Skip to main content

Posts

Cerita Kehilangan Dompet Se-isinya

mumpung masih fresh di ingatan, saya mau cerita tentang saya yang kehilangan dompet beserta isinya. terima kasih tuhan yang waktu itu mentakdirkan dompet itu hilang dalam posisi uangnya nggak ada karena entah ada firasat atau gimana, beberapa hari sebelum dompet saya hilang saya titip uang ke sodara kembar saya. ATM di dalam dompet juga kebetulan dalam keadaan cuma ada saldo mengendap (karena lagi lagi sebelum dompet saya hilang saya bilang ke abah untuk kirim uang ke saya lewat rekening sodara kembar saya aja). dari segi finansial saya nggak rugi sama sekali, dari segi dokumen penting saya rugi besar. okeh, mari kita mulai petualangan saya "mengisi" kembali dompet yang baru. 1. mengumpulkan semua bukti fisik dan ngeprint semua bukti digital mengenai identitas diri saya sebagai bahan bikin laporan kehilangan. disinilah salahnya saya, fotocopy KTP, SIM, dan lain lain yang harusnya bisa dipake nge klaim identitas saya lebih jauh saya satukan semua dalam dompet dan ...

Cadar Air Mata Teman Saya

gambar diambil via pixabay saya nggak mau bilang apa-apa melihat kenyataan blog saya yang berdebu ini. saya emang udah nggak ngoyo lagi mau nulis, kalau saya mau ya saya nulis. kalau nggak ya nggak papa. oke, jadi saya mau cerita soal teman saya.  yang bercadar. eh, jangan pergi dulu. disini saya nggak mau nyinyir sama rombongan 212 beserta almuninya seperti kebanyakan kelas menengah ngehek. atau mau ngejelekin pandangan agama seseorang seperti mereka yang tidak memahami agamanya sendiri itu. disini saya mau cerita tentang hubungan interpersonal antar manusia. jadi di kampus saya yang sekarang, saya punya teman yang pake cadar. sebut saja namanya Bunga. nah Bunga ini satu satunya manusia bercadar di jurusan saya. dia nggak punya teman, nggak juga haus membuktikan bahwa dia bisa tanpa teman. dia, hanya nggak terduga. jadi di suatu maghrib dia ribut hubungin saudara kembar saya, yang dengan kokoh tak tertandingi mendeklarasikan untuk m...

Ujung Langit Tambak Wedi

ps : tulisan ini saya dedikasikan untuk Mas Bowo dan Mbak Nadia ( Happy Wedding for you two ! ) serta untuk seluruh teman teman saya di Surabaya. ini tulisan yang sangat panjang. prepare your time, please . oke, bismillahirrahmanirrahiim di sebelah barat jembatan Suramadu, ada  tambak dimana saya selalu kesana tiap saya sedih, perlu menenangkan diri, atau cuma sekedar pengen liat langit aja. nggak terlalu jauh lah sama rumah saya dulu di Pantai Mentari. di sebelah baratnya lagi, ada rumah Mas Bowo yang sekarang udah resmi nikah sama Mbak Nadia. happy wedding mas, mbak. akhirnya ya tembok tebal itu runtuh juga :) kepindahan saya satu tahun lalu mengagetkan. bahkan diri saya sendiri pun. dari awal saya sadar teman teman di Surabaya bertanya tanya tentang siapa saya karena saya dan Rusma tidak pernah mau menjawab pertanyaan yang menjurus ke latar belakang dan Alhamdulillah saya diberi teman teman yang dewasa untuk tidak memaksa saya demi meluapkan hasrat  kepo. t...

Pion yang Terlalu Liar

gambar diambil dari hsskedarblog (dot) blogspot (dot) co (dot) id jadi, sore itu mama saya pulang dari prosesi duka saudara jauh. beliau bercerita bahwa disalamin (dijabat tangannya) oleh salah satu eksekutif non aktif kantor kami, yang well bisa dibilang terlibat kasus dengan saya. yang bersangkutan sekarang gendut. sebuah ironi dimana dulu "gendut" adalah frasa utama yang bersangkutan untuk mencela, menjatuhkan, dan menghancurkan saya. "maafkan, ia hanya memilih pion yang terlalu liar" adalah ucapan bijak ibu saya yang (mungkin) merasa nggak enak juga. bercerita bahwa bertemu dengan yang bersangkutan sama saja membangkitkan rasa perih sebagai objek tersakiti akibat ambisi menduduki jabatan puncak perusahaan. berpikir tentang "pion yang terlalu liar". sesuatu yang melampaui batas itu dibenci tuhan. adalah prinsip yang selalu saya pegang dalam hidup saya. begitupun dengan rasa apapun yang hadir dalam hidup saya. kalau saya melamp...

Larasati dan Kancing yang Terlepas

Kirana Larasati. tahun ini ia genap berusia 24 tahun. seorang perempuan cantik, cerdas, dan bisa melihat hantu. saya pertama kali mengenalnya di tahun 2016. disaat sesuatu yang tidak mungkin disemogakan sehingga menjadi mungkin. Lalas perempuan tegar. ia pernah melewati peristiwa yang lebih mengerikan dibanding kematian. sebut saja kancing yang terlepas. kekuatan karakter tercermin dalam sikap mental di diri Lalas. kadang hal ini menjadi bumerang bagi dirinya. overthinking . kecintaannya pada grafis membawanya pada pekerjaan di sebuah resort dan agribisnis sejuk dekat rumahnya. ia bekerja dengan hati dan dibayar sebagai manusia profesional. di grup Salmon Rumpik kami, Lalas hadir sebagai pribadi kalem yang ngagetin. pribadinya yang terkadang panikan seringkali membuat panik seisi grup telegram. sebuah kombinasi yang lucu. fotografi, videografi, ilustrasi, dan produk grafis lainnya sukses ia lahirkan dari tangan dinginnya. sayang kuliah desain grafisnya malah belum lulus ...

Kancing yang Terlepas, Sebuah Mesin Waktu

saya jarang sempat untuk membaca karya sastra  anti mainstream  berbau sejarah. bahkan ketika  saudara kembar saya   secara heboh mendorong saya membaca novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala yang memberikan kesempatan pada rakyat jelata seperti saya mengintip "dapur" dari bisnis rokok beserta pusaran bisnis yang menyertainya, sampai hari ini pun saya masih belum sempat untuk membaca novel tersebut. tapi novel ini adalah pengecualian ; saya terhipnotis sejak paragraf pertama. SINOPSIS CERITA kalau boleh saya rangkum, novel ini bercerita tentang syair - syair, kelompok yang terusir dan asmara yang tidak terselesaikan. tentang perempuan, politik dan kekuasaan. tentang Indonesia dari sisi yang berbeda. Percintaan tulus beda zaman kokoh berusia senja Tek Siang dengan perempuan muda awal dua puluhan yang ia rawat, lindungi, dan cintai sejak umur dua belas tahun. Giok Hong. Giok Hong dicintai sebagai simpanan oleh si tua yang memilih untuk m...

Perempuan Perempuan Konstruksi

builder (dot) mn postingan ini sebenarnya postingan menghibur hati menyusul kabar penempatan saya untuk suatu proyek multi years salah   satu infrastruktur di pedalaman Kalimantan Timur. berbicara tentang perempuan selalu menarik, proyek juga begitu. kalau saja subjek dalam tulisan ini adalah seorang Adam, maka semua jadi "ya sudahlah ya, kan sudah seharusnya". tapi lain dengan perempuan. butuh dedikasi, konsistensi, dan persistensi untuk bertahan dan memimpin dalam jagad konstruksi. kita inspiratif, karena kita perempuan. berikut perempuan perempuan konstruksi inspirasi saya. 1. tante wati beliau adalah insinyur teknik sipil perempuan pertama dalam hidup saya. waktu itu saya masih umur 4 tahun rasanya. saya main ke kantor abah saya karena penasaran kata abah di kantor abah ngitung pasir sama batu tapi yang saya lihat hanya kertas bertebaran dan meja serta staff yang sibuk. tante Wati ini usil banget sama saya. tapi waktu saya perhatikan beliau kerja, keli...