dunia konstruksi
13 July
builder (dot) mn
berbicara tentang perempuan selalu menarik, proyek juga begitu. kalau saja subjek dalam tulisan ini adalah seorang Adam, maka semua jadi "ya sudahlah ya, kan sudah seharusnya". tapi lain dengan perempuan. butuh dedikasi, konsistensi, dan persistensi untuk bertahan dan memimpin dalam jagad konstruksi.
kita inspiratif, karena kita perempuan.
berikut perempuan perempuan konstruksi inspirasi saya.
1. tante wati
beliau adalah insinyur teknik sipil perempuan pertama dalam hidup saya. waktu itu saya masih umur 4 tahun rasanya. saya main ke kantor abah saya karena penasaran kata abah di kantor abah ngitung pasir sama batu tapi yang saya lihat hanya kertas bertebaran dan meja serta staff yang sibuk.
tante Wati ini usil banget sama saya. tapi waktu saya perhatikan beliau kerja, kelihatan serius dan profesional sekali. mungkin tante Wati sedikit banyak mempengaruhi alam bawah sadar saya tentang menjadi workaholic dan profesional bekerja meskipun cewek sendirian.
2. Bu Rani
bu Rani ini dosen saya waktu saya kuliah di ITATS Surabaya. beliau ini langganan jadi team leader pengaspalan jalan arteri primer di Surabaya - Sidoarjo. tau sendiri kan ya ramainya jalan arteri di kedua kota itu kayak gimana. nah berdasarkan peraturan menteri PU yang menyebutkan bahwa untuk jalan arteri primer hanya boleh dilakukan pelaksanaan proyek terkait jalan mulai dari jam 10 malam sampai jam 4 pagi.
nah bu Rani ini seringkali harus nongkrongin pengaspalan jalan di jam segitu, begadang biar nggak ada yang nakal nyolong best cost tebal perkerasan jalan.
beliau ini dosen paling supel yang pernah saya temui, di awal awal kuliah teknik sipil saya kan pernah down sama cowok cowok yang kadang suka curang soal tugas. saya kan jadinya sedih banget huhuhu.
bu Rani ini ibu anak 1, anak beliau cewek. dan saya perhatikan beliau selalu punya cara untuk quality time kayak ciwi ciwi stuff gitulah dengan anak beliau sesibuk apapun beliau.
3. Mbak Kiki
mbak Kiki ini kakak kelas saya di kampus. tapi udah lulus. nah mbak Kiki ini satu satunya surveyor perempuan di kantornya. nah kantor mbak Kiki ini spesialis pelaksanaan pekerjaan jalan raya. tapi jalan rayanya pure yang buka hutan. bukan ngelanjut jalan lingkungan gitu. jadi ya gitu, keluar masuk hutan yang katanya kerjaan cowok cowok dikerjakannya sama mbak Kiki.
jadi kan sebelum proyek dilaksanakan, harus ada team yang ke lokasi proyek untuk ngecek kondisi real lapangan. team ini terdiri dari drafter, surveyor deskripsi, surveyor pemetaan lahan, koordinator logistik, operator alat, pimpinan proyek dll
team ini bertugas untuk merancang teknis proyek, mulai dari alat apa saja yang dibawa ke proyek (jenis, type, kapasitas, sampai skema mobilisasi demobilisasi), berapa tukang dan bahan yang bisa dibawa (skema mobilisasi bahan dan tenaga), bagaimana skema on site (dimana direksi keet, dimana tempat tidur karyawan, dimana naroh bahan, dimana alat parkir dll), dan memutuskan hal hal non teknis penunjang kelancaran proyek (dimana mak warung belanja ke pasar terdekat, termasuk kalau ada hal hal ghaib apa yang harus dilakukan, bertemu dengan kepala kampung, dll)
satu team tuh terdiri dari 10 - 15 an orang. di hutan mereka bisa sampe sebulan kalau emang proyek jalannya diatas 10 km.
jadi ya, mbak Kiki bareng sama mereka.
4. Bu Musrifah
nah, kalau Bu Musrifah ini dosen saya di Untag Samarinda. beliau ini tenaga ahli struktur beton. selain ngelab di sebuah batching plant beliau juga seringkali harus memastikan pengecoran berjalan lancar dan kuat tekan beton memenuhi spesifikasi sampai umur beton genap 28 hari.
jadi ya nggak heran lah kalau bu Musrifah sering banget nongkrong di pinggir mahakam semalaman suntuk nungguin cor site pile dan pilar jembatan yang sistemnya kadang sampe nutup jalur dengan 20 truk ready mix antri karena emang proses pengengecoran kan nggak boleh berhenti.
naik kapal ponton bareng sama crawler crane, truk ready mix lengkap dengan concrete pump menjadi imajinasi masa kecil mereka yang bercita cita menjadi insinyur. bu Musrifah udah khatam pengalaman itu. seorang perempuan.
bu Musrifah juga pasti menjalani peran ganda. sebagai ibu dari 2 anak laki laki yang beranjak remaja adalah takdir beliau saat ini. saya salut banget dengan cara beliau memberi pengertian kepada anaknya ketika harus meninggalkan rumah demi proyek malam malam. nggak jarang juga beliau membawa anaknya kalau pas bener bener anak beliau rewel banget dan pengen ikut.
luar biasa.
jadi itulah perempuan perempuan luar biasa yang harus menjalani tanggungjawab profesi tanpa melupakan peran ganda sebagai ibu dan istri. saya yakin meskipun tidak mudah, pasti ada jalan untuk perempuan perempuan konstruksi diluar sana.
magna-system (dot) net
anyway, saya sekalian mau share pandangan saya ah.
saya nggak menutup mata tentang sentimen bahwa perempuan konstruksi susah jodoh dan melupakan keluarga. tapi saya perhatikan mereka yang nyinyir tingkat akherat kayak gitu biasanya berasal dari mereka yang bukan dari sektor konstruksi. tapi yes, cukup dekat dengan dunia konstruksi. (i don't blame that sector, but the reality scream that)
saya akui banyak perempuan teknik sipil yang nikah tidak pada umur ideal, saya rasa itu pilihan. bukan artinya kita berhak mengeneralisir bahwa perempuan kontruksi susah jodoh. toh banyak juga kok ukhti dan akhwat diluar sana yang nggak kunjung menikah karena proses ta'aruf via proposal belum mempertemukan sama yang cocok.
see ? it's about destiny, not profession.
banyak perempuan yang dulu kuliah teknik sipil setelah menikah lantas jadi ibu rumah tangga. banyak. yang lulus lantas jadi pegawai bank juga banyak. yang jadi PNS apalagi. yang dinyinyiri ilmunya nggak kepake juga lebih banyak lagi.
kemudian agar nyinyiran lebih berimbang dan hawt, ternyata fakta membuktikan bahwa perempuan yang dulu kuliah teknik sipil setelah menikah lantas menjadi pengusaha juga banyak, yang menjadi tenaga ahli sampai ke pelosok negeri juga banyak, yang ekspansi menjadi bos perumahan juga nggak kalah banyak.
memang ya pujian dan nyinyiran pada akhirnya berujung pada fakta yang sama.
saya percaya bahwa apapun yang telah tuhan gariskan pada kita untuk kita jalani tidak ada yang sia sia. pun menjadi perempuan konstruksi, tenaga ahli, lulusan teknik sipil. untuk itu, tegakkan kepalamu, afirmasi, visualisasi, dan rasakan energi kasih sayang tuhan, yakinlah tuhan selalu menyiapkan cerita terbaik untuk hidupmu.
jadilah luar biasa, karena kita perempuan.
Samarinda, 13 Juli 2017
Riffat Akhsan
25 March
kenapa ya kok rata rata mas mas dan mbak mbak insinyur di proyek konstruksi rata rata tas nya besar dan berjenis ransel ? apa apa aja sih yang mereka bawa ?
sebelumnya terima kasih sudah (kembali) mampir ke blog ini, maafkan saya yang jarang ngepost. tolong salahkan jam tidur berantakan, tugas riset tanpa henti, revisi yang datang bagai badai, asistensi yang suka mendadak, serta ujian yang menguras separuh beban hati saya atas segala kudet postingan blog ini.
anyway, kali ini saya mau berbagi what's inside by bag kalau saya lagi ke proyek.
kalau ke proyek tuh tas saya mirip mirip dora yah, soalnya jumlah cewek yang sangat terbatas dan ekpektasi saya yang sangat rendah tentang hal hal kecil namun sangat saya butuhkan akan disediakan oleh kantor saya membuat saya memilih membawa banyak sekali barang di tas saya ke proyek konstruksi yang bahasa kerennya construction site.
apa saja itu ????
1. hand sanitizer dan hand lotion
believe it or not, proyek konstruksi itu sarang kuman banget. bayangkan kamu harus pegang pegang besi yang ntah ada berapa juta kuman di dalamnya atau ketika harus survei kerusakan jalan dan mengukur lubang lubang kerusakan jalan yang sudah terisi oleh air comberan.
bayangkan.....
ya saya masuk jurusan ini nggak boleh sok higienis juga dengan nggak mau sentuhan sama yang kotor kotor padahal hal hal yang kotor, berdebu, dan rumahnya kuman harus dihadapin tiap harinya.
jadi demi menjaga kesehatan tanpa terlihat menye - menye saya selalu pake handsanitizer sebagai ganti cuci tangan pakai sabun yang selalu didengungkan oleh praktisi kesehatan.
tapi pernah lho saya ditanyain "kalau kamu habis kena lumpur, cuci tangannya pake hand sanitizer juga?
ya enggak lah, cuci tangan normal pake air kerja proyek dulu baru habis gitu pake hand sanitizer.
kalau ciwi ciwi hobby dandan selalu pake hand lotion biar tetep lembut kulitnya saya pake hand lotion biar kulit saya nggak terlalu kering jadinya lebih sehat aja gitu.
2. sunblock dan sabun muka
beuh panasnya proyek konstruksi itu bikin kamu belang sebelang zebra (oke ini lebay) tapi seriusan deh mencolok banget ya ampun belang hasil panasan di proyek itu....
trus kulit wajah saya suka perih gitu kalau terus terpapar sinar matahari jadinya sunblock itu selain mencegah belang juga berfungsi biar kulit muka saya nggak perih juga kelamaan terpapar matahari.
kalau sabun muka ini sekalian buat bersihin wajah saya yang emang pabrik minyak juga sekalian buat mendinginkan wajah gitu lho, kadang kan panasnya proyek suka bikin emosi tuh jadinya yaudah saya pake sabun muka biar tensi agak turun dikit.
3. tissue basah dan kering
ini wajib, buat keperluan makan. trus juga buat keringin tangan habis pake hand sanitizer, kadang buat ngelap ingus kalau lagi flu tapi harus tetep ke proyek (huekkkksss)
tissue basah juga berguna kalau kalau partner saya (mas mas engineer yang ganteng ganteng oriental itu) habis ngecek besi trus tangannya kotor dan deseu males cuci tangan.
kadang tissue kering jadi pengganti yang ampuh buat pembungkus gorengan yang higienis.
4. lip balm + pembalut
hal paling susah dan hampir nggak mungkin kamu dapatkan di proyek konstruksi yang berisi mas mas dan bapak adalah pembalut, even mak mak warung adalah perempuan yang saya yakin belum menopause, ya gengsi lah saya mau minta pembalut kalau lagi "dapet" karena mak mak warung pasti dikerubutin sama tukang tukang maupun engineer yang tidak pernah merasa kenyang itu.
tentang lip balm, saya juga nggak yakin mak mak warung proyek bawa lip balm karena beliau kan always on pake gincu merah merona mempesona para tukang dan mandor. karena cuaca proyek yang super panas ( atau karena bibir saya yang sensitif ya ) saya nggak bisa ninggalin lip balm ini kalo lagi di proyek. so, dia selalu ada di tas saya :))
5. meteran tukang
meskipun di kantor pasti ada meteran tukang, tapi kadang meteran tukang kantor tuh kotor dan (dalam beberapa kasus) angkanya udah kabur nggak jelas gitu. jadi saya prefer bawa sendiri aja.
well diluar fakta saya males rebutan meteran sama engineer lain juga sih.
6. pulpen minimal 3 buah, alas kertas, berkas proyek, kalkulator scientific, penggaris besi, milimeter block, jangka sorong.
yak, kotak pensil saya tuh udah ngalah ngalahin ATK kantor saking lengkapnya. pulpen saya pasti bawa minimal 3 buah karena di direksi keet pulpen tuh berasa dimakan, sekali ada yang pinjem pulpen saya maka saya tak harap kembali.
alas kertas biar penulisan angka angka yang ditulis secara manual jelas, seperti yang kita tau sedikit aja pembacaan kita salah di lapangan akan berakibat besar pada perhitungan opname dalam progress report.
berkas proyek oh jelas lah ya harus dibawa, ya gimana mau kerja kalau berkasnya ketinggalan -__-
kalkulator scientific berperan kalau ternyata dalam dokumen perencanaan ada kesalahan penulisan dimensi, yang artinya saya harus ngecek ke hitungan volume yang ada di dokumen MC. kesalahan seperti ini jarang sekali terjadi tapi nggak menutup kemungkinan hal itu terjadi. selain itu kalkulator scientific juga berperan kalau tiba tiba ada rapat proyek yang mengharuskan kita mengukur ulang struktur bangunan yang berbeda dengan perencanaan karena suatu hal di luar dugaan terjadi.
penggaris besi saya pakai untuk mengukur beberapa bagian struktur kalau saya males pake meteran tukang. kalau jangka sorong saya pakai untuk ngecek diameter besi sebelum besi dipotong. dan milimeter block saya bawa untuk kepentingan kalendering dalam proses pemancangan pondasi.
7. mukena + jilbab ganti
meskipun ada masjid/mushala di sekitar lokasi proyek, saya belum pernah menemukan mukena yang nyaman untuk beribadah. terlebih jika lokasi proyek jauh dari masjid/mushala saya seringkali harus shalat di direksi keet sehingga ya mau nggak mau saya harus bawa sendiri.
kadang, lembur sampe bermalam malam di proyek datang tanpa rencana, sehingga mood saya seringkali hancur karena itu. jilbab ganti selalu menjadi pahlawan untuk mengembalikan mood saya yang hancur untuk kembali semangat lembur.
8. air minum 1 liter
saya punya botol minum awet banget yang saya beli dari pertama banget masuk kuliah sampe sekarang, ya memang sih harga botol minumnya cukup lumayan tapi awetnya itu lho sampe sekarang. botol minum itu ukurannya tepat satu liter yang selalu saya bawa kemanapun saya pergi, termasuk ke proyek. jadi satu liter itu ukuran yang pas sih menurut saya, kalau ukuran 600 ml terlalu sedikit dan ukuran 1.5 liter kebanyakan.
9. Handphone + charger + headset + powerbank
kalau ini sih, bukan mbak mbak proyek juga selalu ada di tas sih.
10. flashdisk
untuk berkas proyek yang sifatnya soft file, flashdisk sangat berjasa untuk menyimpan perubahan perubahan yang saya kerjakan maupun yang dikerjakan pihak lain. kalau mendadap harus kerja ya cukup bawa flashdisk satu saya langsung bisa kerja pinjem komputer kantor.
11. jaket hoodie
jaket hoodie ini sifatnya hybird hehehe. kalau panas dia mendinginkan, kalau dingin dia menghangatkan. kayak pacar ya .....
12. Helm proyek (stand by di mobil)
helm proyek menjadi salah satu standar keselamatan dan kesehatan kerja dalam proyek konstruksi, tapi kadang juga berat banget kepala saya kalau pake helm ini. jadi nggak tiap kesempatan sih saya pake helm.
13. kamera
setiap tahap metode pelaksanaan butuh dokumentasi terperinci sampai ke hal hal terkecil, karena ini erat hubungannya kalau kalau di kemudian hari kami harus addendum atau ada complaint dari masyarakat (misal yang rumahnya retak akibat proses pemancangan pondasi dan kemudian meminta ganti rugi). foto juga menjadi satu satunya bukti terkuat jika di belakang hari perusahaan konstruksi harus melakukan arbitrase karena hal yang terjadi selama kegiatan proyek. kamera nggak selalu saya bawa sih, biasanya untuk pekerjaan pekerjaan yang masuk dalam lintasan kritis, kalau lagi santai saya cenderung pake kamera iPhone saja.
jadi, nggak heran kan se-Dora apa tasnya mbak mbak proyek ?
Samarinda, 25 Maret 2017
Riffat Akhsan
sebelumnya terima kasih sudah (kembali) mampir ke blog ini, maafkan saya yang jarang ngepost. tolong salahkan jam tidur berantakan, tugas riset tanpa henti, revisi yang datang bagai badai, asistensi yang suka mendadak, serta ujian yang menguras separuh beban hati saya atas segala kudet postingan blog ini.
anyway, kali ini saya mau berbagi what's inside by bag kalau saya lagi ke proyek.
kalau ke proyek tuh tas saya mirip mirip dora yah, soalnya jumlah cewek yang sangat terbatas dan ekpektasi saya yang sangat rendah tentang hal hal kecil namun sangat saya butuhkan akan disediakan oleh kantor saya membuat saya memilih membawa banyak sekali barang di tas saya ke proyek konstruksi yang bahasa kerennya construction site.
apa saja itu ????
1. hand sanitizer dan hand lotion
believe it or not, proyek konstruksi itu sarang kuman banget. bayangkan kamu harus pegang pegang besi yang ntah ada berapa juta kuman di dalamnya atau ketika harus survei kerusakan jalan dan mengukur lubang lubang kerusakan jalan yang sudah terisi oleh air comberan.
bayangkan.....
ya saya masuk jurusan ini nggak boleh sok higienis juga dengan nggak mau sentuhan sama yang kotor kotor padahal hal hal yang kotor, berdebu, dan rumahnya kuman harus dihadapin tiap harinya.
jadi demi menjaga kesehatan tanpa terlihat menye - menye saya selalu pake handsanitizer sebagai ganti cuci tangan pakai sabun yang selalu didengungkan oleh praktisi kesehatan.
tapi pernah lho saya ditanyain "kalau kamu habis kena lumpur, cuci tangannya pake hand sanitizer juga?
ya enggak lah, cuci tangan normal pake air kerja proyek dulu baru habis gitu pake hand sanitizer.
kalau ciwi ciwi hobby dandan selalu pake hand lotion biar tetep lembut kulitnya saya pake hand lotion biar kulit saya nggak terlalu kering jadinya lebih sehat aja gitu.
2. sunblock dan sabun muka
beuh panasnya proyek konstruksi itu bikin kamu belang sebelang zebra (oke ini lebay) tapi seriusan deh mencolok banget ya ampun belang hasil panasan di proyek itu....
trus kulit wajah saya suka perih gitu kalau terus terpapar sinar matahari jadinya sunblock itu selain mencegah belang juga berfungsi biar kulit muka saya nggak perih juga kelamaan terpapar matahari.
kalau sabun muka ini sekalian buat bersihin wajah saya yang emang pabrik minyak juga sekalian buat mendinginkan wajah gitu lho, kadang kan panasnya proyek suka bikin emosi tuh jadinya yaudah saya pake sabun muka biar tensi agak turun dikit.
3. tissue basah dan kering
ini wajib, buat keperluan makan. trus juga buat keringin tangan habis pake hand sanitizer, kadang buat ngelap ingus kalau lagi flu tapi harus tetep ke proyek (huekkkksss)
tissue basah juga berguna kalau kalau partner saya (mas mas engineer yang ganteng ganteng oriental itu) habis ngecek besi trus tangannya kotor dan deseu males cuci tangan.
kadang tissue kering jadi pengganti yang ampuh buat pembungkus gorengan yang higienis.
4. lip balm + pembalut
hal paling susah dan hampir nggak mungkin kamu dapatkan di proyek konstruksi yang berisi mas mas dan bapak adalah pembalut, even mak mak warung adalah perempuan yang saya yakin belum menopause, ya gengsi lah saya mau minta pembalut kalau lagi "dapet" karena mak mak warung pasti dikerubutin sama tukang tukang maupun engineer yang tidak pernah merasa kenyang itu.
tentang lip balm, saya juga nggak yakin mak mak warung proyek bawa lip balm karena beliau kan always on pake gincu merah merona mempesona para tukang dan mandor. karena cuaca proyek yang super panas ( atau karena bibir saya yang sensitif ya ) saya nggak bisa ninggalin lip balm ini kalo lagi di proyek. so, dia selalu ada di tas saya :))
5. meteran tukang
meskipun di kantor pasti ada meteran tukang, tapi kadang meteran tukang kantor tuh kotor dan (dalam beberapa kasus) angkanya udah kabur nggak jelas gitu. jadi saya prefer bawa sendiri aja.
well diluar fakta saya males rebutan meteran sama engineer lain juga sih.
6. pulpen minimal 3 buah, alas kertas, berkas proyek, kalkulator scientific, penggaris besi, milimeter block, jangka sorong.
yak, kotak pensil saya tuh udah ngalah ngalahin ATK kantor saking lengkapnya. pulpen saya pasti bawa minimal 3 buah karena di direksi keet pulpen tuh berasa dimakan, sekali ada yang pinjem pulpen saya maka saya tak harap kembali.
alas kertas biar penulisan angka angka yang ditulis secara manual jelas, seperti yang kita tau sedikit aja pembacaan kita salah di lapangan akan berakibat besar pada perhitungan opname dalam progress report.
berkas proyek oh jelas lah ya harus dibawa, ya gimana mau kerja kalau berkasnya ketinggalan -__-
kalkulator scientific berperan kalau ternyata dalam dokumen perencanaan ada kesalahan penulisan dimensi, yang artinya saya harus ngecek ke hitungan volume yang ada di dokumen MC. kesalahan seperti ini jarang sekali terjadi tapi nggak menutup kemungkinan hal itu terjadi. selain itu kalkulator scientific juga berperan kalau tiba tiba ada rapat proyek yang mengharuskan kita mengukur ulang struktur bangunan yang berbeda dengan perencanaan karena suatu hal di luar dugaan terjadi.
penggaris besi saya pakai untuk mengukur beberapa bagian struktur kalau saya males pake meteran tukang. kalau jangka sorong saya pakai untuk ngecek diameter besi sebelum besi dipotong. dan milimeter block saya bawa untuk kepentingan kalendering dalam proses pemancangan pondasi.
7. mukena + jilbab ganti
meskipun ada masjid/mushala di sekitar lokasi proyek, saya belum pernah menemukan mukena yang nyaman untuk beribadah. terlebih jika lokasi proyek jauh dari masjid/mushala saya seringkali harus shalat di direksi keet sehingga ya mau nggak mau saya harus bawa sendiri.
kadang, lembur sampe bermalam malam di proyek datang tanpa rencana, sehingga mood saya seringkali hancur karena itu. jilbab ganti selalu menjadi pahlawan untuk mengembalikan mood saya yang hancur untuk kembali semangat lembur.
8. air minum 1 liter
saya punya botol minum awet banget yang saya beli dari pertama banget masuk kuliah sampe sekarang, ya memang sih harga botol minumnya cukup lumayan tapi awetnya itu lho sampe sekarang. botol minum itu ukurannya tepat satu liter yang selalu saya bawa kemanapun saya pergi, termasuk ke proyek. jadi satu liter itu ukuran yang pas sih menurut saya, kalau ukuran 600 ml terlalu sedikit dan ukuran 1.5 liter kebanyakan.
9. Handphone + charger + headset + powerbank
kalau ini sih, bukan mbak mbak proyek juga selalu ada di tas sih.
10. flashdisk
untuk berkas proyek yang sifatnya soft file, flashdisk sangat berjasa untuk menyimpan perubahan perubahan yang saya kerjakan maupun yang dikerjakan pihak lain. kalau mendadap harus kerja ya cukup bawa flashdisk satu saya langsung bisa kerja pinjem komputer kantor.
11. jaket hoodie
jaket hoodie ini sifatnya hybird hehehe. kalau panas dia mendinginkan, kalau dingin dia menghangatkan. kayak pacar ya .....
12. Helm proyek (stand by di mobil)
helm proyek menjadi salah satu standar keselamatan dan kesehatan kerja dalam proyek konstruksi, tapi kadang juga berat banget kepala saya kalau pake helm ini. jadi nggak tiap kesempatan sih saya pake helm.
13. kamera
setiap tahap metode pelaksanaan butuh dokumentasi terperinci sampai ke hal hal terkecil, karena ini erat hubungannya kalau kalau di kemudian hari kami harus addendum atau ada complaint dari masyarakat (misal yang rumahnya retak akibat proses pemancangan pondasi dan kemudian meminta ganti rugi). foto juga menjadi satu satunya bukti terkuat jika di belakang hari perusahaan konstruksi harus melakukan arbitrase karena hal yang terjadi selama kegiatan proyek. kamera nggak selalu saya bawa sih, biasanya untuk pekerjaan pekerjaan yang masuk dalam lintasan kritis, kalau lagi santai saya cenderung pake kamera iPhone saja.
jadi, nggak heran kan se-Dora apa tasnya mbak mbak proyek ?
Samarinda, 25 Maret 2017
Riffat Akhsan
20 February
beberapa waktu yang lalu, saya dimintai tolong oleh orang yang malang melintang pentantang petenteng mengerjakan pekerjaan konstruksi tanpa latar belakang ilmu konstruksi yang mumpuni. bertahun tahun iya nyinyir dengan usia muda saya yang menempati jabatan penanggungjawab teknis sementara kemampuannya sudah diakui oleh tukang tukangnya dari banyaknya bangunan yang ia kerjakan.
heran saya, kenapa kok ya minta tolong ke saya.
rupanya berdasarkan lobby lobby unyu si bapak karena pengalaman konstruksinya yang malang melintang di daerah saya beliau diberi rezeki oleh tuhan berupa proyek mandiri pembangunan saluran irigasi yang nilai fisiknya lumayan.
sayangnya si bapak lupa kalau selama kariernya di dunia konstruksi beliau selalu melaksanakan pembangunan proyek konstruksi yang sudah terlebih dahulu memiliki berkas lengkap seperti (detail engineering design) yang mana tertera jelas dimensi penampang konstruksi sampai ke berapa buah besi tulangan hingga jarak antar tulangan.
sepintas saluran irigasi terlihat hanya seperti "parit" yang biasa dikerjakan oleh si bapak, singkat cerita diambillah proyek mandiri pembangunan irigasi ini.
belakangan si bapak baru sadar bahwa proyek mandiri merupakan proyek swakelola yang mana nilai kontrak meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan pemeliharaan bangunan konstruksi. sangat jauh berbeda dengan proyek proyek yang biasa "dipercayakan" oleh site engineer, site manager, dan project manager, dimana si bapak hanya bertugas melaksanakan sesuai arahan para penanggungjawab proyek.
di titik inilah si bapak menghubungi sekaligus minta tolong ke saya.
jadi beliau minta rumus penentuan dimensi saluran irigasi untuk mulai "merencanakan" proyek yang didapatnya sehingga beliau hanya cukup merubah rubah harga satuan proyek sebelum pengajuan guna validasi dan verifikasi pemenang. (sebagai informasi biasanya proyek seperti ini tidak melalui mekanisme tender)
proyek yang beliau miliki merupakan perencanaan, pelaksanaan, dan pemeliharaan irigasi untuk mengairi sekitar 20 hektar lahan pertanian dengan kala ulang 25 tahun di hulu mahakam
"aku pontang panting cari rumus ini mbak, tolong ya bikinkan excelnya hitung volume itu gimana jadi aku tinggal ganti ganti harga aja. ada fee untuk mbak. tapi nggak besar. tapi lumayanlah. tolong lho mbak"
ketika saya tanya apakah sudah ada shop drawing sehingga saya bisa membayangkan berapa volume galian timbunan dan perhitungan pasangan batu beliau lantas mengirimkan foto lahan kosong. iya saudara saudara anda tidak salah baca, LAHAN KOSONG. katanya mau bangun saluran irigasi disana.
oke disini hati saya udah mulai gemas.
ketika saya tanya apakah sudah ada saluran irigasi eksisting disana beliau mengirimkan foto saluran irigasi dan menyuruh saya menghitung kira kira berapa dimensi saluran dari foto yang ia kirimkan.
pelan pelan saya jelaskan bahwa untuk menentukan dimensi irigasi dengan kala ulang 25 tahun saya harus survei ke lapangan dulu, memetakan lahan pertanian dan persimpangan irigasi, mengetahui berapa curah hujan daerah sana untuk kemudian menghitung debit andalan sehingga akan ketemu berapa dimensi saluran irigasi yang menampung. saya juga butuh tau keberadaan pintu air, bendungan (jika ada), serta sumber air baku terdekat yang akan mengairi lahan tersebut dengan sistem irigasi. lebih jauh saya juga ingin memperjelas irigasi apakah yang akan saya rencanakan (primer, sekunder, atau tersier).
mudahnya saya mundur dari permintaan si bapak karena saya nggak bisa ke mahakam ulu untuk survei proyek lain tanpa seizin kantor saya dan saya males dengan risiko kalau gagal panen akibat banjir pasti perencana irigasinya yang dicari.
rupanya si bapak makin gemas sama saya karena dianggap mempersulit hal yang mudah lantas membentak "mbaknya kok ribet banget sih, saya cuma perlu gimana caranya hitung volume jadi saya tinggal rubah harga kok repot. saya minta file perencanaan irigasi nya mbak aja biar saya pelajari sendiri. saya bangun irigasi ikut proyek juga sudah bertahun tahun kok. mbak masih muda sih jadi nggak tau seberapa banyak pengalaman saya"
karena males cari ribut saya kirimlah salah satu file perencanaan irigasi tersier paling simpel yang saya punya yang kemudian direspon oleh si bapak dengan "mbak, saya nggak butuh perencanaan super ribet kayak punya mbak. saya cuma butuh yang sederhana yang tinggal saya rubah rubah harganya"
dan kemudian saya sudahi percakapan itu dengan menawarkan solusi silahkan bapak mencari orang lain yang bisa memberikan apa yang bapak minta karena saya cuma bisa bantu sampai memberikan salah satu contoh file perencanaan yang pernah saya kerjakan. saya percaya diluar sana (semoga) ada engineer yang lebih handal dari saya yang mampu memberikan bantuan sesuai keinginan si bapak.
Kuliah adalah tentang menyelami cara berpikir profesional.
banyak sekali diluar sana yang terjun dalam bidang konstruksi (dan beberapa) sukses berbisnis konstruksi tanpa harus susah payah menempuh pendidikan teknik sipil. ntah itu lewat sekolah menengah kejuruan, melalui kursus - kursus, ataupun melalui proses trial - error dimana dalam proses ini ungkapan "pengalaman merupakan guru yang amat berharga" benar adanya. ya seperti bapak yang saya ceritakan di atas.
disisi lain, banyak saya temui sarjana teori, mereka yang lulus dengan nilai mengagumkan namun jawaban dari satu meter kubik kayu ulin terdiri dari berapa buah papan saja tidak tahu jawabannya. (ini adalah salah satu pengalaman memalukan yang menjadi bahan tertawaan bos saya dan membuat logistik kantor yang pendidikan terakhirnya SMK pembangunan semakin yakin bahwa kuliah teknik sipil itu tidak penting)
teknik sipil merupakan salah satu dari sedikit program studi paling tua di Indonesia, namun sampai hari ini masih saja banyak perdebatan tentang seberapa besar peran seorang civil engineer dalam proyek pembangunan rumah tipe 36, pembangunan parit plengsengan batu kali, atau dalam proyek pengecoran gang sempit dengan panjang 200 meter yang notabene mereka modal pengalaman mampu mengerjakan itu tanpa gelar insinyur di depan namanya.
banyak ilmu lapangan yang mampu berdiri congkak menampar air mata pengorbanan kuliah teknik sipil.
selamanya lapangan akan butuh para insyinyur sipil, dan selamanya lapangan akan butuh dipimpin oleh insinyur teknik sipil dalam kaitannya dengan tanggung jawab manajemen risiko selama perencanaan, pelaksanaan, dan pemeliharaan proyek konstruksi.
karena kuliah mendidik kita untuk berpikir sesuai keahlian, namun ahli saja tidak akan terbukti bila tidak diuji di lapangan.
hai para insinyur sipil, turunlah ke lapangan untuuk membuktikan "sarjana teori" hanyalah mitos.
Samarinda, 20 Februari 2017
Riffat Akhsan
01 October
berkuliah di dua kampus yang berbeda, ya saya dulu berkuliah teknik sipil di salah satu institut di Surabaya dan kini saya pindah kuliah di salah satu universitas di Samarinda memberikan pengalaman yang nggak jauh jauh beda tentang jurusan teknik sipil pada umumnya.
kebeneran masih musim mahasiswa baru (saya juga mahasiswa baru kok, tapi saya mahasiswa pindahan dengan segala drama konversi transkip nilai saya nggak kelar kelar)
O - Week ? OSPEK ? apaan tuh ? nggak ngerti deh *smirk*
jadi dimanapun kalian kuliah, setidaknya kalian akan banyak sependapat dengan saya, saya mencoba menjawab pertanyaan cepat tentang 10 hal apa yang terlintas di pikiran saya ketika mendengar kata "teknik Sipil" apa saja itu ?
ayo atuh scroll ke bawah....
1. tugas
setiap jurusan pasti ngasih tugas, ya secara lah ya kuliah dua sks dosen ngoceh satu setengah jam itu pasti menghasilkan berlembar lembar tugas yang menyita waktu tidur, nge-mall, hingga waktu nonton drama korea. sungguhlah luar biasa tugas tugas di teknik sipil itu menguras tenaga pikiran, uang buat fotocopy an tanpa akhir, dan waktu.
kamu kamu maba teknik sipil, yang kuat ya ! atcha atcha FIGHTING !
2. hitungan
teknik sipil adalah tentang hitungan, hitungan adalah teknik sipil dan teknik sipil adalah hitungan.
inti dari teknik sipil dalam perhitungan distribusi gaya dari beban dari seluruh arah yang mengenai konstruksi bangunan. entah itu beton, baja, atau kayu.
selain itu teknik sipil dalam tentang perencanaan, pelaksanaan, pemodelan simulasi, dan pengendalian.
dan setiap aspek memiliki hitungan nya sendiri sendiri.
jadi kalau kamu masuk teknik sipil harap pahami bahwa kamu memang harus kuat menghitung, melogika, dan membaca pola.
untuk kelancaran kuliahmu dan pastinya kesehatan jiwa raga.
banyak anak teknik sipil yang saya lihat memaksakan untuk kuliah di major ini padahal dia nggak kuat hitungan, alhasil dia lebih sering berada di kantor himpunan mahasiswa untuk bikin perencanaan nge-bully mahasiswa baru daripada masuk kuliah. alhasil dia baru lulus setelah puluhan semester dengan tugas akhir apa adanya atau malah ada yang drop out
di teknik sipil ada kok mata kuliah teori, tapi teori ini adalah tentang pemahaman konsep.
ya ujung ujung nya hitungan juga sih ~
3. begadang
begadang jangan begadang ~
begadang kalau tiada artinya ~
kalau di teknik sipil satu malam begadang mampu menghasilkan bab terakhir tugas besar.
sebenarnya begadang tuh nggak sering sering juga. tergantung bagaimana kalian memanage waktu dan perasaan aja.
pengalaman saya sih paling enggak dalam satu semester ada hari dimana kita memang harus begadang. biasanya kalau mendekati ujian akhir semester dimana kamu disuruh revisi sama dosen asisten di detik detik terakhir sebelum ujian.
dan dosen asisten yang begitu nggak cuma satu tugas besar aja.
4. proyek
tempat paling afdol penerapan ilmu teknik sipil adalah di proyek. makanya dedek dedek gemes nan menyebalkan sering sekali menolak tawaran mengambil jurusan kuliah di teknik sipil dengan alasan "aku nggak mau kerja panas panas, kerja kasar kasar, jadi tukang"
HEH NGANA PIKIR KITA KITA NGGAK PUNYA KANTOR ADMINISTRASI BER AC ? NGANA PIKIR KITA KULIAH BEGINI SUSAH BUAT JADI TUKANG ? SORRY COY NGANA HARUSNYA CARI INFORMASI DULU SEBELUM DITAWUR SAMA SEANTERO MAKHLUK TEKNIK SIPIL
di proyek memang panas, tapi selalu ada pilihan untuk berteduh atau ngendon di kantor proyek.
atau kalau emang beneran alergi sama panas matahari lulusan teknik sipil bisa kok kerja jadi dosen, kerja jadi PNS di dinas dan kementerian pekerjaan umum, atau agak melenceng dikit bisa juga kerja di bank.
tapi ya kalau mau bener bener ngerti pure nya teknik sipil sih emang harus sering main ke proyek ya ~
5. dosen killer
wah ini mah pasti ada, karena kadang seseorang punya caranya sendiri mengekspresikan kebahagiannya menjadi pengajar mata kuliah dari satu dari beberapa jurusan kuliah tersulit di dunia. dosen killer ? pasti ada, pasti.
di kampus saya di Surabaya dulu ada *ngitung* lima dosen killer, di kampus saya di Samarinda sekarang ada empat dosen killer.
clue nya dosen killer ini nggak jauh dari : analisa struktur, air, tanah, beton.
6. cewek yang sedikit
persoalan tidak seimbangnya perbandingan mahasiswa dengan mahasiswi kayaknya udah jadi rahasia umum deh di jurusan teknik sipil. jangan heran ketika kamu menjadi satu satu nya perempuan di kelas atau satu kelas nggak ada mahasiswi sama sekali. di teknik sipil itu sudah biasa ~
buat ciwi ciwi kece bermental Hermione Jane Granger ini adalah chance membalap prestasi di tengah mayoritas cowok cowok malas namun menjadi penyebab jatuhnya air mata ketika sadar diri bahwa memang laki laki ditakdirkan memiliki 9 akal sementara kalian hanya 1 akal.
kabar bahagianya, cowok cowok ketjeh idola fakultas sebelah (i mean yang non eksakta) bisa kalian temukan padanannya secara cuma cuma bahkan terkesan berceceran di kampus.
tapi jangan salah sangka, kadang ada juga mahasiswi salah jurusan yang sebenarnya dia nggak kuat hitungan tapi memaksakan diri kuliah di jurusan ini yang menyebabkan menentukan mix and match baju buat ke kampus terasa lebih membahagiakan dibandingkan mengerjakan tugas besar mata kuliah.
7. galau skripsi
8. sempat mikir mau pindah jurusan
hidup kadang terasa sulit ya, begitu juga kuliah teknik sipil. saya juga pernah mikir jangan jangan saya ini salah jurusan.
"ah enakan kuliah jurusan _____ (insert a type of major) kayaknya, buktinya mereka selalu cerah ceria gitu wajahnya setiap perkuliahan. nggak kayak anak anak teknik sipil yang wajahnya surem sumpek mikirin tugas besar yang nggak kelar kelar"
beberapa teman teman yang persis meyakini sepertinya akurasi dia salah jurusan mencapai 70% biasanya terlihat menyibukkan diri di bidang organisasi kemahasiswaan, sehingga ada aja alasan nggak masuk kuliah dengan sangkut paut tabrakan jadwal kegiatan.
padahal mah organisasi mahasiswa (harusnya) dirancang tidak menganggu perkuliahan ya, tapi selalu ada jalan bagi mereka yang sudah mulai putus asa di jurusan ini.
bagi yang meyakini dia salah jurusan dengan tingkat akurasi 80% - 90% biasanya MUNTABER a.k.a mundur tanpa berita, di kampus nggak muncul, di tongkrongan nggak muncul, di manapun nggak muncul, dihubungi juga nggak bisa.
ya semacam menghilang ditelan bumi aja gitu ~
bagi yang merasa 100% salah jurusan, kami biasanya menemui mereka sudah resmi menjadi mahasiswa jurusan lain.
sebut saja jurusan arsitektur, jurusan ekonomi, dan fakultas ilmu sosial dan politik ~
9. jadi kontraktor
banyak sekali yang terobsesi pengen cepat kaya dengan jalan menjadi kontraktor sehingga mereka mantap memilih jurusan teknik sipil agar menjadi kontraktor yang resmi dan berfaedah serta sesuai dengan idealisme konstruksi.
tapi kan, teknik sipil bukan hanya tentang menjadi kontraktor ~
banyak banget mereka yang salah kaprah dan berpikir satu satunya jalan karier pengusaha seorang lulusan teknik sipil adalah menjadi kontraktor.
padahal sejatinya lulusan teknik sipil adalah seorang insinyur ahli konstruksi bangunan yang beberapa keahlian nya meliputi merancang, memperhitungkan biaya, serta mengawal pembangunan di lapangan.
lagian, kontraktor juga kalau nggak bener bener teliti dalam perhitungan penawaran juga bisa rugi lho ~
10. ilmu lapangan
yep, ilmu di kampus dengan ilmu di lapangan harus berjalan beriringan karena sifatnya yang melengkapi satu sama lain.
jangan terlalu teoretis juga, jangan terlalu apa kata lapangan juga. as i said before teknik sipil ilmu pasti, proyek konstruksi ilmu hidup
saya menulis ini agar kelyan kelyan semua memahami pandangan utuh dari jurusan ini, instead of apa kata orang orang teknik sipil selayaknya semua hal di dunia hadir dalam keseimbangan.
jadi dengan 10 hal tentang teknik sipil yang saya ceritakan tadi, masih mau kan kuliah di teknik sipil ?
Samarinda, 1 Oktober 2016
Riffat Akhsan
26 July
Juni 2006. sepuluh tahun lalu, saya berangkat ke Jawa Timur untuk melanjutkan pendidikan SMP dan dan SMA di Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang selama enam tahun, kemudian lanjut berkuliah di Teknik Sipil ITATS Surabaya.
sepuluh tahun bukan waktu yang sebentar, sudah banyak pengalaman dan pengajaran yang saya terima. kini, setelah sepuluh tahun, ketika kuliah saya selangkah lagi menuju gerbang kelulusan, saya resmi menerima tawaran pekerjaan di banua etam.
saya kembali ke haribaan banua etam, di dunia yang menjadi passion saya sejak kecil. konstruksi.
saya kembali menjadi blogger dan mbak mbak proyek yang ribet dengan drama korea dan kuliahnya. kembali menjadi bagian di industri digital dari sisi content tulisan.
sudah cukup pengalaman saya manuver ke bidang baru, kini saatnya kembali fokus menatap masa depan dengan konstruksi sebagai runway-nya.
jangan bosan bosan dengan tulisan saya tentang proyek konstruksi ya :))
Bontang, 26 Juli 2016
Riffat Akhsan
20 July
saya tiba tiba teringat pengalaman saya terjun ke lapangan (dunia proyek konstruksi) untuk pertama kali sekitar tahun 2013. wah nggak kerasa sudah berjalan tiga tahun saya terjun sebagai tenaga professional di bidang ini.
waktu itu satu kantor cuekin saya, mereka masih belum yakin bahwa saya serius di bidang ini. dipikir saya cuma main main aja di salah satu perusahaan orang tua saya.
oh sungguh terlalu.
awal awal saya gabung, saya dianggap nggak ada, saya bengong di kantor selama tiga hari padahal kantor lagi hectic, di hari keempat akhirnya saya dikasih kerjaan ngitung struktur dan volume, jam setengah lima sore, tepat tiga puluh menit sebelum jam kantor bubar. kerjaan diminta selesai besok paginya jam 9 - 10 an. terpaksa saya harus lembur pelan pelan mengerjakan yang dimaksud.
keesokan harinya kerjaan saya dikoreksi dan salah semua, kemudian saya (baru) diajarin gimana cara ngitung yang benar sesuai standart kantor (bukan standar anak kuliahan) sambil dimaki maki.
saya masih ingat makian (saya lebih suka menganggap nasihat) yang dilontarkan atasan saya "KAMU TUH MASA NGITUNG PERHITUNGAN DASAR ALA ANAK SD AJA NGGAK BISA, YANG KAMU HITUNG INI KAN TERAPAN AJA.. KUNCINYA YA DI MATEMATIKA DASAR, KAMU NIH GIMANA SIH. BELAJAR MELOGIKA, BELAJAR UNTUK MENJEMBATANI TEORI DI PERKULIAHAN DENGAN KEADAAN DI LAPANGAN, LOGIKA TUH DIPAKE"
keesokan harinya setelah saya sukses mengerjakan tugas kantor dengan benar saya kemudian diajak untuk ikut survey pengukuran lahan, jangan bayangkan survey kami sore sore disaat matahari cerah ceria dengan suasana sejuk. saya stand by sama team udah dari kelar makan siang dan kami baru benar benar berangkat jam 2 siang disaat matahari lagi panas panasnya.
lokasi survey berada di semak semak yang sebagian merupakan rawa, senior saya memilih posisi pengukuran yang agak mending sementara saya jauh masuk ke dalam semak dan rawa sambil nenteng roll meter, pulpen dan kertas untuk menggambar posisi existing dan site plan.
pulang pulang badan saya gatel gatel luar biasa.
di lain kesempatan untuk pertama kalinya saya diajak ke proyek yang sudah selesai proses pematangan lahannya dan siap untuk dibangun. saya diajak untuk ngecek besi apakah sudah sesuai SNI atau belum, plus menghitung kebutuhan besi per section.
saya kagok pake jangka sorong, secara terakhir pake itu di lab fisika jaman SMA. di kampus seingat saya nggak ada ngukur ngukur besi pake jangka sorong karena di lab semua sudah sesuai standart.
lagi lagi saya dimaki "KAMU DULU BISA LULUS SMP GIMANA ? PAKE JANGKA SORONG AJA NGGAK BISA. NGGAK MUNGKIN DULU DI SMP NGGAK DIAJARIN"
ketika sudah berjalan setahun saya di kantor, saya kemudian mulai sering ke proyek untuk lihat metode pelaksanaan, udah bisa kalendering, counting pukulan pancang dan lain sebagainya.
satu hal yang saya perhatikan, ketika pengecoran seringkali sesama pekerja konstruksi berkata kasar satu sama lain, kosakata kebun binatang dan dunia lain menjadi hal yang tidak asing di telinga saya. nggak jarang saya juga kena damprat.
pengecoran merupakan salah satu momen paling menegangkan di proyek konstruksi karena ketika kami gagal cor maka bisa dipastikan seberapa besar kerugian waktu, uang, dan tenaga.
komunikasi di dunia konstruksi memang sekejam itu, disini kunci manajemen risiko keributan di proyek sangat dibutuhkan, cuaca yang sangat panas. pekerjaan yang mendekati deadline, tekanan dari banyak pihak, masalah di lapangan seringkali menjadi pemicu, mengerti bahasa, mengerti teknis, dan menyepakati tenggat adalah wajib hukumnya.
termasuk tidak baper (bawa perasaan) dengan kata kata kasar yang terjadi.
lain dunia konstruksi, lain dunia hospitality yang penuh kata kata manis.
di dunia ini (hospitality) kata kata kasar merupakan pertanda dan ajang baper karena menunjukkan citra diri.
saya masih ingat ketika saya terjun di dunia ini, seorang pelaku UMKM dengan valuasi puluhan juta per bulan hobby sekali nyinyir dan menyindir di status facebook miliknya karena ketidakmampuan ia mengelola manajemen emosi diri sendiri.
"salam jari tengah untuk si kembar, Riffat dan Rusma"
begitu ia pernah menulis di laman status facebook miliknya, status facebook yang mendapat likes dan komen puluhan dari pendukung seakan melegalkan tindakan bak pelaku konstruksi di dunia hospitality.
di lain kesempatan, sindir dan nyinyir keluar dari akun seorang doktor yang juga dosen perguruan tinggi ternama di Surabaya.
di dunia informasi teknologi, pernah ada makian "kalau perusahaan ini nggak maju itu salah kamu". (setahu saya perusahaan nggak maju itu salah team, bukan salah satu atau dua orang)
di dunia sosial media lebih lucu lagi, acapkali tindakan cyber bullying menjadi lumrah dilakukan, tentu diiringi dengan kosakata kebun binatang.
saya jadi bertanya, ini bahasa yang salah atau saya yang baper ya ?
kadang ada perkara berbahasa yang pada tingkat tertentu menjadi dimaklumi seiring dengan situasi dan kondisi, namun pada kenyataan bermasyarakat kita cenderung difensif dengan mengkotak kotakkan sesuatu menurut sisi yang membuat kita terlihat benar.
"halah, gitu aja baper, LEMAH"
adalah salah satu ungkapan difensif karena ketidakmampuan mengatasi baper.
menurut saya baper karena bahasa atau perkataan itu bagus lho, kita jadi mengerti bagaimana harus mengelola perasaan dan memahami bahasa berdasar tingkatannya. dunia konstruksi dengan komunikasi kejamnya, okelah kita maklum dan nggak baper karena (setau pengalaman saya) setelah saling memaki dan tensi proyek sudah turun kami kembali tertawa bersama. namun saya rasa di dunia hospitality, informasi teknologi, dan sosial media. kok ya kurang pantes ngomong kasar begitu, karena hal ini berbeda dengan dunia konstruksi yang kemudian tertawa bersama, dunia ini berlanjut kepada bisik bisik dan saling menghasut serta menjatuhkan.
artinya kata kata kasar merupakan peringatan untuk "perang".
kecerdasan memahami bahasa, satu hal yang saya garisbawahi.
dunia konstruksi mencetak makhluk logika dengan kehati hatian tinggi, yang sayangnya kurang bisa menyampaikan maksud dengan sempurna karena kekurangan kemampuan untuk luwes dalam pergaulan bermasyarakat. jangan baper dengan makhluk ini, ntar rugi sendiri.
dunia hospitality, akademik, dan informasi teknologi. kata kata kasar beserta makian menjadi "sesuatu", disini baper harus banget karena akan membantu kita untuk menilik lagi tentang citra diri, situasi dan kondisi yang terjadi.
dunia berbahasa emang sawang sinawang, harus ada kemampuan manajemen baper dan manajemen emosi serta pengendalian diri yang baik, agar setidaknya kita mampu memahami apa makna tersirat yang sebenarnya mau disampaikan.
mungkin ada juga yang nyinyir dengan tulisan ini seraya berkata "lemah, baperan, gitu aja curhat di blog"
lha memangnya kamu tidak ?
Bontang, 20 Juli 2016
Riffat Akhsan
15 July
"kakak satu depa berapa meter kak ?"
tanya abah saya suatu pagi.
"hah ? emang ukuran itu masih dipake bah ?"
"udah ada konversi pastinya kok kak"
*googling*
"satu depa 1,7 meter bah"
"kalau satu borong berapa meter persegi kak ? luasan maksudnya"
*googling*
"seperenam hektar bah"
"maksud abah berapa kali berapa catchment area nya ?"
"hmm berapa ya.."
"ambil kalkulator sama kertas sana, mana bisa kamu dapat hitungan pasti sambil tiduran dan main hape gitu"
"lagian ngapain pake ukuran gitu sih bah, kan sudah ada SNI"
"ya itu satuan ukuran tanah lokal di Indonesia kak"
jleb jleb jleb
hari ini saya baru mengetahui bahwa teknik sipil tidak mengajarkan ilmu kehidupan pada saya. ukuran tanah ala masyarakat lokal seperti depa, borong, tombak, tampah, ubin, bahu, lupit, iring, paron, sangga, rakit, kesuk, anggar, rantai, dan lain sebagainya merupakan sesuatu yang sudah dipakai masyarakat dulu dalam praktik jual beli tanah.
dalam teknik sipil saya hanya mengetahui kubikasi pasti satuan seperti meter kubik, meter persegi, meter langsam, orang per hari, orang per jam, cycle time produktifitas per hari, dan lain sebagainya.
ya, teknik sipil mengajarkan ilmu pasti konstruksi. tapi lapangan (begitu kami biasa menyebut istilah proyek konstruksi) banyak mengajarkan ilmu hidup pada saya.
di atas langit masih ada langit, adalah ucapan yang sangat benar tentang dunia penuh kaum adam ini. dimana dalam mengaplikasikan ilmu teknik sipil yang saya dapat di perkuliahan harus dijembatani dengan kearifan berpikir sehingga penerapan yang diharapkan di lapangan sesuai dengan standar.
ada banyak ilmu hidup yang saya dapat di konstruksi, ilmu menjelaskan pelan pelan ke tukang berumur empat puluhan tahun yang sudah lama malang melintang di dunia konstruksi bahwa pekerjaan yang dia lakukan harus dibongkar karena ada perubahan posisi sambungan baut, ilmu memahami bahwa proyek konstruksi dengan segala kegiatan dan alat beratnya merupakan tontonan wah yang tidak setiap kali bisa disaksikan warga sekitar, ilmu mengarifi bahwa ada perasaan senioritas minta diorangkan ketika kami memasuki daerah baru pekerjaan infrastruktur.
mungkin scope risky building construction (seperti apartemen), atau land use perumahan (developer) jarang menemukan seperti yang saya tulis karena daerah tersebut cenderung steril dari warga. tapi untuk scope transportation building seperti jalan raya, pelabuhan, jembatan, atau hidro seperti pembangunan air baku, bendungan, saluran drainase, berdampingan dengan masyarakat merupakan makanan sehari hari di proyek.
termasuk memahami bahwa tidak setiap orang teredukasi untuk menggunakan satuan SNI dalam praktik satuan ukuran tanah.
ipk menjulang di jurusan teknik sipil tidak mengajarkan saya bagaimana menguatkan mental berhadapan dengan alam ketika hujan deras padahal posisi pembesian pelat sudah siap cor (teknik sipil tidak mengajarkan dimana mencari pawang hujan, berapa biaya per pekerjaan, dan bagaimana negoisasi dengan si pawang kalau si pawang meminta yang aneh aneh). teknik sipil juga tidak mengajarkan bagaimana cara menguasai diri kalau lagi digosipin sama tukang tukang perihal rekanan tenaga ahli yang naksir, padahal kita harus profesional, teknik sipil juga tidak mengajarkan bagaimana untuk tidak cranky karena PMS bin harus begadang semaleman karena ngecor dan tukang pulang kampung padahal progress report lagi dikebut.
di atas langit masih ada langit, karena ilmu hidup diajarkan tidak mengenal akhir.
ilmu teknik sipil memang luar biasa, tapi ilmu kehidupan di proyek konstruksi tidak kalah menarik untuk terus dipelajari.
termasuk ilmu untuk menerima musim tender besok ditaro di pedalaman kutai timur untuk proyek bendungan ~
Bontang, 15 Juli 2016
Riffat Akhsan
15 April
dunia IT dimana saya bekerja saat ini merupakan sisi lain diri saya, IT memberikan fleksibilitas dimana saya bisa berkreasi dalam mewujudkan mimpi saya. saya suka model bisnis IT ini, karena teknologi selalu menuntut inovasi cerdas dan kreatif dimana kita bisa mengunci resiko dan mengukur sejauh mana kita akan bertanggung jawab. dunia IT lebih fleksibel, luwes pergerakannya dan memungkinkan ekspansi hingga mimpi tergila.
sudah hampir satu tahun saya meninggalkan dunia engineering konstruksi, dunia dimana saya hidup dan dibesarkan. tidak, saya belum pasti menarik diri total dari dunia engineering konstruksi. saya mencintai konstruksi sedalam saya mencintai hidup saya sendiri. masih belum pasti apakah saya benar benar menarik diri total dari dunia konstruksi. toh saya juga masih kuliah dan masih bermimpi menjadi tenaga ahli engineering konstruksi dan bisa memiliki tower saya sendiri.
yah namanya juga cinta, pasti rindu dong. kalo nggak rindu ya rangga.
berikut 10 hal yang saya rindukan dari proyek engineering konstruksi :
1. doa bersama sebelum pemancangan pondasi pertama
dalam konstruksi, apapun proses yang menyertainya selalu diawali dengan doa bersama. tidak terkecuali dalam proses pemancangan. dalam pekerjaan pondasi, pemancangan merupakan tanda pengerjaan proyek sesungguhnya, dan semua elemen konstruksi utamany pemegang pos pos tanggung jawab penting wajib untuk mengikuti doa bersama.
ada suasana haru, tekad untuk membangun bangunan sesuai mutu, dan rasa tanggungjawab bahwa kami adalah bagian dari pembangunan nasional.
2. kalendering
kalendering adalah proses penggambaran grafik pukulan pancang ketika sepuluh meter terakhir pancang ditanam di tanah, proses ini dimaksudkan untuk mengetahui daya dukung tanah di lapangan. apakah sudah sama atau belum dengan perencanaan.
ada sedikit deg deg an ketika proses kalendering ini, bayangkan di atas kepalamu ada pemukul pancang yang memukul dengan keras beserta siraman oli yang kadang kadang mengenai wajah plus hawa panas dari alat pancang semakin menancapkan memori kalendering di ingatan saya.
3. ngecor
laporan mix desain, truk ready mix, concrete pump, slump test, hasil analisa saringan, campuran agregat, kadar air semen, ahhh saya kangen.
4. progress report
laporan hasil kemajuan proyek yang harus dikebut sampai dengan target sekian, kadang harus menyebabkan saya balik ke kantor kelar tarawih di bulan ramadhan, bos saya yang masih suka telpon nagih laporan yang belum dikirim ke email padahal saya udah di ruang tunggu keberangkatan, menunggu penerbangan saya balik ke Surabaya, anggota tim yang masih konsul gambar dan hitungan via chat bahkan ketika saya ngantuk ngantuk dini hari. mereka yang suka ngetawain playlist k-pop yang saya setel memenuhi ruangan kantor, tenaga ahli jembatan saya yang suka karaoke lagunya westlife, they have a placeful memory for me.
5. utak - atik jadwal
bolak balik rubah formula di microsoft project, melototin lintasan kritis, puter akal mensiasati produktifitas biar lintasan kritis nggak broken, balik buka microsoft excel cek kurva S udah sesuai belum penyerapan anggaran. mengangguk pasrah sama tukang yang izin pulang kampung mau panen tanduran, koordinasi dengan sub kontraktor dan supplier, pusing bareg site manager soal laporan kalendering yang masih belum sesuai standar, bingung sama counting pukulan pancang yang masih belum seperti yang diharapkan. i miss the sensation...
6. kegiatan pengecekan
bawa bawa jangka sorong kemana mana buat cek diameter besi, besinya banci atau enggak. cek kebutuhan besi, apa udah semua diantar, apa masih ada yang belum, kalau belum diameter berapa yang belum datang. ditempatkan dimana besinya, untuk besi besi dengan diameter tertentu per 1 lonjor harus dikerjakan sama berapa orang......
kalau tulangan geser (sengkang) sudah terpasang, apa betul jaraknya suda bener, apa ikatan bendratnya sudah pas. apakah ada masalah....
cek bekisting, kapan mau dicor, yang dicor bagian mana. kalau plat seberapa tebal, kalau balok sama kolom sebelah mana dulu. sudah cukup apa enggak zika nya, apa semua bekisting sudah dilumuri solar, selama menunggu 28 hari usia beton tukang bakal ngerjain apa, skema pengecoran seperti apa...
cek pancang, berapa nilai kuat tekan, apa mutu beton sudah memenuhi. bagaimana kalau spun pile masih kurang, yang cukup hanya dengan minipile yang sebelah mana menurut perencana, apakah umur pancang sudah cukup. berapa kedalaman pondasi dibandingkan dengan kedalaman pancang, berapa kali harus dilakukan pengelasan sambungan antar pancang, kalau pemancangan dilakukan di laut casing nya apakah mencukupi, clump shell mampu beroperasi berapa jam, kondisi air laut bagaimana, pontonnya sudah siap apa belum, berapa lama di laut berapa lama di darat, kalau harus memotong pancang berapa titik yang harus dipotong, seberapa panjang pancang yang harus dipotong....
dan bagaimana harus berhadapan dengan rekanan yang keras kepala.....
7. kekeluargaan dan profesionalisme
8. hitungan
hitungan rencana anggaran pelaksanaan, hitungan ulang struktur karena perencana melupakan item tertentu, hitungan ulang proggress report demi menggenjot produktifitas, hitungan ulang harga yang sudah tidak sama dengan kesepakatan awal, hitungan ulang biaya tak terduga, dan segala hitungan hitungan lain.
proyek engineering konstruksi mengajarkan saya : berpikir itu secara analitis dan sistematis, dari hulu ke hilir. berangkat dari mana, melalui proses apa saja, berakhir jadi apa. itu yang memancing tindakan antisipatif, bukan tindakan tanpa hitungan dan ukuran.
9. lembur
kami lembur bisa karena banyak hal, bisa karena cor, bisa karena mengejar progress report, bisa karena laporan administrasi proyek, bisa karena hitungan salah, bisa karena struktur yang dievaluasi, bisa karena revisi, bisa karena addendum...
10. alat berat
tower crane, excavator, bulldozer, roller, grider, alat alat penunjang pekerjaan pengaspalan utamanya metode makadam, batching plan, berapa kubik kapasitas pekerjaan alat berat tersebut dalam sehari, berapa jam operasional mereka, bagaimana manuver, buangan, mana yang harus digali, mana yang harus ditimbun, mana lahan yang harus dibersihkan, berapa liter solar industri yang dipakai dalam setiap pengoperasian, bagaimana biaya ketika parkir, mana pekerjaan yang tidak terganggu dengan si alat berat....
dunia konstruksi adalah dunia yang kaku, statis, terukur, dan sangat linier. sisi diri saya masih menginginkan sebuah pengalaman diluar konstruksi namun jauh ke dalam diri, i love engineering construction so much....
doakan saya segera menjadi tenaga ahli ya :)
Surabaya, 15 April 2016
Riffat Akhsan
21 October
![]() |
| sumber gambar |
saya hidup dari ketidakpastian bisnis karena pengaruh sosial politik ekonomi. ya, dunia konstruksi selalu bergantung pada situasi perekonomian makro mengingat ini menyangkut penggunaan dana miliaran rupiah.
setiap pekerjaan konstruksi dengan nilai kontrak fantastis selalu didahului dengan proses tender. proses penawaran harga per satuan pekerjaan dengan harapan pemenang tender dapat mengerjakan proyek dengan dana seefisien mungkin.
tender konstruksi bagaikan kompetisi, selalu ada para pelaksana proyek (kontraktor) yang bertarung untuk menjadi pemenang, tentunya dengan ketepatan perhitungan harga penawaran. hukum pasti dalam proses tender konstruksi adalah : harus dihitung dengan benar per item pekerjaan, bila salah kerja bakti atau bahkan rugi.
pertarungan tender konstruksi itu keras, ibarat cewek mungkin prosesnya bukan lagi jambak - jambakan. tapi udah level cakar - cakaran berdarah darah.
ada yang menarik dari proses tender ini, mau tender proyek apapun, biasanya lawan tendernya itu itu saja. kadang menang ya kadang juga kalah, rezeki rezekian lah.
luruskan niat, SEMPURNAKAN PROSES, jangan khawatirkan hasil. karena hasil tidak pernah mengkhianati proses yang sempurna.
adalah ungkapan yang sangat benar untuk menggambarkan nasihat bertahan dalam kerasnya pertarungan tender konstruksi.
dalam proses pertarungan tender, setidaknya saya belajar tentang seni menghitung ketepatan langkah, yang sebenarnya kalau kita aplikasikan ke dalam hidup kita hasilnya sangat memudahkan penyelesaian masalah.
volume.
ujung tombak pertarungan tender konstruksi dimulai dari besarnya nilai penawaran yang diajukan. ini berangkat dari volume per item pekerjaan. volume didapat dari gambar rencana proyek konstruksi tersebut. hidup juga sebenarnya begitu, kita pasti diberi "gambar" masalah oleh tuhan, dari gambar tersebut kita akan dapat menentukan "volume" atau besaran dari masalah. dengan begitu kita akan tau garis besar konsep penyelesaian masalah.
produktivitas
produktivitas didapat setelah volume diketahui, produktivitas adalah perhitungan "kemampuan" tenaga dalam pelaksanaan pekerjaan proyek konstruksi. produktivitas membantu memetakan kemampuan tenaga bahan, tenaga alat, dan tenaga manusia dalam penyelesaian target pekerjaan.
produktivitas berarti kemampuan kita dalam menyelesaikan masalah. setelah kita tau seberapa besar masalah yang kita hadapi, kita sebenarnya mampu untuk menghitung kemampuan kita dalam menyelesaikan masalah tersebut. kalau dirasa tidak mampu, kita setidaknya berhasil mengidentifikasi apa penyebab ketidakmampuan kita menyelesaikan masalah tersebut.
durasi.
durasi selalu begandengan tangan dengan produktivitas, produktivitas menentukan besaran durasi penyelesaian pekerjaan. besaran angka produktivitas adalah tetap, tapi pelaksana proyek memiliki kebebasan untuk menentukan besaran durasi waktu penyelesaian pekerjaan. mau durasinya cepat monggo, durasi lambat ya terserah elo...
hidup juga begitu, kita tau besaran masalah, kita tau kemampuan kita dalam menyelesaikan masalah tersebut, dan kita berhak untuk menghitung kapan kira kira kita bisa sukses menyelesaikan dan keluar dari masalah tersebut. semua bisa dihitung, kalau saja kita mau.
langkah (action plan)
ini yang terpenting, pemetaan langkah atau yang biasa dikawinkan dengan metode pelaksanaan. ketepatan langkah didukung dengan metode yang tepat akan membawa kesuksesan pelaksanaan proyek, yang mana kesuksesan pelaksanaan proyek bisa dilihat dari keuntungan dari selisih rencana anggaran biaya dengan rencana anggaran pelaksanaan. ketepatan langkah memimpin kecilnya biaya pelaksanaan. ini penting karena target dari pelaksanaan dan pengelolaan proyek konstruksi adalah tepat waktu, tepat biaya (dapat untung) dan tepat mutu.
kita juga bisa belajar dari seni menghitung ketepatan langkah proyek konstruksi ini. dengan data besaran masalah, kemampuan penyelesaian masalah, dan durasi keluar dari masalah kita bisa menentukan langkah apa yang harus diambil. kapan harus mengambil tindakan, kapan harus bertahan dengan target yang sudah ada. semua bisa dihitung dengan segala resikonya.
lapang dada
kalau ada yang menang tender, pasti ada yang kalah tender
lebih baik kalah tender daripada menang tender tapi trus kena blacklist karena tidak mampu menyelesaikan
hidup juga begitu, hidup selalu memberi hikmah dari setiap masalah. dan hidup selalu membawa arti lebih tentang lapang dada dari setiap masalah yang hadir.
Surabaya, 21 Oktober 2015
Riffat Akhsan
Subscribe to:
Comments (Atom)













Search