur, labirin, patung - patun seni, dan fasilitas makan minum tematik sesuai konsep taman. 



butuh waktu seharian untuk puas mengelilingi taman asri ini. karena waktu kami terbatas, maka prioritas kami adalah melihat Flamingo dan keluar sebelum gelap. karenanya, setelah puas melihat Flamingo kami langsung bergerak ke arah masjid. untuk shalat dan menunggu waktu maghrib selesai.


Masjid Kowloon merupakan masjid besar di pinggir jalan prestisius Hong Kong. berjarak hanya 1 kilometer dari Victoria Harbour Waterfront in Tsim Sha Tsui. tujuan utama turis dari seluruh dunia mengunjungi Hong Kong. 

saya suka dengan marmer, tempat refill minum, dan area shalat laki - laki di masjid ini. sayang, area wudhu dan area shalat perempuan dalam hemat saya kurang proper dan rawan najis. hal ini yang membuat saya mengurungkan niat shalat di sini dan lebih memilih untuk shalat secara jamak takhir saja nanti di apartment.  


terima kasih sudah membaca sampai sini, ini adalah babak akhir cerita perjalanan hari kedua saya di Hong Kong. saya berjalan di antara bangunan dan lampu neon Hong Kong yang kemilau. melihat The Famous Chungking Mansion dan seluruh bangunan iconik Hong Kong yang selama ini hanya ada di layar handphone saya.

hari itu, saya melihatnya secara nyata.


The Peninsula, Hong Kong Museum of Art, dan Avenue of Stars hadir di hadapan saya. saya, Fatimah dan Annisa memutuskan duduk demi mengamankan tempat saat show Symphony of Lights dimulai.


Hong Kong cukup berkabut hari itu, namun saya tetap bersyukur bisa menyaksikan pertunjukan lampu dan pencakar langit yang tidak ada di Bontang itu. 

kami mengakhiri hari dengan pulang naik via MTR Tsim Sha Tsui (MTR dengan exit terbanyak yang saya temui) langsung menuju Causewaybay Station. dan itulah akhir dari hari kedua kami. hari yang menyenangkan, dan terpatri baik di core memory saya. bahwa, Hong Kong sungguh berkilau.  
 


Bontang, 15 September 2025




Riffat Marifah, yang lagi banyak masalah













Comments

Popular posts from this blog

Hong Kong Day 3: Mengagumi Hong Kong Secara Pelan-Pelan

Halo, terima kasih untuk kamu yang kembali ke sini. kisah tentang Hong Kong sengaja saya ceritakan per hari, agar saya juga mengingat dengan syukur bahwa doa saya terkabul. bahwa mimpi saya terwujud. cuaca saat itu bagus (tidak terjadi thypoon). udara juga cocok untuk saya (pertengahan musim semi). dan semoga, kamu juga bisa meginjakkan kaki ke Hong Kong. Hari Ketiga di Hong Kong adalah harinya slow down. karena saya harus mengatur energi saya dengan baik. hari pertama dan kedua udah dar der dor banget. hari ketiga saya usahakan pace nya lebih lambat. di hari ketiga ini pula saya hanya jalan-jalan berdua dengan Fatimah. karena, Annisa ke Disneyland. KFC Wan Chai dan Jalan Masuk Menuju Wan Chai Market perjalanan kami mulai dari KFC Wan Chai sebagai tujuan sarapan. KFC ini adalah cabang KFC halal terdekat dari apartment, lokasinya persis di depan tram station. ternyata, menu yang ready saat itu baru menu - menu light meal ala KFC seperti sup krim dan omelette. sementara saya dan Fatimah ...

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Beryl’s Jalan Panggong Outlet - Kuala Lumpur

  "Riffat, ayo makan buah cokelat"  waktu itu dia petik buah kakao itu, dibukanya, dan disodorkan ke saya "buah cokelat" versi dia.  buah cokelat yang dalam kenyataannya adalah biji kakao. saya masih ingat, rasanya manis dan ada hint pahit. teksturnya seperti buah sirsak versi lebih padat.   rasanya itu adalah awal mula ketertarikan saya dengan cokelat. tetangga saya yang punya pohon kakao di rumahnya.  setelah pengalaman memakan biji kakao mentah itu, perjalanan saya dengan cokelat tidak jauh - jauh dari merek Silverqueen dan Toblerone. trus waktu abah saya pulang dari luar negeri, saya baru tau ada merek cokelat bernama Cadburry. sisanya, ya cokelat ayam murah yang lengket di lidah. lalu, suatu hari saya berkesempatan mengunjungi outlet cokelat ini di Kuala Lumpur. ini bukan sekedar outlet, dia punya costumer experience style yang memberikan transfer knowledge tentang proses bean to bar mulai dari biji kakao sampai ke bentuk akhir cokelat siap makan. mung...