skin care

22 March

sumber gambar: soco by sociolla 

di saat saudara kembar saya nge-hype banget dengan brand china ini, (viral banget di Tiktok pada masanya) saya malah nggak ngerti apapun tentang Skintific. yang saya tau adalah perusahaan ini nge-hire Nicholas Saputra sebagai brand ambassador mereka waktu kebetulan saya lewat pop-up store mereka di Big Mall Samarinda. sebatas itu yang saya tahu.  

tapi siapa yang bisa menolak diskon ? 

diskon adalah alasan pertama saya membeli produk ini, kapan lagi dapat 300 ml dengan harga seratus ribu ? orang biasanya saya beli micellar water 30 ml harganya sekitar tiga puluh ribuan kok. 

saya tertarik dengan botolnya yang berwarna hijau sage (warna musim lebaran tahun lalu) dan kandungan mugworth nya. saya rada nggak akur soalnya dengan bahan ini. dulu, saya pernah coba produk essence dari Nacific varian Jeju Artemisia yang katanya berasal dari ekstrak mugworth. 

dan hasilnya breakout.

tapi pikir saya itu kan udah lama banget jaman saya kuliah (circa 2018) jadi just give it a shot. toh ini kan "cuma" micellar water. rekor saya breakout karena micellar water cuma sekali aja dulu tahun 2016 waktu pake produknya Evoluderm.  

jadi yaudah, udah kepalang beli juga kan. mari kita coba sejauh apa si mugworth ini berdampak kepada wajah saya.

hasilnya adalah, ya biasa aja di wajah saya. namanya micellar water dimana mana memang fungsinya tunggal aja untuk bantu proses double cleansing. saya ragu apakah kandungan di dalam micellar water memiliki efek signifikan seperti yang terkandung di toner, serum, atau moisturizer.

begitulah pengalaman saya dengan si Skintific Mugworth Micellar Water. tidak breakout tidak juga memberikan hasil di luar fungsi dia. untuk kuantitas 300 ml dan brand sebesar Skintific, harga seratus ribu (setelah diskon) terasa worth the money. 

sekian dari saya, terima kasih sudah membaca. sampai ketemu di tulisan berikutnya !





Bontang, 22 Maret 2024




Faizah -- yang baru pulang tarawih

 

https://www.guardian.com.sg/

hai guys, setelah puluhan purnama akhirnya kembali lagi kita pada episode review skin care nampol ramah di kantong ala saya.

tanpa banyak ba bi bu, begini ceritanya......

sejak januari 2024, saya kesengsem sama brand asal Jepang yang nggak jual produknya di Jepang. namanya Rosette. saya nemu produk facial wash mereka di store Sasa Gurney Paragon Mall George Town. kebetulan, varian yang saya beli niatnya untuk daily use. sehingga memang bukan untuk menangani jerawat hormonal saya.

trus di awal Ramadhan, (saya nggak puasa 7 hari btw) jerawat hormonal saya mengamuk karena perubahan hormon (PMS) juga perubahan aktivitas dalam tubuh saya (Ramadhan) yang mengakibatkan jerawat muncul di area dagu dan rahang saya.

memang benar saya nggak puasa, tapi jam makan dan ngemil saya mengikuti orang puasa demi menghormati bulan Ramadhan. meski memang saya nya nggak absen minum disaat yang lain menahan makan minum dan nafsu lainnya.

di sinilah saya menyadari kelalaian saya alpa double cleansing karena sangat cinta buta dengan Rosette Acne Refresh Facial Wash. 

maka berangkatlah saya ke satu - satunya Guardian Store di kota tempat saya tinggal untuk membeli micellar water diskonan dan facial wash ramah di kantong yang mengandung salicylic acid untuk mengatasi jerawat saya.

ramadhan hari ke 10, dalam situasi puasa (yang artinya mata saya nggak fokus - fokus banget) saya menemukan produk ini dan produk dari Cosrx untuk kategori facial wash yang mengandung salicylic acid. produk Cosrx itu adalah produk kecintaan saudara kembar saya yang memang memiliki kulit berjerawat. harganya dibanderol standar (hampir dua ratus ribu) dan nggak ada diskon.

saya hampir mau beli produk itu. namun, tatapan saya terhenti kepada informasi berat bersih produk tersebut. lebih dari 100 ml. yang mana kalau saya bawa keluar negeri bakal kena sita officer.  

iya, sabun muka dan sikat gigi adalah barang wajib yang selalu melekat bersama dengan daily skin care dan make up saya kemanapun saya berada. selalu dimasukkan ke dalam koper kabin atau tote bag saya.

kemudian saya melirik produk dari pabrik Guardian ini. berat isi persis 100 ml, mengandung salicylic acid, harga aslinya nggak sampai seratus ribu. diskon pula waktu itu jadi hanya lima puluh ribu. saya putuskan untuk membeli produk ini alih - alih punya Cosrx

dengan riang gembira saya bawa produk ini ke kasir dan saya bawa pulang untuk kemudian saya uji seberapa jauh dia bisa mengatasi jerawat hormon saya. karena saya punya rencana akan membawa sabun muka ini kemanapun saya travelling untuk mengatasi wajah jerawatan saya yang suka kaget sama perbedaan cuaca. 

sumber gambar: soco by sociolla


bersama dengan micellar water dari Skintific ini, saya coba untuk lebih peduli dengan wajah saya yang dipenuhi kotoran, debu, dan dosa ini. setiap habis dari luar (terpapar debu dan matahari) saya coba untuk intens double cleansing dengan Guardian Radian Facial Wash. sembari fokus menghidrasi kulit saya agar tidak dehidrasi dan menimbulkan jerawat yang lebih parah.

hasilnya jerawat di wajah saya berkurang signifikan dan kulit wajah saya jadi lebih lembut. masih belum hilang sih (ya iyalah, belum juga sebulan dipake) namun amat sangat membaik dibandingkan wajah saya di awal Ramadhan.

jadi teman teman, to wrap this post, yang ingin saya bagi ke kalian adalah : facial wash dari guardian ini nampol dengan harga ramah di kantong. bisa kalian jadikan opsi jika sedang mencari produk untuk mengatasi jerawat. namun semua kembali ke tipe kulit masing - masing. kebetulan kulit saya normal to oily dan cenderung berjerawat jika ada perubahan hormon atau cuaca.  

sekian review saya untuk Guardian Radian Facial Wash, this product is Faizah Approved.

terima kasih sudah membaca, sampai ketemu di tulisan berikutnya.





Bontang, 22 Maret 2024




Faizah Akhsan - yang lagi sakit punggung sambil nunggu buka puasa


21 December




selamat datang 2023. ini adalah tulisan pertama saya di tahun ini. tolong doa ya teman-teman agar saya bisa lebih rajin menulis di tahun ini. di tahun ke - 11 usia blog saya ini, saya makin menyadari menulis adalah salah satu terapi saya untuk rehat pikir dari lelahnya menjalani hidup. tentu saja, saya akan terus mengedepankan asas manfaat karena saya sangat berharap blog ini bisa memberikan impact untuk siapapun pembaca yang ditakdirkan tuhan mampir ke blog ini. 

dari jutaan blog di semesta internet, dan kamu bisa baca tulisan ini. saya percaya ini karena takdir.

***

bicara 2023, tahun ini adalah tahun dimana saya akan berumur 30 tahun. selamat datang wahai 30's club.

kali ini, kita kembali ke edisi review skincare. berhubung saya sudah mau kepala 3 di tahun ini, sepertinya tepat untuk saya mulai membahas dan mengulik lebih dalam produk - produk anti-aging.

kenapa penting bagi saya untuk merawat kulit agar terhindar dari penuaan (dini) ? jawabannya karena saya lebih nyaman dipanggil "kak" dibanding dipanggil "Ibu".

***

sebelum melanjutkan membaca, kembali saya mengingatkan teman - teman bahwa kulit saya tipikal normal - to oily tapi kalau kena produk nggak cocok langsung breakout. kalau pas fase menstruasi (PMS) saya jerawatan banget. jadi pastikan dulu tipe kulitmu sebelum mencoba produk yang saya review. karena apa yang saya alami belum tentu kamu alami begitu juga sebaliknya. review saya buat sejujur mungkin karena prinsip saya adalah saya tidak ingin menukar rupiah nggak seberapa untuk sebuah kebohongan.

Scarlett Phyto Biotics Renewing Moisturizer


ini adalah skincare anti-aging pertama yang saya coba. terus terang, ekspektasi saya tinggi dengan brand Scarlett. karena produk acne essence toner nya yang juara banget di saya. baik secara harga, fungsi, packaging, semuanya oke.


karena klaim produk ini adalah Age-Delay, saya sengaja tidak memakai skincare apapun (selain face wash) selama seminggu penuh sebelum memakai moisturizer ini. saya benar-benar ingin membuktikan secara utuh bagaimana cream ini bekerja di wajah saya tanpa intervensi produk lain. 

saya juga sengaja memakai moisturizer ini tepat saat masa mestruasi (PMS) sehingga saya sangat anticipate dengan bagaimana cara produk ini "melawan" jerawat hormon yang rutin muncul setiap bulan di wajah saya.


Packaging 



sebelum masuk ke isinya, mari kita bahas packagingnya.

jadi ceritanya waktu moisturizer ini sampai di meja kantor saya, saya sedang cuti mendadak (healing di Malahing, sudah pernah saya tulis juga ceritanya di blog ini. nah, namanya orang lagi cuti trus sama anak kantor dikabarin kalau ada paket buat saya, saya lantas nggak ngeh paket apa yang dimaksud karena saya merasa tidak sedang belanja online. akhirnya, saya minta anak kantor buat buka isi paket buat saya dan difotokanlah sama dia produk ini.

wow.

itulah kesan pertama saya saat melihat foto moisturizer ini dari layar kamera anak kantor saya. kemewahan kemasan moisturizer ini menghipnotis saya. sulit rasanya percaya harganya hanya Rp. 75.000, 00 melihat impresi kemasan produk ini setara produk seharga ratusan ribu.


Textures


setelah pulang dari short gateway, saya tidak sabar untuk merasakan tekstur moisturizer ini. ekspektasi saya moisturizer di segmen anti-aging umumnya memiliki karakter: thick, rich, dan berwarna putih dan creamy.

namun ternyata saya salah. moisturizer ini memiliki tekstur light, berwarna bening, dan tidak terlalu thick. saya rasa ini hal yang bagus untuk kamu yang sudah berumur akhir 20-an seperti saya. produk dengan karakter seperti ini mirip dengan moisturizer yang dipakai segmen mid-20 sehingga transisi ke produk anti-aging nya bisa smooth secara tekstur. 

Age Delay Series, Jawaban Untuk Kebutuhan Anti Aging


saya masih belum bisa bicara jauh terkait klaim dari moisturizer ini yang bisa menghilangkan garis dan kerutan halus. namun, yang saya alami dan rasakan betul adalah kekuatan moisturizer ini untuk menahan dan mengatasi jerawat yang muncul di wajah saya. pikir saya ini karena kandungan Jeju Aloe Vera Extracts yang memang berfungsi untuk itu selain untuk melembabkan kulit wajah saya.

selain itu, kandungan Lactobacillus Ferment memberikan efek kenyal dan plumpy di wajah saya. hidrasi dan cara kandungan ini dalam menyejukkan kulit saya benar saya rasakan dan saya puas dengan hal ini.

untuk saat ini saya hanya bisa bicara mengenai dua kandungan tersebut: Jeju Aloe Vera Extracts dan Lactobacillus Ferment. namun saya percaya efek yang saya rasakan ini adalah awal yang positif untuk proses pencegahan penuaan dini yang merupakan misi dari moisturizer ini.

mungkin kulit wajah saya membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk bisa merasakan efek hilangnya garis dan kerutan halus. namun, bisa jadi kulit kamu tidak seperti kulit saya. sehingga tidak menutup kemungkinan di waktu yang sama dengan saya, kamu sudah merasakan efek maksimal dari moisturizer ini.

***

Scarlett Phyto Biotics Renewing Moisturizer ini dibanderol dengan harga Rp.75.000,00. mengingat harganya, saya angkat topi dengan Scarlett. tidak mudah menciptakan produk moisturizer anti-aging dengan kemasan premium dan kualitas yang bersaing. saya masih belum menemukan produk anti-aging lain yang harganya sama atau bahkan di bawah Scarlett Phyto Biotics Renewing Moisturizer. 

opini pribadi saya: Scarlett Phyto Biotics Renewing Moisturizer masih menjadi yang termurah di kelas anti-aging.

karenanya, saya cukup memaklumi mengapa moisturizer ini cepat sekali habis. produk ini habis dalam satu bulan. mungkin karena saya makenya nggak dihemat kali ya. tapi gimana dong, saya suka banget sama produk moisturizer 30-an rasa 20-an ini. mana harganya murah pula, jadi saya nya nggak pake mikir waktu mengaplikasikan moisturizer ini di wajah saya.

quote-unquote ya, saya rasa it's fair enough, karena secara logika segmen anti-aging memang masuk di segmen premium yang konsumennya memang mereka yang sudah mapan secara finansial.

again, harga Rp.75.000, 00 itu sangat murah lho di segmen ini. bisa beli lewat sini https://linktr.ee/scarlett_whitening . mengingat banyak beredar produk palsu,  jika kamu ragu dengan kualitas produk yang kamu beli, kamu bisa cek lewat link ini yah https://verify.scarlettwhitening.com/




All in All, I Will Repurchase This Product


saya optimis dengan kekuatan Scarlett Phyto Biotics Renewing Moisturizer ini dalam menahan penuaan dini, kerutan, serta garis halus pada kulit. karena efek hidrasi, elastis, anti-acne, dan sejuk di kulit benar saya rasakan.

sehingga, saya putuskan akan terus beli dan pakai moisturizer ini. karena saya yakin, produk ini akan menjadi sahabat anti-aging kecintaan saya.

thank you Scarlett for creating this brilliant product.

***

akhir kata, have a nice 2023 ahead Fellas, bersama Scarlett yuk kita rawat kulit kita untuk stay young and healthy!







Bontang, 13 Januari 2022





Riffat Akhsan

23 July

 

Pepaya

Serum ini beraroma pepaya. adalah kesan pertama saya setiap mengaplikasikan produk ini ke wajah saya. 

mengusung hyaluronic acid sebagai bahan utama. teksturnya sangat thick namun sangat cepat menyerap. benar-benar diluar ekspektasi untuk serum dengan harga sangat terjangkau yang umumnya bertekstur ringan. 

saya memakai serum ini ketika kulit saya benar-benar meronta minta nutrisi lebih. biasanya ketika baru pulang dari laut, atau habis panas-panas tugas luar kantor. waktu dimana skin care harian saya angkat tangan.

iya, serum ini tidak saya pakai setiap hari. karena efeknya di kulit saya yang teramat rich, menghidrasi secara maksimal sehingga saya hanya perlu essence toner dan serum ini saja. tanpa moisturizer.

melihat dari ingredients, bisa dipahami kenapa serum ini efeknya melampaui moisturizer. karena salah satu bahan aktifnya, Sodium PCA masuk ke dalam list NMF (Natural Moisturizer Factor). 

wow

ini adalah serum penyelamat kulit saya. benar-benar beyond expectation. saya biasanya pakai serum ini di Sabtu pagi sambil rebahan dan main HP, atau sambil nulis blog.

kekurangannya menurut saya ada di tekstur yang sangat thick itu tadi, karena terlalu kental, proses mengambil dari botolnya cukup effort untuk saya.


overall untuk klaim membantu skin hydrating and skin barrier di saya terbukti benar. namun untuk klaim anti inflamasi saya nggak bisa bicara banyak karena (mungkin) klaim ini bisa dibuktikan untuk mereka dengan pemakaian rutin. bukan seperti saya yang memakai serum ini hanya di waktu-waktu tertentu.

repurchase ? Insya Allah kalau nanti yang sekarang sudah habis dan nggak bosan.

terima kasih sudah membaca. sampai bertemu di tulisan selanjutnya.





Bontang, 23 Juli 2022




Riffat Akhsan

28 April

 

yihaa, kantor baru. skincare baru !

ketika saya menulis ini, sudah bulan ketiga sejak kepindahan saya dari Balikpapan ke Bontang. entah kenapa, di kantor baru ini hasrat menggebu untuk menumpuk harta duniawi hasil keringat banyak lari ke tumbler alih - alih skincare. jadi, saya beneran selektif banget untuk urusan skincare. apalagi, sekarang local brand dan brand impor harganya udah mirip - mirip. makanya faktor efikasi skincare dan harga berada di urutan prioritas teratas ketika saya memutuskan membeli sebuah produk skincare

saya beruntung Scarlett masih membanderol produknya dengan harga di bawah seratus ribu. tepatnya Rp. 75.000,00 yang mana ini masih masuk akal untuk saya. namun tidak semua local brand seperti Scarlett. jadi, maafkan saya ya jika postingan skincare menjadi cukup jarang. namun, sebisa mungkin saya akan terus usahakan untuk menulis. 

berbicara tentang skincare, tidak bosan bosannya saya sampaikan kepada handai taulan sekalian bahwa bahwa kulit saya tipikal normal - to oily tapi kalau kena produk nggak cocok langsung breakout. kalau pas fase menstruasi saya jerawatan banget. jadi pastikan dulu tipe kulitmu sebelum mencoba produk yang saya review. karena apa yang saya alami belum tentu kamu alami begitu juga sebaliknya. 

***

Udah lama banget saya kepengen ngerasain experience essence toner + serum dua lapis untuk rangkaian skincare malam saya. karena menurut saya, pemakaian essence toner + double serum termasuk tingkatan skincare advance di bawah retinol. sifatnya high risk high return. harus benar - benar teliti dalam mengkombinasikan sebuah essence bersama serum. begitu pula dengan double serum, memakai dua serum sekaligus dalam satu rangkaian skincare merupakan keputusan pelik. saya harus benar - benar mengerti betul bahwa kandungan dari serum yang akan saya pakai tidak "memusuhi" satu sama lain yang mengakibatkan wajah saya breakout.

dalam pedoman skincare saya, berikut kandungan yang "haram" hukumnya dipakai bersamaan dalam satu rangkaian skincare yang sama :

1. AHA/BHA/PHA + Vitamin C
2. Retinol + AHA
3. Retinol + Benzoil Peroksida
4. Retinol + Salicylic Acid
5. Vitamin C + AHA/BHA/PHA
6. Niacinamide + Vitamin C = aman jika dikemas dalam satu produk
7. Retinol + Physical Exfoliator (scrub)
8. AHA + Vitamin B3
9. Vitamin C +  Benzoil Peroksida
10. Oil Based + Water Based
11. dua skincare dengan kandungan bahan aktif yang sama = misal dua toner mengandung AHA dari brand berbeda dipakai bersamaan 

berdasarkan bahan di atas, saya agak deg - deg an juga memakai essence toner, acne serum, dan glowtening serum secara bersamaan. namun, saya memberanikan diri karena ketiga produk ini masih berangkat dari seri dan brand yang sama : scarlett acne series face care.

kenapa saya segitunya bernyali langsung hantam kombinasi baru dari tiga produk sekaligus ? jawabannya adalah karena Menuju Lebaran Glowing 2022. di momen lebaran tahun ini, saya *uhuk* mau jalan sama si kakak. jadi, intinya saya lagi pengen eksperimen aja mumpung ada momentum HAHAHAHAHA. 

***

meskipun beberapa tutorial menggunakan rangkaian skincare ini untuk pagi dan malam hari, saya hanya memakai produk ini di malam hari. karena berdasarkan pengalaman saya, butuh waktu yang cukup untuk memberi jeda antar produk agar mereka meresap maksimal di wajah saya.

Oke, Kita bahas dulu Scarlett Essence Toner (Acne Series) ya...





pengalaman saya pakai essence selama ini nggak ada yang menyenangkan. saya pernah mahal - mahal beli essence centella asiatica organik yang ternyata efeknya di wajah saya nggak ada bedanya sama hydrating toner (sedih banget ini asli, berasa rugi bandar gitu). pernah juga pake mugwort essence yang endingnya breakout di wajah saya (sakit hati banget ya ampun). pernah juga pake essence sakura murni plus sleeping essence nya sekalian dari bahan yang sama dan nggak ada efeknya di wajah saya sama sekali padahal sudah saya pakai cukup lama (hiks).

jadi, untuk essence kali ini saya cukup stoic ya. nggak mau berharap apa - apa selain tentang bagaimana produk ini bisa berfungsi baik dalam menyiapkan kulit wajah saya ke step serum.



hal yang paling saya suka dari essence toner Scarlett ini adalah warna produk dan tutup botol beningnya. visual ini memberi sugesti kepada pikiran saya bahwa produk ini menjanjikan kesegaran dan glowing maksimal. ditambah dengan bagian dasar botol yang menampilkan elemen padat berbentuk bulat berupa Ginkgo Extract yang membuat saya teringat dengan elemen scrub

secara konsentrasi, essence toner ini memiliki kekentalan di atas toner namun masih di bawah serum. secara tekstur, produk ini warnanya nggak bening banget. serta ada bulir putih yang saya asumsikan serpihan dari Ginkgo Extract. sebuah pengalaman baru memakai produk essence toner.



beberapa detik setelah essence toner ini diaplikasikan (saya skip pakai toner karena menurut saya toner nya udah include di produk ini), wajah saya terasa dingin yang saya duga berasal dari efek Vitamin C dan mugwort hydrosol. karena sejauh yang saya pahami, kedua bahan ini menawarkan sensasi cooling dalam tujuannya untuk menurunkan suhu wajah saya.

setelah efek dingin selesai, bahan aktifnya mulai bekerja masuk secara cukup gentle ke kulit. terlebih, bahan aktifnya bersifat asam (tea tree water, succinic acid, phyto squalene). bahan - bahan ini memberikan sensasi yang cukup berbeda di kulit. kalau saja tidak ada efek dingin di awal, rasanya akan panas dan cekit cekit persis seperti ketika saya mengaplikasikan produk chemical exfoliator dalam konsentrasi tinggi.

Lanjut, Scarlett Glowtening Serum...


ini adalah produk yang saya paling penasaran dengan experience nya. karena sejauh yang saya tau, glowtening merupakan singkatan dari glowing + brightening. kebayang dong gimana ekspektasi saya terhadap sebotol serum sebanyak 15 ml ini. menurut saya, tulang punggung Lebaran Glowing 2022 banyak bertumpu di produk ini. jadi, amit - amit mampus kan ya kalau saya fail di sini.



ini adalah serum pertama yang saya temui tidak berwarna bening. warnanya putih dengan tekstur thick dan rich baik ketika diteteskan ke tangan saya maupun ketika diaplikasikan ke wajah saya. 

pertama kali dipakai, efek cekit cekit namun dingin seperti yang rasakan ketika memakai essence terasa lagi di pemakaian glowtening serum nya. namun, kali ini dengan intensitas yang lebih kuat. saya benar - benar merasakan tranexamide acid bekerja dengan sempurna dalam serum ini. dominasinya mengalahkan bahan - bahan lain yang dimaksudkan untuk membuat kulit saya lebih kalem : calendula oil, olive oil, alantoin, dan licorice extract.

saya pakai serum ini duluan bersama essence toner untuk mendapatkan penilaian objektif tentang bagaimana serum ini bekerja di wajah saya (dengan skip acne serum). hasilnya, kulit saya nggak kuat karena kandungan di dalam essence dan serum sama-sama kuat. sehingga saya sempat menghentikan pemakaian selama sehari. saran saya, jangan meniru saya. pakailah acne/brightening serum di antara essence toner dan glowtening serum ya.

setelah pakai serum, jangan lupa kunci dengan moisturizer untuk membuat rangkaian skincare mu sealed secara sempurna. kalau saya, karena night cream saya dari Scarlett masih ada, maka saya pakai itu saja untuk moisturizer.

Karena Saya Pernah Bahas Scarlett Acne Serum, Kali Ini Kita Fokus Ke Bagaimana Kombinasinya dengan Glowtening Serum


pertama, saya realistis. tidak semua janji di produk hasilnya akan muncul semua di wajah saya. tidak terkecuali produk ini. 

namun setidaknya ada dua hal yang bisa saya highlight dari kombinasi dua serum ini : pori - pori saya mengecil, wajah saya bersih tanpa jerawat (padahal saya menstruasi di 18 - 26 Ramadhan), kulit saya tenang dan terhidrasi maksimal.

hidrasi maksimal inilah yang membawa wajah saya jadi glass skin.

dari kombinasi dan komposisi Scarlett series kali ini saya belajar satu hal lagi dari per-skincare-an duniawi : yang membuat wajah glowing bukanlah ingredients yang bertujuan untuk mencerahkah, namun glowing berasal dari ingredients yang bertujuan menghidrasi.

ternyata, glowing adalah cerminan seberapa sehat kulit wajah saya. yang mana ini butuh proses setidaknya selama satu minggu. saya bukan tipikal penganut glowing sekejab dengan menumpuk skin care premium di pagi hari-hari penting. saya lebih percaya ada proses yang melatarbelakangi wajah natural hasil adalah kerja keras rangkaian skincare malam hari. 

jadi, kalau kamu mau glowing di lebaran yang tinggal menghitung hari ini, saya rasa kamu harus mengakselerasi pemakaian skincare yang tadinya hanya malam hari menjadi pagi dan malam hari. saya berdoa di hari lebaran wajah kamu akan glowing secerah kemurnian hati hari raya idul fitri.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriah. terima kasih sudah bersedia membaca tulisan ini sampai akhir. semoga kulit kita selalu sehat, glowing, dan menyejukkan mata yang memandang.





Bontang, 28 April 2022





Riffat Akhsan, - yang sudah ambil cuti untuk bikin nastar dan cheese stick

26 January


hai teman - teman, memulai tahun 2022 dimana kita semua masih belum lepas dari pandemi, saya kembali mencoba produk yang fokus mengatasi jerawat karena wajah saya termasuk ke dalam golongan maskne heroes alias pejuang maskne.

sebelum melanjutkan membaca, kembali saya mengingatkan teman - teman bahwa kulit saya tipikal normal - to oily tapi kalau kena produk nggak cocok langsung breakout. kalau pas fase menstruasi saya jerawatan banget. jadi pastikan dulu tipe kulitmu sebelum mencoba produk yang saya review. karena apa yang saya alami belum tentu kamu alami begitu juga sebaliknya. review saya buat sejujur mungkin karena prinsip saya adalah saya tidak ingin menukar rupiah nggak seberapa untuk sebuah kebohongan.

oke kembali kepada saya yang pejuang maskne.


apa itu maskne ?



maskne adalah frasa baru yang muncul karena pandemi COVID-19. singkatan dari mask acne. jerawat yang muncul karena penggunaan masker. berada di area sekitar hidung dagu dan pipi. area yang tertutup masker. 

saya bukan ahli kesehatan, namun saya menduga kemunculan jerawat ini erat kaitannya dengan bahan masker, dan kondisi tidak ideal dimana area wajah yang seharusnya free to air harus selalu tertutup masker. asumsi saya nih ya, kita bernafas kan jadinya terhembus ke area situ juga. jadinya pori - pori wajah tersumbat karena kulit kita selalu memproduksi minyak, terpapar bakteri, dan memiliki sel kulit mati. 

saya juga baru tahu ada jerawat jenis ini. biasanya jerawat itu nggak jauh - jauh dari urusan hormonal (menstruasi), breakout (nggak cocok produk skin care), atau mentok jerawat muncul karena masalah kulit yang dehidrasi. namun maskne adalah jerawat varian baru yang memantik saya tertarik untuk memakai day and night cream dari Scarlett satu dari dua jenis produk face care mereka acne (warna ungu) and brightly ever after series (warna pink). 

selain urusan produk acne spot treatment, saya memang selalu balik ke Scarlett acne series. saya udah pernah coba acne serum mereka dan ampuh. untuk tipikal kulit saya. itulah mengapa, kali ini saya mencoba untuk memerangi maskne dengan day and night cream milik mereka.   

packagingnya kaca, pengemasan sangat aman (saya sempat kesulitan mengeluarkan produk ini dari kotaknya - saking rapatnya), isinya cukup banyak, teregistrasi BPOM, bebas merkuri dan hydroquinon, serta harga yang nggak sampai seratus ribu rupiah adalah keunggulan yang bisa dilihat sebelum menguji klaim dari produk skin care ini. 

berikut pengalaman saya menggunakan acne day and night cream milik Scarlett selama hampir satu bulan :


Scarlett Day Cream





teksturnya berwarna putih dan moist sekali. ketika diaplikasikan ke wajah, terasa efek soothing. saya menduga ini karena kandungan Natural Vitamin C yang terkandung di dalam produk ini. ketika dipakai, setidaknya butuh 5 menit untuk merasakan cream yang cukup diaplikasikan tipis ini menyerap dengan sempurna.

15 menit kemudian, sudah tidak terasa apapun. sehingga, menurut saya produk ini bisa banget menjadi primer make up harian.

mengandung  Double Action Salicylic Acid (mengatasi jerawat), Natural Vitamin C (efek soothing and calming), Natural Squalane (anti inflamasi/peradangan/redness), Hexapeptide-8 (mengatasi garis halus dan kerutan),  Aqua Peptide Glow (memperkuat skin barrier/tekstur kulit), dan Triceramide (mengunci dan menjaga kelembaban kulit). fix produk ini masuk dalam kategori moisturizer yang fokus untuk mengatasi jerawat.




saya sengaja memakai day cream ini satu minggu lebih duluan dibanding night cream untuk menguji bagaimana si Salicylic Acid ini bekerja. dalam dua hari pertama, saya merasakan bakal jerawat muncul menjadi jerawat di area yang tertutup masker dan beberapa jerawat kecil (mirip purging) muncul di dahi saya.

tapi trus dua hari kemudian dia udah kempes, wohoooo. Salicylic Acid di cream ini bekerja dengan baik untuk situasi dimana saya hanya mengandalkan double cleansing dan day cream saja. efek lain yang saya rasakan adalah skin barrier saya menguat, kulit saya terhidrasi dan tenang, serta jerawat (maskne) jadi jarang muncul.  

good job Scarlett !


Scarlett Night Cream





ketika diaplikasikan, terasa efek cooling karena kandungan vitamin C yang terkandung dalam produk ini. sama seperti day cream nya. setelah beberapa hari pemakaian, saya menyadari bahwa night cream dari Scarlett ini lebih cepat nge-blend di kulit wajah saya dibanding day cream nya. saya menduga ada perbedaan konsentrasi dari kandungan cream ini, dibandingkan dengan day cream nya.

CM Acnatu (anti bakteri), Poreaway (untuk pori - pori), Natural Squalane (anti inflamasi/peradangan/redness),  Hexapeptide-8 (mengatasi garis halus dan kerutan), Natural Vitamin C (efek soothing and calming), Aqua Peptide Glow (memperkuat skin barrier/tekstur kulit), dan Triceramide (mengunci dan menjaga kelembaban kulit). melihat kandungannya, night cream ini fokus untuk menjadi anti bakteri selama kulit bekerja di malam hari.




sebagai anti bakteri, ekspektasi saya adalah mengukur seberapa kuat cream ini menahan munculnya jerawat di wajah saya. saya sengaja menunggu sampai masa - masa menstruasi tiba. karena jerawat hormonal saya sering mengamuk di periode ini. 

benar saja, ketika periode menstruasi mulai muncul jerawat hormon di area wajah saya yang tertutup masker. tipikal jerawat yang besar, batu, dan lama sekali matang. di sini saya benar - benar mengobservasi bagaimana si anti bakterial di night cream berperang meminimalisir jerawat serupa muncul di area wajah saya yang lain. sembari di waktu bersamaan saya menguji seberapa kuat Salicylic Acid yang ada di day cream berperang untuk mengempeskan jerawat yang sudah muncul. sengaja saya tidak memakai produk acne spot treatment langganan saya demi objektivitas tulisan ini.

seperti yang saya katakan di awal, saya menghentikan seluruh rangkaian skin care saya dan hanya menyisakan produk double cleansing (micellar water dan face wash) untuk memberi gambaran kepada teman - teman apakah dua produk moisturizer ini cukup untuk daily basis kalian. situasi dimana kalian lagi males pakai rangkaian skin care panjang karena kulit kalian sedang tidak bermasalah dan hanya perlu dihidrasi secara rutin.   

hasilnya sampai dengan akhir periode mestruasi, muncul beberapa jerawat di hidung, area pipi, dan dagu saya. jerawat besar, batu, dan lama sekali matang perlu lebih dari sepuluh hari untuk kempes (inilah mengapa untuk mengatasi jerawat jenis ini harusnya dengan serum). lalu satu jerawat kecil di dahi saya beres hanya dalam semalam. 

***


jadi seperti itu teman - teman pengalaman saya menggunakan Scarlett acne day and night cream. kalau teman - teman tertarik mencoba moisturizer dari Scarlett ini, kamu bisa order melalui link ini yah : https://linktr.ee/scarlett_whitening

sekian review saya untuk produk day and night moisturizer cream dari Scarlett. semoga memberikan gambaran dan menjadi bahan pertimbangan dalam proses konsiderasi kamu memilih produk skin care ya. 

terima kasih sudah membaca !




Balikpapan,  26 Januari 2022





Riffat Akhsan -- yang Alhamdulillah sudah membaik wajahnya dari serangan maskne

04 January


 
skin care ini sudah saya coba di tahun 2021, namun karena kehadirannya yang better late than never, akhirnya saya baru bisa menulis produk ini di tahun ini.

oke teman - teman, kulit saya tipikal normal - to oily tapi kalau kena produk nggak cocok langsung breakout. kalau pas fase menstruasi saya jerawatan banget. jadi pastikan dulu tipe kulitmu sebelum mencoba produk yang saya review. karena apa yang saya alami belum tentu kamu alami begitu juga sebaliknya. review saya buat sejujur mungkin karena prinsip saya adalah saya tidak ingin menukar rupiah nggak seberapa untuk sebuah kebohongan. kalau mau duit banyak, mending saya kejar lemburan proyek aja. sekian. 

Safi White Expert 2 in 1 Cleanser & Toner

bentuk botolnya mengingatkan saya dengan botol cuci piring milik mama saya. teksturnya mengingatkan saya dengan scarlett facial wash. harganya mengingatkan saya dengan indomaret.

mari kita bahas.... 

review setelah satu bulan pemakaian

seperti Klinsen yang juga memberi sensasi dingin, sabun muka ini juga memiliki kandungan menthol di dalamnya. namun jujurly saya ngerasa produk ini adalah sabun muka paling adem yang pernah saya coba. 

I'm sorry Klinsen, thank you next ~
 
beberapa orang bilang scrub nya ngefek banget di wajah dan (katanya) mencerahkan. namun hal ini nggak terjadi di muka saya. entah karena muka saya badak ataukah memang masalah kulit saya yang kurang cocok sehingga efek itu nggak saya rasain.

di saya efek setelah mengaplikasikan sabun ini di wajah adalah segar banget dan kulit wajah saya nggak ketarik. klaim beberapa orang yang bilang sabun muka ini susah banget dibilas dan banyak busa saya rasain juga, namun hanya kalau saya pakenya kebanyakan.

untuk klaim mereka yang memberikan efek hidrasi dan calming, hal ini lebih karena sabun muka ini juga memiliki kandungan toner. beneran segitunya dia menghidrasi wajah saya. trus bikin lembut kulit juga setelah pemakaian.

namun....

berharap menghemat budget skin care dengan skip toner ? wohoo tunggu dulu

benar memang sabun muka ini terasa lebih segar dibanding sabun muka lain yang pernah saya coba karena kandungan toner dan teknologi o2 nya. tapi untuk night routine saya tetap sarankan untuk dilayer lagi dengan toner kesayanganmu. karena menurut hemat saya, single function tetap masih lebih optimal dibandingkan dengan beberapa fungsi yang dipaksakan ada dalam satu produk.

saya, ketika mengalami fase mager skin care pun juga skip toner dan langsung hajar ke moisturizer setelah memakai sabun muka ini. namun, kerasa sekali kalau kurang layer di step toner. makanya, saya akalin dengan memakai moisturizer yang beneran kuat banget.

sehingga, bagi saya lebih mudah sabar dengan tetap melakukan step toner setelah memakai sabun muka ini alih - alih mengaplikasikan moisturizer maha lembab untuk back up. karena apa ? karena moisturizer maha lembab itu harganya agak mahal di kantong saya.

jadi rasa - rasanya menghemat toner dengan berharap pada toner milik sabun muka ini rasanya kurang bijaksana ~

tapi kalau untuk coba - coba menguji moisturizer mana yang lebih moist rasanya sabun muka ini lebih cocok. 

jadi seperti itu teman - teman pengalaman saya menggunakan sabun muka Safi White Expert 2 in 1 Cleanser & Toner ini. beberapa klaim nya memang saya rasakan meski ada juga efek yang orang lain rasakan namun tidak terjadi di kulit wajah saya. 

terima kasih sudah membaca, semoga tulisan ini bisa membantu kamu dalam proses konsiderasi dalam membeli skin care kebutuhanmu.

dadah ~




Balikpapan, Januari 2022




Riffat Akhsan -- yang lagi batuk pilek parah korban cuaca

02 January

 

Hai Guys, apa kabar ?

hehe lama yak saya nggak nge-blog. iya nih semua bermula dari kesibukan meraih mimpi yang sampai hari ini hilal-nya belum ada sebenernya. it makes me really exhausted sampai akhirnya saya lupa kalau domain blog saya harus diperpanjang .___.

anyways, kembali lagi kita ke urusan per-skincare-an duniawi. dimana lagi - lagi saya tekankan kalau  kulit saya tipikal normal - to oily tapi kalau kena produk nggak cocok langsung breakout. kalau pas fase menstruasi saya jerawatan banget. jadi pastikan dulu tipe kulitmu sebelum mencoba produk yang saya review. karena apa yang saya alami belum tentu kamu alami begitu juga sebaliknya. review saya buat sejujur mungkin karena prinsip saya adalah saya tidak ingin menukar rupiah nggak seberapa untuk sebuah kebohongan. kalau mau duit banyak, mending saya kejar lemburan proyek aja. sekian. 

dalam kesempatan kali ini mari kita bahas serum fenomenal sejagat dunia maya yang bener - bener hoki mengambil segmen pasar mbak - mbak skin care korea di masa pandemi : Implora.

peeling serum. saya nggak pernah pakai serum jenis ini sebelumnya. selama ini saya fokus ke acne serum atau serum - serum dengan fokus untuk mencerahkan dan menghidrasi kulit. serum untuk tujuan eksfoliasi ? hehe baru kali ini.

dalam hemat saya, urusan eksfoliasi haruslah melibatkan serangkaian aksi masokis yang menimbulkan rasa satisfying. inilah mengapa hobi saya urusan melibas komedo dan sel kulit mati adalah dengan peel-off mask atau jenis physical exfoliator lain. 


namun, serum ini mengajarkan saya bahwa menyingkirkan tidak harus menyakiti.

selama hampir satu tahun, saya rutin memakai serum ini. cara pakai nya pun bener - bener baru bagi saya : double cleansing - pakai serumnya - diamkan 10 - 30 menit - kemudian bilas. saya pakai rutin dua hingga tiga kali seminggu. melihat kandungan bahan aktifnya,  AHA-BHA-PHA ini bikin saya lagi - lagi teringat dengan exfoliating toner varian tea tree milik Some by Mi.  

motivasi saya memakai serum ini bener - bener untuk menyelami sensasi baru cara pakai skin care yang produk ini tawarkan. sehingga saya set the bar low urusan hasil karena tidak adanya aksi masokis nan satisfying itu. 

namun setelah dua bulan, tiba - tiba saya ngaca dan terkaget - kaget karena blackhead di hidung saya yang selalu gemes mau saya pencet pencet itu hilang. ya nggak hilang seluruhnya sih. tapi beneran jadi halus dan blackhead saya berkurang sampai 70% dari skala 100%.

untuk harga 20 ribu sebotol di marketplace, serum ini benar - benar lebih dari yang saya bayar. meski memang perlu waktu hingga dua bulan untuk melihat efeknya ya. namun saya rasa itu worth it sih. secara ini dunia, bukan surga.

jadi begitulah teman - teman pengalaman saya memakai Implora Peeling Serum ini. semoga bisa menjadi bahan pertimbangan teman - teman dalam proses konsiderasi memilih produk eksfoliasi.

terima kasih sudah membaca ~




Bontang, 2 Januari 2022




Riffat Akhsan -- yang balik ke domain lama di tahun macan air ini


05 September

 

kali ini saya harus sembah hormat dengan kemampuan intelejen cocoklogi netizen yang menduga Scarlett lah brand kecantikan lokal asal Indonesia yang bekerjasama dengan artis korea.

namun sumpah, saya tidak sangka kalau yang mereka gandeng adalah kapten Yoo Si Jin. wow gila sih, saya pikir mereka akan menggandeng talent perempuan asal Korea. namun what ? dari semua nama, saya nggak pernah kepikiran kalau ini bakal menjadi :


#ScarlettXSongJoongKi





di tahun 2016, saya pernah menulis bahwa drama yang dibintangi Song Joong Ki tepat setelah kelar wamil adalah drama yang membangkitkan minat saya kembali untuk menonton drama Korea. saya ingat sekali menghabiskan sepuluh episode drama Korea Descendant of The Sun semalaman untuk mengejar ketertinggalan saya. drama ini pula lah yang membawa saya menjalani habbit nonton drama on going hingga hari ini.




masih jelas di ingatan saya, betapa tumpah - tumpahnya pesona Song Joong Ki memerankan tokoh Kapten Yoo Si Jin. perwira militer Korea yang ditugaskan menjadi komandan pasukan khusus yang menjalani United Nations Peace of Mission di Negara bernama Urk. yang kemudian menjalin hubungan romansa dengan dokter cantik bernama Kang Mo Yeon (diperankan oleh Song Hye Kyo) yang dikirim untuk misi yang sama.

drama dengan episode awal yang logis. romantisme dalam yang nggak lebay. proses pacaran tokoh utama yang nggak too good to be true. dan jalan cerita yang masuk akal, menjadi alasan kebahagiaan saya di hari - hari terakhir di Perumahan Pantai Mentari Surabaya. drama ini penanda hari - hari itu. karena tidak lama setelah drama ini tamat saya ditakdirkan Allah pindah ke Samarinda.




drama yang ditulis Kim Eun Sook, diperankan Song Joong Ki, dan kini sang aktor bekerjasama dengan brand lokal asli Indonesia benar - benar memberikan emotional engagement untuk saya. betapa sesuatu yang terasa jauh di layar laptop dan berlatar drama Yunani, diperankan oleh talenta asal Korea, kini hadir lebih dekat dengan menjadi star ambassador produk asli anak negeri.


 #GlowingWithScarlett #Scarlettwhitening #SeeTheBeautyInEverydayThings



bangga. hanya itu yang bisa saya katakan untuk Scarlett. produk mereka memang masih butuh usaha lebih lagi untuk menjadi lebih baik. untuk memenuhi segala tuntutan costumer setianya. namun itu tidak menafikan betapa visioner dan berani tim marketing mereka menggandeng aktor sekelas Song Joong Ki.





terima kasih sudah membaca, mari menyelamati tim marketing Scarlett untuk upaya mereka melobi agency Song Joong Ki hingga akhirnya ini semua terjadi.






Balikpapan, 5 September 2021





Riffat Akhsan -- yang hari ini bingung mau nonton Vincenzo atau makan Grill Korea.

31 August

 


selamat datang, skin care Scarlett. yang lagi - lagi mendarat dengan selamat di kantor saya. jadi, mereka nih punya dua kode warna untuk perawatan wajah. seri acne dengan warna ungu, dan seri brightly dengan warna pink. kali ini saya coba seri acne ini dengan harapan akan menyelesaikan masalah jerawat batu saya.



saya tuh jarang banget mengalami jerawat level jerawat batu. tapi mungkin karena bulan ini semua orang burnout karena pandemi nggak kelar - kelar sementara beban kerja makin ngadi - ngadi. kelakuan para kid fruit saya menaikkan level tekanan darah saya dan Dewa Pembangunan jadi rutin ngomelin saya. ditambah dengan memang saya ada issue jerawat hormon. jadi lah bulan ini saya berjibaku mengatasi jerawat batu dan bekas jerawat batu menghitam yang muncul.

seperti yang teman - teman ketahui, kulit saya tipikal normal - to oily tapi kalau kena produk nggak cocok langsung breakout. kalau pas fase menstruasi saya jerawatan banget. jadi pastikan dulu tipe kulitmu sebelum mencoba produk yang saya review. karena apa yang saya alami belum tentu kamu alami begitu juga sebaliknya. review saya buat sejujur mungkin karena prinsip saya adalah saya tidak ingin menukar rupiah nggak seberapa untuk sebuah kebohongan. kalau mau duit banyak, mending saya kejar lemburan proyek aja. sekian. 

jerawat batu yang munculnya seperti gerhana di wajah saya ini, alias sangat jarang sekali membuat saya berpikir untuk mencoba step skin care yang lebih strong agar saya nggak makin stress perkara ini. 



biasanya, saya cukup kuatin basic skin care : cleansing - hydrating - protecting dan jaga - jaga acne spot treatment gel untuk jerawat hormon saya. namun kali ini masih nggak mempan. akhirnya saya pakai senjata pamungkas : acne serum

kali ini pilihan saya jatuh kepada merk Scarlett.  saya memutuskan coba memasukkan facial wash dan serum mereka ke dalam rangkaian skin care saya. karena jujur saya penasaran dengan review female daily yang fifty - fifty. beberapa bilang cocok. beberapa yang lain malah breakout.

saya dapat dari official store mereka di sini : https://linktr.ee/scarlett_whitening

maunya hati saya sih beli satu rangkaian ya, karena kepengen nyoba one brand product. tapi melihat rak skin care saya penuh dengan berbagai produk yang dibuka segelnya aja belum, akhirnya saya coba tahan hawa nafsu dengan bersyukur memiliki sabun muka dan serum Scarlett aja.

lagian, day cream dan night cream itu diperuntukkan untuk mereka yang mau shortcut step skin care mereka. bukan seperti saya yang semangat 45 urusan puluhan step skin care.




Mari Kita Bahas Dulu Sabun Muka nya...




saya bukan penyuka sabun muka tipe ini. prinsip saya urusan cuci muka seperti cuci baju. semakin banyak busa maka saya anggap semakin bersih. tidak terkecuali sabun muka yang ini. saking pesimisnya, saya sampai suudzon akan memakai sabun muka sekali lagi kalau hati saya belum yakin muka saya bersih memakai sabun muka ini. 

trus waktu pertama kali saya pakai sabun muka ini, saya pakainya kebanyakan dong.

jadinya muka saya licin mampus. maka dari itu, saran saya pakailah seefisien mungkin alias jangan kebanyakan. karena kalau kebanyakan wajah kamu bakal jadi licin dan lama banget dibilasnya. 




setelah memakai dengan benar, saya baru merasakan efeknya secara maksimal. pertama, wajah saya nggak ketarik. ini penting banget karena ini indikator utama toleransi saya akan sebuah sabun muka. kedua, ada sensasi cooling euy di wajah saya. ini efek yang baru saya rasakan di sebuah sabun muka. kalau hydrating tonermoisturizer, atau sleeping mask saya nggak kaget ya. tapi ini sabun muka lho, ekspektasi kita akan sebuah sabun muka itu hanya untuk membersihkan kulit wajah ya. lho kok ya ini ada bonusan memberi sensasi dingin di wajah.

ternyata sista, setelah saya perhatikan ingredientsnya secara lebih teliti. ia mengandung ekstrak lidah buaya (Aloe Vera). ya pantes aja ada sensasi cooling and soothing karena Aloe Vera memang juara urusan itu.

yang ketiga, sabun muka ini harum. saya lagi - lagi suudzon kalau ada fragrance nya. tapi kok nggak ada sensasi gatal di kulit saya seperti reaksi umum ketika kulit wajah saya pertama kali bersentuhan dengan produk baru yang mengandung  fragrance ya ? 

ternyata, oh ternyata harum mewangi ini berasal dari Rose Petal / Rose Canina Flower yang terkandung di dalamnya. lebih jauh saya juga akhirnya tau kalau produk ini sudah bebas SLS, Paraben, Merkuri, Fragrance, Hydroquinon, dan Essential Oil.


Lanjut ke Acne Serum Mereka....




setelah pemakaian selama kurang lebih lima belas hari, kesimpulan saya serum ini ampuh dikombinasikan dengan rangkaian skin care saya untuk mengatasi jerawat batu. serum ini juga merupakan acne serum paling terjangkau yang pernah saya coba. terdaftar di BPOM. bebas merkuri dan hydroquinon. dua ingredients berbahaya yang disinyalir sering dipakai oleh formulator produsen skin care kurang bertanggungjawab sebagai siasat untuk menekan harga.

bicara soal bahaya merkuri, bahaya ini sudah eksis lebih dari 500 tahun lalu. konon kabarnya, salah satu dugaan penyebab kematian Queen Elizabeth I adalah karena keracunan merkuri yang sehari - hari terkandung dalam make up beliau. meskipun tidak pernah dilakukan post mortem examination terhadap tubuh beliau, keracunan merkuri menjadi dugaan kuat karena semua tandanya mengarah ke sana ; rambut rontok, capek luar biasa, memory loss, dan masalah pencernaan.

oke kita balik cerita serum.

jadi, serum ini hanya ngeberesin masalah jerawat batu saya. bekas jerawatnya enggak. 

whyyyy 




ya saya nggak tau. kemungkinan karena ingredients mereka fokus ke jerawat (tea tree water, salicylic acid) dan fungsi brightening nya lebih dialihkan ke pori - pori.

dan dalam hemat saya menghilangkan bekas jerawat itu memang tugasnya serum brightening deh. 

kemudian klaim mereka atas acne serum ini yang bisa melembabkan dan menghidrasi kulit. jujur saya tidak merasakan itu. mungkin karena saya sudah menumpuk berlayer - layer elemen skin care untuk tujuan hidrasi untuk mengimbangi kekuatan serum ini memerangi jerawat batu saya. namun, bukan tidak mungkin bagi kamu yang layering skin care nya nggak seheboh saya  akan merasakan efek hidrasi dan moisturizing dari serum ini karena ingredients  mereka yang mengandung vitamin C dan centella asiatica (daun pegagan) yang memang bertujuan untuk hidrasi dan melembabkan.



kemudian klaim lain yang saya rasakan adalah pori dan garis halus saya samar. bukan samar sampai yang licin glass skin sampai kelihatan nggak berpori. tapi lebih ke wajah saya yang terlihat lebih cerah karena pori dan garis halus yang samar.

****

Repurchase ? Yes....


kita bicara kenapa harus repurchase serum dulu ya....

awalnya saya ragu apakah volume 15 ml ini adalah gimmick marketing mereka (Scarlett) agar saya membeli botol kedua untuk menuntaskan masalah jerawat batu saya. ini asumsi saya, karena umumnya serum yang pernah saya coba selalu memiliki volume minimal 30 ml dengan harga minimal seratus lima puluh ribu. 

tapi ternyata tidak. hanya butuh satu botol untuk mengatasi jerawat batu saya. kesimpulan saya : serum ini value for money nya tinggi untuk kamu pertimbangkan sebagai solusi masalah jerawat. baik itu untuk meredakan peradangan (inflamasi) jerawat maupun menyembuhkan jerawat. mengatasi ya, bukan menghilangkan bekas jerawat.

kemudian face wash mereka.

awalnya lagi - lagi saya ragu harga tujuh puluh lima ribu hanya untuk 100 ml sabun muka. namun, insting saya bilang coba aja dulu. siapa tau, teskturnya yang liquid alih - alih foamy justru membuat pemakaian sabun muka ini menjadi lebih hemat.

dan benar saja. setelah lima belas hari pemakaian setiap pagi dan malam hari, punya saya baru habis sekitar 15 ml aja. kalau dengan konsistensi dan persistensi sama, mungkin sabun muka ini baru habis dalam waktu tiga bulan.

untuk golongan produk sabun muka dengan karakter membersihkan tanpa drama. alias tidak berbusa, saya berani bilang sabun muka Scarlett memiliki harga yang cukup kompetitif. tidak banyak produk yang bermain di kelompok ini.



begitulah teman - teman akhir cerita jerawat batu saya yang diselesaikan oleh rangkaian Scarlett Face Care Acne series yang saya coba. saya berdoa postingan ini bisa memberi referensi untuk kamu yang juga memiliki masalah jerawat batu seperti saya. saya juga berdoa semoga efek manfaat yang saya rasakan juga dirasakan oleh kamu.

sampai di sini dulu postingan ini. terima kasih sudah membaca.




Balikpapan, 31 Agustus 2021




Riffat Akhsan -- yang jerawatnya makin banyak karena timnya di lapangan positif COVID-19
Faizah and Her Enchanting Journey | Designed by Oddthemes | Distributed by Gooyaabi