Skip to main content

Meredam Khawatir dengan Percaya


saya yakin seluruh perempuan di dunia ini setuju dengan saya : kami (kaum hawa) memiliki tingkat kekhawatiran yang sangat tinggi. oleh karena itu tidak heran kami (kaum hawa) bertindak sangat hati hati berdasarkan kekhawatiran itu.



tapi parahnya, terkadang kami sering memiliki kekhawatiran-kekhawatiran tak mendasar, ini cukup menyebalkan bagi sebagian orang. kenapa menyebalkan ? karena tidak semua orang menganggap apa yang kita khawatirkan itu penting. terkadang banyak yang menganggap kami (kaum hawa) lebay dengan mengkhawatirkan hal-hal yang tidak penting.

sayapun sama, seringkali saya mengkhawatirkan hal-hal sepele yang sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan. tapi dasar cewek, selalu menganggap semua hal penting.

apa salah kami memiliki kekhawatiran ?

saya jawab tidak.

kenapa ?

karena khawatir itu perlu, sebagai bagian dari proses berpikir antisipatif. khawatir mendorong kita untuk siap dengan segala kemungkinan, kemungkinan terburuk sekalipun.

lantas bagaimana memanage kekhawatiran agar tidak mengganggu atau menyebalkan bagi orang lain ?

jawabannya simple : PERCAYA

banyak yang menertawakan saya ketika mereka bertanya bagaimana cara menghentikan kekhawatiran dan saya jawab dengan percaya, awalnya mereka memandang sebelah mata. tapi kenyataan berbicara bahwa cara terbaik meredam khawatir adalah dengan percaya.

nah, berbicara tentang percaya, muncul pertanyaan baru. "gimana caranya bisa percaya ?"

percaya = yakin

selama kamu yakin maka kamu akan percaya.

sulit memang untuk percaya disaat krisis kepercayaan menjadi isu sensitif di masa masa seperti ini.

tapi, sudahkah kamu mencoba untuk percaya ?





Surabaya, 22 Maret 2014



Rifa Akhsan

#RePost

Comments

Popular posts from this blog

Mitos Mitos Tentang Teknik Sipil

salah satu mahasiswa teknik sipil yang lagi praktikum ukur tanah kembali lagi tentang teknik sipil, terima kasih kepada sumber lalu lintas yang menerangkan bahwa semakin banyak yang kepo tentang teknik sipil. juga kepo tentang saya :D tapi ada hal yang membuat saya tergerak untuk menulis tulisan ini, karena mayoritas kata kunci yang dimasukkan tentang teknik sipil adalah tentang mitos mitos teknik sipil yang masih belum ada yang mengulasnya. okeh, dibawah ini adalah mitos terumum di dunia teknik sipil.

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Rasanya Jadi Anak Kembar itu...

Rifa-Rusma Dek Fuad-Rusma-Rifa Rusma-Mom-Rifa Rifa-Rusma Rifa-Dad-Rusma Rifa-Rusma-Mom Menjadi anak kembar identik adalah takdir yang harus saya jalani, bahkan sebelum saya melihat dunia. ya, saya bersama dengan Rusma Fatimah Ma'rifah Akhsan mulai dari berbagi rahim  sampai sekarang.