Skip to main content

Merdeka : Nikmat Tuhan untuk Indonesia

 

https://www.reviewsteknologiku.tech/

kalau dulu saya memulai pagi dengan Harvard Crimson atau The Washington Post, mulai hari ini saya memilih untuk membaca The Guardian. media independen asal her majesty country

salah satu alasan terkuat saya adalah karena issue ibukota negara Afghanistan, Kabul yang fall into Taliban. sebuah sejarah panjang dari warna darah timur tengah.

pemberitaan tentang hari kemerdekaan negeri ini, untuk tahun ini masih diselingi dengan informasi pandemi. namun, kali ini juga diwarnai oleh Afghanistan.

kontradiksi ini membuat saya berpikir ulang tentang makna kemerdekaan. independency is not a gift. ia adalah buah perjuangan panjang. menjadi merdeka tidak mudah. Afghanistan contohnya.

meskipun angka pandemi masih menjadi yang tertinggi. kesyukuran saya tidak bisa terbendung di bulan kemerdekaan ini, bahwa pemerintah masih peduli menjaga stabilitas dalam negeri sehingga sampai hari ini kita masih bisa hidup damai tanpa ketakutan akan mati tertembak. saya sudah mendapat dosis vaksinasi penuh. senjata saya berangkat ke kantor hanyalah pikiran yang happy, masker, dan hand sanitizer. tidak perlu seperti mereka di wilayah konflik yang harus membawa laras panjang yang terkokang.

dengan protokol kesehatan, saya masih bisa menjalani hobi outdoor saya : panahan. masih merdeka untuk menarik busur dan berteriak bahagia ketika anak panah melesat sesuai harapan saya. kemudian berjalan dengan senyum untuk mencabut anak panah tanpa terganggu suara deru pesawat militer. hanya suara deru pesawat komersial saja dari Bandara Sepinggan.

tim saya di lapangan. meski saat ini beberapa dari mereka sedang isolasi mandiri karena positif COVID-19, saya bersyukur tidak ada konflik horizontal di sana dengan masyarakat adat maupun organisasi lain. saya bersyukur masyarakat di lapangan menyambut baik kehadiran infrastruktur strategis nasional yang dilaksanakan oleh pemerintah.

negeri kita memang bukan yang sempurna. pemerintah kita juga bukan yang terbaik. tapi merdeka, adalah salah satu nikmat terbesar yang tuhan berikan untuk Indonesia.

jangan putus asa mencintai negeri ini. sebagai tanda kesyukuran kita atas nikmat kemerdekaan.

Dirgahayu Indonesiaku, restui jalanku untuk terus menjadi abdi bangsa. mengolah tirta bumi tanah persada. membangun bina marga. mencipta karya wisma. sebagai bagian dari warga pekerjaan umum.






Balikpapan, 20 Agustus 2021





Riffat Akhsan -- yang belajar hal baru ; bahwa kemerdekaan adalah priviledge berbangsa. 


Comments

Popular posts from this blog

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Mitos Mitos Tentang Teknik Sipil

salah satu mahasiswa teknik sipil yang lagi praktikum ukur tanah kembali lagi tentang teknik sipil, terima kasih kepada sumber lalu lintas yang menerangkan bahwa semakin banyak yang kepo tentang teknik sipil. juga kepo tentang saya :D tapi ada hal yang membuat saya tergerak untuk menulis tulisan ini, karena mayoritas kata kunci yang dimasukkan tentang teknik sipil adalah tentang mitos mitos teknik sipil yang masih belum ada yang mengulasnya. okeh, dibawah ini adalah mitos terumum di dunia teknik sipil.

Rasanya Jadi Anak Kembar itu...

Rifa-Rusma Dek Fuad-Rusma-Rifa Rusma-Mom-Rifa Rifa-Rusma Rifa-Dad-Rusma Rifa-Rusma-Mom Menjadi anak kembar identik adalah takdir yang harus saya jalani, bahkan sebelum saya melihat dunia. ya, saya bersama dengan Rusma Fatimah Ma'rifah Akhsan mulai dari berbagi rahim  sampai sekarang.