Skip to main content

Pengalaman Merayakan Tahun Baru 2026 di Singapura


mimpi untuk bisa memiliki pengalaman tahun baru di Singapura sudah saya langitkan sejak tahun 2025. Alhamdulillah di 2026 keinginan ini terkabul. pesawat yang menerbangkan saya dan Fatimah dari Balikpapan mendarat dengan selamat di Singapura pada pukul 21:00 malam.  


kebetulan, saya punya nomor telepon Singapura. secara berkala saya menerima notifikasi via SMS terkait komunikasi crowd management yang dilakukan oleh SG Government.   


selain itu, karena saya mau liat kembang api di daerah Marina Bay, saya harus cek peta interaktif Crowd@MarinaBay yang berisi informasi real time tentang tingkat kepadatan di area Marina Bay. 

ini link nya: 

https://experience.arcgis.com/experience/afc51853c10143a4a7adc5a0b09ad4b2/page/Crowd@MarinaBay_Version_1/ 

saya berangkat dari hotel saya di Joo Chiat menuju Marina Bay jam setengah sepuluh malam. berdasarkan pantauan di Crowd@MarinaBay semua hot spot area udah penuh orang dan ditutup. jadi ya saya pasang ekspektasi serendah mungkin.




tahun 2026 ini perayaan tahun baru di Singapura dipecah di dua spot utama, The Kallang dan Marina Bay. jadi saya udah bikin Plan B kalau emang nggak bisa liat kembang api di Marina Bay, di The Kallang juga gapapa. karena kebetulan satu line MRT juga. saya naik circle line dari stasiun MRT Paya Lebar. 

 

karena satu line MRT inilah, saya dan Fatimah mampir dulu di The Kallang. kebetulan banget pas saya masuk, penyanyi favorit saya Benjamin Kheng lagi perform. sejujurnya suasana di The Kallang lebih chill, fun, dan feels so local banget. tapi saya memutuskan balik ke stasiun MRT dan lanjut ke Marina Bay.

karena yang saya doakan Marina Bay, bukan The Kallang.

ketika keluar stasiun MRT. crowd udah kerasa banget. area basement The Shoppes at Marina Bay Sands penuh orang. namun yang saya salut, officer memberi instruksi dengan jelas tanpa membentak. asli sih secara psikologi saat itu saya merasa sangat aman. bangga banget aku tuh sama SG Government. how on earth they could mobilize such a huge number of people withoit event raising their voice tone ?

di lantai atas mall yang berada satu level dengan jalan, rupanya crowd diarahkan ke Nicoll Highway dan tidak ada kesempatan "keluar jalur". artinya, gagal Plan B saya mau liat kembang api dari outdoor balcony The Shoppes at Marina Bay Sands. 


untuk ukuran jam 10 malam, Nicoll Highway malam itu masih cukup lengang. kerumunan menjadi semakin sesak menjelang tengah malam. di antara para Bangla people, saya dipertemukan tuhan dengan Ilo Sofia Sinaga dan teman teman Singaporean nya yang merupakan Students di PSB Academy Singapore.


kami menghabiskan waktu dengan menonton kembang api yang muncul setiap 15 menit. meskipun kami tidak berada di prime location seperti Jubilee Bridge/Merlion Park, ada hikmahnya juga ternyata. karena Nicoll Highway memungkinkan kami melihat kembang api dari dua sisi: The Kallang dan Marina Bay. 



hari semakin malam, dan tidak ada countdown seperti ekspektasi saya. tiba tiba saja muncul tulisan Happy 2026 di dinding Art Science Museum yang menandakan kita sudah berada di tahun yang baru.  


I Love the way the people here celebrate their New Year's Eve. semua orang saling ramah dan mengucapkan Happy New Year. sesuatu yang belum pernah saya alami sebelumnya. namun excitement itu nggak bisa terlalu lama karena Police Officer bilang kalau mereka akan buka akses jalan kembali di pukul 2. sehingga crowd diarahkan untuk pulang via stasiun MRT Promenade.  


setelah dirasa cukup, akhirnya saya pulang ke Joo Chiat dan mampir makan di Kopitiam halal yang buka 24 jam di dekat hotel.  ternyata di sini warga Joo Chiat juga merayakan tahun baru dengan cara mereka sendiri. komunitas muslim yang terdiri dari para Aunty dan Uncle berumur mengekspresikan diri lewat kostum yang bagi saya kreatif. sayang, saya tidak berani mengambil gambar mereka dengan alasan privasi.


and that's my story. terima kasih sudah membaca. sampai bertemu di tulisan selanjutnya. 

Stories Joo Chiat, Hotel yang udah jadi rumahku di Singapore. aku udah di sini mulai dari namanya AM Hotel, trus berubah jadi Aqueen Prestige Hotel, trus sekarang jadi Stories Joo Chiat. 











Comments

Popular posts from this blog

Hong Kong Day 3: Mengagumi Hong Kong Secara Pelan-Pelan

Halo, terima kasih untuk kamu yang kembali ke sini. kisah tentang Hong Kong sengaja saya ceritakan per hari, agar saya juga mengingat dengan syukur bahwa doa saya terkabul. bahwa mimpi saya terwujud. cuaca saat itu bagus (tidak terjadi thypoon). udara juga cocok untuk saya (pertengahan musim semi). dan semoga, kamu juga bisa meginjakkan kaki ke Hong Kong. Hari Ketiga di Hong Kong adalah harinya slow down. karena saya harus mengatur energi saya dengan baik. hari pertama dan kedua udah dar der dor banget. hari ketiga saya usahakan pace nya lebih lambat. di hari ketiga ini pula saya hanya jalan-jalan berdua dengan Fatimah. karena, Annisa ke Disneyland. KFC Wan Chai dan Jalan Masuk Menuju Wan Chai Market perjalanan kami mulai dari KFC Wan Chai sebagai tujuan sarapan. KFC ini adalah cabang KFC halal terdekat dari apartment, lokasinya persis di depan tram station. ternyata, menu yang ready saat itu baru menu - menu light meal ala KFC seperti sup krim dan omelette. sementara saya dan Fatimah ...

Hongkong Day 1: Landing and Hong Kong Island Core

Penerbangan Singapore Airlines menuju Hong Kong berjalan dengan lancar. ini pertama kalinya bagi saya melakukan perjalanan internasional dengan pesawat full service . menyenangkan rasanya memiliki kesempatan melihat video safety demonstration dari layar di depan kursi. selama ini saya pikir safety demonstration harus diperagakan manual oleh awak kabin. kemudian saya juga baru tau bahwa inflight meal itu lengkap meliputi : roti dengan butter , makanan utama, yogurt dengan potongan buah segar, dan air mineral. lalu ada free flow berbagai minuman (saya coba orange juice, apple juice, chinese tea , dan milo) yang bisa dipesan hot atau cold .   kamar mandi juga menyenangkan. saya bisa mengisi bidet portable saya sehingga urusan toilet yang selama ini menjadi momok menjadi perkara yang bearable selama penerbangan. saya bahkan meminta snacks tambahan ke galley dan dikasih.   wow, Singapore Airlines benar-benar menaikkan level pengalaman perjalanan udara saya ke tingkat ya...

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...