daily life

23 March

 

semua berawal dari saya yang main ke rumah teman saya di Singapore. waktu itu mesin cuci dan dryer di rumahnya rusak sehingga dia mengajak saya ke self service laundry untuk mencuci baju saya yang rencananya mau dicuci di rumah dia.

dari hotel tempat saya menginap, saya biasa ke rumah dia naik bus dan menyeberang jalan


rumah teman saya, a classic HDB flat

di sana, untuk pertama kali saya melihat laundry coin service secara nyata. teman saya juga yang mengajari saya menggunakan jasa layanan cuci kering itu. setelah loading cucian memasukkan koin sebagai alat pembayaran, kami lalu berjalan jalan dan akan kembali lagi dua jam kemudian ketika cucian saya sudah selesai.


sekitar dua jam kemudian cucian saya selesai dan saya lalu pulang ke hotel tempat saya menginap untuk bersiap untuk itinerary selanjutnya di hari itu. 


pengalaman mencuci baju tanpa melibatkan sinar matahari di Singapura itu amat berkesan di hati saya. tidak perlu menunggu lama untuk menyelesaikan pekerjaan domestik rumah tangga ini. tidak harus repot angkat jemuran apalagi khawatir hujan. mencuci dengan dryer amat jauh dengan keseharian saya karena biasanya mesin dryer memakan listrik super besar. tidak lazim di lingkungan saya memiliki dryer di rumah. alternatif lain adalah mesin dryer dengan bahan bakar gas. mesin ini biasa dimiliki oleh jasa laundry kiloan yang tidak memberikan opsi kepada saya untuk self-service.

semenjak hari cuci baju di Singapore itu, saya berdoa semoga suatu hari saya diberi tuhan keberuntungan self-service laundry di Bontang.

***

suatu hari ketika dalam perjalanan ke pasar rawa indah, saya melihat usaha laundry ini. lokasinya di pinggir jalan besar dan menarik perhatian saya dengan deretan mesin cuci dan mesin dryer berjejer. di balik dinding kaca. 

saya lalu mengabari saudara kembar saya dan berangkat untuk menjajal layanan laundry seperti apa yang ditawarkan oleh Famous Laundry Bontang. 

doa saya terkabul, Famous Laundry menawarkan jasa "sewa mesin" seharga 25 ribu per mesin dengan tambahan empat ribu rupiah untuk sabun dan pewangi. konsep self-service laundry dengan mesin berkapasitas maksimal 7 kg.


ruang tunggunya nyaman, dilengkapi dengan pendingin udara. dibandingkan dengan yang di Singapura, pengalaman mencuci di Famous Laundry lebih terasa seperti di Korea.

benar saja, ketika saya bertanya kepada mbak pemilik Famous Laundry Bontang ia mengaku usaha barunya ini terinspirasi dari Drama Korea yang sering ditonton beliau.

well, semenjak hari itu Famous Laundry menjadi langganan saya urusan cucian. mereka juga memiliki layanan laundry kiloan yang juga selalu saya gunakan karena saya juga sering malas setrika baju. 


in summary, I'm beyond happy to have this service in my Home Town. terima kasih sudah membaca. sampai ketemu di tulisan berikutnya.

Famous Laundry Bontang
Jl. Ir. H Juanda No 9 Bontang Selatan
Kota Bontang




Bontang, 23 Maret 2024




Faizah -- yang belum ambil cucian






22 March

sumber gambar: soco by sociolla 

di saat saudara kembar saya nge-hype banget dengan brand china ini, (viral banget di Tiktok pada masanya) saya malah nggak ngerti apapun tentang Skintific. yang saya tau adalah perusahaan ini nge-hire Nicholas Saputra sebagai brand ambassador mereka waktu kebetulan saya lewat pop-up store mereka di Big Mall Samarinda. sebatas itu yang saya tahu.  

tapi siapa yang bisa menolak diskon ? 

diskon adalah alasan pertama saya membeli produk ini, kapan lagi dapat 300 ml dengan harga seratus ribu ? orang biasanya saya beli micellar water 30 ml harganya sekitar tiga puluh ribuan kok. 

saya tertarik dengan botolnya yang berwarna hijau sage (warna musim lebaran tahun lalu) dan kandungan mugworth nya. saya rada nggak akur soalnya dengan bahan ini. dulu, saya pernah coba produk essence dari Nacific varian Jeju Artemisia yang katanya berasal dari ekstrak mugworth. 

dan hasilnya breakout.

tapi pikir saya itu kan udah lama banget jaman saya kuliah (circa 2018) jadi just give it a shot. toh ini kan "cuma" micellar water. rekor saya breakout karena micellar water cuma sekali aja dulu tahun 2016 waktu pake produknya Evoluderm.  

jadi yaudah, udah kepalang beli juga kan. mari kita coba sejauh apa si mugworth ini berdampak kepada wajah saya.

hasilnya adalah, ya biasa aja di wajah saya. namanya micellar water dimana mana memang fungsinya tunggal aja untuk bantu proses double cleansing. saya ragu apakah kandungan di dalam micellar water memiliki efek signifikan seperti yang terkandung di toner, serum, atau moisturizer.

begitulah pengalaman saya dengan si Skintific Mugworth Micellar Water. tidak breakout tidak juga memberikan hasil di luar fungsi dia. untuk kuantitas 300 ml dan brand sebesar Skintific, harga seratus ribu (setelah diskon) terasa worth the money. 

sekian dari saya, terima kasih sudah membaca. sampai ketemu di tulisan berikutnya !





Bontang, 22 Maret 2024




Faizah -- yang baru pulang tarawih

 

https://www.guardian.com.sg/

hai guys, setelah puluhan purnama akhirnya kembali lagi kita pada episode review skin care nampol ramah di kantong ala saya.

tanpa banyak ba bi bu, begini ceritanya......

sejak januari 2024, saya kesengsem sama brand asal Jepang yang nggak jual produknya di Jepang. namanya Rosette. saya nemu produk facial wash mereka di store Sasa Gurney Paragon Mall George Town. kebetulan, varian yang saya beli niatnya untuk daily use. sehingga memang bukan untuk menangani jerawat hormonal saya.

trus di awal Ramadhan, (saya nggak puasa 7 hari btw) jerawat hormonal saya mengamuk karena perubahan hormon (PMS) juga perubahan aktivitas dalam tubuh saya (Ramadhan) yang mengakibatkan jerawat muncul di area dagu dan rahang saya.

memang benar saya nggak puasa, tapi jam makan dan ngemil saya mengikuti orang puasa demi menghormati bulan Ramadhan. meski memang saya nya nggak absen minum disaat yang lain menahan makan minum dan nafsu lainnya.

di sinilah saya menyadari kelalaian saya alpa double cleansing karena sangat cinta buta dengan Rosette Acne Refresh Facial Wash. 

maka berangkatlah saya ke satu - satunya Guardian Store di kota tempat saya tinggal untuk membeli micellar water diskonan dan facial wash ramah di kantong yang mengandung salicylic acid untuk mengatasi jerawat saya.

ramadhan hari ke 10, dalam situasi puasa (yang artinya mata saya nggak fokus - fokus banget) saya menemukan produk ini dan produk dari Cosrx untuk kategori facial wash yang mengandung salicylic acid. produk Cosrx itu adalah produk kecintaan saudara kembar saya yang memang memiliki kulit berjerawat. harganya dibanderol standar (hampir dua ratus ribu) dan nggak ada diskon.

saya hampir mau beli produk itu. namun, tatapan saya terhenti kepada informasi berat bersih produk tersebut. lebih dari 100 ml. yang mana kalau saya bawa keluar negeri bakal kena sita officer.  

iya, sabun muka dan sikat gigi adalah barang wajib yang selalu melekat bersama dengan daily skin care dan make up saya kemanapun saya berada. selalu dimasukkan ke dalam koper kabin atau tote bag saya.

kemudian saya melirik produk dari pabrik Guardian ini. berat isi persis 100 ml, mengandung salicylic acid, harga aslinya nggak sampai seratus ribu. diskon pula waktu itu jadi hanya lima puluh ribu. saya putuskan untuk membeli produk ini alih - alih punya Cosrx

dengan riang gembira saya bawa produk ini ke kasir dan saya bawa pulang untuk kemudian saya uji seberapa jauh dia bisa mengatasi jerawat hormon saya. karena saya punya rencana akan membawa sabun muka ini kemanapun saya travelling untuk mengatasi wajah jerawatan saya yang suka kaget sama perbedaan cuaca. 

sumber gambar: soco by sociolla


bersama dengan micellar water dari Skintific ini, saya coba untuk lebih peduli dengan wajah saya yang dipenuhi kotoran, debu, dan dosa ini. setiap habis dari luar (terpapar debu dan matahari) saya coba untuk intens double cleansing dengan Guardian Radian Facial Wash. sembari fokus menghidrasi kulit saya agar tidak dehidrasi dan menimbulkan jerawat yang lebih parah.

hasilnya jerawat di wajah saya berkurang signifikan dan kulit wajah saya jadi lebih lembut. masih belum hilang sih (ya iyalah, belum juga sebulan dipake) namun amat sangat membaik dibandingkan wajah saya di awal Ramadhan.

jadi teman teman, to wrap this post, yang ingin saya bagi ke kalian adalah : facial wash dari guardian ini nampol dengan harga ramah di kantong. bisa kalian jadikan opsi jika sedang mencari produk untuk mengatasi jerawat. namun semua kembali ke tipe kulit masing - masing. kebetulan kulit saya normal to oily dan cenderung berjerawat jika ada perubahan hormon atau cuaca.  

sekian review saya untuk Guardian Radian Facial Wash, this product is Faizah Approved.

terima kasih sudah membaca, sampai ketemu di tulisan berikutnya.





Bontang, 22 Maret 2024




Faizah Akhsan - yang lagi sakit punggung sambil nunggu buka puasa


22 September

My Birthday Cake Today

Finally, I'm on My Last Stages of Twenties


pagi ini saya terbangun dengan satu fakta baru: hari ini saya memasuki babak akhir dari usia 20an. usia dimana mulai tahun depan saya akan join 30 club. tahun-tahun yang saya harapkan menjadi masa yang menyenangkan dengan kelebihan penghasilan.

tidak ada yang bisa saya ungkapkan selain kesyukuran di hari ini. terima kasih Allah untuk mental yang lebih sehat. saya kini mengerti tentang penyebab luka batin diri ini dan kini masih terus belajar untuk bisa berdamai. untuk kantor saya, perusahaan konsultan dimana saya sudah terjun di sini sejak berusia 20 tahun. untuk perusahaan-perusahaan baru yang seumur jagung namun sudah memberikan grafik yang membahagiakan. serta untuk kehidupan dan relasi yang semoga mengarah kepada kebahagiaan.

harapan saya di umur baru ini adalah agar saya memiliki lebih banyak lagi piranti mutakhir, pengalaman traveling, serta makin bijaksana dalam mengemban amanah perusahaan.

again, Happy Birthday !



Photo by Nick Fewings on Unsplash


Bontang, 22 September 2022




Riffat Akhsan

14 April

 

On my last day in Balikpapan (in my previous office), I ask to my staff to take this picture. a picture who speaks loudly about my future plan right after my resignation. 

Since beginning of my career in State-Owned Enterprise, my vision is clear : I build a strong portfolio, be critical engineer, then find sexy problem who will be my story to make a personal statement and motivation letter, then find two strong key players to write a recommendation for me. 

After all the requirement process is done, I take an IELTS test. next is to apply for University admission and scholarship. the plan is perfect, so that is time to resign. 

But you know what ? that's perfectly planned is set up due to covering up my wounded soul. you know my past, I experienced moving from Surabaya to Samarinda while my undergraduate degree is not completed yet. I continue my degree in Samarinda, at the university when toxic and bullying culture still alive, spreading across all the university (including the faculty). that time is really struggling and full of tears. until finally I graduate as the highest GPA among my peers, eventough it is very late. ideally, it just need 2 years to accomplish that degree, but because the toxic culture, I've done it in 3 years.

the total amount of time of my study is almost 7 years. you can count it from 2013 till 2019. not an ideal time for person who pursue a scholarship. but God is good, in 2018 I got accepted in State-Owned Enterprise in the construction sector. and the rest is history.

Then in August 2020 Everything Begin....

I know that my greatest weakness at that time is English. because the circumstance and ecosystem where I study is not a good place for upscaling my English skill. therefore, my choice is very tight : I must find a scholarship who did need IELTS in the beginning process. then, that scholarship must count heavely on my working experience rather than my college background. lastly, I set my standard reliable. I must apply in the university that can see my value. not the university that has "Top School Brand" because I am not their league.

then I found New Zealand Scholarship : they will pay my IELTS test once I pass the selection process. this is perfect ! so I just need to find the suitable university for me with term exclude NZ best university. I got It : Massey University, Construction Law. the place that not intimidates me.

destiny brings me to the only master student from Indonesia in Massey : Widi Auliagisni. Widi is my very first person outside my family that believes in me even though I think I'm not good enough. she regularly spent her busy time to brainstrorm with me. convince me to apply and believe that I can make my dream into reality.

I  also met with Ibu Nurul Kasyifita, Banjarnese from Samarinda who willing to proofreading my Indonesian essay (because my English is that bad) and gives me delightful input that progressing my essay a lot. at the end of the year, I met Annisa Hasanah who have a similar working background with me (transportation project). Annisa widens up my perspective about how to plan my research. moreover, Widi recommends me to the professor who be the reason for my decision to Massey. I got the personal number of the professor and he, (the professor) invited me to come in one of his zoom lecture. 

in Januari 2021, the New Zealand Scholarship awardee held mentoring program for people who plan to apply that scholarship. they did selection process and I passed as one of 50 mentees who got that chance from around 200 applicants.

the mentoring concept is like I have buddy program. the person who guides me in my essay and the admission process. the program is supposed to prepare mentee to apply in New Zealand Scholarship for the 2021 period. (turns out, unfortunately the scholarship did not open due to the COVID-19 outbreak)

Surprisingly, destiny matched me with Annisa again. that 2 months mentoring process enlights me that English is a very strong foundation. I must mastery the way of thinking in English in order to make a compelling and clear essay. my problem is a language barrier, I have a tremendous idea and how to making it into reality, but the problem is I have a constraint to deliver it into English.

with my UMR salary and living cost in Balikpapan that take half of it, pay for an IELTS class is not my choice. nevertheless, my only choice is to dicipline studying IELTS through free learning resource such as Futurelearn and Youtube. it did greatly on my passive skills (listening and reading) but have no progression in my active part (speaking and writing). but it was my only way. I can ask for more.

In August 2021, through 2 hours zoom interview, Pak Jony Eko Yulianto gives me IELTS private scholarships. He told me that one of her students just came back from her master degree in the University of Bristol funded by LPDP and decide to be an IELTS coach as her next endeavor as one of her giveback in Indonesia. Betari wants to helps applicant who struggling with IELTS to pass the test and pursue their dream. and Pak Joni decides to give me scholarship is the way he support my dream and Betari's dream as well.

the writing modul has been done in October, so I decide to apply to the Auckland University of Technology for conditional offers. I completed all the requirements and convinced myself that I deserved it. then a few days later I brace myself to apply to Massey University for Construction Project Management. I changed my course after long discussion with Widi (Widi is taking Construction Project Management also) and some deliberation because I see implementing Construction Project Management is way suitable after study rather than Construction Law because mostly in Indonesia still use Netherland and Indonesian Law in the purpose of construction contract.

The First Letter Come From AUT, Then Few Days Letter Massey


November 2021, the email from Auckland University of Technology came. they offer me a place for master of Construction Management. I remember this letter came at afternoon when I was in my office. I scream silently, although this is not my dream campus, but my inner peace thank me. finally, after tears and bullying there is reputable university that see my value and gives me offer. this is a huge prove that I am capable like other people in the world.




It was the best twilight in my life. when I was alone in my flat, this email came. I got frozen in my bed. I lost my words. seconds later, I cry sobbingly. I got accepted academically in my dream campus. it's feel surreal, but it's real.  

at that time my IELTS private class was over and I am supposed to take IELTS exam and apply for scholarships. I must set up another plan if New Zealand Scholarship doesn't open again in 2022. so I let myself to see opportunity in LPDP scholarship.

in January 2022, my official IELTS score is out and I am eligible for LPDP scholarship !

15 March 2022, World's Rank Number 9 For Civil Engineering Offers Me a Place : The University of Canterbury



Massey University is not listed in LPDP anymore. so my only choice in New Zealand is Waikato, Otago, and Canterbury. 

my feeling is true. New Zealand did not open their border (until now) so the scholarship also. I convince myself that degree of M.CivilEng is quite cute after my last name. but later on I know that in order to secure my place at the University of Canterbury I must pay admission fee around 500 NZD in the beginning. (this payment must be done by my own, although the scholarship will reimburse it later if I pass the selection process)

the situation when New Zealand still closed their border sticking up my way. I know that New Zealand awardee 2020 period still can't enter the nation. how can I ? I can imagine how long the queue will be. naturally, my intuition guides me to choose another country because the IELTS certificate already on my hand. so, I choose to go to the United Kingdom.

The Best Always Came Late, University of Birmingham Offers Me a Place on April 2022



Birmingham is the highest rank of the University that offers me a place. based on QS World University Rankings 2022 this university placed 90th. 

the application process is quite different, yet thrilling compared to universities in New Zealand. in Birmie, I must write my study journey from high school to college graduation. this process is really makes me skeptical : are they willing to offer a place in person who graduate from high school in 2012 but just completed her undergraduate degree in 2019 ?

at this point, every bad judgment came into my mind. thanks to my traumas who already shapes me to believe that I am absolutely like the frame that my bulli-ers addressing to me.

but that second night of Ramadhan might be my turn back point. it was 10:33 PM Bontang time, when I just finished my Taraweeh pray and prepare to go to sleep. the email came, but my sleepy mind doesn't process it well. so, I think it just my hallucination LOL.

on the next day, I realize that offer is real. after morning pray, I read the email carefully, I look up the sender and read every words carefully. 

WOW, THIS IS REAL. I GOT ACCEPTED AT THE UNIVERSITY OF BIRMINGHAM !

but unfortunately, due to internal problem caused by one employee in my family business, I must refuse the offers, drop down my imagination, suspend my study plan and back to Bontang in order to help my family business back to stable. after this messiness clear, I try to reset and rebuild my next endeavor.

This Dream is Still Alive

I will take MBA (fully online) in the US. 

this is really plot twist, at this point I am realizing that I can contribute more if I am a Master in Business Administration rather than Master in Civil Engineering. having an MBA degree allows me to contribute to the business comprehensively across the group. furthermore, I found myself quite exciting every time I attend to my class at the Wharton School (in Coursera). 

the pandemic gives me the comparison and spare more time to rethinking about my further study. I can't stop myself comparing 2 years online MBA tuition fee at the University of Illinois at Urbana Champaign is just half compared to 1 years M.CivilEng in the University of Canterbury (that will probably online because of the border is still closed)

God is Good, His Plan Is Never Wrong

I believe, at the end of the day, the silver lining will come after heavy stormy clouds in my life. I still nourish my dream, to pursue master degree overseas (with or without scholarship). I am sure everybody has their own destiny. so me too. I will face my victory later.

The Message is : I Learn To Don't Misjudge Myself


when I am writing this post, I can count how much blessed that God's gives me abudantly. but one thing for sure : I let my trauma far behind me. I am worthy. and God will always with me.

thank you for everyone who guide and beside me until this point. maybe for now reality doesn't like what I supposed to be, but I promise your kindness will stay forever in my heart.


Bontang, 14 April 2022 / 12 Ramadhan 1443 H




Faizah Riffat Ma'rifah












28 August

 

Amelia Tantono adalah salah satu influencer Korea yang saya percaya. satunya lagi Jang Hansol. karena as far as i know mereka berdua sedang/pernah kerja kantoran di Korea sana di luar pekerjaan mereka sebagai content creator. ini penting, di tengah Korean Wave yang terjadi di Indonesia beberapa tahun terakhir, animo bangsa kita seringkali jadi sasaran empuk para influencer korea yang bermunculan hanya untuk monetasi. 

kalau saya bilangnya mereka ini para influencer Korea bermuka dua. makanya saya nggak kaget waktu ada yang spill tea tentang salah satu youtuber Korea yang dirujak netizen karena ketahuan belangnya. haha, saya pernah nonton beberapa video dia. dan ya, palsu banget menurut perspektif saya. 



balik ke Amelia ya. saya suka banget sama dia karena dia nih tumbuh dalam proses yang challenging. lulus SMA dari Santa Ursula Jakarta, lanjut kuliah sarjana di Kyungsung University, dan sekarang bekerja di Korea. perjalanan hidup dia selama di Korea pernah saya tonton di video Jang Hansol. dan well, saya terkesan dengan ketabahan dan kerja keras Amelia. that's why Amelia adalah influencer Korea yang saya percaya.

speaking of Amelia, saya tau dia pernah kerja untuk brand kecantikan Korea. makanya waktu kemarin lihat insta story dia yang sebar - sebar kabar burung kalau bakal ada brand kecantikan lokal Indonesia yang bekerjasama sama artis Korea langsung bikin saya merenung.

Beauty Industry di Indonesia segini kompetitifnya ya ? sampe ada brand kecantikan lokal yang bakal spend budget marketing mereka untuk kerjasama sama artis korea ? kayaknya sih jawabannya iya. karena tiap saya scroll down feed instagram atau swipe left insta story ada aja iklan tentang brand kecantikan lokal Indonesia yang mampir ke visual saya dengan packaging gemes dan harga masuk akal.
 



Netizen yang kemampuan penyelidikannya udah setara intel CIA mulai membuat teori cocoklogi dengan metode evidence based cocoklogi. kali ini mereka menduga brand yang akan melakukan langkah ini (bekerja sama dengan artis Korea) adalah Scarlett.

i was like, really ?


iya sih, sejauh ini memang baru e-commerce, mi instan, handphone, dan kopi. brand yang saya tau kerjasama dengan artis Korea. tapi kabar burung bilang ini brand kecantikan. wow, langkahnya keren juga ya. karena sejauh yang saya tau pemain lain belum ada yang ambil langkah ini.

selain brand nya apa yang lebih menarik adalah menduga siapa yang diajak kerjasama oleh brand kecantikan lokal ini ? netizen dan saya sangat menunggu teh tumpah (spill tea) selanjutnya. karena kami sudah siap dengan kalkulator untuk menghitung budget marketing yang mereka habiskan, haha.

anyway, kamu ada ide nggak ? brand nya apa (tolong jangan dulu telan bulat - bulat teori netizen) dan siapa artis Korea yang mereka gandeng untuk kerjasama ?

kalau saya, masih setia menunggu info lebih lanjut tentang apa dan siapa nya. namun, yang pasti saya bangga. ada lagi brand lokal Indonesia yang memiliki langkah jenius urusan marketing. yang, saya akui worth the hype.

terima kasih sudah membaca. mari menebak - nebak di weekend yang indah ini.






Balikpapan, 28 Agustus 2021





Riffat Akhsan -- yang baru mau nonton drama korea Nevertheless episode terakhir. sambil berkhayal apakah eonni Han So Hee, artis Korea yang rencananya akan digandeng brand Indonesia ini ?





26 August

 

Photo by Magnet.me on Unsplash


last morning, I went to my monthly routine visit to Dr. Umi. my psychiatrist since I was in Balikpapan. she asks how am I throughout the past month. how di I feel, what my traits, how far I can control my suicide crazy things, and so on.

i read all of my list. from second doses of my vaccination effect. i had a bedrest, there. and doing something looks like self isolation because it felt so hard just for getting up and went to the bathroom. I also told her about my headache after tiring yet frustrating meeting, my ringing ears, and my self diagnosis about vertigo allegation. never ending series of PPKM of government, and Balikpapan who becomes a black zone without any sign to be better. 

it was like five minute presentation. Dr. Umi just heard and at the end of my explanation, she said : you are inputting so many things in your head. curate and subtract it. told her to me. and she is continuing her statement with : control your bizarre mind and train yourself to not think about suicide. 

based on her analysis, all of my point just have one root cause : i am overthinking. nothing left.

i was freezing and re-confirmed it by saying : just it doc ? no vertigo issue ?

while straring and smiling to me, she answered my question confidently. yes. you just need to curate and subtract your mind. everything is not that important to keep your brain. if it's that important, just write it down to your journal book. you still have that book, right ?

"of course lah doc", i am laughing at her and say thank you for the consultation.

then i went to the pharmacy to take my medicine. when my name is calling, i stand up and queue. right before my turn is an old woman who had complicated illness. she receives 100 stick of insuline. 50 each. for morning and night. i was freezing and then the scene is continuing with pharmacist explained with the heart medicine, cholesterol, blood pressure, and the rest of the medication list is out of my mind.

after receiving my prescription drugs, while walking in the parking lot, i did contemplate myself. i tried to walk as relaxed as i can. i tried to walk slowly. heard my breath gracefully. realized and mindful how blessed I am. my problem just to control my mind. not to control my high blood pressure or worrying my cholesterol.

all the way to the office, my mind is full with recorded that pharmacist scene. 

i do not need that much of medicine like her. i just need to consume my one capsul every morning and night. and the rest is about giving myself courage, congratulate myself, saying thanks and happy with all the progress. good and bad. love myself more. and giving a chill for my mind.

my mantra always works. everything in the office stays there. everything about my dreams, stays in my heart. there is no mandatory to make it stress. eventough thrill and fear always tag with a dream. but i can handle it. it's about how curate and subtract things inside mu head.

ya, i just need to be grittier dan before. but do not forget to more grateful than before.






Balikpapan, 26 on August 2021





Riffat Akhsan -- trying to be more mindful and patient 

22 August

sumber gambar : blog efenerr 

tulisan ini saya hadiahkan untuk diri saya sendiri yang mendapatkan pencapaian pindah jarak di olahraga panahan dan lolos kualifikasi UKP (Uji Kompetensi Pemanah) bulan depan.

menjadi si beruntung karena menekuni olahraga panahan, saya bersyukur bisa mengenal baik cabang olahraga membanggakan ini. film tentang panahan yang rilis untuk mengiringi olimpiade Rio 2016 nyatanya ditakdirkan Allah untuk saya tonton mengiringi olimpiade Tokyo 2020. sebuah film yang menjadi penanda excitement saya atas olahraga baru ini dan capaian ganda campuran panahan Indonesia yang lolos ke olimpiade.


Yana, Suma, Lilies yang Mencintai Panahan, dan Hidup yang Bukan Hanya Tentang Cinta....



pertama, turunkan ekspektasi bahwa film ini akan terus menampilkan adegan tiga srikandi ini memanah. kalau memang itu keinginanmu, menonton channel youtube world archery rasanya lebih cocok. karena sebagian besar durasi film ini berkisah tentang hidup, hidup sebagai manusia di luar olahraga panahan.

Nur Fitriyana, Lilies Handayani, Kusuma Wardhani. tiga orang pahlawan wanita pemberi medali pertama untuk negeri ini. 

Olimpiade Seoul 1988, dari cabang olahraga panahan pertama kalinya tanah air mendapatkan medali perak sejak partisipasi negeri ini di kancah olimpiade 1952. mungkin gaungnya tidak seheboh duet maut Alan Budikusuma (tunggal putra) dan Susi Susanti (tunggal putri) dari sektor bulutangkis yang mengawinkan medali emas untuk Indonesia di Barcelona 1992. namun apapun warnanya, medali pertama dalam sejarah partisipasi Indonesia di Olimpiade dicatat oleh cabang olahraga panahan.

film ini bercerita di balik layar PP PERPANI (Pengurus Pusat Persatuan Panahan Nasional Indonesia) kala itu. juga KOI (Komite Olimpiade Indonesia) tentang situasi politik yang berimbas kepada capaian prestasi olimpiade. hal yang membuat Donald Pandiangan gagal berangkat Olimpiade Moscow 1980.




dalam meraih mimpi medali olimpiade. Yana, Suma, dan Lilies mengenal bahwa cinta saja tidak cukup. harus ada ambisi, kesabaran, disiplin, latihan fisik, keseimbangan, konsentrasi, dan latihan mental yang keras. menempa mereka untuk layak dan lolos menjadi seorang olimpian. 

Yana dari DKI Jakarta, Suma dari Sulawesi Selatan, dan Lilies dari Jawa Timur. mengangkat busur dan melesatkan anak panah atas nama Indonesia. mewujudkan mimpi bangsa untuk mengharumkan bendera di pentas dunia.

di sini juga cukup digambarkan bagaimana pergulatan mental mereka ketika kalah di nomor individual putri, kalah dalam perebutan emas, dan diremehkan oleh atlet negara adidaya. sebuah rekaman untold story dibalik medali yang berhasil dibawa pulang. olahraga bukan hanya tentang atlet dan pelatih. di sana ada tim medis, manajemen, ofisial, dan tim lain yang tidak kalah penting. guna menciptakan kondisi yang kondusif untuk seorang atlet meraih medali.

The Important Thing in Life is Not to Triumph, But to Compete


Yang Paling Penting dalam Hidup Bukan Menaklukkan, Tapi Berjuang Keras.

sekali lagi. jangan berharap untuk menyaksikan dominasi adegan memanah beregu putri di film ini. kalau kamu maunya itu, saya sarankan nonton channel youtube World Archery aja. banyak video turnamen memanah tingkat tinggi yang kamu bisa tonton sambil deg - deg an dan akhirnya berdecak kagum.

karena olimpiade bukan tentang ajang. tapi tentang persiapan. maka, film ini juga begitu. lebih banyak menyorot tentang ups and down tim ini dalam menghadapi tujuan besar : olimpiade.

selain panahan. film ini juga bercerita tentang kehidupan.

Yana berhadapan dengan dilema kenyataan bahwa masa depan cerah seyogyanya diraih lewat pendidikan. saya merasa konflik Yana ini deep sekali. ada konflik antara Yana dan ayahnya, yang kecewa dengan kesatuan tempat ia bekerja yang kekecewaan itu dilampiaskan kepada putri tunggalnya. bahwa percuma menjadi kebanggaan negeri kalau tidak membanggakan keluarga. ironi kontradiktif yang untungnya ditutup konklusi yang manis.  

Suma berhadapan dengan dilema mengamankan masa depan adalah dengan menjadi Aparatur Sipil Negara sebagai lambang puncak karier kehidupan (karena dia lolos tes PNS). sulitnya berjuang sebagai atlet perempuan dari luar jawa juga sedikit disinggung dalam penokohan karakter Suma. tentang dana dari pemerintah daerah yang tidak turun untuk membiayai atlet. padahal kesejahteraan si atlet juga masih dekat dengan garis kemiskinan.

Lilies berhadapan dengan pahitnya terhalang restu ibu mencintai sesama atlet, dilema akan gambaran masa depan ideal adalah tentang menikahi pengusaha dan hidup kaya raya. padahal ibu Lilies adalah mantan atlet panahan juga. issue kesejahteraan atlet setelah juara juga disinggung oleh film ini. di kasus Lilies, saya tepuk tangan dengan konklusi masalahnya.

dengan segala kesulitan yang dihadapi oleh ketiga Srikandi Indonesia ini. saya angkat topi atas raihan medali berwarna silver tersebut. benar ucapan bapak olimpiade dunia. yang penting dalam hidup bukan menaklukkan. tapi berjuang keras. karena setiap atlet berada di garis start hidup yang berbeda. ekosistem yang berbeda. dan faktor lingkungan yang berbeda. 


Musuh Terbesar Seorang Pemanah adalah Dirinya Sendiri. Fokus.


ada banyak fakta nyata dunia panahan dan perjuangan atlet panahan yang coba diungkap oleh film ini. saya semangat sekali membahasnya. apalagi di Olimpiade Tokyo 2020 Tim Ganda Campuran Indonesia berhasil lolos ke perempat final dengan pelatih seorang Lilies Handayani.



pertama menu latihan fisik. kedua seorang atlet olimpiade yang memiliki dua sampai tiga set alat. ketiga release an tidak halus karena jari tidak rileks, itu sangat benar. dan fakta mental jatuh sebelum pertandingan itu hella kinda true




Lilies Handayani

kemudian tentang adegan yang banyak dikritik para kritikus film. tentang Donald Pandiangan yang dirasa memiliki dendam dengan Adang Ajijie (pelatih tim beregu putra yang juga pacar Kusumawardhani) dan ikut campur masalah hubungan mereka.

kalau dari pandangan saya, yang menekuni olahraga panahan. adegan itu tidak berlebihan. diceritakan kalau grafik skor Suma turun dan penyebabnya diduga karena kebanyakan pacaran. well, itu benar. banyak atlet yang hilang fokus karena cinta.


sikap seorang Donald Pandiangan bukan dihadirkan tanpa sisi humanis sama sekali di film ini. saya rasa, adegan beliau yang sangat responsif ketika ibu Lilies kecelakaan. dan bagaimana cara ia menyemangati Lilies di pemakaman ibunya benar - benar menunjukkan kualitas pelatih nasional. 




Pencapaian Hidup Seseorang Tidak Dilihat dari Prestasinya Saja. Tidak Salah Punya Mimpi, Namun yang Lebih Penting Adalah Apa yang Kamu Dapatkan Setelah Mimpimu Tercapai.





  

film ini tidak sempurna, namun berhasil membekukan sejarah bahwa perempuan juga berdaya dengan caranya


scene tentang nasionalisme dalam tekad membawa pulang medali untuk negeri tidak pernah gagal menumpahkan air mata saya. dan film ini berhasil membungkus dengan adegan - adegan dramatis yang luar biasa.

sebagai media hiburan dan komunikasi massa, saya rasa film ini sudah berupaya terbaik dalam memotret sejarah negeri ini di olimpiade. mereka berhasil menyajikan dilema para srikandi ini dalam meraih mimpi. merekam dan menyajikan perjalanan seorang olimpian. komedinya juga masuk di saya. punchline nya segar. timing nya tepat.

saya apresiasi sekali dengan dialek Makassar yang coba dihadirkan film ini. autentifikasinya mendekati dialek asli. untuk tokoh, saya sangat suka dengan karakter Lilies. si bungsu. lucu, segar, namun juga bisa serius. Chelsea Islan sukses memerankan seorang Lilies Handayani. 

namun scene stealer saya nobatkan kepada Mang Ujang. setiap kemunculannya selalu mengundang tawa saya. dan adegan memanah di atas batu karang itu juara banget sih. archery range yang biasanya terpencil dan tenang benar - benar membantu kami untuk fokus dan konsentrasi selama latihan. saya aja suka meleset kalau ada distorsi suara. bagaimana mereka bisa tahan fokus dalam distorsi suara ombak menghantam karang yang menggelegar. saya salut. setabah dan seluar biasa itu menu latihan atlet nasional.

di akhir film ini masih banyak yang bertanya, tim panahan putri kita sudah berjuang maksimal. tapi kenapa kok Indonesia nggak dapat emas ? jawabannya adalah karena udah dari berabad lalu urusan panahan itu Korea Juaranya sista. bahkan presiden Korea Archery Association secara turun temurun adalah Presiden Hyundai Grup yang merupakan sponsor utama gelaran panahan bergengsi dunia.  mungkin itu juga salah satu faktor sejak Olimpiade Seoul 1988 di mana cabang olahraga panahan dilombakan sampai dengan hari ini, Korea tidak pernah kehilangan medali emas di kategori beregu putri.

terima kasih sudah membaca. olahraga panahan itu menyenangkan. kamu harus coba setidaknya satu kali dalam seumur hidupmu.


 


Balikpapan, 22 Agustus 2021





Riffat Akhsan -- fix soundtrack film ini yang dinyanyikan oleh Bunga Citra Lestari - Tundukkan Dunia langsung jadi soundtrack penyemangat saya meraih mimpi.

18 August


 

Photo by Steven Lasry on Unsplash



"The capacity to learn is a gift, the ability to learn is skill, the willingness to learn is a choice"

-Brain Herbert-




satu tahun sudah saya belajar mandiri untuk menaikkan skor IELTS saya yang jongkok ini. berbagai video youtube saya coba. tips jitu lolos IELTS dalam sekali tembak ala Kiky Edward juga sudah saya coba. semua bahan belajarnya yang tembus puluhan giga itu saya download. saya cicil mereka untuk saya print di kantor pake kertas bekas. latihan sudah rutin seminggu sekali saya lakukan. mendengarkan more or less BBC sudah tiap pagi saya amalkan.

tapi skor saya nggak naik - naik.

ada beberapa faktor. pertama, otak saya tidak seencer mbak Kiky. atau yang kedua. belajar mandiri tanpa mentor bukan gaya belajar saya. karena saya tau persis belajar bersama dalam satu kelas juga tidak cocok untuk saya.

saya lebih memilih percaya faktor bahwa saya butuh mentor yang bisa mengevaluasi kesalahan saya dan bebas saya tanya bagaimana caranya mengatasi kendala saya yang itu - itu saja.

namun ada satu fakta lagi yang malu saya akui : jauh dalam diri, saya tidak berani mengerjakan soal active skills seperti writing dan speaking karena saya tidak percaya bahwa saya bisa. hasilnya ya, bisa dibayangkan. penuh percaya diri saja hancur apalagi ada low self esteem ikutan berperan di sana.



hingga akhirnya di awal bulan itu, saya memutuskan untuk menyerah. beberapa orang memang tidak ditakdirkan untuk lolos tes standar bahasa inggris. mungkin saya termasuk di dalamnya.

namun hati saya masih ingin berjuang.

beberapa hari kemudian saya tersentak dengan fakta yang diungkapkan oleh paman guru saya melalui saudara kembar saya. beliau (paman guru) bilang kalau jalan saya menuju mimpi saya terbuka sangat lebar. hanya saja ada rintangan besar bernama bahasa. jika saya berhasil mengatasi kendala bahasa ini, maka jalan selanjutnya akan lancar.

di subuh hari itu, saya menemukan diri saya menangis tergugu meraung meminta pertolongan. saya katakan pada-NYA "ya Allah, engkau berjanji menolong seluruh makhlukmu yang meminta pertolongan. tolong saya ya Allah, tolong saya untuk mengatasi kendala bahasa yang saya hadapi"

lama saya larut dalam gelembung emosi ketakutan dan harapan. setelah cukup bisa menguasai diri, saya lalu membaca dua muka Al-Qur'an tadarus saya yang progressnya kayak siput itu. 

anehnya, saya yang tidak bisa bahasa arab ini mengerti bahwa isi dari 2 muka halaman Al-Qur'an yang saya baca ini isinya penuh dengan doa dan keutamaan berdoa. terselip pula ayat - ayat janji Allah untuk mereka yang berdoa.

besok harinya, saya terbangun di pukul satu dini hari. berdasarkan kitab yang saya pelajari di pondok dulu, malaikat itu turun sekitar jam setengah dua. saya tunggu satu jam. saya tahan kantuk demi menghadang malaikat. menagih janji tuhan yang menolong mereka yang berdoa.

kembali saya tergugu. saya menangis. saya sampaikan saya tak berdaya tanpa kuasa-NYA. saya mohon dengan segala kepasrahan untuk bisa mengatasai kendala bahasa dan berlari mengejar mimpi saya.

setelah itu, saya hidup normal seperti biasa.


pagi, 15 Agustus 2021.

saya yang lagi mood menulis, mohon izin memakai kutipan seseorang. sebut saja orang baik. orang ini dengan antusias mempersilahkan saya. saya lalu memperkenalkan diri sebagai seorang yang sedang berjuang meraih mimpi. beliau lalu menanyakan sejauh mana usaha saya mendekap mimpi saya. saya balas sejujurnya beserta bukti yang mendukung pernyataan saya. percakapan itu santai dan tanpa tendensi apapun.

kemudian, di pukul setengah lima waktu Balikpapan, orang baik ini mengajak saya zoom meeting. beliau bilang tertarik dengan profil saya yang menurut beliau menarik. saya, yang ingin mengikuti jejak langkah beliau tentu saja mengiyakan.

singkat cerita, zoom meeting lah kami. komunikasi kami sebenarnya seperti mengobrol. namun kini saya sadar kalau itu adalah seleksi wawancara. saya sadar bahwa beliau mengajukan pertanyaan yang saya pikir random. ternyata itu adalah sebuah psychology assesment


setelah sesi tanya jawab (yang baru saya sadari sekarang) itu beliau lalu mengatakan bahwa ada hal menarik dalam diri saya beliau bilang saya tau persis apa yang saya mau. saya juga sudah menyiapkan berbagai alternatif di berbagai kemungkinan. menurut beliau dalam bahasa psychology, self regulation saya untuk stand up independently mengejar apa yang saya mau sudah lengkap. namun kendala saya ada pada ruang gerak saya yang terbatas karena masalah bahasa.

bahasa. lagi -lagi bahasa.

beliau lalu memetakan karakter belajar saya, dan melakukan mapping agar langkah saya menjadi terukur di tengah semangat sporadis yang hampir meredup karena setahun tidak ada progress ini.

di akhir beliau bilang, bahwa saya diberi hadiah oleh beliau berupa les private gratis oleh seorang coach yang sudah beliau kenal baik. merupakan mahasiswa beliau ketika S1 dulu. kini telah selesai menempuh pendidikan masternya di United Kingdom. yang menghangatkan hati saya, beliau mengatakan coach saya ini memiliki skor IELTS 8.5 dan siap membantu saya. 

biaya private sudah dibayar lunas oleh beliau. saya hanya perlu memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. di akhir course, beliau akan menemui saya lagi via zoom meeting untuk mengevaluasi sejauh mana progress saya mengatasi kendala bahasa ini. sejauh mana lompatan yang bisa saya lakukan dengan dukungan hadiah tidak terduga, yang ternyata merupakan jawaban doa saya.

beliau bilang, saya tidak perlu membayar apapun. baik ke beliau maupun ke coach saya. beliau cuma minta saya untuk menabung guna mengikuti IELTS real test setelah course berakhir. 




Betari Aisah namanya. baru pulang studi dari negeri ratu. kini membuka usaha private IELTS untuk mereka yang seperti saya. saya tidak tahu berapa biaya untuk 10 pertemuan dengan durasi 2 jam setiap pekan. kalau kamu berminat, silahkan hubungi beliau lewat direct message instagram  ya !


saat ini saya baru akan memulai pertemuan pertama minggu depan. namun Self Paced Pre Test sudah saya terima dan kerjakan. begitu pula dengan agenda di setiap pertemuannya. sebagai ucapan terima kasih, saya akan menuliskan pengalaman positif saya dalam beberapa tulisan. semoga menjadi jalan bagi kamu yang juga berada di titik yang sama seperti saya. dan semoga, ini adalah jalan rezeki dan jalan jariyah coach saya : Betari Aisah.


di luar mengajar, Betari adalah seorang peneliti kualitatif dan mix method. ia juga merupakan penggiat kesehatan mental dan personal growth. beberapa tulisan dalam dan kontemplatifnya dapat kamu kunjungi di https://betari.medium.com/ dan diskusi mind blowingnya bisa kamu kunjungi di https://open.spotify.com/show/7rgiE024DOWRi7b7hqW8D3

Betari Aisah. melalui orang baik, Allah mengirimkan ia sebagai malaikat penolong IELTS saya. saya mohon doanya ya teman teman, agar dengan Betari kendala bahasa saya teratasi. tabungan saya cukup untuk membayar biaya real test IELTS, dan saya lolos requirement dalam one shot.

saya mohon amin dan al fatihah kalian.

terima kasih.




Balikpapan, 18 Agustus 2021




Faizah Riffat Ma'rifah -- yang nyali nya untuk mengerjakan active part IELTS pelan - pelan mulai menyala karena merasa punya tempat bertanya







 









Faizah and Her Enchanting Journey | Designed by Oddthemes | Distributed by Gooyaabi