Skip to main content

Posts

Singapura dan Cerita Tentangnya

Research shows that the stronger our sense of belonging, the stronger our well-being. adalah kalimat yang dijadikan highlight oleh google ketika saya mengetik "The Place Where You Were Belong Means". keyword ini saya ketik dilatarbelakangi oleh salah satu TikTok konten kreator yang bilang ada satu tempat yang dia kunjungi yang memiliki energi baik, membuat dia lebih bahagia dari tempat manapun yang pernah dia kunjungi. sebuah pulau kecil yang saat itu lagi mendung, jaraknya jauh dari tempat dia tinggal, dia sendirian pula. namun dia nggak peduli dengan kekhawatiran karena tempat tersebut membuat dia merasa baik-baik saja. and he conclude that those place is the place where he belongs to. menurut dia the place where he were belongs to adalah tempat dia dia seharusnya, tempat dimana dia merasa nyaman, dan bisa jadi diri sendiri. karena nggak semua tempat bisa memberikan energi seperti itu ke diri dia.   trus saya mikir dong, ada ya tempat begitu ? saya perbaiki pertanyaannya, a...

Tujuh Belas Hari di 2024

Hai, Faizah here. bercerita tentang belasan hari di tahun baru ini sungguhlah menarik. yeah, I need to way out, everything inside my head yang bikin saya super overwhelm. baru beberapa kali dua puluh empat jam, namun rasanya sudah berpuluh episode perubahan saya hadapi.  pertama, akhirnya saya mencapai target 1000 orders complete sehari. keberhasilan ini yang membuat lisensi perusahaan yang saya pimpin batal digantung. bisa dibilang, insya Allah ini akan menjadi titik balik bahwa aplikasi perusahaan transportasi online milik keluarga saya akan permanen tidak berpindah tangan. karena udah lolos probation. bilang apa dulu ? Alhamdulillahi Rabbil Alamin *** kedua, saya yang "dimutasi" ke ruangan sendiri.   keberhasilan saya tidak lepas dari anggota tim saya yang solid. thanks to Annisa dan Theo yang membantu saya sampai kita semua ada di titik hari ini.  2024, abah saya yang tidak ikut - ikutan urusan perusahaan transportasi online ini, tiba - tiba involve penuh dan ber...

Super Tree Groove

perjalanan saya dan Fatimah dimulai dari hotel kami di daerah Balestier menuju Esplanade Bus Stop.  dibandingkan MRT, saya lebih menyukai perjalanan dengan Bus. selain karena tidak pusing harus keluar lewat exit mana, naik bus juga hemat tenaga karena nggak harus turun puluhan meter ke bawah tanah. bonusnya, dapat pemandangan indah Singapura. meskipun risiko naik bus adalah macet, tapi saya memandang itu berkah karena justru karena macet saya bisa stabil mengambil foto dengan kamera ponsel saya. singkat cerita, sampailah saya di Esplanade untuk jalan kaki lihat patung merlion sambil jalan ke stasiun MRT Raffles untuk ke Garden By the Bay pintu masuk terdekat menuju platform MRT yang saya inginkan adalah melalui Exit A. yang mana melewati hotel Fullerton poor us, karena kemalasan saya baca peta, saya lalu memilih jalur TEL (Coklat) jalur baru yang berakhir stasiun MRT Garden By The Bay padahal, namanya aja Garden By The Bay MRT Station. sejatinya, kalau mau ke Super Tree Groove lebi...

Transit 8 Jam di Singapore

bulan mei kemarin, saya dan Fatimah sempat transit di Singapore selama 8 jam dalam perjalanan dari Surabaya menuju Kuala Lumpur. sengaja memang, karena saya cinta mati dengan negara ini. our second home .  tujuan pertama kami adalah makan di Lau Pa Sat. bulir - bulir sugar cane dingin dan orange juice  seharga 5 dollar terus membayang bersama dengan gurihnya Hainan Chicken Rice Halal. namun sebelum itu, mari keluar dari Raffles MRT Station dengan aman.     bagi saya,  Raffles MRT Station adalah stasiun MRT paling rumit setelah Dhoby Ghaut . karena banyaknya pintu keluar yang ia miliki. oleh karena itu, saya berdiri cukup lama di depan papan penunjuk informasi exit directory untuk memastikan saya tidak salah pintu keluar yang bisa membuat saya berputar sangat jauh.   Alhamdulillah, kami keluar dari pintu I dengan selamat tanpa tersesat. selanjutnya kami melewati koridor pencakar langit Singapore CBD hingga akhirnya sampai di Lau Pa Sat. berjalan di a...