journey
21 November
Photo by Tobias Oetiker on Unsplash
konon katanya, Edelweiss adalah lambang keabadian.
15 October
19 September
"aku baru pulang dari singapur nih, ambil ke rumah ya gantungan kunci sama coklatnya"
"ini ke singapur yang keberapa ratus kali fa ?"
"hehehe" *nyengir kuda*
ini adalah perjalanan ke sekian kalinya saya ke singapur, mengingat harga tiket surabaya-singapur yang bahkan lebih murah dari harga tiket surabaya-balikpapan yang biasa saya pesan kalau mau pulang ke rumah.
"ini ke singapur yang keberapa ratus kali fa ?"
"hehehe" *nyengir kuda*
| katanya kalo ga foto gini belum sah ke singapur |
16 September
14 September
06 September
08 July
saya bukan pecinta gunung, saya lebih menyukai laut. tapi hari itu teman teman teknik sipil mengajak saya ke bromo dengan bilang "ayoo rifaaa kamu kan belum pernah naik gunung" dengan berasumsi "udahlah, sekali sekali juga" saya pun mengiyakan
saya tidak tahu sebelumnya bahwa kalau kita ke bromo kita harus tau tujuan kita mau kemana, karena ada beberapa destinasi wisata di Bromo. dengan santainya saya mah ikut ikut aja jadwal teman teman.
saya tidak tahu sebelumnya bahwa kalau kita ke bromo kita harus tau tujuan kita mau kemana, karena ada beberapa destinasi wisata di Bromo. dengan santainya saya mah ikut ikut aja jadwal teman teman.
09 May
"semangat mbak, kita sama sama berjuang"
ucap salah satu panitia parade bunga dan budaya 2014.
ucap salah satu panitia parade bunga dan budaya 2014.
03 May
time flies... hidup selalu berjalan dengan kejutan kejutan istimewa yang diberikan tuhan pada hambanya. cerita ini berawal ketika orang tua saya memindahkan saya dan Rusma dari kamar kost di daerah mayoritas mahasiswa kampus teknologi di timur Surabaya ke rumah sederhana di perumahan yang terjamin keamanan nya (setidaknya menurut orang tua saya) di daerah Surabaya Timur.
24 March
karapan sapi, adalah budaya suku madura dari jaman sebelum Belanda menjajah negeri kita. banyak masyarakat yang sudah tidak lagi mengenal pagelaran budaya yang satu ini. tidak penting, begitu dalih mereka.
tapi tidak dengan saya, sebagai mahasiswi asli kalimantan yang diberi kesempatan oleh tuhan untuk berkuliah di Surabaya, saya dan saudara kembar saya memiliki motto "Never Ending to Explore" di kota pahlawan ini. yah, Surabaya dengan segala yang dia punya tidak pernah habis bagi kami untuk terus menikmati sajiannya.
bertepatan dengan rangkaian event HARI JADI KOTA SURABAYA YANG KE 721 tahun 2014, kami menghadiri pagelaran karapan sapi yang bertempat di lapangan pantai ria kenjeran lama, jalan Sukolilo. Surabaya timur pada hari Minggu tanggal 23 Maret 2014
tapi tidak dengan saya, sebagai mahasiswi asli kalimantan yang diberi kesempatan oleh tuhan untuk berkuliah di Surabaya, saya dan saudara kembar saya memiliki motto "Never Ending to Explore" di kota pahlawan ini. yah, Surabaya dengan segala yang dia punya tidak pernah habis bagi kami untuk terus menikmati sajiannya.
bertepatan dengan rangkaian event HARI JADI KOTA SURABAYA YANG KE 721 tahun 2014, kami menghadiri pagelaran karapan sapi yang bertempat di lapangan pantai ria kenjeran lama, jalan Sukolilo. Surabaya timur pada hari Minggu tanggal 23 Maret 2014
11 March
10 March
banyak sekali yang tanya ke saya, jurusan apa teknik sipil itu ? baik lewat twitter, facebook, dan media sosial lainnya. mereka hanya sebatas tahu kalau saya mahasiswa di jurusan teknik sipil, tidak lebih. berikut saya coba jawab pertanyaan yang sering muncul terkait apa itu teknik sipil.
07 March
sebenarnya taman kunang kunang ini adalah tempat langganan saya main basket. karena taman milik pemkot yang terletak disamping rusunawa penjaringan sari ini menyediakan fasilitas lapangan futsal dan lapangan basket secara GRATIS *aku cinta gratisan*
taman pelangi, seakan adalah maskot "selamat datang" ketika kita memasuki surabaya dari arah selatan. taman ini dulunya adalah SPBU yang oleh pemerintah Kota Surabaya disulap menjadi taman yang cantik.
06 March
saya adalah seorang mahasiswa teknik sipil yang terhitung dari liburan semester pertama kuliah saya tercatat sebagai karyawan Divisi Drawing salah satu perusahaan milik seseorang yang menyematkan nama Akhsan di belakang nama saya.
11 November
walaupun telat sehari, saya mau berbagi pengalaman saya dalam memperingati hari pahlawan di Kota Pahlawan, Surabaya
Selamat Hari Pahlawan :)
walaupun telat sehari, saya mau berbagi pengalaman saya dalam memperingati hari pahlawan di Kota Pahlawan, Surabaya
walaupun telat sehari, saya mau berbagi pengalaman saya dalam memperingati hari pahlawan di Kota Pahlawan, Surabaya
02 November
Assalamualaikum teman teman, sebelumnya. saya, Faizah Riffat Ma'rifah Akhsan mau mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1433 H :') hehe pada qurban apa tahun ini ?
oke postingan kali ini masih dalam nuansa lebaran, saya cerita tentang malam idul adha yang berlangsung beberapa hari yang lalu. jadi lebaran idul qurban, atau lebaran haji, atau lebaran idul adha tahun ini saya rayakan bersama Rusma, kembaran saya di Surabaya. lucu ya, padahal keluarga saya qurban di rumah kami di Bontang, tapi cuma abah sama umi aja yang di Bontang. saya dan Rusma di Surabaya karena kita kuliah di sini. sementara adek saya, Fuad dan Farhan di Jombang, karena mereka sekolah di sana, sama seperti saya dan Rusma yang menghabiskan masa SMP dan SMA di Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan Jombang.
unik memang. tapi berqurban bukan untuk kelas sosial kan ?
jadi malam takbiran kemaren saya dan Rusma jalan jalan ke bawah jembatan Suramadu, jembatan yang menghubungkan Kota Surabaya dengan Pulau Madura. awalnya sempat muter-muter masuk masuk kampung di pinggir laut daerah kenjeran buat sampe di bawah jembatan, di kampung-kampung itulah nuansa lebaran sangat terasa, di masjid-masjid bertakbir, ada konvoi juga anak-anak kecil disana keliling kampung sambil bawa alat-alat musik sederhana. pokoknya seru deh, mohon maaf saya ga bisa ambil gambarnya soalnya posisi waktu itu saya lagi di kendaraan jadi sulit untuk ambil gambar.
Akhirnya habis selesai muter sana sini, kesasar sana sini, tanya tanya sama orang sekitar sana. sampailah saya sama Rusma di spot yang menurut kami tepat buat ngambil foto jembatan dari sisi kanan jembatan.
sekali lagi saya minta maaf karena ga sempat foto in karcis tol nya, soalnya gatau udah hilang kemana ~
ini foto yang sempat saya ambil selama melintasi jembatan dari Surabaya ke Madura
abis ngelewatin bentang tengah sempat takut juga, aduh ini angin nya kenceng banget lagian jembatan nya panjang gilak. kapan sampenya, ini kan baru dari Surabaya ke Madura, belum perjalanan balik Madura Surabaya, mana udah malam pula -___-"
akhirnya saat yang ditunggu tiba, gerbang madani betuliskan "Selamat Datang Di Madura". trus another problem muncul, aduh masih ga ada lampu jalan, jalanan gelap gulita, well walaupun beberapa kendaraan berseliweran tetep aja mereka melaju dengan kecepatan tinggi, buat kita berdua sih tetep aja rada-rada scary.
tapi kita harus selesaikan apa yang kita mulai, ya iyalah harus balik ke Surabaya lagi, masa mau nginep di Madura ?
akhirnya kita berdua langusng cepetan masuk tol lagi, it means lewat jembatan lagi. selama perjalanan balik ke Surabaya kita bener-bener dapet valuable lesson. manusia mah emang ga pantes sombong, bayangin aja, tuhan gampang aja mau nenggelamin mobil semewah apapun ke laut kalo pas angin kenceng trus badai tiba tiba datang dan menerbangkan mobil itu. FYI aja, jembatan Suramadu ini ditutup kalo angin kencang, tapi manusia kan hanya bisa memprediksi kita ga pernah tau kan, bisa aja pas angin keliatan nya tenang trus pas kita melintas di jembatan tiba tiba angin berubah jadi kencang, who knows the destiny ?
pas udah ngelewatin bentang tengah tiba tiba hujan, woah saya sama Rusma panik, soalnya kita ga bawa jas hujan, posisi naik motor, dan yang paling kita takutkan kalo angin tiba tiba berubah jadi kenceng dan ada badai. ya Allah, tolong kami...
akhirnya, alhamdulillah kita sampe di Surabaya dalam keadaan selamat, tapi jadinya basah kuyup. dan kita sangat bersyukur, betapa di malam Idul Adha itu, Allah menurunkan salah satu nikmat nya berupa hujan. hujan di Surabaya adalah suatu rahmat, mengingat kota ini panas nya ga wajar. hujan adalah salah satu cara tuhan menurunkan suhu kota sekaligus menghilangkan debu yang beterbangan ketika tidak hujan.
setelah sampai di rumah, kita sampai pada satu kesimpulan. pengalaman melintasi jembatan Suramadu adalah amazing and valuable experience, tapi terima kasih. kami tidak berniat untuk mengulang untuk kedua kalinya :')
ini cerita malam takbiranku, apa ceritamu ?
FRA
oke postingan kali ini masih dalam nuansa lebaran, saya cerita tentang malam idul adha yang berlangsung beberapa hari yang lalu. jadi lebaran idul qurban, atau lebaran haji, atau lebaran idul adha tahun ini saya rayakan bersama Rusma, kembaran saya di Surabaya. lucu ya, padahal keluarga saya qurban di rumah kami di Bontang, tapi cuma abah sama umi aja yang di Bontang. saya dan Rusma di Surabaya karena kita kuliah di sini. sementara adek saya, Fuad dan Farhan di Jombang, karena mereka sekolah di sana, sama seperti saya dan Rusma yang menghabiskan masa SMP dan SMA di Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan Jombang.
unik memang. tapi berqurban bukan untuk kelas sosial kan ?
jadi malam takbiran kemaren saya dan Rusma jalan jalan ke bawah jembatan Suramadu, jembatan yang menghubungkan Kota Surabaya dengan Pulau Madura. awalnya sempat muter-muter masuk masuk kampung di pinggir laut daerah kenjeran buat sampe di bawah jembatan, di kampung-kampung itulah nuansa lebaran sangat terasa, di masjid-masjid bertakbir, ada konvoi juga anak-anak kecil disana keliling kampung sambil bawa alat-alat musik sederhana. pokoknya seru deh, mohon maaf saya ga bisa ambil gambarnya soalnya posisi waktu itu saya lagi di kendaraan jadi sulit untuk ambil gambar.
Akhirnya habis selesai muter sana sini, kesasar sana sini, tanya tanya sama orang sekitar sana. sampailah saya sama Rusma di spot yang menurut kami tepat buat ngambil foto jembatan dari sisi kanan jembatan.
saya
Rusma
saya mohon maaf kalo night shot saya sama Rusma kurang bagus, maklum fotografer amatiran.
habis foto foto sama jembatan, kami memutuskan untuk naik ke jembatan ke Madura. saya sama Rusma yang ga pernah naik jembatan pake sepeda motor, waktu itu memutuskan buat naik jembatan pake sepeda motor, pengalaman baru nih..
kita antri bareng sama pemudik yang mau lebaran, lucunya di Suramadu ini kan jalan tol. kalo biasanya jalan tol khusus untuk mobil, di Suramadu ada jalan tol khusus untuk sepeda motor :D. harga yang harus kita bayar untuk masuk tol ini kalo mobil 60 ribu sekali lewat kalo motor cuma 3 ribu. *whata far differences*
sekali lagi saya minta maaf karena ga sempat foto in karcis tol nya, soalnya gatau udah hilang kemana ~
ini foto yang sempat saya ambil selama melintasi jembatan dari Surabaya ke Madura
abis ngelewatin bentang tengah sempat takut juga, aduh ini angin nya kenceng banget lagian jembatan nya panjang gilak. kapan sampenya, ini kan baru dari Surabaya ke Madura, belum perjalanan balik Madura Surabaya, mana udah malam pula -___-"
akhirnya saat yang ditunggu tiba, gerbang madani betuliskan "Selamat Datang Di Madura". trus another problem muncul, aduh masih ga ada lampu jalan, jalanan gelap gulita, well walaupun beberapa kendaraan berseliweran tetep aja mereka melaju dengan kecepatan tinggi, buat kita berdua sih tetep aja rada-rada scary.
tapi kita harus selesaikan apa yang kita mulai, ya iyalah harus balik ke Surabaya lagi, masa mau nginep di Madura ?
akhirnya kita berdua langusng cepetan masuk tol lagi, it means lewat jembatan lagi. selama perjalanan balik ke Surabaya kita bener-bener dapet valuable lesson. manusia mah emang ga pantes sombong, bayangin aja, tuhan gampang aja mau nenggelamin mobil semewah apapun ke laut kalo pas angin kenceng trus badai tiba tiba datang dan menerbangkan mobil itu. FYI aja, jembatan Suramadu ini ditutup kalo angin kencang, tapi manusia kan hanya bisa memprediksi kita ga pernah tau kan, bisa aja pas angin keliatan nya tenang trus pas kita melintas di jembatan tiba tiba angin berubah jadi kencang, who knows the destiny ?
pas udah ngelewatin bentang tengah tiba tiba hujan, woah saya sama Rusma panik, soalnya kita ga bawa jas hujan, posisi naik motor, dan yang paling kita takutkan kalo angin tiba tiba berubah jadi kenceng dan ada badai. ya Allah, tolong kami...
akhirnya, alhamdulillah kita sampe di Surabaya dalam keadaan selamat, tapi jadinya basah kuyup. dan kita sangat bersyukur, betapa di malam Idul Adha itu, Allah menurunkan salah satu nikmat nya berupa hujan. hujan di Surabaya adalah suatu rahmat, mengingat kota ini panas nya ga wajar. hujan adalah salah satu cara tuhan menurunkan suhu kota sekaligus menghilangkan debu yang beterbangan ketika tidak hujan.
setelah sampai di rumah, kita sampai pada satu kesimpulan. pengalaman melintasi jembatan Suramadu adalah amazing and valuable experience, tapi terima kasih. kami tidak berniat untuk mengulang untuk kedua kalinya :')
ini cerita malam takbiranku, apa ceritamu ?
FRA
Subscribe to:
Comments (Atom)



Search