Skip to main content

Posts

Belajar Tentang Kopi Tanpa Filosofi

  Kita Tau Rasanya Apa, Tapi Kita Susah Menjelaskan Bagaimana..... adalah jawaban yang diberikan Ismail Putra Panggua ketika saya bertanya kepadanya apa perasaan terdalamnya tentang kopi. Putra, sebagaimana saya memanggilnya, adalah seorang Q Arabica Grader yang terdaftar resmi di Specialty Coffee Association.  Bagi saya, Putra yang usianya sebaya adik bungsu saya ini adalah demystified  yang menjelma jadi nyata.  sulit menemukan penilai kopi: yang dari ujung pulpennya nasib harga kopi per gram nya ditentukan. dan Putra adalah satu dari dua Q Arabica Grader di Kalimantan. saya harus bangga pada Kota Bontang yang memiliki Putra Pangguan. Kopi Terenak: Arabika Cianjur di Laborative Roaster miliknya yang terletak di dekat simpang Bukit Sekatup Damai PKT, saya diajak untuk mencicipi Kopi Arabika Asal Petani Cianjur yang di grind manual sendiri oleh Putra dan disajikan dengan metode V60. saya yang agak-agak kagok tapi kepo banget soal kopi belajar mencecap rasa dengan ke...

Happy 29th Birthday, Faizah !

My Birthday Cake Today Finally, I'm on My Last Stages of Twenties pagi ini saya terbangun dengan satu fakta baru: hari ini saya memasuki babak akhir dari usia 20an. usia dimana mulai tahun depan saya akan join 30 club. tahun-tahun yang saya harapkan menjadi masa yang menyenangkan dengan kelebihan penghasilan. tidak ada yang bisa saya ungkapkan selain kesyukuran di hari ini. terima kasih Allah untuk mental yang lebih sehat. saya kini mengerti tentang penyebab luka batin diri ini dan kini masih terus belajar untuk bisa berdamai. untuk kantor saya, perusahaan konsultan dimana saya sudah terjun di sini sejak berusia 20 tahun. untuk perusahaan-perusahaan baru yang seumur jagung namun sudah memberikan grafik yang membahagiakan. serta untuk kehidupan dan relasi yang semoga mengarah kepada kebahagiaan. harapan saya di umur baru ini adalah agar saya memiliki lebih banyak lagi piranti mutakhir, pengalaman traveling, serta makin bijaksana dalam mengemban amanah perusahaan. again, Happy Birthd...

Implora Hydrating Serum

  Pepaya Serum ini beraroma pepaya. adalah kesan pertama saya setiap mengaplikasikan produk ini ke wajah saya.  mengusung hyaluronic acid  sebagai bahan utama. teksturnya sangat thick namun sangat cepat menyerap. benar-benar diluar ekspektasi untuk serum dengan harga sangat terjangkau yang umumnya bertekstur ringan.  saya memakai serum ini ketika kulit saya benar-benar meronta minta nutrisi lebih. biasanya ketika baru pulang dari laut, atau habis panas-panas tugas luar kantor. waktu dimana skin care  harian saya angkat tangan. iya, serum ini tidak saya pakai setiap hari. karena efeknya di kulit saya yang teramat rich, menghidrasi secara maksimal sehingga saya hanya perlu essence toner dan serum ini saja. tanpa moisturizer . melihat dari ingredients , bisa dipahami kenapa serum ini efeknya melampaui moisturizer . karena salah satu bahan aktifnya, Sodium PCA masuk ke dalam list NMF ( Natural Moisturizer Factor ).  wow ini adalah serum penyelamat kulit saya. b...

Pulau Malahing, 12 Years After

  masih jelas di ingatan saya, 12 tahun lalu ketika mengunjungi pemukiman atas laut ini. kala itu, pulau ini tak ubahnya perkampungan biasa tanpa ada yang melirik potensinya. saat itu, masih jelas teringat beningnya air laut kala surut yang memberikan pemandangan serupa kaca tentang indahnya aquarium ciptaan tuhan. bintang laut, algae, bulu babi, dan berbagai karang penjaga laut bisa dilihat dengan mata telanjang effortlessly . 20 Juli 2022, saya kembali ke Malahing. berwisata dengan niat mencelupkan kaki di hangatnya air laut, ditemani sejuknya angin laut, menyerap slow-pace living yang menjadi healing bagi penatnya tugas kantor. sembari berpikir kapan kiranya saya mahir berenang. wajah Malahing sudah sangat berubah. pemerintah sudah masuk dan mengimplementasikan solar cell sebagai sumber pasokan listrik area ini. kemudian perusahaan negara juga mengucurkan dana CSR nya dengan strategis dan penuh komitmen dalam membangun amenitas di area ini sehingga layak menjadi destinasi wisata...

Menuju Lebaran Glowing 2022 with Scarlett !

  yihaa, kantor baru. skincare baru ! ketika saya menulis ini, sudah bulan ketiga sejak kepindahan saya dari Balikpapan ke Bontang. entah kenapa, di kantor baru ini hasrat menggebu untuk menumpuk harta duniawi hasil keringat banyak lari ke tumbler   alih - alih skincare . jadi, saya beneran selektif banget untuk urusan skincare . apalagi, sekarang local  brand  dan brand impor harganya udah mirip - mirip. makanya faktor efikasi skincare dan harga berada di urutan prioritas teratas ketika saya memutuskan membeli sebuah produk skincare .  saya beruntung Scarlett masih membanderol produknya dengan harga di bawah seratus ribu. tepatnya Rp. 75.000,00 yang mana ini masih masuk akal untuk saya. namun tidak semua local brand seperti Scarlett. jadi, maafkan saya ya jika postingan  skincare  menjadi cukup jarang. namun, sebisa mungkin saya akan terus usahakan untuk menulis.  berbicara tentang skincare , tidak bosan bosannya saya sampaikan kepada handai ...

Don't Feel Small, be Brave Faizah !

  On my last day in Balikpapan (in my previous office), I ask to my staff to take this picture. a picture who speaks loudly about my future plan right after my resignation.  Since beginning of my career in State-Owned Enterprise, my vision is clear : I build a strong portfolio, be critical engineer, then find sexy problem who will be my story to make a personal statement and motivation letter, then find two strong key players to write a recommendation for me.  After all the requirement process is done, I take an IELTS test. next is to apply for University admission and scholarship. the plan is perfect, so that is time to resign.  But you know what ? that's perfectly planned is set up due to covering up my wounded soul. you know my past, I experienced moving from Surabaya to Samarinda while my undergraduate degree is not completed yet. I continue my degree in Samarinda, at the university when toxic and bullying culture still alive, spreading across all the university ...

Memutuskan untuk Pergi

saya kebingungan harus memulai tulisan ini dari mana. beberapa kali pula saya putuskan untuk mengganti judul. tapi intinya begini : saya memutuskan untuk resign dari perusahaan milik negara yang sudah menempa saya selama empat tahun terakhir. saya berangkat ke Balikpapan, dengan niat untuk mendapatkan surat rekomendasi demi mulusnya proses saya mendaftar beasiswa pascasarjana. ingin membangun nama tanpa ada embel - embel keluarga. serta memiliki penghasilan dari tangan sendiri tanpa ikut campur perusahaan keluarga. ternyata, saya berangkat dengan ego yang begitu angkuh. 3 Februari 2022 saya kembali, dijemput oleh abah dan adik laki - laki saya. keputusan saya mantap untuk pulang kembali ke Bontang dan membantu perusahaan keluarga. saya merasa ditampar takdir. apa yang saya perjuangkan dua tahun terakhir terhempas pasrah, menyadari bahwa itu semua bukan yang terbaik untuk saya. saya pikir saya akan menjadi master di bidang Civil Engineering dengan beasiswa. ternyata refleksi diri membua...