Skip to main content

Hong Kong Day 3: Mengagumi Hong Kong Secara Pelan-Pelan


Halo, terima kasih untuk kamu yang kembali ke sini. kisah tentang Hong Kong sengaja saya ceritakan per hari, agar saya juga mengingat dengan syukur bahwa doa saya terkabul. bahwa mimpi saya terwujud. cuaca saat itu bagus (tidak terjadi thypoon). udara juga cocok untuk saya (pertengahan musim semi). dan semoga, kamu juga bisa meginjakkan kaki ke Hong Kong.

Hari Ketiga di Hong Kong adalah harinya slow down. karena saya harus mengatur energi saya dengan baik. hari pertama dan kedua udah dar der dor banget. hari ketiga saya usahakan pace nya lebih lambat. di hari ketiga ini pula saya hanya jalan-jalan berdua dengan Fatimah. karena, Annisa ke Disneyland.

KFC Wan Chai dan Jalan Masuk Menuju Wan Chai Market

perjalanan kami mulai dari KFC Wan Chai sebagai tujuan sarapan. KFC ini adalah cabang KFC halal terdekat dari apartment, lokasinya persis di depan tram station. ternyata, menu yang ready saat itu baru menu - menu light meal ala KFC seperti sup krim dan omelette. sementara saya dan Fatimah craving for ayam goreng berlumur tepung yang crispy itu. akhirnya kami putuskan cari sarapan di pasar Wan Chai yang (setau saya) memiliki beberapa toko Indonesia. toko - toko ini menjual nasi bungkus untuk para diaspora Indonesia di Hong Kong. benar saja, saya dan Fatimah dapat AYAM LENGKUAS untuk sarapan. 

oke, mari balik dulu ke apartment. memasak nasi. lalu sarapan.

ayam lengkuas dan kerupuk

perjalanan balik menuju apartment via tram

kelar sarapan, saya dan Fatimah memutuskan naik tram menuju Quarry Bay. tujuan kami adalah melihat dinamika pemukiman Hong Kong di luar area central. 



Quarry Bay adalah area timur Hongkong yang merupakan area padat penduduk dengan fungsi bangunan campuran. letaknya di bawah Parker Mountain. salah satu bangunan ikonik di Quarry Bay adalah Monster Building yang dijadikan salah satu latar belakang film Box Office dunia (saya lupa judulnya). saya dan Fatimah memutuskan untuk tidak ke Monster Building karena entah kenapa tiba-tiba merasa sesak saja. We Just Can't Bear with The Cramps.





namun demikian, kami benar-benar bisa merasakan kebahagiaan warga Hong Kong saat menyaksikan kegiatan sosial mereka di Victoria Park (waktu itu ada lomba) dan beberapa kegiatan yang "meriah" ala warga di sana. dan tentu saja, bahagia itu semakin membuncah ketika melewati gedung Hong Kong Central Library. namun, kami belum sempat mampir karena lagi ada rencana lain di Time Square.




yes, rencana kami ke area Time Square adalah untuk cari Matcha. lebih spesifiknya untuk mengunjungi The Matcha Tokyo. 



tidak seperti dugaan kita, The Matcha Tokyo tidak antri panjang seperti cabang-cabang lain yang kami tau. proses pemesanan juga cenderung sedikit lebih santai dimana kami masih bisa berdiskusi dengan baristanya tentang profil matcha yang kami inginkan. kelar beli Matcha, kami jalan - jalan sebentar di Muji dan area sekitar time square dan membeli Jam Tangan untuk abah. 

perjalanan pun berakhir dengan berjalan kaki pulang ke Apartment. lalu malamnya makan KFC Wan Chai. hari itu memang tidak padat, tapi saya benar-benar bisa memasukkan "asli" nya Hong Kong Island ke dalam core memory saya. sebuah pulau dimana para manusianya hidup bertumpuk dan berhimpitan, namun anehnya tetap merasa bahagia dan baik-baik saja. 

refleksi untuk saya, yang seringkali merasa sempit hati. dan pusing sendiri. 

terima kasih sudah membaca sampai sini, semoga harimu bahagia.



Bontang, 16 November 2025



Riffat Akhsan








Comments

Popular posts from this blog

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Beryl’s Jalan Panggong Outlet - Kuala Lumpur

  "Riffat, ayo makan buah cokelat"  waktu itu dia petik buah kakao itu, dibukanya, dan disodorkan ke saya "buah cokelat" versi dia.  buah cokelat yang dalam kenyataannya adalah biji kakao. saya masih ingat, rasanya manis dan ada hint pahit. teksturnya seperti buah sirsak versi lebih padat.   rasanya itu adalah awal mula ketertarikan saya dengan cokelat. tetangga saya yang punya pohon kakao di rumahnya.  setelah pengalaman memakan biji kakao mentah itu, perjalanan saya dengan cokelat tidak jauh - jauh dari merek Silverqueen dan Toblerone. trus waktu abah saya pulang dari luar negeri, saya baru tau ada merek cokelat bernama Cadburry. sisanya, ya cokelat ayam murah yang lengket di lidah. lalu, suatu hari saya berkesempatan mengunjungi outlet cokelat ini di Kuala Lumpur. ini bukan sekedar outlet, dia punya costumer experience style yang memberikan transfer knowledge tentang proses bean to bar mulai dari biji kakao sampai ke bentuk akhir cokelat siap makan. mung...