Skip to main content

Ini Lho Isi Tasnya Mbak Mbak Proyek


kenapa ya kok rata rata mas mas dan mbak mbak insinyur di proyek konstruksi rata rata tas nya besar dan berjenis ransel ? apa apa aja sih yang mereka bawa ?

sebelumnya terima kasih sudah (kembali) mampir ke blog ini, maafkan saya yang jarang ngepost. tolong salahkan jam tidur berantakan, tugas riset tanpa henti, revisi yang datang bagai badai, asistensi yang suka mendadak, serta ujian yang menguras separuh beban hati saya atas segala kudet postingan blog ini.

anyway, kali ini saya mau berbagi what's inside by bag kalau saya lagi ke proyek.

kalau ke proyek tuh tas saya mirip mirip dora yah, soalnya jumlah cewek yang sangat terbatas dan ekpektasi saya yang sangat rendah tentang hal hal kecil namun sangat saya butuhkan akan disediakan oleh kantor saya membuat saya memilih membawa banyak sekali barang di tas saya ke proyek konstruksi yang bahasa kerennya construction site.

apa saja itu ????

1. hand sanitizer dan hand lotion 

believe it or not, proyek konstruksi itu sarang kuman banget. bayangkan kamu harus pegang pegang besi yang ntah ada berapa juta kuman di dalamnya atau ketika harus survei kerusakan jalan dan mengukur lubang lubang kerusakan jalan yang sudah terisi oleh air comberan.

bayangkan.....

ya saya masuk jurusan ini nggak boleh sok higienis juga dengan nggak mau sentuhan sama yang kotor kotor padahal hal hal yang kotor, berdebu, dan rumahnya kuman harus dihadapin tiap harinya.

jadi demi menjaga kesehatan tanpa terlihat menye - menye saya selalu pake handsanitizer sebagai ganti cuci tangan pakai sabun yang selalu didengungkan oleh praktisi kesehatan.

tapi pernah lho saya ditanyain "kalau kamu habis kena lumpur, cuci tangannya pake hand sanitizer juga?

ya enggak lah, cuci tangan normal pake air kerja proyek dulu baru habis gitu pake hand sanitizer.

kalau ciwi ciwi hobby dandan selalu pake hand lotion biar tetep lembut kulitnya saya pake hand lotion biar kulit saya nggak terlalu kering jadinya lebih sehat aja gitu.

2. sunblock dan sabun muka

beuh panasnya proyek konstruksi itu bikin kamu belang sebelang zebra (oke ini lebay) tapi seriusan deh mencolok banget ya ampun belang hasil panasan di proyek itu....

trus kulit wajah saya suka perih gitu kalau terus terpapar sinar matahari jadinya sunblock itu selain mencegah belang juga berfungsi biar kulit muka saya nggak perih juga kelamaan terpapar matahari.

kalau sabun muka ini sekalian buat bersihin wajah saya yang emang pabrik minyak juga sekalian buat mendinginkan wajah gitu lho, kadang kan panasnya proyek suka bikin emosi tuh jadinya yaudah saya pake sabun muka biar tensi agak turun dikit.

3. tissue basah dan kering
ini wajib, buat keperluan makan. trus juga buat keringin tangan habis pake hand sanitizer, kadang buat ngelap ingus kalau lagi flu tapi harus tetep ke proyek (huekkkksss)

tissue basah juga berguna kalau kalau partner saya (mas mas engineer yang ganteng ganteng oriental itu) habis ngecek besi trus tangannya kotor dan deseu males cuci tangan.

kadang tissue kering jadi pengganti yang ampuh buat pembungkus gorengan yang higienis.    



4. lip balm + pembalut
hal paling susah dan hampir nggak mungkin kamu dapatkan di proyek konstruksi yang berisi mas mas dan bapak adalah pembalut, even mak mak warung adalah perempuan yang saya yakin belum menopause, ya gengsi lah saya mau minta pembalut kalau lagi "dapet" karena mak mak warung pasti dikerubutin sama tukang tukang maupun engineer yang tidak pernah merasa kenyang itu.

tentang lip balm, saya juga nggak yakin mak mak warung proyek bawa lip balm karena beliau kan always on pake gincu merah merona mempesona para tukang dan mandor. karena cuaca proyek yang super panas ( atau karena bibir saya yang sensitif ya ) saya nggak bisa ninggalin lip balm ini kalo lagi di proyek. so, dia selalu ada di tas saya :))

5. meteran tukang
meskipun di kantor pasti ada meteran tukang, tapi kadang meteran tukang kantor tuh kotor dan (dalam beberapa kasus) angkanya udah kabur nggak jelas gitu. jadi saya prefer bawa sendiri aja.

well diluar fakta saya males rebutan meteran sama engineer lain juga sih.

6. pulpen minimal 3 buah, alas kertas, berkas proyek, kalkulator scientific, penggaris besi, milimeter block, jangka sorong.
yak, kotak pensil saya tuh udah ngalah ngalahin ATK kantor saking lengkapnya. pulpen saya pasti bawa minimal 3 buah karena di direksi keet pulpen tuh berasa dimakan, sekali ada yang pinjem pulpen saya maka saya tak harap kembali.

alas kertas biar penulisan angka angka yang ditulis secara manual jelas, seperti yang kita tau sedikit aja pembacaan kita salah di lapangan akan berakibat besar pada perhitungan opname dalam progress report.

berkas proyek oh jelas lah ya harus dibawa, ya gimana mau kerja kalau berkasnya ketinggalan -__-

kalkulator scientific berperan kalau ternyata dalam dokumen perencanaan ada kesalahan penulisan dimensi, yang artinya saya harus ngecek ke hitungan volume yang ada di dokumen MC. kesalahan seperti ini jarang sekali terjadi tapi nggak menutup kemungkinan hal itu terjadi. selain itu kalkulator scientific juga berperan kalau tiba tiba ada rapat proyek yang mengharuskan kita mengukur ulang struktur bangunan yang berbeda dengan perencanaan karena suatu hal di luar dugaan terjadi.

penggaris besi saya pakai untuk mengukur beberapa bagian struktur kalau saya males pake meteran tukang. kalau jangka sorong saya pakai untuk ngecek diameter besi sebelum besi dipotong. dan milimeter block saya bawa untuk kepentingan kalendering dalam proses pemancangan pondasi.   

7.  mukena + jilbab ganti
meskipun ada masjid/mushala di sekitar lokasi proyek, saya belum pernah menemukan mukena yang nyaman untuk beribadah. terlebih jika lokasi proyek jauh dari masjid/mushala saya seringkali harus shalat di direksi keet sehingga ya mau nggak mau saya harus bawa sendiri.

kadang, lembur sampe bermalam malam di proyek datang tanpa rencana, sehingga mood saya seringkali hancur karena itu. jilbab ganti selalu menjadi pahlawan untuk mengembalikan mood saya yang hancur untuk kembali semangat lembur.

8. air minum 1 liter
saya punya botol minum awet banget yang saya beli dari pertama banget masuk kuliah sampe sekarang, ya memang sih harga botol minumnya cukup lumayan tapi awetnya itu lho sampe sekarang. botol minum itu ukurannya tepat satu liter yang selalu saya bawa kemanapun saya pergi, termasuk ke proyek. jadi satu liter itu ukuran yang pas sih menurut saya, kalau ukuran 600 ml terlalu sedikit dan ukuran 1.5 liter kebanyakan.

9. Handphone + charger + headset + powerbank
kalau ini sih, bukan mbak mbak proyek juga selalu ada di tas sih.

10. flashdisk
untuk berkas proyek yang sifatnya soft file, flashdisk sangat berjasa untuk menyimpan perubahan perubahan yang saya kerjakan maupun yang dikerjakan pihak lain. kalau mendadap harus kerja ya cukup bawa flashdisk satu saya langsung bisa kerja pinjem komputer kantor.

11.  jaket hoodie
jaket hoodie ini sifatnya hybird hehehe. kalau panas dia mendinginkan, kalau dingin  dia menghangatkan. kayak pacar ya .....

12. Helm proyek (stand by di mobil) 
helm proyek menjadi salah satu standar keselamatan dan kesehatan kerja dalam proyek konstruksi, tapi kadang juga berat banget kepala saya kalau pake helm ini. jadi nggak tiap kesempatan sih saya pake helm.



13. kamera
setiap tahap metode pelaksanaan butuh dokumentasi terperinci sampai ke hal hal terkecil, karena ini erat hubungannya kalau kalau di kemudian hari kami harus addendum atau ada complaint dari masyarakat (misal yang rumahnya retak akibat proses pemancangan pondasi dan kemudian meminta ganti rugi). foto juga menjadi satu satunya bukti terkuat jika di belakang hari perusahaan konstruksi harus melakukan arbitrase karena hal yang terjadi selama kegiatan proyek. kamera nggak selalu saya bawa sih, biasanya untuk pekerjaan pekerjaan yang masuk dalam lintasan kritis, kalau lagi santai saya cenderung pake kamera iPhone saja.

jadi, nggak heran kan se-Dora apa tasnya mbak mbak proyek ?





Samarinda, 25 Maret 2017



Riffat Akhsan

Comments

Popular posts from this blog

Hong Kong Day 3: Mengagumi Hong Kong Secara Pelan-Pelan

Halo, terima kasih untuk kamu yang kembali ke sini. kisah tentang Hong Kong sengaja saya ceritakan per hari, agar saya juga mengingat dengan syukur bahwa doa saya terkabul. bahwa mimpi saya terwujud. cuaca saat itu bagus (tidak terjadi thypoon). udara juga cocok untuk saya (pertengahan musim semi). dan semoga, kamu juga bisa meginjakkan kaki ke Hong Kong. Hari Ketiga di Hong Kong adalah harinya slow down. karena saya harus mengatur energi saya dengan baik. hari pertama dan kedua udah dar der dor banget. hari ketiga saya usahakan pace nya lebih lambat. di hari ketiga ini pula saya hanya jalan-jalan berdua dengan Fatimah. karena, Annisa ke Disneyland. KFC Wan Chai dan Jalan Masuk Menuju Wan Chai Market perjalanan kami mulai dari KFC Wan Chai sebagai tujuan sarapan. KFC ini adalah cabang KFC halal terdekat dari apartment, lokasinya persis di depan tram station. ternyata, menu yang ready saat itu baru menu - menu light meal ala KFC seperti sup krim dan omelette. sementara saya dan Fatimah ...

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Beryl’s Jalan Panggong Outlet - Kuala Lumpur

  "Riffat, ayo makan buah cokelat"  waktu itu dia petik buah kakao itu, dibukanya, dan disodorkan ke saya "buah cokelat" versi dia.  buah cokelat yang dalam kenyataannya adalah biji kakao. saya masih ingat, rasanya manis dan ada hint pahit. teksturnya seperti buah sirsak versi lebih padat.   rasanya itu adalah awal mula ketertarikan saya dengan cokelat. tetangga saya yang punya pohon kakao di rumahnya.  setelah pengalaman memakan biji kakao mentah itu, perjalanan saya dengan cokelat tidak jauh - jauh dari merek Silverqueen dan Toblerone. trus waktu abah saya pulang dari luar negeri, saya baru tau ada merek cokelat bernama Cadburry. sisanya, ya cokelat ayam murah yang lengket di lidah. lalu, suatu hari saya berkesempatan mengunjungi outlet cokelat ini di Kuala Lumpur. ini bukan sekedar outlet, dia punya costumer experience style yang memberikan transfer knowledge tentang proses bean to bar mulai dari biji kakao sampai ke bentuk akhir cokelat siap makan. mung...