Skip to main content

Ketika Debu Proyek Menjadi Begitu Menyenangkan

saya adalah seorang mahasiswa teknik sipil yang terhitung dari liburan semester pertama kuliah saya tercatat sebagai karyawan Divisi Drawing salah satu perusahaan milik seseorang yang menyematkan nama Akhsan di belakang nama saya.



bergabung dalam dunia konstruksi bangunan, berarti bergabung dengan debu proyek, bergabung dengan kerasnya kehidupan tukang bangunan, bergabung dengan makhluk makhluk logika, dan pada saatnya nanti bergabung untuk sama sama pencari penghidupan yang layak.

awal awal berakrab akrab ria dengan debu proyek, semuanya terasa begitu berat. yah sisi feminim saya protes. ini pekerjaan kaum adam, tidak seharusnya saya berada di sini.

tapi lama kelamaan saya mulai sadar bahwa, ternyata saya memang tercipta berbeda. ketika orang yang saya hinggapi rahimnya selama sembilan bulan berkata "kakak dari kamu belum bisa ngomong aja kamu udah exiting banget sama proyek pembangunan"

iya, saya sadar apa yang saya lakukan hari ini adalah akumulasi passion alam bawah sadar saya sedari saya masih belum bisa berbicara. dunia konstruksi bangunan.

saya sadar kalau saya harus bersyukur karena menjadi satu dari sedikit kaum hawa yang berkesempatan untuk menjadi "ratu" di antara para kaum adam.

saya sadar bahwa menjadi yang berbeda itu sangat menyenangkan, setidaknya itu yang dikatakan sisi maskulin saya.

dan, saya sadar saya harus bersyukur dengan.... menikmati apa yang sudah tuhan takdirkan untuk saya









enjoy every steps of your life, as far as you know that there is your passion




Surabaya, 6 Maret 2014




Rifa Akhsan

Comments

  1. mbak kok gak kerja? malah eksis foto" heheheh *kebiasaan cewek banget*

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha cewek selalu punya cara untuk menikmati kerjaan :))

      Delete
  2. Keren.. Keren.. Memang tidak seharusnya kita—kaum Adam atau kaum hawa—takut pada debu. Toh manusia memang diciptakan dari debu. Salam dari Negeri Ratu balqis

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah terima kasih telah berkenan berkunjung ke blog saya :))

      Delete

Post a Comment

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke sini. silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Popular posts from this blog

Mitos Mitos Tentang Teknik Sipil

salah satu mahasiswa teknik sipil yang lagi praktikum ukur tanah kembali lagi tentang teknik sipil, terima kasih kepada sumber lalu lintas yang menerangkan bahwa semakin banyak yang kepo tentang teknik sipil. juga kepo tentang saya :D tapi ada hal yang membuat saya tergerak untuk menulis tulisan ini, karena mayoritas kata kunci yang dimasukkan tentang teknik sipil adalah tentang mitos mitos teknik sipil yang masih belum ada yang mengulasnya. okeh, dibawah ini adalah mitos terumum di dunia teknik sipil.

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Rasanya Jadi Anak Kembar itu...

Rifa-Rusma Dek Fuad-Rusma-Rifa Rusma-Mom-Rifa Rifa-Rusma Rifa-Dad-Rusma Rifa-Rusma-Mom Menjadi anak kembar identik adalah takdir yang harus saya jalani, bahkan sebelum saya melihat dunia. ya, saya bersama dengan Rusma Fatimah Ma'rifah Akhsan mulai dari berbagi rahim  sampai sekarang.