Skip to main content

Dari Dua Orang Tuna Grahita, Saya Belajar Arti Legawa

Saya-Mas Ping An- Mas Adi- Bos Y
beberapa hari ini, saya sedih banget dikatain gendut sama beberapa orang yang nggak bisa jaga mulutnya. terlebih waktu say nimbang, berat badan saya nak (lagi) makin sedihlah saya. saya juga marah besar dalam hati sama seorang teman kuliah berinisial P yang dengan sok taunya menuding bahwa saya putus dengan mantan saya karena si mantan yang ilfil karena saya yang gendut, buktinya pacarnya yang sekarang adalah perempuan kalem cantik tinggi semampai berkulit putih dan kuliah di jurusan yang lulus nanti bakal kerja di bank.

saya sedih, bukan sedih. nangis, kok ada orang yang setidak punya perasaan seperti P ini.


ah sudahlah, kalau dia berani dengan santai berlaku seenaknya seperti itu ke saya menuding saya seenaknya seperti itu, nanti kalau dia diperlakukan seenaknya oleh tuhan. saya nggak kaget.

saya yang sedih plus marah dalam hati ini lalu iyes iyes aja diajak oleh Bos Y ke workshop craft di daerah selatan Surabaya untuk menjajaki peluang kerjasama bla bla bla.

kemudian disana saya terpana, si crafter ini ternyata mempekerjakan mereka yang memiliki cacat. baik cacat fisik maupun mental. disana ada tuna rungu, tuna wicara, tuna daksa, dan yang terbanyak adalah tuna grahita.

tuna grahita adalah keterbelakangan mental, jadi yang dewasa hanya umurnya. sementara pola pikirnya adalah anak kecil. dari si crafter, saya mendapat kisah bahwa rata rata latar belakang para pegawainya ini berasal dari keluarga menengah keatas. sayangnya mereka "dibuang" oleh keluarganya karena cacat yang mereka alami.

mereka tidak bisa memilih takdirnya, tidak ada seorangpun yang ingin terlahir cacat. terlahir cacat saja sudah sakit, terlebih mendapat penolakan dari keluarga terdekat. yang paling meremas hati saya adalah para tuna grahita, menyesakkan rasanya terjebak di umur tiga puluhan dengan pola pikir persis anak sepuluh tahun, ditambah dengan lambatnya menerima informasi.

saya tidak kasihan dengan mereka, karena saya yakin tuhan pasti siapkan cerita indah untuk mereka. tapi sebagai sesama manusia, saya kagum dengan mereka yang tetap semangat menjalani hidup dan berbagi kepada sesamanya.

disana saya mengobrol, tertawa, dan bercanda dengan mereka. saya perlakukan mereka sama dengan manusia normal lain. awalnya mereka minder dengan saya, lama kelamaan mereka cair dengan saya. ketika itu saya merasa malu sekali dengan tuhan karena kesedihan dan kemarahan saya perkara saya yang dikatain gendut.

dari mereka saya diingatkan tuhan, bahwa dunia tidak sesempit hidup saya. dunia tidak hanya tentang kuliah, pekerjaan, dan masalah masalah saya. saya bersyukur masih memiliki keluarga yang selalu mendukung saya, orangtua yang disetiap telponya selalu berkata "kalau ada apa apa langsung bilang ke kita" . sementara diluar sana ada banyak mereka yang dukungan dari keluarga hanyalah sekedar mimpi.

dari mereka saya belajar bahwa hidup hanyalah tentang merubah mindset, tentang meyakini bahwa tuhan tak pernah salah. mungkin kita yang terlalu salah menangkap hikmah.

mungkin saya gendut, mungkin saya pantas ditinggalkan oleh mantan saya karena berat badan saya seperti kata si P. tapi saya yakin semua adalah tentang pilihan. saya boleh memilih untuk percaya apa kata si P. tapi saya juga berhak untuk percaya apa yang saya yakini. tentang mindset baru saya. tentang pilihan yang saya buat. toh masih ada jalan untuk menurunkan berat badan, meskipun tidak secara instan. tapi saya masih bisa berusaha merubah takdir saya. 

saya beruntung hanya diberi berat badan diatas normal oleh tuhan, bukan diberi kaki hanya satu.

sebelumnya saya menganggap kesempurnaan fisik adalah hal yang wajar, apalagi ditambah mereka yang (katanya) cacat mengemis di perempatan lampu merah memanfaatkan simpati demi sesuap nasi. saya merasa "yaudah sih biasa aja". tapi bertemu mereka yang dibekali kekurangan fatal mau bekerja dan legawa terhadap takdir tuhan sontak membuat saya super malu. bahwa saya adalah mahluk tuhan paling egois yang melihat dunia hanya dari sudut pandang diri sendiri.

jangan meratap berlebihan, apalagi jika masalahmu cuma perkara ditinggal pacar atau dimarahi dosen.





Surabaya, 4 Oktober 2015




Rifa Akhsan

Comments

  1. terharu membaca tulisan ini, rifat yang bisa memaknai syukur. hentikan sebelnya. Ingat tentang "kewaspadaan" riffat dengan ucapan bertuah "mandi".

    ReplyDelete

Post a Comment

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke sini. silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Popular posts from this blog

Hong Kong Day 3: Mengagumi Hong Kong Secara Pelan-Pelan

Halo, terima kasih untuk kamu yang kembali ke sini. kisah tentang Hong Kong sengaja saya ceritakan per hari, agar saya juga mengingat dengan syukur bahwa doa saya terkabul. bahwa mimpi saya terwujud. cuaca saat itu bagus (tidak terjadi thypoon). udara juga cocok untuk saya (pertengahan musim semi). dan semoga, kamu juga bisa meginjakkan kaki ke Hong Kong. Hari Ketiga di Hong Kong adalah harinya slow down. karena saya harus mengatur energi saya dengan baik. hari pertama dan kedua udah dar der dor banget. hari ketiga saya usahakan pace nya lebih lambat. di hari ketiga ini pula saya hanya jalan-jalan berdua dengan Fatimah. karena, Annisa ke Disneyland. KFC Wan Chai dan Jalan Masuk Menuju Wan Chai Market perjalanan kami mulai dari KFC Wan Chai sebagai tujuan sarapan. KFC ini adalah cabang KFC halal terdekat dari apartment, lokasinya persis di depan tram station. ternyata, menu yang ready saat itu baru menu - menu light meal ala KFC seperti sup krim dan omelette. sementara saya dan Fatimah ...

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Beryl’s Jalan Panggong Outlet - Kuala Lumpur

  "Riffat, ayo makan buah cokelat"  waktu itu dia petik buah kakao itu, dibukanya, dan disodorkan ke saya "buah cokelat" versi dia.  buah cokelat yang dalam kenyataannya adalah biji kakao. saya masih ingat, rasanya manis dan ada hint pahit. teksturnya seperti buah sirsak versi lebih padat.   rasanya itu adalah awal mula ketertarikan saya dengan cokelat. tetangga saya yang punya pohon kakao di rumahnya.  setelah pengalaman memakan biji kakao mentah itu, perjalanan saya dengan cokelat tidak jauh - jauh dari merek Silverqueen dan Toblerone. trus waktu abah saya pulang dari luar negeri, saya baru tau ada merek cokelat bernama Cadburry. sisanya, ya cokelat ayam murah yang lengket di lidah. lalu, suatu hari saya berkesempatan mengunjungi outlet cokelat ini di Kuala Lumpur. ini bukan sekedar outlet, dia punya costumer experience style yang memberikan transfer knowledge tentang proses bean to bar mulai dari biji kakao sampai ke bentuk akhir cokelat siap makan. mung...