Skip to main content

Renungan Awal Minggu

Sumber Gambar

kemarin, di acara kantor saya bertemu dengan seorang teman yang sangat luar biasa. si teman ini adalah seorang internet marketer berpenghasilan ratusan ribu dollar dari internet maketing and advertising. karena posisi rupiah yang megap megap, penghasilan si teman makin fantastis.

yah, ada banyak sekali profesi di jagat dunia digital yang membuat profesi blogger dan pendiri startup bagaikan titik kecil di luasnya galaksi bimasakti. sungkan rasanya sombong hanya karena menjadi blogger yang sering dapat undangan atau amplopan. malu pula rasanya merasa diri bisa menggenggam dunia hanya karena menjadi pendiri sebuah startup yang bahkan marketing aja baru jalan.

kami berdiskusi banyak hal, tentang iklim dunia digital di masa depan, tentang era masyarakat ekonomi asean (yang berakhir dengan tawa meledak karena para internet marketer sudah bersaing dengan warga internasional demi sesuap nasi dari jaman dahulu kala) sampai pada mereka mereka yang nyinyir dengan apa apa yang ia punya.

saya tau era kejatuhan si teman, ketika untuk makan sekali saja susahnya minta ampun hingga ia mampu bangkit dan menjadi milyuner muda di umur yang hanya terpaut empat tahun di atas saya.

ada satu perkataan dia yang membuat saya tercenung dan kemudian kembali termotivasi untuk tidak peduli dengan semua komentar nyinyir mereka yang iri dan dengki dengan hidup saya.

si teman berkata kadang mereka yang nyinyir tuh lupa bahwa mereka hanya tidak tau apa yang sudah tuhan ambil dari hidup kita. kamu (maksudnya saya) misalnya, di umur 22 tahun sudah harus berjibaku dengan para kompetitor, internal perusahaan, bahkan dengan waktu demi tambahan uang agar bisa membayar kuliah. ketika mereka marah dengan apa yang kamu capai, mereka lupa bahwa tuhan mengambil masa mudamu. masa muda menjadi mahasiswa yang harusnya penuh tawa, kerja kelompok dilanjut jalan jalan ke mall, dan kesulitan hidup hanya sebatas berhadapan dengan dosen killer atau kiriman uang yang telat. tuhan ambil itu dari hidup kamu....


jangan pernah marah dengan apa yang tuhan kasih ke salah satu hambanya, karena kamu tidak tau apa yang sudah tuhan ambil darinya. ingat, tuhan tidak pernah salah dalam menaruh keadilan....

sedikit renungan di awal minggu,





Surabaya, 8 Desember 2015




Riffat Akhsan

Comments

  1. Sik tho, blogger amplopan? Aku jugak mau dong kalok ada pembagian amplop..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, gabung sama komunitas sana... Pasti nanti sering dapat amplop sebagai imbalan menulis

      Delete

Post a Comment

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke sini. silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Popular posts from this blog

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Mitos Mitos Tentang Teknik Sipil

salah satu mahasiswa teknik sipil yang lagi praktikum ukur tanah kembali lagi tentang teknik sipil, terima kasih kepada sumber lalu lintas yang menerangkan bahwa semakin banyak yang kepo tentang teknik sipil. juga kepo tentang saya :D tapi ada hal yang membuat saya tergerak untuk menulis tulisan ini, karena mayoritas kata kunci yang dimasukkan tentang teknik sipil adalah tentang mitos mitos teknik sipil yang masih belum ada yang mengulasnya. okeh, dibawah ini adalah mitos terumum di dunia teknik sipil.

Rasanya Jadi Anak Kembar itu...

Rifa-Rusma Dek Fuad-Rusma-Rifa Rusma-Mom-Rifa Rifa-Rusma Rifa-Dad-Rusma Rifa-Rusma-Mom Menjadi anak kembar identik adalah takdir yang harus saya jalani, bahkan sebelum saya melihat dunia. ya, saya bersama dengan Rusma Fatimah Ma'rifah Akhsan mulai dari berbagi rahim  sampai sekarang.