Skip to main content

bagaimana cara memanggil mood menulis ?

Sumber Gambar
sebagai seorang pemalas, menulis di blog ini secara konsisten sejak tiga tahun lalu merupakan salah satu rekor yang wah untuk saya. saya juga nggak ngerti kenapa bisa sekonsisten ini.

ada hal yang selalu dialami oleh para penulis blog (mungkin penulis di media lain juga) : yaitu jenuh dan hilang mood buat nulis. kenapa ? ya sekedar stuck aja. saya juga sering merasakan hal itu, ditambah saya yang pemalas tambah sip ae kemalasan saya menulis.

kadang kadang kalau saya gemes banget sama diri saya sendiri dan super on fire mau nulis tapi nggak tau mau nulis apa, saya mencari cari cara memanggil mood buat nulis, berikut diantaranya :

1. nggak ngebet mengejar apapun
dulu saya pernah menetapkan target one day one post demi kunjungan blog sekian unique visitor per hari. dan hasilnya ? saya tiga minggu nggak bisa nulis sama sekali. saya bukan lagi blogger amplopan yang harus pencitraan sana sini demi postingan biar dilirik oleh advertiser demi beberapa lembar seratusan ribu. menjadi blogger amplopan atau tidak itu pilihan, kalau saya sih lebih seneng jadi copywriter atau content writer di media online lebih mudah aja memetakan mood tulisan karena ada separasi nyata antara hobi dan pekerjaan meskipun masih dalam bidang yang sama.

2. menulis dalam keadaan emosi stabil
saya pernah mengalami fase dimana pelampiasan paling asyik dari sebuah emosi yang tak tersalurkan adalah dengan menulis di blog ini, tapi ketika makin kesini makin banyak blogger yang mengalami fase seperti saya dulu. kini saya paham bahwa ada beberapa pembaca yang bisa melihat jauh ke dalam jiwa seseorang hanya dari tulisannya dan sangat mudah untuk tau bahwa si penulis sedang "sakit"

3. banyak merenung
tulisan tulisan di blog ini adalah resume dari dialog saya dengan diri saya sendiri. melegakan rasanya buah pemikiran keluar menjadi sebuah rangkaian nyata yang (semoga) bisa bermanfaat bagi yang lain. menulis tanpa merenung terlebih dahulu menghasilkan sindiran yang nyata bagi masyarakat baper.

4. banyak rileks, banyak membaca, banyak tertawa.
menulis nggak boleh dalam keadaan under pressure, setidaknya itu menurut saya. itu pula yang membuat saya pensiun dari blogger amplopan, tekanan dan deadline plus bayaran yang miris semakin kesini semakin memantapkan saya untuk menolak tawaran job review. kondisi psikologi pengelola media online yang orientasinya memang profit berbeda dengan psikologi pengelola blog seneng senengan yang disusupi pesanan sponsor.

5. pengunjung blog akan meningkat seiring berjalannya waktu
ini prinsip yang saya pegang, kini untuk blog yang murni untuk seneng senengan pengunjung blog saya ada di angka 200 - 300 ketika saya tidak upload postingan baru, dan meningkat hingga angka 500 ketika saya upload. saya juga nggak ngerti ini pengunjung blog dapat darimana. pagerank, domain authority dan page authority saya juga lumayan tinggi. entahlah mungkin ini buah konsistensi menulis angin anginan saya hahahahha.



saya begini juga karena proses, sebelum seperti sekarang saya pernah kok postingan blog yang liat cuma saya. intinya semua kembali ke proses.

tulisan ini adalah bentuk keprihatinan saya pada obrolan dengan teman beberapa waktu lalu yang menyayangkan segelintir oknum blogger yang berpacu satu sama lain, banyak banyakan visitor demi beberapa ratus ribu dari advertiser. ya terserahlah, kita kan juga butuh uang untuk hidup, tapi membaca tulisan tulisan mereka yang saling sindir satu sama lain perkara hal sepele ditambah kualitas tulisan yang menurun seiring waktu dan berakhir pada titik nadir dimana mood menulis hilang akibat kelelahan berlari membuat saya tergerak untuk bertanya : inikah yang akan dibaca oleh anak cucumu kelak ketika mereka sudah bisa mengakses blog ?





Surabaya, 12 desember 2015




Riffat Akhsan

Comments

  1. Kadang dapat mood nulis bebarengan dengan ide yg muncul saat itu jg.
    Cuma kebiasaan bruk aku tuh pasti slalu nunda-nunda akhirnya nulisnya di cancel.

    ifrillah.blogspot.com

    ReplyDelete
  2. ide datangnya kadang suka nggak sopan, huuft

    ReplyDelete

Post a Comment

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke sini. silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Popular posts from this blog

Mitos Mitos Tentang Teknik Sipil

salah satu mahasiswa teknik sipil yang lagi praktikum ukur tanah kembali lagi tentang teknik sipil, terima kasih kepada sumber lalu lintas yang menerangkan bahwa semakin banyak yang kepo tentang teknik sipil. juga kepo tentang saya :D tapi ada hal yang membuat saya tergerak untuk menulis tulisan ini, karena mayoritas kata kunci yang dimasukkan tentang teknik sipil adalah tentang mitos mitos teknik sipil yang masih belum ada yang mengulasnya. okeh, dibawah ini adalah mitos terumum di dunia teknik sipil.

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Rasanya Jadi Anak Kembar itu...

Rifa-Rusma Dek Fuad-Rusma-Rifa Rusma-Mom-Rifa Rifa-Rusma Rifa-Dad-Rusma Rifa-Rusma-Mom Menjadi anak kembar identik adalah takdir yang harus saya jalani, bahkan sebelum saya melihat dunia. ya, saya bersama dengan Rusma Fatimah Ma'rifah Akhsan mulai dari berbagi rahim  sampai sekarang.