Skip to main content

Muda Itu Berbeda dengan Karya

source


tulisan ini adalah tulisan yang saya tulis sebagai blogger tamu di blognya mas Arif Munandar


Muda Itu Berbeda dengan Karya


Masa muda adalah masa keemasan, masa dimana kamu bisa bertahan menyelesaikan masalah sesulit apapun. Masa berubah ataupun masa membuat perubahan.
Yang saya liat, anak anak muda sekarang terjebak dalam skema hura hura yang melenakan, banyak dari mereka maunya yang simple, maunya yang nyaman, maunya ikut arus aja.
Saya juga masih muda, masih 20-an. Masih suka nonton korea dan main main kesana kemari dengan alasan “mumpung masih muda” dan “kapan lagi begini”

Tapi kemudian saya berpikir, apakah nyaman menjalani hidup begini begini saja, so typical. Saya lalu menarik benang merah kesuksesan milyuner milyuner muda dunia dan sampai pada satu kesimpulan : mereka berbeda karena karyanya.
Tidak perlu jauh jauh berbicara tentang perubahan, apalagi berbicara sebagai anak muda yang merupakan agen penentu masa depan. kita berbicara tentang makna berbeda saja dulu. Menjadi berbeda kan tidak perlu berubah banyak tokh ? cukup membuat suatu ciri khas yang memiliki daya otomatisasi untuk diingat dengan baik oleh orang lain. Sesederhana itu.
Bos Facebook tidak pernah menyangka ia akan bisa memiliki satelit sendiri seperti sekarang, waktu itu pikirannya hanya sebatas membuat karya. Begitupun dengan bos google, ia hanya berusaha berkarya dengan apa yang ia bisa. dan karya itulah yang membuat mereka berbeda.
Usia muda adalah usia perenungan, titik balik, sekaligus perumusan proyeksi masa depan. Mereka yang mau berkarya di usia mudanya adalah mereka yang menjadi berbeda dengan anak muda lainnya.
Berkarya tidak harus tentang menciptakan hal hal wow seperti iphone tandingan ataupun mesin pencari tandingan, menulis dengan rutin dan arif menanggapi kritik dan komentar juga sudah termasuk berkarya. Menciptakan sebuah desain yang “berbicara” dan mengarsipkannya dengan rutin juga termasuk karya. Kamu juga bisa berkarya dengan seni lukis, craft, scrapbook dll, Apalagi membangun sebuah startup, itu jelas jelas karya. Berbeda dengan karya adalah upaya untuk berterima kasih kepada keluarga dan lingkungan atas karunia usia muda.
Kuliah dengan baik dan menghasilkan IPK menjulang memang karya, tapi itu kewajiban. Bukan komponen yang membuatmu berbeda. menurut saya. Kenapa ? karena dengan kemampuan usia mudamu, kamu bisa lebih dari sekedar IPK menjulang saja.
Keluar dari zona nyaman hura hura, kurangi nyinyir di social media, berhenti mencari perhatian dengan hal tak berguna, ciptakan karya yang membuat kamu eksis dalam artian positif, dan konsisten dalam berkarya. karena karya yang positif akan menuntun kamu pada kesempatan kesempatan besar positif lain, yang sangat boleh jadi akan membawa kamu pada hal hal luar biasa.
Berkarya positif bukan berarti merenggut masa muda, tapi lebih kepada memberikan value kepada diri dan lingkungan, toh anak muda adalah mereka yang mampu menggabungkan tanggungjawab dengan kesenangan. Kamu tetap bisa menikmati masa mudamu, tapi dengan warna baru sebuah karya.

Kamu bebas berkarya dengan media apapun, asal bertanggungjawab dan memberikan impact positif bagi lingkunganmu. Karena karya merupakan tanda kamu adalah anak muda yang berbeda.



terima kasih mas Arif untuk kehormatannya menulis di blog anda :))

Surabaya, 12 Oktober 2015



Riffat Akhsan

Comments

  1. Yuhu ~

    Yang jelas terus berkarya berdasarkan passsion aja, nggak usah mikirin kapan punya satelit dulu aja. Nanti juga punya kok #eh.

    ReplyDelete

Post a Comment

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke sini. silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Popular posts from this blog

Hong Kong Day 3: Mengagumi Hong Kong Secara Pelan-Pelan

Halo, terima kasih untuk kamu yang kembali ke sini. kisah tentang Hong Kong sengaja saya ceritakan per hari, agar saya juga mengingat dengan syukur bahwa doa saya terkabul. bahwa mimpi saya terwujud. cuaca saat itu bagus (tidak terjadi thypoon). udara juga cocok untuk saya (pertengahan musim semi). dan semoga, kamu juga bisa meginjakkan kaki ke Hong Kong. Hari Ketiga di Hong Kong adalah harinya slow down. karena saya harus mengatur energi saya dengan baik. hari pertama dan kedua udah dar der dor banget. hari ketiga saya usahakan pace nya lebih lambat. di hari ketiga ini pula saya hanya jalan-jalan berdua dengan Fatimah. karena, Annisa ke Disneyland. KFC Wan Chai dan Jalan Masuk Menuju Wan Chai Market perjalanan kami mulai dari KFC Wan Chai sebagai tujuan sarapan. KFC ini adalah cabang KFC halal terdekat dari apartment, lokasinya persis di depan tram station. ternyata, menu yang ready saat itu baru menu - menu light meal ala KFC seperti sup krim dan omelette. sementara saya dan Fatimah ...

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Beryl’s Jalan Panggong Outlet - Kuala Lumpur

  "Riffat, ayo makan buah cokelat"  waktu itu dia petik buah kakao itu, dibukanya, dan disodorkan ke saya "buah cokelat" versi dia.  buah cokelat yang dalam kenyataannya adalah biji kakao. saya masih ingat, rasanya manis dan ada hint pahit. teksturnya seperti buah sirsak versi lebih padat.   rasanya itu adalah awal mula ketertarikan saya dengan cokelat. tetangga saya yang punya pohon kakao di rumahnya.  setelah pengalaman memakan biji kakao mentah itu, perjalanan saya dengan cokelat tidak jauh - jauh dari merek Silverqueen dan Toblerone. trus waktu abah saya pulang dari luar negeri, saya baru tau ada merek cokelat bernama Cadburry. sisanya, ya cokelat ayam murah yang lengket di lidah. lalu, suatu hari saya berkesempatan mengunjungi outlet cokelat ini di Kuala Lumpur. ini bukan sekedar outlet, dia punya costumer experience style yang memberikan transfer knowledge tentang proses bean to bar mulai dari biji kakao sampai ke bentuk akhir cokelat siap makan. mung...