teknik sipil

18 August

 

hari ini sedih sekali saya membaca DM instagram seorang mahasiswa teknik sipil yang pindah ke jurusan akuntansi karena tidak tahan dibully "teknik sipil adalah sekolah tukang". 

Life After Graduation : Being Civil Engineer

rasanya sudah lama saya tidak menulis tentang teknik sipil. maka Direct Message hari ini rasanya cukup untuk memancing saya bercerita karir setelah mendapatkan gelar ST / B.Eng dari program studi teknik sipil.

karir teknik sipil saya bagi menjadi tiga. Kantor, Lapangan, dan Lainnya.

sebagai informasi, kantor saya bergerak di bidang consulting. jadi mungkin penjelasan saya akan lebih cenderung ke sana.

Teknik Sipil yang Berkarir di Kantor

karir ini berfokus pada pengendalian biaya dan administrasi kontrak proyek konstruksi.

saya adalah salah satu insan konstruksi yang berkarir di sini.

karir saya dimulai dari menjadi tenaga administrasi lapangan (ketika masih belum lulus kuliah). kemudian tepat setelah ijazah sarjana teknik sipil saya keluar, saya naik menjadi Project Office Manager (menangani satu paket pekerjaan dengan lima ruas jalan, termasuk jalan tol), dan kini menjadi Project Manager Wilayah (menangani seluruh proyek dalam wilayah bumi etam)

dari awal, saya memang ditakdirkan untuk menangani administrasi kayaknya.

di kantor sendiri saya punya satu staff dan satu helper yang juga bertugas membantu Project Manager wilayah lain.

berada di posisi ini hampir tidak pernah turun ke lapangan. biasanya kami turun hanya pada saat penyerahan lapangan, provisional hand over, final hand over, terdapat eskalasi proyek, atau ketika proyek mengalami contract change order yang mengarah pada kemungkinan terjadinya addendum.

Teknik Sipil yang Berkarir di Lapangan / Project Site Operation

karir ini berfokus pada pengendalian mutu dan waktu proyek konstruksi.

karir jenis ini adalah karir dengan pendapatan tertinggi bahkan untuk mereka yang baru lulus. tidak seperti karir di kantor yang harus jadi manager dulu untuk bisa foya - foya, gaji berkarir di proyek bagi sarjana teknik sipil sudah bisa membuat mereka ngelamar anak orang padahal belum setahun kerja.

jabatan mereka apa ? untuk mereka yang baru lulus umumnya ada tiga : inspector (pengawas teknik),  surveyor (pengawas kuantitas), dan lab technician (pengawas kualitas). 

jika sudah memiliki pengalaman konsisten selama lima tahun (dibuktikan dengan surat referensi proyek dan perhitungan evaluasi personil) maka kamu bisa mengajukan Sertifikasi Keterangan Ahli dari asosiasi terakreditasi. jika memiliki ini, maka SKA mu akan menaikkan taraf hidupmu dengan gaji menyentuh double digit dan tanggungjawab problem solving. umumnya jabatan di level madya ini adalah Chief Inspector (punya asisten bernama inspector). Quality Engineer (punya asisten bernama inspector dan lab technician). Inspection Engineer/Quantity Engineer (punya asisten bernama inspector dan surveyor). serta Health Safety Environment (Ahli K3 Konstruksi dan Lingkungan). jabatan HSE ini memang tidak memiliki asisten, tapi ia punya kewenangan untuk mengeluarkan surat teguran yang sering kita sebut dengan istilah Site Instruction. 

jabatan madya dengan SKA ini seperti anggur, makin banyak umur karir maka makin tinggi value mereka dalam proses pemilihan proyek. karena nama mereka sudah dimasukkan ke dalam struktur organisasi proyek bahkan sejak proses tender. sehingga keberadaan mereka selalu dicari. apalagi data menunjukkan kalau Indonesia masih sangat kekurangan tenaga ahli konstruksi tersertifikasi.

terakhir, puncak tertinggi karir di lapangan : Supervision Engineer/Site Engineer/Site Manager/General Superintendent.

butuh setidaknya pengalaman minimal sepuluh tahun berada di level madya untuk ada di posisi ini. mereka yang berada di titik ini adalah para tenaga ahli utama yang bergaji dua kali lipat jabatan madya. mereka ini adalah presiden nya project site. mereka sudah tidak sering lagi ke lapangan. karena fokus mengurus laporan, jadwal, dan komunikasi dengan pihak - pihak terkait. mereka baru turun ke lapangan ketika monitoring bulanan atau ketika proyek berada dalam situasi kritis. mereka hadir untuk menyelesaikan masalah yang tidak bisa diselesaikan para ahli madya.

Teknik Sipil yang Berkarir di Laboratorium / Kampus


yang begini contohnya sahabat saya : Fey. dia berangkat dari asisten lab tanah. trus naik jadi kepala lab. trus sekarang lagi siapin beasiswa lanjut sekolah. karena evidence based cases yang dia dapat selama kerja di lab ngebantu banget memperkaya essay nya dia sehingga dia bisa lanjut sekolah dan karirnya menjadi dosen / staf khusus bupati/ staf ahli pemerintah jadi terbuka lebar.

Teknik Sipil yang Berkarir di Sektor Lainnya


pilihan karir di sektor lain selain konstruksi itu banyak. mulai dari yang masih "dekat" seperti survey, pertanahan, supplier bahan teknologi konstruksi, perencanaan wilayah dan kota, tim rancang pembangunan daerah. sampai yang agak jauh seperti kerja di bank sebagai petugas appraisal kredit rumah, kerja di kejaksaan sebagai tim pengawas konstruksi, kerja di BPKP sebagai auditor pembangunan, sampai menjadi gamer pro the sims.


***

tidak mungkin kamu sekolah mahal - mahal susah - susah nangis - nangis kalau ternyata lulus bukan jadi kalangan terdidik dengan skill spesifik. jadi, jangan gampang termakan dengan stigma atas jurusan teknik sipil ya !

sampai di sini dulu tulisan saya, terima kasih sudah membaca.





Balikpapan, 18 Agustus 2021




Riffat Akhsan -- yang sudah menyiapkan diri dengan skenario turun ke lapangan kalau hasil test seluruh anggota timnya positif COVID-19









13 July

builder (dot) mn

postingan ini sebenarnya postingan menghibur hati menyusul kabar penempatan saya untuk suatu proyek multi years salah satu infrastruktur di pedalaman Kalimantan Timur.

berbicara tentang perempuan selalu menarik, proyek juga begitu. kalau saja subjek dalam tulisan ini adalah seorang Adam, maka semua jadi "ya sudahlah ya, kan sudah seharusnya". tapi lain dengan perempuan. butuh dedikasi, konsistensi, dan persistensi untuk bertahan dan memimpin dalam jagad konstruksi.

kita inspiratif, karena kita perempuan.

berikut perempuan perempuan konstruksi inspirasi saya.


1. tante wati
beliau adalah insinyur teknik sipil perempuan pertama dalam hidup saya. waktu itu saya masih umur 4 tahun rasanya. saya main ke kantor abah saya karena penasaran kata abah di kantor abah ngitung pasir sama batu tapi yang saya lihat hanya kertas bertebaran dan meja serta staff yang sibuk.

tante Wati ini usil banget sama saya. tapi waktu saya perhatikan beliau kerja, kelihatan serius dan profesional sekali. mungkin tante Wati sedikit banyak mempengaruhi alam bawah sadar saya tentang menjadi workaholic dan profesional bekerja meskipun cewek sendirian.

2. Bu Rani
bu Rani ini dosen saya waktu saya kuliah di ITATS Surabaya. beliau ini langganan jadi team leader pengaspalan jalan arteri primer di Surabaya - Sidoarjo. tau sendiri kan ya ramainya jalan arteri di kedua kota itu kayak gimana. nah berdasarkan peraturan menteri PU yang menyebutkan bahwa untuk jalan arteri primer hanya boleh dilakukan pelaksanaan proyek terkait jalan mulai dari jam 10 malam sampai jam 4 pagi.

nah bu Rani ini seringkali harus nongkrongin pengaspalan jalan di jam segitu, begadang biar nggak ada yang nakal nyolong best cost tebal perkerasan jalan.

beliau ini dosen paling supel yang pernah saya temui, di awal awal kuliah teknik sipil saya kan pernah down sama cowok cowok yang kadang suka curang soal tugas. saya kan jadinya sedih banget huhuhu.

bu Rani ini ibu anak 1, anak beliau cewek. dan saya perhatikan beliau selalu punya cara untuk quality time kayak ciwi ciwi stuff gitulah dengan anak beliau sesibuk apapun beliau.

3. Mbak Kiki
mbak Kiki ini kakak kelas saya di kampus. tapi udah lulus. nah mbak Kiki ini satu satunya surveyor perempuan di kantornya. nah kantor mbak Kiki ini spesialis pelaksanaan pekerjaan jalan raya. tapi jalan rayanya pure yang buka hutan. bukan ngelanjut jalan lingkungan gitu. jadi ya gitu, keluar masuk hutan yang katanya kerjaan cowok cowok dikerjakannya sama mbak Kiki.

jadi kan sebelum proyek dilaksanakan, harus ada team yang ke lokasi proyek untuk ngecek kondisi real lapangan. team ini terdiri dari drafter, surveyor deskripsi, surveyor pemetaan lahan, koordinator logistik, operator alat, pimpinan proyek dll

team ini bertugas untuk merancang teknis proyek, mulai dari alat apa saja yang dibawa ke proyek (jenis, type, kapasitas, sampai skema mobilisasi demobilisasi), berapa tukang dan bahan yang bisa dibawa (skema mobilisasi bahan dan tenaga), bagaimana skema on site (dimana direksi keet, dimana tempat tidur karyawan, dimana naroh bahan, dimana alat parkir dll), dan memutuskan hal hal non teknis penunjang kelancaran proyek (dimana mak warung belanja ke pasar terdekat, termasuk kalau ada hal hal ghaib apa yang harus dilakukan, bertemu dengan kepala kampung, dll)

satu team tuh terdiri dari 10 - 15 an orang. di hutan mereka bisa sampe sebulan kalau emang proyek jalannya diatas 10 km.

jadi ya, mbak Kiki bareng sama mereka.

4. Bu Musrifah
nah, kalau Bu Musrifah ini dosen saya di Untag Samarinda. beliau ini tenaga ahli struktur beton. selain ngelab di sebuah batching plant beliau juga seringkali harus memastikan pengecoran berjalan lancar dan kuat tekan beton memenuhi spesifikasi sampai umur beton genap 28 hari.

jadi ya nggak heran lah kalau bu Musrifah sering banget nongkrong di pinggir mahakam semalaman suntuk nungguin cor site pile dan pilar jembatan yang sistemnya kadang sampe nutup jalur dengan 20 truk ready mix antri karena emang proses pengengecoran kan nggak boleh berhenti.

naik kapal ponton bareng sama crawler crane, truk ready mix lengkap dengan concrete pump menjadi imajinasi masa kecil mereka yang bercita cita menjadi insinyur. bu Musrifah udah khatam pengalaman itu. seorang perempuan.  

bu Musrifah juga pasti menjalani peran ganda. sebagai ibu dari 2 anak laki laki yang beranjak remaja adalah takdir beliau saat ini. saya salut banget dengan cara beliau memberi pengertian kepada anaknya ketika harus meninggalkan rumah demi proyek malam malam. nggak jarang juga beliau membawa anaknya kalau pas bener bener anak beliau rewel banget dan pengen ikut.

luar biasa.

jadi itulah perempuan perempuan luar biasa yang harus menjalani tanggungjawab profesi tanpa melupakan peran ganda sebagai ibu dan istri. saya yakin meskipun tidak mudah, pasti ada jalan untuk perempuan perempuan konstruksi diluar sana.

magna-system (dot) net

anyway, saya sekalian mau share pandangan saya ah.

saya nggak menutup mata tentang sentimen bahwa perempuan konstruksi susah jodoh dan melupakan keluarga. tapi saya perhatikan mereka yang nyinyir tingkat akherat kayak gitu biasanya berasal dari mereka yang bukan dari sektor konstruksi. tapi yes, cukup dekat dengan dunia konstruksi. (i don't blame that sector, but the reality scream that)

saya akui banyak perempuan teknik sipil yang nikah tidak pada umur ideal, saya rasa itu pilihan. bukan artinya kita berhak mengeneralisir bahwa perempuan kontruksi susah jodoh. toh banyak juga kok ukhti dan akhwat diluar sana yang nggak kunjung menikah karena proses ta'aruf via proposal belum mempertemukan sama yang cocok.

see ? it's about destiny, not profession.

banyak perempuan yang dulu kuliah teknik sipil setelah menikah lantas jadi ibu rumah tangga. banyak. yang lulus lantas jadi pegawai bank juga banyak. yang jadi PNS apalagi. yang dinyinyiri ilmunya nggak kepake juga lebih banyak lagi.

kemudian agar nyinyiran lebih berimbang dan hawt, ternyata fakta membuktikan bahwa perempuan yang dulu kuliah teknik sipil setelah menikah lantas menjadi pengusaha juga banyak, yang menjadi tenaga ahli sampai ke pelosok negeri juga banyak, yang ekspansi menjadi bos perumahan juga nggak kalah banyak.

memang ya pujian dan nyinyiran pada akhirnya berujung pada fakta yang sama.

saya percaya bahwa apapun yang telah tuhan gariskan pada kita untuk kita jalani tidak ada yang sia sia. pun menjadi perempuan konstruksi, tenaga ahli, lulusan teknik sipil. untuk itu, tegakkan kepalamu, afirmasi, visualisasi, dan rasakan energi kasih sayang tuhan, yakinlah tuhan selalu menyiapkan cerita terbaik untuk hidupmu.

jadilah luar biasa, karena kita perempuan.


Samarinda, 13 Juli 2017




Riffat Akhsan

25 March


kenapa ya kok rata rata mas mas dan mbak mbak insinyur di proyek konstruksi rata rata tas nya besar dan berjenis ransel ? apa apa aja sih yang mereka bawa ?

sebelumnya terima kasih sudah (kembali) mampir ke blog ini, maafkan saya yang jarang ngepost. tolong salahkan jam tidur berantakan, tugas riset tanpa henti, revisi yang datang bagai badai, asistensi yang suka mendadak, serta ujian yang menguras separuh beban hati saya atas segala kudet postingan blog ini.

anyway, kali ini saya mau berbagi what's inside by bag kalau saya lagi ke proyek.

kalau ke proyek tuh tas saya mirip mirip dora yah, soalnya jumlah cewek yang sangat terbatas dan ekpektasi saya yang sangat rendah tentang hal hal kecil namun sangat saya butuhkan akan disediakan oleh kantor saya membuat saya memilih membawa banyak sekali barang di tas saya ke proyek konstruksi yang bahasa kerennya construction site.

apa saja itu ????

1. hand sanitizer dan hand lotion 

believe it or not, proyek konstruksi itu sarang kuman banget. bayangkan kamu harus pegang pegang besi yang ntah ada berapa juta kuman di dalamnya atau ketika harus survei kerusakan jalan dan mengukur lubang lubang kerusakan jalan yang sudah terisi oleh air comberan.

bayangkan.....

ya saya masuk jurusan ini nggak boleh sok higienis juga dengan nggak mau sentuhan sama yang kotor kotor padahal hal hal yang kotor, berdebu, dan rumahnya kuman harus dihadapin tiap harinya.

jadi demi menjaga kesehatan tanpa terlihat menye - menye saya selalu pake handsanitizer sebagai ganti cuci tangan pakai sabun yang selalu didengungkan oleh praktisi kesehatan.

tapi pernah lho saya ditanyain "kalau kamu habis kena lumpur, cuci tangannya pake hand sanitizer juga?

ya enggak lah, cuci tangan normal pake air kerja proyek dulu baru habis gitu pake hand sanitizer.

kalau ciwi ciwi hobby dandan selalu pake hand lotion biar tetep lembut kulitnya saya pake hand lotion biar kulit saya nggak terlalu kering jadinya lebih sehat aja gitu.

2. sunblock dan sabun muka

beuh panasnya proyek konstruksi itu bikin kamu belang sebelang zebra (oke ini lebay) tapi seriusan deh mencolok banget ya ampun belang hasil panasan di proyek itu....

trus kulit wajah saya suka perih gitu kalau terus terpapar sinar matahari jadinya sunblock itu selain mencegah belang juga berfungsi biar kulit muka saya nggak perih juga kelamaan terpapar matahari.

kalau sabun muka ini sekalian buat bersihin wajah saya yang emang pabrik minyak juga sekalian buat mendinginkan wajah gitu lho, kadang kan panasnya proyek suka bikin emosi tuh jadinya yaudah saya pake sabun muka biar tensi agak turun dikit.

3. tissue basah dan kering
ini wajib, buat keperluan makan. trus juga buat keringin tangan habis pake hand sanitizer, kadang buat ngelap ingus kalau lagi flu tapi harus tetep ke proyek (huekkkksss)

tissue basah juga berguna kalau kalau partner saya (mas mas engineer yang ganteng ganteng oriental itu) habis ngecek besi trus tangannya kotor dan deseu males cuci tangan.

kadang tissue kering jadi pengganti yang ampuh buat pembungkus gorengan yang higienis.    



4. lip balm + pembalut
hal paling susah dan hampir nggak mungkin kamu dapatkan di proyek konstruksi yang berisi mas mas dan bapak adalah pembalut, even mak mak warung adalah perempuan yang saya yakin belum menopause, ya gengsi lah saya mau minta pembalut kalau lagi "dapet" karena mak mak warung pasti dikerubutin sama tukang tukang maupun engineer yang tidak pernah merasa kenyang itu.

tentang lip balm, saya juga nggak yakin mak mak warung proyek bawa lip balm karena beliau kan always on pake gincu merah merona mempesona para tukang dan mandor. karena cuaca proyek yang super panas ( atau karena bibir saya yang sensitif ya ) saya nggak bisa ninggalin lip balm ini kalo lagi di proyek. so, dia selalu ada di tas saya :))

5. meteran tukang
meskipun di kantor pasti ada meteran tukang, tapi kadang meteran tukang kantor tuh kotor dan (dalam beberapa kasus) angkanya udah kabur nggak jelas gitu. jadi saya prefer bawa sendiri aja.

well diluar fakta saya males rebutan meteran sama engineer lain juga sih.

6. pulpen minimal 3 buah, alas kertas, berkas proyek, kalkulator scientific, penggaris besi, milimeter block, jangka sorong.
yak, kotak pensil saya tuh udah ngalah ngalahin ATK kantor saking lengkapnya. pulpen saya pasti bawa minimal 3 buah karena di direksi keet pulpen tuh berasa dimakan, sekali ada yang pinjem pulpen saya maka saya tak harap kembali.

alas kertas biar penulisan angka angka yang ditulis secara manual jelas, seperti yang kita tau sedikit aja pembacaan kita salah di lapangan akan berakibat besar pada perhitungan opname dalam progress report.

berkas proyek oh jelas lah ya harus dibawa, ya gimana mau kerja kalau berkasnya ketinggalan -__-

kalkulator scientific berperan kalau ternyata dalam dokumen perencanaan ada kesalahan penulisan dimensi, yang artinya saya harus ngecek ke hitungan volume yang ada di dokumen MC. kesalahan seperti ini jarang sekali terjadi tapi nggak menutup kemungkinan hal itu terjadi. selain itu kalkulator scientific juga berperan kalau tiba tiba ada rapat proyek yang mengharuskan kita mengukur ulang struktur bangunan yang berbeda dengan perencanaan karena suatu hal di luar dugaan terjadi.

penggaris besi saya pakai untuk mengukur beberapa bagian struktur kalau saya males pake meteran tukang. kalau jangka sorong saya pakai untuk ngecek diameter besi sebelum besi dipotong. dan milimeter block saya bawa untuk kepentingan kalendering dalam proses pemancangan pondasi.   

7.  mukena + jilbab ganti
meskipun ada masjid/mushala di sekitar lokasi proyek, saya belum pernah menemukan mukena yang nyaman untuk beribadah. terlebih jika lokasi proyek jauh dari masjid/mushala saya seringkali harus shalat di direksi keet sehingga ya mau nggak mau saya harus bawa sendiri.

kadang, lembur sampe bermalam malam di proyek datang tanpa rencana, sehingga mood saya seringkali hancur karena itu. jilbab ganti selalu menjadi pahlawan untuk mengembalikan mood saya yang hancur untuk kembali semangat lembur.

8. air minum 1 liter
saya punya botol minum awet banget yang saya beli dari pertama banget masuk kuliah sampe sekarang, ya memang sih harga botol minumnya cukup lumayan tapi awetnya itu lho sampe sekarang. botol minum itu ukurannya tepat satu liter yang selalu saya bawa kemanapun saya pergi, termasuk ke proyek. jadi satu liter itu ukuran yang pas sih menurut saya, kalau ukuran 600 ml terlalu sedikit dan ukuran 1.5 liter kebanyakan.

9. Handphone + charger + headset + powerbank
kalau ini sih, bukan mbak mbak proyek juga selalu ada di tas sih.

10. flashdisk
untuk berkas proyek yang sifatnya soft file, flashdisk sangat berjasa untuk menyimpan perubahan perubahan yang saya kerjakan maupun yang dikerjakan pihak lain. kalau mendadap harus kerja ya cukup bawa flashdisk satu saya langsung bisa kerja pinjem komputer kantor.

11.  jaket hoodie
jaket hoodie ini sifatnya hybird hehehe. kalau panas dia mendinginkan, kalau dingin  dia menghangatkan. kayak pacar ya .....

12. Helm proyek (stand by di mobil) 
helm proyek menjadi salah satu standar keselamatan dan kesehatan kerja dalam proyek konstruksi, tapi kadang juga berat banget kepala saya kalau pake helm ini. jadi nggak tiap kesempatan sih saya pake helm.



13. kamera
setiap tahap metode pelaksanaan butuh dokumentasi terperinci sampai ke hal hal terkecil, karena ini erat hubungannya kalau kalau di kemudian hari kami harus addendum atau ada complaint dari masyarakat (misal yang rumahnya retak akibat proses pemancangan pondasi dan kemudian meminta ganti rugi). foto juga menjadi satu satunya bukti terkuat jika di belakang hari perusahaan konstruksi harus melakukan arbitrase karena hal yang terjadi selama kegiatan proyek. kamera nggak selalu saya bawa sih, biasanya untuk pekerjaan pekerjaan yang masuk dalam lintasan kritis, kalau lagi santai saya cenderung pake kamera iPhone saja.

jadi, nggak heran kan se-Dora apa tasnya mbak mbak proyek ?





Samarinda, 25 Maret 2017



Riffat Akhsan

20 February


beberapa waktu yang lalu, saya dimintai tolong oleh orang yang malang melintang pentantang petenteng mengerjakan pekerjaan konstruksi tanpa latar belakang ilmu konstruksi yang mumpuni. bertahun tahun iya nyinyir dengan usia muda saya yang menempati jabatan penanggungjawab teknis sementara kemampuannya sudah diakui oleh tukang tukangnya dari banyaknya bangunan yang ia kerjakan.

heran saya, kenapa kok ya minta tolong ke saya.

rupanya berdasarkan lobby lobby unyu si bapak karena pengalaman konstruksinya yang malang melintang di daerah saya beliau diberi rezeki oleh tuhan berupa proyek mandiri pembangunan saluran irigasi yang nilai fisiknya lumayan.

sayangnya si bapak lupa kalau selama kariernya di dunia konstruksi beliau selalu melaksanakan pembangunan proyek konstruksi yang sudah terlebih dahulu memiliki berkas lengkap seperti (detail engineering design) yang mana tertera jelas dimensi penampang konstruksi sampai ke berapa buah besi tulangan hingga jarak antar tulangan.

sepintas saluran irigasi terlihat hanya seperti "parit" yang biasa dikerjakan oleh si bapak, singkat cerita diambillah proyek mandiri pembangunan irigasi ini.

belakangan si bapak baru sadar bahwa proyek mandiri merupakan proyek swakelola yang mana nilai kontrak meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan pemeliharaan bangunan konstruksi. sangat jauh berbeda dengan proyek proyek yang biasa "dipercayakan" oleh site engineer, site manager, dan project manager, dimana si bapak hanya bertugas melaksanakan sesuai arahan para penanggungjawab proyek.

di titik inilah si bapak menghubungi sekaligus minta tolong ke saya.

jadi beliau minta rumus penentuan dimensi saluran irigasi untuk mulai "merencanakan" proyek yang didapatnya sehingga beliau hanya cukup merubah rubah harga satuan proyek sebelum pengajuan guna validasi dan verifikasi pemenang. (sebagai informasi biasanya proyek seperti ini tidak melalui mekanisme tender)

proyek yang beliau miliki merupakan perencanaan, pelaksanaan, dan pemeliharaan irigasi untuk mengairi sekitar 20 hektar lahan pertanian dengan kala ulang 25 tahun di hulu mahakam

"aku pontang panting cari rumus ini mbak, tolong ya bikinkan excelnya hitung volume itu gimana jadi aku tinggal ganti ganti harga aja. ada fee untuk mbak. tapi nggak besar. tapi lumayanlah. tolong lho mbak"

ketika saya tanya apakah sudah ada shop drawing sehingga saya bisa membayangkan berapa volume galian timbunan dan perhitungan pasangan batu beliau lantas mengirimkan foto lahan kosong. iya saudara saudara anda tidak salah baca, LAHAN KOSONG. katanya mau bangun saluran irigasi disana.

oke disini hati saya udah mulai gemas.

ketika saya tanya apakah sudah ada saluran irigasi eksisting disana beliau mengirimkan foto saluran irigasi dan menyuruh saya menghitung kira kira berapa dimensi saluran dari foto yang ia kirimkan.

pelan pelan saya jelaskan bahwa untuk menentukan dimensi irigasi dengan kala ulang 25 tahun saya harus survei ke lapangan dulu, memetakan lahan pertanian dan persimpangan irigasi, mengetahui berapa curah hujan daerah sana untuk kemudian menghitung debit andalan sehingga akan ketemu berapa dimensi saluran irigasi yang menampung. saya juga butuh tau keberadaan pintu air, bendungan (jika ada), serta sumber air baku terdekat yang akan mengairi lahan tersebut dengan sistem irigasi. lebih jauh saya juga ingin memperjelas irigasi apakah yang akan saya rencanakan (primer, sekunder, atau tersier).

mudahnya saya mundur dari permintaan si bapak karena saya nggak bisa ke mahakam ulu untuk survei proyek lain tanpa seizin kantor saya dan saya males dengan risiko kalau gagal panen akibat banjir pasti perencana irigasinya yang dicari.

rupanya si bapak makin gemas sama saya karena dianggap mempersulit hal yang mudah lantas membentak "mbaknya kok ribet banget sih, saya cuma perlu gimana caranya hitung volume jadi saya tinggal rubah harga kok repot. saya minta file perencanaan irigasi nya mbak aja biar saya pelajari sendiri. saya bangun irigasi ikut proyek juga sudah bertahun tahun kok. mbak masih muda sih jadi nggak tau seberapa banyak pengalaman saya"

karena males cari ribut saya kirimlah salah satu file perencanaan irigasi tersier paling simpel yang saya punya yang kemudian direspon oleh si bapak dengan "mbak, saya nggak butuh perencanaan super ribet kayak punya mbak. saya cuma butuh yang sederhana yang tinggal saya rubah rubah harganya"

dan kemudian saya sudahi percakapan itu dengan menawarkan solusi silahkan bapak mencari orang lain yang bisa memberikan apa yang bapak minta karena saya cuma bisa bantu sampai memberikan salah satu contoh file perencanaan yang pernah saya kerjakan. saya percaya diluar sana (semoga) ada engineer yang lebih handal dari saya yang mampu memberikan bantuan sesuai keinginan si bapak.    

Kuliah adalah tentang menyelami cara berpikir profesional.

banyak sekali diluar sana yang terjun dalam bidang konstruksi (dan beberapa) sukses berbisnis konstruksi tanpa harus susah payah menempuh pendidikan teknik sipil. ntah itu lewat sekolah menengah kejuruan, melalui kursus - kursus, ataupun melalui proses trial - error dimana dalam proses ini ungkapan "pengalaman merupakan guru yang amat berharga" benar adanya. ya seperti bapak yang saya ceritakan di atas.

disisi lain, banyak saya temui sarjana teori, mereka yang lulus dengan nilai mengagumkan namun jawaban dari satu  meter kubik kayu ulin terdiri dari berapa buah papan saja tidak tahu jawabannya. (ini adalah salah satu pengalaman memalukan yang menjadi bahan tertawaan bos saya dan membuat logistik kantor yang pendidikan terakhirnya SMK pembangunan semakin yakin bahwa kuliah teknik sipil itu tidak penting)

teknik sipil merupakan salah satu dari sedikit program studi paling tua di Indonesia, namun sampai hari ini masih saja banyak perdebatan tentang seberapa besar peran seorang civil engineer dalam proyek pembangunan rumah tipe 36, pembangunan parit plengsengan batu kali, atau dalam proyek pengecoran gang sempit dengan panjang 200 meter yang notabene mereka modal pengalaman mampu mengerjakan itu tanpa gelar insinyur di depan namanya.

banyak ilmu lapangan yang mampu berdiri congkak menampar air mata pengorbanan kuliah teknik sipil.

selamanya lapangan akan butuh para insyinyur sipil, dan selamanya lapangan akan butuh dipimpin oleh insinyur teknik sipil dalam kaitannya dengan tanggung jawab manajemen risiko selama perencanaan, pelaksanaan, dan pemeliharaan proyek konstruksi.

karena kuliah mendidik kita untuk berpikir sesuai keahlian, namun ahli saja tidak akan terbukti bila tidak diuji di lapangan.

hai para insinyur sipil, turunlah ke lapangan untuuk membuktikan "sarjana teori" hanyalah mitos.







Samarinda, 20 Februari 2017




Riffat Akhsan

31 January


Hai kak Rifat ☺

Apa kabar?

Alhamdulillah, tahun ini aku berhasil diterima di Universitas. Pastinya dengan jurusanTeknik Sipil😂
Mohon doanya ya kak, semoga bisa menjalani dengan penuh rasa tanggung jawab serta  keikhlasan. Mengingat jurusan T.S buat aku dag dig dug.
Ada yang mau aku Tanya kak.
Berhubung kakak Sudah berkecimpung di dunia T.S berikut lap.kerjanya juga. Kira2 berapa persen perbandingan mata kuliah yg memang berguna. ( pastinya berguna ya ðŸ˜…)
Mksdku yang terealisasikan.

Sorry ya kak kalau pertanyaannya membingungkan.
Terimakasih.

email tersebut masuk kira kira enam bulan yang lalu, pengirimnya bernama Rizky Amalia. sudah saya jawab sih, tapi kayaknya menarik buat saya ulas disini ya.

seberapa berguna ilmu teori teknik sipil di perkuliahan dalam aplikasinya di lapangan ?

jawaban nya : semuanya. selama itu memang mata kuliah madya - sarjana (maksudnya bukan mata kuliah dasar seperti kalkulus, fisika, kimia, statistika, dll)

kayak contohnya mata kuliah perencanaan lapangan terbang yah, dalam mata kuliah itu kita diajarin gimana caranya bikin bandara mulai dari pesawat apa yang mau landing sampai seberapa panjang dan tebal perkerasan runway, clearway, taxiway, stopway, dan apron pesawat. pastinya ilmu ini baru bisa dipahami kalau kamu udah khatam mata kuliah dasar pendukung mata kuliah ini.

tentang aplikasi di lapangan, saya bilang tergantung nasib. maksudnya gini kamu nggak mungkin bisa aplikasikan ilmu dari mata kuliah pelabuhan kalau proyek yang kamu tangani adalah proyek jalan raya dengan perkerasan lentur.

begitu pula mata kuliah gedung nggak akan bisa kamu aplikasikan kalau kamu terlibat dalam peroyek pembangunan jembatan beton prategang.

kita memang nggak tau nasib, tapi namanya teknik sipil adalah bagian dari ilmu terapan ya pastinya semua yang kita pelajari penerapannya di lapangan akan sama meskipun kadang beda skala beda cara :)

semoga menjawab pertanyaan kamu ya :)




Bontang, 31 Januari 2017



Riffat Akhsan





08 November


saya inget banget waktu masih awal awal mata kuliah rekayasa pondasi kayaknya tuh satu kelas menggerutu kenapa sih dinding penahan tanah atau lebih dikenal dengan turap (yang bentuknya gitu doang) harus dipelajari sampe satu semester ?

buahahahaha kebeneran saya juga barusan ngerjain hitungan perencanaan dinding penahan tanah jadi yah inget masa lalu gitu deh.

sodara sodara, dinding penahan tanah itu adalah bangunan teknik sipil yang nggak kalah pentingnya sama jalan, jembatan, pelabuhan, bendungan dan yang lain.....

kita ambil satu contoh ya : Kalimantan Timur meskipun bukan termasuk zona rawan gempa bukan berarti aman aman saja, justru tanah nya terus bergerak sehingga sering banget jalan tiba tiba bergelombang atau patah.

nah disinilah turap hadir sebagai pahlawan. intinya sih sama persis hitungan turap di lapangan seperti turap yang kalian kerjakan waktu ujian akhir semester, beda nya mungkin di data tanah (sudut geser dalam, jenis tanah) beban, sama dimensinya sajooo.

trus kalau perkuatan nya harus pake tiang pancang, perhitungan dimensi dan kedalaman pancang nya langkahnya sama persis juga, tinggal lihat jenis tanah dan hasil test tanah menunjukkan standar penetrasi tanah keras ada di kedalaman berapa, lapisan tanah nya meliputi apa aja, dan daya dukung tanahnya berapa.

jangan lupakan perencanaan pembesian turap juga langkahnya sama persis kayak ujian ujian kamu.

masih ingat dong pastinya kontrol keamanan turap meliputi apa saja ? yak benar cek geser, cek guling, dan cek keruntuhan.

masalah bentuk turap yang kayak gitu (doang) nggak pernah berubah, yaaaa mau gimana lagi ya memang gitu....

saya doakan deh kamu kamu yang lagi baca postingan ini terpikir ambil materi disertasi pemodelan turap yang lebih kece dan eye catching demi proyek konstruksi yang lebih daebak !

ssssst paket pekerjaan turap itu kalau ditotal total nilainya besar lho, dan setiap tahun selalu ada. jadi tabahkanlah hatimu menerima materi perencanaan turap berbulan bulan lamanya....





Samarinda, 8 November 2016



Riffat Akhsan

01 October


berkuliah di dua kampus yang berbeda, ya saya dulu berkuliah teknik sipil di salah satu institut di Surabaya dan kini saya pindah kuliah di salah satu universitas di Samarinda memberikan pengalaman yang nggak jauh jauh beda tentang jurusan teknik sipil pada umumnya.

kebeneran masih musim mahasiswa baru (saya juga mahasiswa baru kok, tapi saya mahasiswa pindahan dengan segala drama konversi transkip nilai saya nggak kelar kelar)

O - Week ? OSPEK ? apaan tuh ? nggak ngerti deh *smirk*

jadi dimanapun kalian kuliah, setidaknya kalian akan banyak sependapat dengan saya, saya mencoba menjawab pertanyaan cepat tentang 10 hal apa yang terlintas di pikiran saya ketika mendengar kata "teknik Sipil" apa saja itu ?

ayo atuh scroll ke bawah....

1. tugas
setiap jurusan pasti ngasih tugas, ya secara lah ya kuliah dua sks dosen ngoceh satu setengah jam itu pasti menghasilkan berlembar lembar tugas yang menyita waktu tidur, nge-mall, hingga waktu nonton drama korea. sungguhlah luar biasa tugas tugas di teknik sipil itu menguras tenaga pikiran, uang buat fotocopy an tanpa akhir, dan waktu.

kamu kamu maba teknik sipil, yang kuat ya ! atcha atcha FIGHTING !

2. hitungan
teknik sipil adalah tentang hitungan, hitungan adalah teknik sipil dan teknik sipil adalah hitungan.

inti dari teknik sipil dalam perhitungan distribusi gaya dari beban dari seluruh arah yang mengenai konstruksi bangunan. entah itu beton, baja, atau kayu.

selain itu teknik sipil dalam tentang perencanaan, pelaksanaan, pemodelan simulasi, dan pengendalian.

dan setiap aspek memiliki hitungan nya sendiri sendiri.

jadi kalau kamu masuk teknik sipil harap pahami bahwa kamu memang harus kuat menghitung, melogika, dan membaca pola.

untuk kelancaran kuliahmu dan pastinya kesehatan jiwa raga.

banyak anak teknik sipil yang saya lihat memaksakan untuk kuliah di major ini padahal dia nggak kuat hitungan, alhasil dia lebih sering berada di kantor himpunan mahasiswa untuk bikin perencanaan nge-bully mahasiswa baru daripada masuk kuliah. alhasil dia baru lulus setelah puluhan semester dengan tugas akhir apa adanya atau malah ada yang drop out 

di teknik sipil ada kok mata kuliah teori, tapi teori ini adalah tentang pemahaman konsep.

ya ujung ujung nya hitungan juga sih ~

3. begadang
begadang jangan begadang ~
begadang kalau tiada artinya ~

kalau di teknik sipil satu malam begadang mampu menghasilkan bab terakhir tugas besar.

sebenarnya begadang tuh nggak sering sering juga. tergantung bagaimana kalian memanage waktu dan perasaan aja.

pengalaman saya sih paling enggak dalam satu semester ada hari dimana kita memang harus begadang. biasanya kalau mendekati ujian akhir semester dimana kamu disuruh revisi sama dosen asisten di detik detik terakhir sebelum ujian.

dan dosen asisten yang begitu nggak cuma satu tugas besar aja.

4. proyek
tempat paling afdol penerapan ilmu teknik sipil adalah di proyek. makanya dedek dedek gemes nan menyebalkan sering sekali menolak tawaran mengambil jurusan kuliah di teknik sipil dengan alasan "aku nggak mau kerja panas panas, kerja kasar kasar, jadi tukang"

HEH NGANA PIKIR KITA KITA NGGAK PUNYA KANTOR ADMINISTRASI BER AC ? NGANA PIKIR KITA KULIAH BEGINI SUSAH BUAT JADI TUKANG ? SORRY COY NGANA HARUSNYA CARI INFORMASI DULU SEBELUM DITAWUR SAMA SEANTERO MAKHLUK TEKNIK SIPIL

di proyek memang panas, tapi selalu ada pilihan untuk berteduh atau ngendon di kantor proyek.

atau kalau emang beneran alergi sama panas matahari lulusan teknik sipil bisa kok kerja jadi dosen, kerja jadi PNS di dinas dan kementerian pekerjaan umum, atau agak melenceng dikit bisa juga kerja di bank.

tapi ya kalau mau bener bener ngerti pure nya teknik sipil sih emang harus sering main ke proyek ya ~

5. dosen killer
wah ini mah pasti ada, karena kadang seseorang punya caranya sendiri mengekspresikan kebahagiannya menjadi pengajar mata kuliah dari satu dari beberapa jurusan kuliah tersulit di dunia. dosen killer ? pasti ada, pasti.

di kampus saya di Surabaya dulu ada *ngitung* lima dosen killer, di kampus saya di Samarinda sekarang ada empat dosen killer.

clue nya dosen killer ini nggak jauh dari : analisa struktur, air, tanah, beton.


6. cewek yang sedikit
persoalan tidak seimbangnya perbandingan mahasiswa dengan mahasiswi kayaknya udah jadi rahasia umum deh di jurusan teknik sipil. jangan heran ketika kamu menjadi satu satu nya perempuan di kelas atau satu kelas nggak ada mahasiswi sama sekali. di teknik sipil itu sudah biasa ~

buat ciwi ciwi kece bermental Hermione Jane Granger ini adalah chance membalap prestasi di tengah mayoritas cowok cowok malas namun menjadi penyebab jatuhnya air mata ketika sadar diri bahwa memang laki laki ditakdirkan memiliki 9 akal sementara kalian hanya 1 akal.

kabar bahagianya, cowok cowok ketjeh idola fakultas sebelah (i mean yang non eksakta) bisa kalian temukan padanannya secara cuma cuma bahkan terkesan berceceran di kampus.

tapi jangan salah sangka, kadang ada juga mahasiswi salah jurusan yang sebenarnya dia nggak kuat hitungan tapi memaksakan diri kuliah di jurusan ini yang menyebabkan menentukan mix and match baju buat ke kampus terasa lebih membahagiakan dibandingkan mengerjakan tugas besar mata kuliah.


7. galau skripsi

8. sempat mikir mau pindah jurusan
hidup kadang terasa sulit ya, begitu juga kuliah teknik sipil. saya juga pernah mikir jangan jangan saya ini salah jurusan.

"ah enakan kuliah jurusan _____ (insert a type of major) kayaknya, buktinya mereka selalu cerah ceria gitu wajahnya setiap perkuliahan. nggak kayak anak anak teknik sipil yang wajahnya surem sumpek mikirin tugas besar yang nggak kelar kelar"

beberapa teman teman yang persis meyakini sepertinya akurasi dia salah jurusan mencapai 70% biasanya terlihat menyibukkan diri di bidang organisasi kemahasiswaan, sehingga ada aja alasan nggak masuk kuliah dengan sangkut paut tabrakan jadwal kegiatan.

padahal mah organisasi mahasiswa (harusnya) dirancang tidak menganggu perkuliahan ya, tapi selalu ada jalan bagi mereka yang sudah mulai putus asa di jurusan ini.

bagi yang meyakini dia salah jurusan dengan tingkat akurasi 80% - 90% biasanya MUNTABER a.k.a mundur tanpa berita, di kampus nggak muncul, di tongkrongan nggak muncul, di manapun nggak muncul, dihubungi juga nggak bisa.

ya semacam menghilang ditelan bumi aja gitu ~

bagi yang merasa 100% salah jurusan, kami biasanya menemui mereka sudah resmi menjadi mahasiswa jurusan lain.

sebut saja jurusan arsitektur, jurusan ekonomi, dan fakultas ilmu sosial dan politik ~

9. jadi kontraktor
banyak sekali yang terobsesi pengen cepat kaya dengan jalan menjadi kontraktor sehingga mereka mantap memilih jurusan teknik sipil agar menjadi kontraktor yang resmi dan berfaedah serta sesuai dengan idealisme konstruksi.

tapi kan, teknik sipil bukan hanya tentang menjadi kontraktor ~

banyak banget mereka yang salah kaprah dan berpikir satu satunya jalan karier pengusaha seorang lulusan teknik sipil adalah menjadi kontraktor.

padahal sejatinya lulusan teknik sipil adalah seorang insinyur ahli konstruksi bangunan yang beberapa keahlian nya meliputi merancang, memperhitungkan biaya, serta mengawal pembangunan di lapangan.

lagian, kontraktor juga kalau nggak bener bener teliti dalam perhitungan penawaran juga bisa rugi lho ~

10. ilmu lapangan
yep, ilmu di kampus dengan ilmu di lapangan harus berjalan beriringan karena sifatnya yang melengkapi satu sama lain.

jangan terlalu teoretis juga, jangan terlalu apa kata lapangan juga. as i said before teknik sipil ilmu pasti, proyek konstruksi ilmu hidup


saya menulis ini agar kelyan kelyan semua memahami pandangan utuh dari jurusan ini, instead of apa kata orang orang teknik sipil selayaknya semua hal di dunia hadir dalam keseimbangan.

jadi dengan 10 hal tentang teknik sipil yang saya ceritakan tadi, masih mau kan kuliah di teknik sipil ?



Samarinda, 1 Oktober 2016




Riffat Akhsan

26 July


Juni 2006. sepuluh tahun lalu, saya berangkat ke Jawa Timur untuk melanjutkan pendidikan SMP dan dan SMA di Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang selama enam tahun, kemudian lanjut berkuliah di Teknik Sipil ITATS Surabaya.

sepuluh tahun bukan waktu yang sebentar, sudah banyak pengalaman dan pengajaran yang saya terima. kini, setelah sepuluh tahun, ketika kuliah saya selangkah lagi menuju gerbang kelulusan, saya resmi menerima tawaran pekerjaan di banua etam.

saya kembali ke haribaan banua etam, di dunia yang menjadi passion saya sejak kecil. konstruksi.

saya kembali menjadi blogger dan mbak mbak proyek yang ribet dengan drama korea dan kuliahnya. kembali menjadi bagian di industri digital dari sisi content tulisan.

sudah cukup pengalaman saya manuver ke bidang baru, kini saatnya kembali fokus menatap masa depan dengan konstruksi sebagai runway-nya.

jangan bosan bosan dengan tulisan saya tentang proyek konstruksi ya :))




Bontang, 26 Juli 2016



Riffat Akhsan

15 July


"kakak satu depa berapa meter kak ?"

tanya abah saya suatu pagi.

"hah ? emang ukuran itu masih dipake bah ?"

"udah ada konversi pastinya kok kak"

*googling*

"satu depa 1,7 meter bah"

"kalau satu borong berapa meter persegi kak ? luasan maksudnya"

*googling*

"seperenam hektar bah"

"maksud abah berapa kali berapa catchment area nya ?"

"hmm berapa ya.."

"ambil kalkulator sama kertas sana, mana bisa kamu dapat hitungan pasti sambil tiduran dan main hape gitu"

"lagian ngapain pake ukuran gitu sih bah, kan sudah ada SNI"

"ya itu satuan ukuran tanah lokal di Indonesia kak"

jleb jleb jleb

hari ini saya baru mengetahui bahwa teknik sipil tidak mengajarkan ilmu kehidupan pada saya. ukuran tanah ala masyarakat lokal seperti depa, borong, tombak, tampah, ubin, bahu, lupit, iring, paron, sangga, rakit, kesuk, anggar, rantai, dan lain sebagainya merupakan sesuatu yang sudah dipakai masyarakat dulu dalam praktik jual beli tanah.

dalam teknik sipil saya hanya mengetahui kubikasi pasti satuan seperti meter kubik, meter persegi, meter langsam, orang per hari, orang per jam, cycle time produktifitas per hari, dan lain sebagainya.

ya, teknik sipil mengajarkan ilmu pasti konstruksi. tapi lapangan (begitu kami biasa menyebut istilah proyek konstruksi) banyak mengajarkan ilmu hidup pada saya.

di atas langit masih ada langit, adalah ucapan yang sangat benar tentang dunia penuh kaum adam ini. dimana dalam mengaplikasikan ilmu teknik sipil yang saya dapat di perkuliahan harus dijembatani dengan kearifan berpikir sehingga penerapan yang diharapkan di lapangan sesuai dengan standar.

ada banyak ilmu hidup yang saya dapat di konstruksi, ilmu menjelaskan pelan pelan ke tukang berumur empat puluhan tahun yang sudah lama malang melintang di dunia konstruksi bahwa pekerjaan yang dia lakukan harus dibongkar karena ada perubahan posisi sambungan baut, ilmu memahami bahwa proyek konstruksi dengan segala kegiatan dan alat beratnya merupakan tontonan wah yang tidak setiap kali bisa disaksikan warga sekitar, ilmu mengarifi bahwa ada perasaan senioritas minta diorangkan ketika kami memasuki daerah baru pekerjaan infrastruktur.

mungkin scope risky building construction (seperti apartemen), atau land use perumahan (developer) jarang menemukan seperti yang saya tulis karena daerah tersebut cenderung steril dari warga. tapi untuk scope transportation building seperti jalan raya, pelabuhan, jembatan, atau hidro seperti pembangunan air baku, bendungan, saluran drainase, berdampingan dengan masyarakat merupakan makanan sehari hari di proyek.

termasuk memahami bahwa tidak setiap orang teredukasi untuk menggunakan satuan SNI dalam praktik satuan ukuran tanah.

ipk menjulang di jurusan teknik sipil tidak mengajarkan saya bagaimana menguatkan mental berhadapan dengan alam ketika hujan deras padahal posisi pembesian pelat sudah siap cor (teknik sipil tidak mengajarkan dimana mencari pawang hujan, berapa biaya per pekerjaan, dan bagaimana negoisasi dengan si pawang kalau si pawang meminta yang aneh aneh). teknik sipil juga tidak mengajarkan bagaimana cara menguasai diri kalau lagi digosipin sama tukang tukang perihal rekanan tenaga ahli yang naksir, padahal kita harus profesional, teknik sipil juga tidak mengajarkan bagaimana untuk tidak cranky karena PMS bin harus begadang semaleman karena ngecor dan tukang pulang kampung padahal progress report lagi dikebut.

di atas langit masih ada langit, karena ilmu hidup diajarkan tidak mengenal akhir.

ilmu teknik sipil memang luar biasa, tapi ilmu kehidupan di proyek konstruksi tidak kalah menarik untuk terus dipelajari.

termasuk ilmu untuk menerima musim tender besok ditaro di pedalaman kutai timur untuk proyek bendungan ~



Bontang, 15 Juli 2016



Riffat Akhsan

11 August


"kita tuh susah susah kuliah teknik sipil kayak gini, ilmunya nggak dipake juga diproyek.."

adalah kalimat yang keluar dari mayoritas lulusan SMK Pembangunan yang pernah memiliki (sedikit) pengalaman di proyek konstruksi dan kemudian memutuskan untuk melanjutkan kuliah di jurusan teknik sipil.

mendengar kalimat seperti itu, mendadak saya terpikir untuk memukul kepala si pembicara dengan alat pancang biar otaknya agak bener sedikit jadi kalau ngomong hati hati.


02 August

Sumber Gambar

judul diatas hits banget terucap dari lisan dedek dedek mahasiswa baru dan teman teman saya yang siap siap pindah jurusan ke jurusan sebelah yang lebih mengedepankan estetika tampak bangunan dibanding kekuatan dan realitasnya untuk dibangun.

14 July

Teknik Sipil, Jurusan dimana Aku dan Kamu Menjadi Satu

"cewek kok ya kuliah di teknik sipil, cewek itu jadi guru, kuliah ekonomi. enak, adem kerjanya di kantor, gajinya tinggi. lah ini kerja panas panas sama cowok cowok. cewek macam apa itu keganjenan kuliah di jurusan nggak jelas"

adalah ucapan paling sinis yang pernah saya dengar dari mulut seorang ibu, mendengar itu saya luar biasa sedih. inilah, fakta ironi bahwa ungkapan jangan asal menjustifikasi kalau kita nggak tau tau banget itu benar adanya.

si ibu tidak salah dengan tidak tahu apa itu jurusan teknik sipil, tapi dia tanpa sadar telah menoreh luka pada yang mendengar, terlebih yang mendengar tau persis maksud perkataan si ibu.

11 July


pengumuman ujian masuk perguruan tinggi udah kelar. untuk adek adek yang diterima, selamat ya. untuk yang tidak diterima, kuliah di swasta juga nggak buruk kok.

saya yakin pasti ada dari kalian kalian yang diterima kuliah di jurusan teknik sipil. WELCOME TO THE JUNGLE DEK.

kalau adek adek masih belum sepenuhnya sadar jurusan teknik sipil itu kayak apa bisa dibaca di sini beserta mitos mitos yang menyertai dunia teknik sipil  

kalau adek adek kebetulan diterima kuliah di Surabaya dan masih regional Surabaya timur trus bingung mau makan dimana juga bisa liat tulisan saya yang ini 

kamu cewek dan diterima di teknik sipil ? selamat dek ini hal hal yang bakal sering kamu alami. atau ternyata cowok kamu yang diterima di jurusan teknik sipil ? mungkin tulisan ini bisa membuka mata kamu.


15 June

salah satu mahasiswa teknik sipil yang lagi praktikum ukur tanah
kembali lagi tentang teknik sipil, terima kasih kepada sumber lalu lintas yang menerangkan bahwa semakin banyak yang kepo tentang teknik sipil. juga kepo tentang saya :D

tapi ada hal yang membuat saya tergerak untuk menulis tulisan ini, karena mayoritas kata kunci yang dimasukkan tentang teknik sipil adalah tentang mitos mitos teknik sipil yang masih belum ada yang mengulasnya.

okeh, dibawah ini adalah mitos terumum di dunia teknik sipil.


07 June


dari sumber lalu lintas berdasarkan keyword analytics yang mampir ke blog saya, sebagian besar adalah mereka mereka yang kepo dengan dunia konstruksi dan teknik sipil dan saya disarankan untuk memperbanyak konten yang berkaitan dengan dua hal diatas.

OKEH SAYA TURUTIN.


05 June

"mbak Rifa, jadi orang teknik sipil enak ya, uangnya banyak. baja yang cuma gitu aja mahal banget. pantas uangnya banyak mobilnya bagus"

"bapak sudah tau proses fabrikasi baja ?" tanya saya.

"ya gitu gitu aja sih mbak fabrikasi itu, di pabrik.  orang proyek itu gitu ya semua material di dokumen penawaran harganya mahal mahal diatas harga pasar. trus proyeknya ada terus jadi nggak khawatir kehilangan pekerjaan."

BAPAK PERLU SAYA FABRIKASI OTAKNYA BIAR NGOMONGNYA AGAK HALUSAN DIKIT ?  *ucap saya dalam hati*

memang saya akui semua bahan bangunan teknik sipil mengandung mahal karena beberapa dari mereka melalui proses yang panjang dan mahal. seperti baja dan printilan printilan pekerjaan arsitektur.

11 May


teknik sipil : jurusan dimana aku dan kamu menjadi satu.


14 April


beberapa waktu yang lalu, mungkin masih segar di ingatan anda, kasus pembangunan pabrik semen di Jawa Tengah yang menuai kicauan sumbang di twitter. intinya adalah tidak seharusnya pabrik semen dibangun, karena mengancam kelangsungan hidup para petani. serta menyebabkan kerusakan lingkungan.

ketika issue tersebut sedang ramai diperbincangkan, saya memilih diam dan menyimpan opini saya. pun ketika ada mention masuk ke twitter saya bertanya seputar issue pembangunan pabrik semen yang sedang bergulir saya tetap memilih diam dan tidak menanggapi.

21 December


banyak yang tanya, Rifa kerja dimana sih ??

oke oke, di hari Ahad yang cerah ini. akan saya ceritakan.

saya adalah anak dari seorang ayah yang memiliki perusahaan di bidang teknik sipil. sebut saja sebuah konsultant perencanaan dan pengawasan pembangunan.

Faizah and Her Enchanting Journey | Designed by Oddthemes | Distributed by Gooyaabi