hope

14 September

untuk kamu yang selalu sibuk...

wanitamu hanya perlu kau kirimi pesan singkat "i'm okay" ditengah padatnya pekerjaanmu

09 February

Billy Budiman, IndonesiaEconomyIcon2009(Gatra)-Asia Youngest Professional Stock Analyst(Trust) di usianya yang begitu muda telah menorehkan prestasi yang begitu luar biasa. saya berkesempatan mewawancara pria kelahiran tahun 1992 ini. berikut isi wawancara saya dengan kakak ini, begitu cerdas. begitu mengispirasi :)

29 November

saya tidak pernah tau rasanya diterima di perguruan tinggi negeri di Indonesia, toh saya berkuliah di institut swasta di Surabaya, itupun melalui jalur nilai, tanpa test. tapi masih jelas di ingatan saya ketika nama saya dinyatakan lulus di jurusan pendidikan dokter salah satu universitas swasta di Surabaya dan ketika email saya mendapat Letter of Acceptance, jawaban dari aplikasi yang saya kirim. LoA dari University of New South Wales, Sydney Australia yang menyatakan bahwa saya termasuk first candidate untuk major Medical Science. rasanya itu.... biasa aja

10 November

dewasa itu....

08 November


judul diatas adalah salah satu judul yang sedikit mirip dengan artikel yang saya baca di majalah aSatuNews. setelah mebaca artikel tersebut saya jadi berpikir...

02 November

suatu hari di poli paru...

orang sebelah saya ngobrol ngobrol anggap aja A dan B

A : sakit apa bu ?

B : ini mbak saya sakit .... (maaf nama penyakit tidak saya tulis) 

24 October

fat, gue kejebak sama pacar orang...

dia nyaman nya sama gue, gue pun nyaman sama dia, tapi dia masih sayang sama pacarnya...

GUE HARUS GIMANA DONG ?

23 October

banyak teman teman saya yang punya banyak Grand Plan untuk kuliah, bekerja, dan akhirnya menikah dengan siapa.

mungkin pembaca juga ada yang setype dengan teman-teman saya ini.

27 September

this song talk about the trial, and talk about forgiveness. this song has a very magical power on my self, it's lyrics is so stong. and i realize, now i am the actress of  story on this  song.

Broken Vow - Lara Fabian

Tell me her name
I want to know
The way she looks
And where you go
I need to see her face
I need to understand
Why you and I came to an end

Tell me again
I want to hear
Who broke my faith in all these years
Who lays with you at night
While I'm here all alone
Remembering when I was your own


I let you go
I let you fly
Why do I keep on asking why
I let you go
Now that I found
A way to keep somehow
More than a broken vow

Tell me the words I never said
Show me the tears you never shed
Give me the touch
That one you promised to be mine
Or has it vanished for all time

I let you go
I let you fly
Why do I keep on asking why
I let you go
Now that I found
A way to keep somehow
More than a broken vow

I let you go
I let you fly
Why do I keep on asking why
I let you go
Now that I found
A way to keep somehow
More than a broken vow


I close my eyes
And dream of you and I
And then I realize
There's more to love than only bitterness and lies
I close my eyes

I'd give away my soul
To hold you once again
And never let this promise end


I let you go
I let you fly
Now that I know I’m asking why
I let you go
Now that I found
A way to keep somehow
More than a broken vow




Surabaya, 27 September 2013
Love,



Riffat Akhsan

25 September

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :)

yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok.

dan saya adalah bagian dari jurusan ini.

kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak.

keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.

 di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh.

bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya.

tapi ini harus saya jalani.

dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah bertemu dengan mata kuliah yang memakai ilmu biologi dan kimia sebagai dasarnya. semua muni berdasar dari matematika dan fisika.

sebagai seseorang yang sangat takut dengan pelajaran matematika dan fisika, teknik sipil bisa dibilang neraka.

tapi setelah menjalani perkuliahan, saya sadar bahwa AKHIRNYA SAYA BISA MENGATASI KETAKUTAN SAYA

oke, ini hal baru. mengingat saya adalah seseorang yang penakut.

semua orang pasti berusaha untuk menghindari, bahkan menolak jika hal baru datang ke hidup mereka. saya pun begitu.

tapi akhirnya saya sampai pada satu kesimpulan, "seberapapun kita berusaha untuk menghindar bahkan menolak, hidup tidak pernah mau peduli apa yang kita rasakan"

saya mencoba berdamai dengan perbedaan, saya jalani semua kegiatan perkuliahan dengan optimis "ini pasti ada hikmahnya"

dan benar, saya menemukan lebih banyak lagi hal baru. diantaranya.

1. saya jadi lebih paham bagaimana seorang laki laki berpikir dalam proses pemecahan masalah. ini terlihat dari cara mereka (para cowok) menyelesaikan soal latihan, maupun ketika kita sedang berdiskusi. mungkin rumus sama, tapi eksekusinya sangat jauh berbeda antara cowok dan cewek.

2. saya jadi lebih arif dalam menilai profesi seseorang, siapa sih yang ga mau kerja di gedung tinggi. bawa mobil, tinggal di apartemen di daerah prestis atau tinggal di cluster dengan pengembang nasional ? semua mau, tapi hidup ga kasih itu untuk semua orang. tuhan sudah mengatur pembagian profesi di dunia ini dengan seadil adilnya. kuliah di jurusan ini membuat saya banyak terlibat dengan para tukang, kuli bangunan, pengangkut material,dll dari mereka lah saya benar benar sadar bahwa "Kerja Banting Tulang" itu memang benar benar ada

3. jurusan ini mengajarkan saya untuk jangan sampai sombong. teknik sipil = proyek. proyek=sikut-sikutan. seberapa pintar kamu, dari universitas sekaliber apapun kamu. kamu ga akan bisa unggul hanya dengan mengandalkan arogansi alamamater dan nilai IPK saja, yah simpel nya sih yang saya liat mereka yang lebih dekat dengan tuhan sih yang (biasanya) jalan karirnya (agak) mulus dalam dunia konstruksi ini. balik lagi ke prinsip "berapapun IPK mu, dari universitas sehebat apapun kamu, rezeki tetap tuhan yang atur"

apa lagi yah ? banyak sih sebenernya...

kapan kapan saya bahas lagi deh, kalo lanjut ntar takut kepanjangan postingan nya.


*PS: postingan ini tidak bermaksud untuk menyindir pihak manapun, ini murni refleksi pemikiran dan perasaan saya, seorang mahasiswa teknik sipil.

Surabaya, 25 September 2013
Cheers,


Riffat Akhsan





kemarin, minggu 22 september 2013 saya resmi berumur 20 tahun.

sama sekali ga ada yang istimewa, hanya orang tua, sahabat dekat yang benar benar tulus bersahabat dengan saya yang mengucapkan, dan beberapa murid yang saya ajar memberi kejutan lucu.

arti 20 bagi saya adalah..

terlalu dini untuk dibilang dewasa, saya sepenuhnya sadar kalo sifat childish masih banyak menguasai saya

terlalu tua untuk dibilang remaja, karena sedikir banyak saya sudah bisa diberi tanggung jawab

intinya bagi saya, umur 20 adalah umur yang.. tanggung

tapi diluar itu semua, saya punya banyak harapan untuk umur baru ini :

1. saya pengen lebih bisa berkomitmen dengan janji yang saya buat untuk diri saya sendiri

2. saya pengen bisa fokus terhadap hal hal yang menjadi tanggung jawab saya, dan tegas menolak untukhal hal yang bukan urusan saya

3. saya pengen kuliah saya lancar, lulus dengan waktu sewajarnya mahasiswa sarjana

4. bijaksana dalam memanage keuangan (termasuk dalam menentukan skala prioritas

5. bersyukur dan menghargai setulus-tulusnya orang orang yang mencintai saya dan mengabaikan who doesn't treat me right

6. lebih berusaha untuk nurut apa kata abah umi, sekalipun itu bertolak belakang dengan pendapat dan pemikiran saya, toh semua keputusan bisa dibicarakan asal timingnya tepat.

7. dan yang terpenting... saya mau untuk lebih dekat dengan tuhan, lebih banyak merenung untuk memahami semua yang tersurat dan tersirat yang telah tuhan torehkan di seluruh aspek kehipuan saya.

di sini saya ga cantumkan soal JODOH dalam harapan saya, saya yakin jodoh itu pada prisipnya saling memantaskan. kita gatau siapa yang benar benar pantas untuk kita karena pada dasanya tuhan lah pemilik kehidupan. saya yakin "dia" yang pantas akan datang disaat yang tepat.


Surabaya, 25 September 2013



Riffat Akhsan



08 September

someone ask me "when your future is blank, you just only be flexible"

satu tahun saya menunggu untuk mengikuti ujian saringan masuk kampus yang mencetak saya untuk menjadi seorang dokter, tapi sepertinya pintu itu ga pernah terbuka untuk saya.

saya coba kesana kemari. mengetuk pintu demi pintu ujian masuk tapi hasilnya nihil. at last minute, abah saya bilang "sekarang kamu putuskan kamu mau kuliah dimana, kamu sudah dewasa. jangan main main dengan keputusan kamu. kita udah usaha demi mewujudkan cita-cita kamu untuk jadi dokter"

disana saya tersadar, i must be flexible. sampai kapan saya harus menunggu untuk mengetuk pintu yang sudah berkali kali menolak saya?

saya pun mulai membanding bandingkan kira kira jurusan apa yang akan saya ambil. tetap di pendidikan dokter, atau jurusan lain. saya melihat dari aspek waktu, persaingan kerja, penghasilan rata rata, dan tingkat kesulitan mata kuliah.

ketika saya mulai dalam proses untuk berubah haluan, mama saya masuk dan bilang "kak, kamu ditolak bukan berarti kamu bodoh. sebagai seorang magister pendidikan, mama tahu betul kak tentang pendidikan indonesia, pendidikan di negara kita tidak sebersih yang terlihat. karena pada dasarnya para civitas akademika masih belum 100% sejahtera, dari celah itu banyak pihak pihak yang memiliki kemampuan finansial memanfaatkan itu untuk mempengaruhi kualitas pendidikan kita. i'm sure you know what i mean, so much"

ga lama kemudian abah saya bilang "kak, pada dasarnya ilmu di semua perguruan tinggi, baik negeri atau swasta itu sama. yang membedakan hanya gengsi. rezeki itu sama sekali ga ada hubungan nya dengan dimana kamu berkuliah. setiap manusia sudah ditulis takdirnya, baik itu jodoh, lahir, wafat dan rezeki. bahkan sebelum dia melihat dunia"

setelah merenung lumayan mana dengan pertanyaan "jadi aku kuliah di jurusan apa ?" saya dapat beberapa option,

saya mau kuliah manajemen. tapi saya ga yakin saya bisa akutansi karena saya dari IPA. pengalaman teman teman saya yang masuk manajemen dari IPA banyak dari mereka yang IPK nya jatuh karena nilai akutansi jelek. option itu saya coret.

kemudian saya mau ambil desain interior. tapi perguruan tinggi di Surabaya yang membuka jurusan itu udah tutup semua. saya coret lagi option itu.

saya mau ambil desain komunikasi visual, tapi saya sadar saya kurang kreatif. saya coret option itu.

saya disuruh abah ambil arsitektur  soalnya perusahaan kami kekurangan tenaga arsitektur, (kebetulan ayah saya adalah seorang consultant bangunan dan ibu saya dosen). tapi saya sadar kalo saya adalah seseorang yang kurang telaten dengan detail rumit seperti bikin maket dan saya ga bisa gambar, akhirnya saya kemukakan alasan itu kepada orang tua saya sekaligus saya coret option itu.

akhirnya saya sadar, abah dan saudara kembar saya kuliah teknik sipil. kenapa saya enggak ? lagi pula saya punya planning untuk tinggal dan menua di Bontang (kalo memang tuhan dan suami saya mengizinkan). tempat orang tua saya. otomatis saya hanya kerja di lantai 2 rumah saya aja kan ? (kebetulan lantai 2 rumah saya difungsikan sebagai kantor konsultan milik abah saya) jadi saya ga bingung deh mau mengaplikasikan ilmu saya kemana. (walaupun saya ingin mencari pengalaman seluas luasnya sebelum kembali ke bontang)

akhirnya saya memutuskan untuk ambil jurusan TEKNIK SIPIL

ketika memilih kampus, pilihan saya jatuh ke Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya. simpel sih alasannya, saya gamau satu kampus sama Rusma (saudara kembar saya) di ITS dan kampus yang dekat dengan kost kami serta memiliki kredibilitas nasional adalah ITATS.

kemudian saya siap siap bawa berkas ke ITATS buat daftar test (sebetulnya saat itu saya berharap banget udah ga ada test soalnya saya udah super males ikut test lagi dan gagal). waktu ke pendaftaran saya kasih berkas berkas saya dan petugas pendaftaran bilang "nilai ijazah mbak diatas standard yang kami tetapkan jadi mbak bisa langsung kami terima, jadi mbak mau ambil jurusan apa?"

rasanya waktu itu saya kayak diguyur es dan dalam hati bilang "akhirnya saya dapat tempat kuliah" langsung saya bilang dengan yakin "teknik sipil bu" ibu petugas pendaftaran bilang "mau daftar ulang kapan?" saya langsung minta info pembayaran maba dan telfon abah. alhamdulillah besoknya saya langsung bayar lunas semua pembayaran dan daftar ulang seperti para mahasiswa baru lainnya.

kuliah di swasta sebenernya sama aja kayak kuliah negeri. bedanya di swasta ga ada pengkaderan, ga ada arogansi jurusan, dan ga ada jurang lebar anatara senior dan junior. dan alhamdulillah bagi mahasiswa tukang sakit a.k.a anaknya rumah sakit yang setiap tahun opname seperti saya kuliah di ITATS cenderung lebih flexible. misal kalo maag saya lagi kambuh pagi jadi saya ga bisa ikut kuliah pagi, saya bisa mengganti di kuliah malam tanpa harus mengulang di semester depan seperti kebanyakan kampus.

saya sadar bahwa kata kata seseorang itu "sangat benar adanya" ketika saya berusaha untuk mengetuk pintu pendidikan dokter dan ternyata tertutup, pintu teknik sipil terbuka lebar dan dengan sangat mudah dan welcome menyambut saya masuk.

dari pengalaman ini saya bisa katakan kepada kalian bahwa "you don't know where destiny bring you, you just say thanks to God for the best destiny for your life"

saya gatau apakah di pendidikan dokter atau di kampus lain saya bisa sebahagia sekarang.

so, jalani setiap takdir yang telah tuhan atur untuk kamu, dan kamu akan tersenyum bahagia atas itu.


Surabaya, 8 september 2013
Love,



Riffat Akhsan








22 October

I'm proud to choose medicine as my life way, because there are give me cavity
 to present my best service 
and disregard walks of life. whatever it's be :')


Happy Monday,



Riffat Akhsan

21 October

Kadang waktu bergulir maju,
tapi tanpa dirimu.
kadang hidup berputar,
tapi kau tertinggal di belakang.
lalu mendadak kau sadar,
bukan salah waktu tak mau mengunggu,
bukan salah hidup terus berputar,
tapi salahmu,
berdiri membeku di tengah jalan,
menolak meninggalkan masa lalu.
- terlalu takut untuk maju -

diambil dari novel karangan Francisca Todi "Mafia Espresso"

A cup of love, you can't refuse...


hope you get some enlightenment with this quote :')



enjoy your weekdays,



Riffat Akhsan

21 July

saya gatau sudah berapa lama saya ga ngepost blog, terakhir kali saya ngepost blog juga saya lupa. taoi sekarang saya kembali membuka akun blog saya dan mencurahkan sebagian dari pikiran saya demi mengurangi yang hmm i think, i want to share. walaupun hanya kepada laptop dan tarian jemari di atas keyboard..

entah sudah berapa peristiwa yang terlewatkan selama saya tidak membuka dan mencurahkan nya di akun blog ini. mulai dari takdir yang memaksa saya untuk mengambil keputusan dengan cepat dan tepat terkait dengan masa depan saya, pasangan yang yah keadaan memaksa saya untuk berpikir kembali mengenai semuanya, dan masih banyak lagi..

08 April

beberapa saat yang lalu saya buka salah satu situs jejaring sosial, disana sahabat, sekaligus kakak kelas saya semasa di Boarding School menulis do'a buat her someone special, hmm kok do'anya saya banget yah ? 



Allah Yang Maha Pemurah, terimakasih Engkau telah menciptakan dia dan 

mempertemukan 

saya dengannya.

Terimakasih untuk saat-saat indah yang boleh kami nikmati bersama.



Terimakasih untuk setiap pertemuan yang boleh kami lalui bersama.




Terimakasih untuk setiap saat-saat yang lalu.




Saya datang bersujud dihadapan-Mu,






Sucikan hati saya yaa Allah, sehingga dapat melaksanakan kehendak dan 

rencana-Mu dalam

hidup saya


yaa Allah, 




tolong satukan hati kami.



Bantulah saya untuk mencintai, mengerti dan menerima dia seutuhnya.




Berikan saya kesabaran, ketekunan, dan kesungguhan untuk memenangkan 

hatinya.




Urapilah dia agar dia juga mencintai, mengerti dan mau menerima saya 


dengan segala kelebihan dan kekurangan saya sebagaimana saya telah Kau 

ciptakan.

Yakinkanlah dia bahwa saya sungguh-sungguh mencintai dan rela membagi 

suka dan duka 



saya dengan dia.


Yaa Allah Maha Pengasih, dengarlah doa saya ini.



Lepaskanlah saya dari keraguan ini menurut kasih dan kehendak-Mu.


Allah Yang Maha Kekal, saya tahu Engkau senantiasa memberikan yang terbaik 

buat saya.



Luka dan keraguan yang saya alami pasti ada hikmahnya.



Pergumulan ini mengajar saya untuk hidup makin dekat pada-Mu, untuk lebih 

peka 

terhadap suara-Mu


yang membimbing saya menuju terang-Mu.


Ajarlah saya untuk tetap setia dan sabar menanti tibanya waktu yang telah 

Engkau 



tentukan. ... 


Ya Allah kabulkanlah doa hambamu. Ini Aaaaaaamiiiiiinnnnnnn ,.........




amiiin amiiin ya Rabb..
 thanks a lot kak Fitriatul Wahdah, miss you so much, btw udah berapa lama ya kita ga ketemu ? hehe 


cheers from here, 



FRA

Faizah and Her Enchanting Journey | Designed by Oddthemes | Distributed by Gooyaabi