Skip to main content

Berbicara Soal Sombong

suatu hari, di kelas Ilmu Ukur Tanah, kelasnya Bu Teresia

"jadi, dalam menentukan posisi pancang, anda harus melakukan survey terlebih dahulu, bla bla bla"

me : nggra, ngantuk ?



Anggra : iya fa.. "nguap" (padahal saya dan dia duduk di bangku paling depan, pojok tapi)

me : nggra...

Anggra : hmmmm

me : *nguap*

Anggra : yah, ngantuk juga. eh ada cemilan ga ?

me : kan udah habis tadi..

Anggra : laper fa...

me : sama, aku juga

me : eh, nggra. kenapa sih orang tuh gampang banget menjustifikasi kalo seseorang itu sombong ? *mulai buka topik gosip biar ga ngantuk*

Anggra : biasa aja sih,

me : nggra, ga kamu aja yang ngantuk...

Anggra : *ketawa ga jelas* gini ya fa, kamu tau aku kan, aku sering dibilang sama "mereka" sebagai dewa cuek. padahal aku merasa aku mengangguk kalo lagi berpapasan, senyum dikit, tanpa harus ngomong itu aja udah cukup mewakili sapaan plus salam semut (ketemu cipika cipiki trus heboh) tapi aku malah dibilang sombong...

me : salam semut ? lucu banget bahasamu nggra...

Anggra : lha semut kan gitu ? gimana sih kamu ? *melototin saya*

me : *nyengir* yang aku ga paham kenapa sih, gampang banget bilang si anu sombong, si itu sombong, padahal juga ga benar benar kenal...

Anggra : karena sombong itu ga ada parameter fa... ada beberapa orang yang (terpaksa) harus melakukan hal hal ekstrem hanya untuk dapat perhatian. mereka yang bilang si anu sombong, si itu sombong, sangat boleh jadi   mereka hanya mau dilihat kalo mereka ada, disapa, yah intinya pengen kenal tapi ga tau caranya gimana...

me : sampai se putus asa itu kah ?

Anggra : intinya gini loh fa, memang kita harus instrospeksi. ya tapi jangan gampang down juga gara gara omongan orang, kita kan bisa ngerasa kalo omongan orang tentang kita itu bener atau salah. kalo ragu, kamu kan punya orang-orang dekat yang bisa melihat masalah secara lebih objektif. selama kamu merasa omongan itu ga sesuai, anggap itu bukan urusanmu, meskipun mereka ngomongin kamu. cukup fokus pada apa yang menjadi urusanmu.

me : .....


"sekian dulu kuliah  saya, ingat pertemuan selanjutnya kita quiz ya, tugasnya jangan lupa dikerjakan"

"yahhh buuuu"

"kan kalian long weeekend rek ?" *bu Teresia tersenyum manis* *manis banget*  "selamat malam"

dan kelas pun bubar



hari itu, saya dapat satu lagi mutiara hikmah, bahwa. "tidak semua omongan jelek orang lain tentang kita harus kita urusi, dan klarifikasi, lihat dulu secara objektif kapasitas mereka berbicara itu apa"



Surabaya, 11 Oktober 2013
Best Regards,



Riffat Akhsan



Comments

Popular posts from this blog

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Mitos Mitos Tentang Teknik Sipil

salah satu mahasiswa teknik sipil yang lagi praktikum ukur tanah kembali lagi tentang teknik sipil, terima kasih kepada sumber lalu lintas yang menerangkan bahwa semakin banyak yang kepo tentang teknik sipil. juga kepo tentang saya :D tapi ada hal yang membuat saya tergerak untuk menulis tulisan ini, karena mayoritas kata kunci yang dimasukkan tentang teknik sipil adalah tentang mitos mitos teknik sipil yang masih belum ada yang mengulasnya. okeh, dibawah ini adalah mitos terumum di dunia teknik sipil.

Rasanya Jadi Anak Kembar itu...

Rifa-Rusma Dek Fuad-Rusma-Rifa Rusma-Mom-Rifa Rifa-Rusma Rifa-Dad-Rusma Rifa-Rusma-Mom Menjadi anak kembar identik adalah takdir yang harus saya jalani, bahkan sebelum saya melihat dunia. ya, saya bersama dengan Rusma Fatimah Ma'rifah Akhsan mulai dari berbagi rahim  sampai sekarang.