Skip to main content

Belajar Meraih Ilmu dengan Seni Menundukkan Ego

kutipan status diatas ditulis oleh seorang ibu dan guru yang luar biasa yang menjadi rekanan saya semenjak saya bergabung dengan kantor pimpinan Bos Y.

dulu saya sering bertanya kenapa abah dan umi saya sangat "setreng" dan sensitif dengan issue mengenai kesombongan, sifat arogan, dan saudara saudaranya. larangan dan petuah petuah tersebut biasanya dilanjutkan dengan nasihat tentang pentingnya menundukkan ego untuk meraih ilmu.

saya yang bingung sih iyes iyes aja sambil ngedumel "aku nggak sombong kooook"

kemudian waktu berlalu, saya yang mulai memasuki fase dewasa awal mulai masuk dalam kolam persaingan bisnis yang membawa saya bertemu dengan berbagai macam tipe manusia dengan berbagai karakter.

nasihat abah umi saya yang disampaikan jaman saya masih SMP - SMA tersebut mendadak ngeheits lagi gaungnya dengan apa yang saya alami beberapa waktu yang lalu.

kemarin saya diajak oleh Bos Y untuk bertemu dengan pimpinan komunitas pengusaha di bidang usaha yang menjadi konsentrasi kantor saya. pimpinan komunitas ini membawa 10 pengusaha lain untuk bertemu dengan kami guna membicarakan kerjasama bisnis jangka menengah yang akan kami jajaki bersama. sang pimpinan bertindak selaku fasilitator, sang pimpinan sudah mengenal kami cukup lama dan sangat kapabel untuk memetakan mana saja pengusaha yang memungkinkan mampu menjalin kerjasama dengan kami based on karakter kami.

pertemuan berlangsung dengan sangat hangat, sampai ada salah satu pengusaha yang dari cara duduknya dari awal sudah meneriakkan "I DONT HAVE TO SIT HERE", ditambah tatapan mata yang memandang saya dengan "I HAVE ALREADY DONE TO EXECUTE WHAT YOU SAY" serta bahasa tubuh yang berbicara "YOU ARE INCAPABLE TO BUILD A BUSINESS COOPERATION WITH ME" lantas si pengusaha bercerita panjang lebar tentang pencapaian bisnisnya yang sukses merambah pasar Jepang dan Brazil dan menjawab "yaaa gimana ya mbak yaaaa" ketika saya dengan straight to te point bertanya "jadi apa yang bisa kami bantu untuk usaha ibu?"

pimpinan komunitas menghela nafas, saya dan teman teman cukup tau beliau malu dengan sikap anggotanya, di akhir pertemuan pimpinan komunitas mengutarakan permintaan maaf yang dalam sembari berkata "saya ajak dia kesini karena saya tau dia masih belum settle, saya mau dia bisa percaya dengan kemampuan dirinya. kalau saja dia mau menundukkan ego dan menghilangkan tinggi hati demi menutupi rendah dirinya itu saya yakin dia pasti bisa merambah pasar eropa dan amerika"

sampai di rumah, saya tercenung dengan kejadian di pertemuan itu, dari segi analisa memang benar kamipun melihat bahwa si pengusaha masih belum settle dan sangat perlu pembenahan sana sini untuk menyempurnakan proses bisnisnya dalam menghadapi persaingan sengit dengan kompetitor.

kini saya paham mengapa abah dan umi saya ngotot memberikan petuah tentang kesombongan, menundukkan ego, dan lain sebagainya.

sombong dengan kemampuan diri membuat kita tertutup untuk mendapat ilmu baru, membuat kita tidak peka melihat peluang, dan membuat diri kita menjadi "kodok dalam batok", buta terhadap apapun yang pada akhirnya hanya akan membuat kita terjerumus dan terpelanting dalam persaingan diri menghadapi arus global yang terus berjalan menggilas mereka yang tidak siap untuk berubah.

meraih ilmu dengan terus belajar menjadi satu satunya jalan memenangkan persaingan inovasi pada arus global dan satu satunya cara mutlak untuk meraih ilmu adalah dengan menundukkan ego.

di atas langit masih ada langit, itulah kenapa Rasulullah S.A.W mewanti wanti umatnya untuk belajar dari sejak dalam kandungan hingga liang lahat.

semoga kita bukan termasuk golongan yang menjerumuskan diri dengan sadar pada keterpurukan nyata hanya karena tidak bisa menundukkan ego. amin.





Surabaya, 26 Oktober 2015




Riffat Akhsan, anak kecil yang masih harus terus dibimbing oleh kedua orangtua nya untuk menapak dunia
  


Comments

  1. inilah anakku...si matang yang selalu "merasa" kecil itu. Baiklah nak. memang Allah saja yang maha besar.

    ReplyDelete

Post a Comment

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke sini. silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Popular posts from this blog

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Mitos Mitos Tentang Teknik Sipil

salah satu mahasiswa teknik sipil yang lagi praktikum ukur tanah kembali lagi tentang teknik sipil, terima kasih kepada sumber lalu lintas yang menerangkan bahwa semakin banyak yang kepo tentang teknik sipil. juga kepo tentang saya :D tapi ada hal yang membuat saya tergerak untuk menulis tulisan ini, karena mayoritas kata kunci yang dimasukkan tentang teknik sipil adalah tentang mitos mitos teknik sipil yang masih belum ada yang mengulasnya. okeh, dibawah ini adalah mitos terumum di dunia teknik sipil.

Rasanya Jadi Anak Kembar itu...

Rifa-Rusma Dek Fuad-Rusma-Rifa Rusma-Mom-Rifa Rifa-Rusma Rifa-Dad-Rusma Rifa-Rusma-Mom Menjadi anak kembar identik adalah takdir yang harus saya jalani, bahkan sebelum saya melihat dunia. ya, saya bersama dengan Rusma Fatimah Ma'rifah Akhsan mulai dari berbagi rahim  sampai sekarang.