Skip to main content

Belajar Menulis dengan Rasa


lebih dari satu bulan saya tidak menulis tulisan tulisan panjang seperti biasanya. tulisan panjang yang terakhir saya tulis adalah tentang Pesawat Delay tertanggal 31 Desember 2014. itu artinya, selama 2015 saya belum menulis tulisan "serius".

kenapa ?

saya sendiri tidak sadar apa yang terjadi dengan insting menulis saya, sampai kemarin ( 20 Februari ) saya bertanya pada diri sendiri "kenapa insting menulis kamu redup ? nggak ada ide ? sudah malas menghadapi persaingan traffic ? atau apa ?" 

lama saya terdiam, dan akhirnya saya menyadari, bahwa selama ini saya belum menulis dengan rasa. saya selalu menulis hal hal "berat" yang seringkali pembaca saya malas membacanya. tidak salah, karena tidak semua orang minat blogwalking untuk membaca sebuah pemikiran dari orang yang tidak segitunya cerdas seperti saya ini.

saya lalu memperhatikan blog blog idola saya, saya perhatikan apa apa yang mereka tulis. kesimpulan saya, mereka (para blogger idola saya) selalu menulis dengan rasa, mereka menghadirkan rasa yang berbeda dalam setiap tulisannya dan menorehkan rasa kepada para pembacanya. pun setelah kami (para pembaca) menutup halaman blog mereka.

disini saya kembali belajar satu hal, bahwa selama ini saya tidak pernah menghadirkan rasa dalam tulisan saya. saya hanya menghadirkan emosi atau pemikiran . padahal bukan itu harapan para pembaca saya atas tulisan saya.

kembali saya belajar, bahwa menulis adalah tentang aktualisasi diri.

beberapa bulan ini saya sempat melupakan arti menulis bagi diri saya sendiri, dengan tawaran kerjasama berbentuk paid review, ambisi untuk meningkatkan traffic, ambisi untuk memperbaiki pagerank, sejenak membuat saya terlena dan bernafsu untuk menjadi yang terbaik dan menyingkirkan para pesaing.

saya lupa bahwa konten adalah raja, konten berarti isi, isi berarti tulisan, dan tulisan berdasar insting menulis. dan insting menulis setiap orang pasti berbeda beda. itu artinya, saya tidak perlu repot repot memoles personal branding saya. karena pada dasarnya disaat pertama kali postingan blog saya muncul. personal branding saya otomatis sudah terbangun. saya hanya perlu terus meningkatkan kualitas menulis saya, setelah itu. baru berbagai teknik SEO itu secara perlahan saya pelajari dan praktekkan. dengan begitu personal branding saya menjadi semakin kuat. dan salah satu keberhasilan seorang penulis dalam membranding dirinya adalah ketika ia bisa meninggalkan rasa yang kuat dan candu kepada para pembacanya dalam setiap tulisan tulisannya. 

intinya adalah saya harus terus belajar.

saya harus belajar menghadirkan rasa, saya harus belajar menulis dengan hati, menulis dengan jujur, dan menulis tanpa membohongi keadaan.






Surabaya, 21 Februari 2015





Rifa Akhsan

Comments

  1. Ya, kak. Menulis harus dengan rasa. Kalo nggak pake rasa ya nggak ada rasanya dong. Ckckck.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe iyaa :) terima kasih sudah berkunjung dan meinggalkan komentar :)

      Delete
  2. Menulis tanpa rasa itu sama seperti menulis buat Wikipedia..

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha iya, wikipedia juga sekarang meragukan kontennya :)

      Delete
  3. Setuju mbak.. konten blog adalah brand kita :) itu dulu kali ya baru setelah itu seo, traffic dan sebagainya.

    ReplyDelete
  4. Setuju mbak.. konten blog adalah brand kita :) itu dulu kali ya baru setelah itu seo, traffic dan sebagainya.

    ReplyDelete
  5. Menulis memang harus menghadirkan rasa dr dalam hati.
    Semuanya dilalui melalui proses, saya jg masih belajar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sayapun masih belajar, terkadang terlalu sering menulis juga bisa menghilangkan "rasa" itu

      Delete
  6. Bener banget... Beda aja nulis tanpa rasa sama melibatkan rasa.
    Tetep semangat, Mbak! ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. menulis tanpa rasa itu, kita aja yg nulis malu bacanya

      Delete
  7. Halo Faizah! Lagi ngalamin hal yang sama nih setelah berbulan-bulan gak nge-blog. Salam kenal anyway :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. halo keke :) salam kenal juga. tetap menulis ya :))

      Delete
  8. Luar biasa mantap. Salam kenal kak..

    ReplyDelete

Post a Comment

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke sini. silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Popular posts from this blog

Hong Kong Day 3: Mengagumi Hong Kong Secara Pelan-Pelan

Halo, terima kasih untuk kamu yang kembali ke sini. kisah tentang Hong Kong sengaja saya ceritakan per hari, agar saya juga mengingat dengan syukur bahwa doa saya terkabul. bahwa mimpi saya terwujud. cuaca saat itu bagus (tidak terjadi thypoon). udara juga cocok untuk saya (pertengahan musim semi). dan semoga, kamu juga bisa meginjakkan kaki ke Hong Kong. Hari Ketiga di Hong Kong adalah harinya slow down. karena saya harus mengatur energi saya dengan baik. hari pertama dan kedua udah dar der dor banget. hari ketiga saya usahakan pace nya lebih lambat. di hari ketiga ini pula saya hanya jalan-jalan berdua dengan Fatimah. karena, Annisa ke Disneyland. KFC Wan Chai dan Jalan Masuk Menuju Wan Chai Market perjalanan kami mulai dari KFC Wan Chai sebagai tujuan sarapan. KFC ini adalah cabang KFC halal terdekat dari apartment, lokasinya persis di depan tram station. ternyata, menu yang ready saat itu baru menu - menu light meal ala KFC seperti sup krim dan omelette. sementara saya dan Fatimah ...

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Beryl’s Jalan Panggong Outlet - Kuala Lumpur

  "Riffat, ayo makan buah cokelat"  waktu itu dia petik buah kakao itu, dibukanya, dan disodorkan ke saya "buah cokelat" versi dia.  buah cokelat yang dalam kenyataannya adalah biji kakao. saya masih ingat, rasanya manis dan ada hint pahit. teksturnya seperti buah sirsak versi lebih padat.   rasanya itu adalah awal mula ketertarikan saya dengan cokelat. tetangga saya yang punya pohon kakao di rumahnya.  setelah pengalaman memakan biji kakao mentah itu, perjalanan saya dengan cokelat tidak jauh - jauh dari merek Silverqueen dan Toblerone. trus waktu abah saya pulang dari luar negeri, saya baru tau ada merek cokelat bernama Cadburry. sisanya, ya cokelat ayam murah yang lengket di lidah. lalu, suatu hari saya berkesempatan mengunjungi outlet cokelat ini di Kuala Lumpur. ini bukan sekedar outlet, dia punya costumer experience style yang memberikan transfer knowledge tentang proses bean to bar mulai dari biji kakao sampai ke bentuk akhir cokelat siap makan. mung...