Skip to main content

Posts

Pulau Malahing, 12 Years After

  masih jelas di ingatan saya, 12 tahun lalu ketika mengunjungi pemukiman atas laut ini. kala itu, pulau ini tak ubahnya perkampungan biasa tanpa ada yang melirik potensinya. saat itu, masih jelas teringat beningnya air laut kala surut yang memberikan pemandangan serupa kaca tentang indahnya aquarium ciptaan tuhan. bintang laut, algae, bulu babi, dan berbagai karang penjaga laut bisa dilihat dengan mata telanjang effortlessly . 20 Juli 2022, saya kembali ke Malahing. berwisata dengan niat mencelupkan kaki di hangatnya air laut, ditemani sejuknya angin laut, menyerap slow-pace living yang menjadi healing bagi penatnya tugas kantor. sembari berpikir kapan kiranya saya mahir berenang. wajah Malahing sudah sangat berubah. pemerintah sudah masuk dan mengimplementasikan solar cell sebagai sumber pasokan listrik area ini. kemudian perusahaan negara juga mengucurkan dana CSR nya dengan strategis dan penuh komitmen dalam membangun amenitas di area ini sehingga layak menjadi destinasi wisata...

Menuju Lebaran Glowing 2022 with Scarlett !

  yihaa, kantor baru. skincare baru ! ketika saya menulis ini, sudah bulan ketiga sejak kepindahan saya dari Balikpapan ke Bontang. entah kenapa, di kantor baru ini hasrat menggebu untuk menumpuk harta duniawi hasil keringat banyak lari ke tumbler   alih - alih skincare . jadi, saya beneran selektif banget untuk urusan skincare . apalagi, sekarang local  brand  dan brand impor harganya udah mirip - mirip. makanya faktor efikasi skincare dan harga berada di urutan prioritas teratas ketika saya memutuskan membeli sebuah produk skincare .  saya beruntung Scarlett masih membanderol produknya dengan harga di bawah seratus ribu. tepatnya Rp. 75.000,00 yang mana ini masih masuk akal untuk saya. namun tidak semua local brand seperti Scarlett. jadi, maafkan saya ya jika postingan  skincare  menjadi cukup jarang. namun, sebisa mungkin saya akan terus usahakan untuk menulis.  berbicara tentang skincare , tidak bosan bosannya saya sampaikan kepada handai ...

Don't Feel Small, be Brave Faizah !

  On my last day in Balikpapan (in my previous office), I ask to my staff to take this picture. a picture who speaks loudly about my future plan right after my resignation.  Since beginning of my career in State-Owned Enterprise, my vision is clear : I build a strong portfolio, be critical engineer, then find sexy problem who will be my story to make a personal statement and motivation letter, then find two strong key players to write a recommendation for me.  After all the requirement process is done, I take an IELTS test. next is to apply for University admission and scholarship. the plan is perfect, so that is time to resign.  But you know what ? that's perfectly planned is set up due to covering up my wounded soul. you know my past, I experienced moving from Surabaya to Samarinda while my undergraduate degree is not completed yet. I continue my degree in Samarinda, at the university when toxic and bullying culture still alive, spreading across all the university ...

Memutuskan untuk Pergi

saya kebingungan harus memulai tulisan ini dari mana. beberapa kali pula saya putuskan untuk mengganti judul. tapi intinya begini : saya memutuskan untuk resign dari perusahaan milik negara yang sudah menempa saya selama empat tahun terakhir. saya berangkat ke Balikpapan, dengan niat untuk mendapatkan surat rekomendasi demi mulusnya proses saya mendaftar beasiswa pascasarjana. ingin membangun nama tanpa ada embel - embel keluarga. serta memiliki penghasilan dari tangan sendiri tanpa ikut campur perusahaan keluarga. ternyata, saya berangkat dengan ego yang begitu angkuh. 3 Februari 2022 saya kembali, dijemput oleh abah dan adik laki - laki saya. keputusan saya mantap untuk pulang kembali ke Bontang dan membantu perusahaan keluarga. saya merasa ditampar takdir. apa yang saya perjuangkan dua tahun terakhir terhempas pasrah, menyadari bahwa itu semua bukan yang terbaik untuk saya. saya pikir saya akan menjadi master di bidang Civil Engineering dengan beasiswa. ternyata refleksi diri membua...

Aplikasi Maxim : Mudah, Murah, Menyenangkan !

  jujur saya termasuk golongan skeptis terhadap perusahaan teknologi, yang memiliki para VP dan AVP bergaji triple digit, mendapat suntikan dari berbagai ventures , namun ternyata memerah keringat para driver di lapangan.  maxim juga tidak terkecuali, perusahaan aplikasi yang sedari awal mengatakan mereka bukan perusahaan transportasi ini pun tidak luput dari tatapan sebelah mata saya. namun, gencarnya promosi mereka yang lebih mirip kampanye caleg ini alih - alih mewajibkan para drivernya untuk memakai atribut membuat saya tertarik mengulik model bisnis perusahaan ini. apa yang membuat maxim berbeda ? mengapa aplikasi ini begitu disenangi ? setelah saya perhatikan, maxim memang hadir di Indonesia beberapa langkah di belakang. namun, kehadirannya seakan menjadi jawaban keresahan para pengguna Order Service Provider ini. salah satu hal yang paling membuat saya menoleh kepada aplikasi kuning ini adalah kehadirannya tidak membuat driver "dikuasai" oleh rating. costumer pengguna ...

Tips Berbelanja Lewat Toko Bahan Kue Online

Photo by Keila Hötzel on Unsplash Bagi Anda yang memiliki hobby baking, kini untuk mendapatkan beragam jenis bahan membuat kue yang diinginkan maka bisa dilakukan secara mudah, tanpa harus datang ke toko bahan kue langsung, karena sekarang ini sudah ada online. Dimana nantinya Anda hanya perlu duduk santai di rumah dan juga memesannya lewat smartphone. Maka bahan untuk kue yang diinginkan bisa langsung dikirim ke rumah, sangat mudah dan pastinya bisa lebih hemat, apalagi ada banyak penawaran harga miring atau diskonan juga. Hanya saja juga harus selektif jika seandainya ingin belanja bahan untuk kue, khususnya secara online. Agar nantinya tidak menyesal maka berikut ini beberapa tipsnya yang bisa Anda ikuti, yaitu:   1. Perhatikan merk bahan untuk kue tersebut, setiap bahan untuk kue mulai dari tepung, keju, coklat, mentega serta yang lainnya dikeluarkan oleh produsen yang berbeda-beda. Kualitas serta rasa sangat bergantung pada merknya tersebut. Untuk itu agar mendapatkan yang...

Umak Communal Space Balikpapan

  tempat ini estetik, dengan caranya sendiri. bukan estetik versi IKEA atau instagram.  berkunjung ke sini membuat saya merasa sedang berkunjung ke rumah teman. teman yang memiliki karakter kuat namun bisa menempatkan diri. tidak banyak tempat di Balikpapan yang membuat saya jatuh hati, dan tempat ini adalah one of my best highlight in Balikpapan. berada di Jalan PU III daerah Prapatan, sebuah perumahan di Balikpapan lama. berkunjung ke sini benar - benar membuat saya menjadi bagian asli dari kota minyak ini. selama ini hidup saya berkutat di kantor dan mall yang mana keduanya berada di area Central Business District (CBD) nya Balikpapan. sehingga, rute Balikpapan tengah yang saya tempuh untuk mencapai Umak Communal Cafe memberikan sensasi rekreasi dalam kota bagi saya. tempat ini tampil dengan sangat berbeda. ia tidak memiliki AC, tidak juga ada music kekinian, lampu sophisticated, apalagi parkiran mobil luas. ini adalah sebagian dari lantai satu rumah pemiliknya. berisi mush...