jujur saya termasuk golongan skeptis terhadap perusahaan teknologi, yang memiliki para VP dan AVP bergaji triple digit, mendapat suntikan dari berbagai ventures , namun ternyata memerah keringat para driver di lapangan. maxim juga tidak terkecuali, perusahaan aplikasi yang sedari awal mengatakan mereka bukan perusahaan transportasi ini pun tidak luput dari tatapan sebelah mata saya. namun, gencarnya promosi mereka yang lebih mirip kampanye caleg ini alih - alih mewajibkan para drivernya untuk memakai atribut membuat saya tertarik mengulik model bisnis perusahaan ini. apa yang membuat maxim berbeda ? mengapa aplikasi ini begitu disenangi ? setelah saya perhatikan, maxim memang hadir di Indonesia beberapa langkah di belakang. namun, kehadirannya seakan menjadi jawaban keresahan para pengguna Order Service Provider ini. salah satu hal yang paling membuat saya menoleh kepada aplikasi kuning ini adalah kehadirannya tidak membuat driver "dikuasai" oleh rating. costumer pengguna ...
It May Take A While But What’s Meant For You Will Always Find Its Way To You