Skip to main content

Passion is Bullshit

Photo by Alesia Kazantceva on Unsplash

jadi saya lagi seneng - senengnya dengerin podcast di soundcloudnya @maknatalks. berawal dari minat saya di bidang finance, yang mana saat itu maknatalks lagi ngobrolin soal finance bareng founder Jouska Mas Aakar. ya udah deh jadi keterusan dengerin podcast mereka.

salah satu yang menarik perhatian saya adalah obrolan dengan Gofar Hilman, tentang kerjaan dia sampai berada di titik sekarang.

passion is bullshit, beberapa millenial memaknai arti passion secara berlebihan. loncat kerjaan kesana sini (katanya) demi mengejar passion. padahal mah ujungnya kan cari duit juga. passion bukan tentang pekerjaan apa yang kamu suka, tapi tentang bagaimana kamu mencintai pekerjaanmu.

statement dia menginspirasi saya untuk menulis postingan ini.

jujur, apa yang dia katakan itu benar.  

makin umur, saya makin banyak melihat mereka yang bekerja hanya karena butuh duit. terlihat sekali they works because they have to. karena pas rejekinya disitu, gajinya bagus juga. kenapa enggak ?akhirnya cara mereka melepas stress adalah dengan membiayai hobby dan travelling keliling dunia hasil jerih payah mereka bekerja.

mereka yang sepertinya tidak bekerja sesuai passion ternyata juga memiliki caranya sendiri untuk tetap enjoy dengan pekerjaannya. karena mereka punya sesuatu berharga yang membuat mereka bertahan. 

namanya duit.


saya bersyukur bekerja di bidang yang saya cintai, saya mencintai pekerjaan saya, cinta juga sama gaji dan bonusnya. saya ingat ungkapan bahwa dalam pekerjaan kita hanya bisa mendapatkan dua dari tiga hal : passion, salary, and work life balance. kalau di kerjaan saya work life balance lah hal yang tidak saya dapatkan. but I can deal with that.

bisa dibilang saya bekerja sesuai passion. meskipun saya lebih suka bilang kalau saya berangkat dari mencintai pekerjaan saya yang Alhamdulillah bisa menghidupi saya. cinta itu yang membuat saya bertahan dengan pekerjaan ini. walaupun deadlinenya kayak setan, pressurenya tinggi banget, negara api menyerang setiap akhir bulan, belum lagi masalah di lapangan, whoa kalau saya nggak cinta mungkin udah saya hempas dari dulu kali :)))).  

intinya memang ujungnya duit.

so, yang mau saya sampaikan adalah : jangan berpikir bekerja sesuai passion itu seneng - seneng terus isinya. namanya juga kerja, pastilah ada masalah, capek, stress, dan penuh hal - hal yang nggak sesuai ekspektasi. tapi kerja adalah tentang mengeluarkan the best version of you. melakukan yang terbaik. mencintai pekerjaanmu.

dan jangan lupa, mencintai diri sendiri.  cari duit itu nggak gampang.



Samarinda, 24 November 2018





Riffat Akhsan, yang lagi sibuk - sibuknya nyicil laporan akhir tahun.

Comments

Popular posts from this blog

Hong Kong Day 3: Mengagumi Hong Kong Secara Pelan-Pelan

Halo, terima kasih untuk kamu yang kembali ke sini. kisah tentang Hong Kong sengaja saya ceritakan per hari, agar saya juga mengingat dengan syukur bahwa doa saya terkabul. bahwa mimpi saya terwujud. cuaca saat itu bagus (tidak terjadi thypoon). udara juga cocok untuk saya (pertengahan musim semi). dan semoga, kamu juga bisa meginjakkan kaki ke Hong Kong. Hari Ketiga di Hong Kong adalah harinya slow down. karena saya harus mengatur energi saya dengan baik. hari pertama dan kedua udah dar der dor banget. hari ketiga saya usahakan pace nya lebih lambat. di hari ketiga ini pula saya hanya jalan-jalan berdua dengan Fatimah. karena, Annisa ke Disneyland. KFC Wan Chai dan Jalan Masuk Menuju Wan Chai Market perjalanan kami mulai dari KFC Wan Chai sebagai tujuan sarapan. KFC ini adalah cabang KFC halal terdekat dari apartment, lokasinya persis di depan tram station. ternyata, menu yang ready saat itu baru menu - menu light meal ala KFC seperti sup krim dan omelette. sementara saya dan Fatimah ...

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Beryl’s Jalan Panggong Outlet - Kuala Lumpur

  "Riffat, ayo makan buah cokelat"  waktu itu dia petik buah kakao itu, dibukanya, dan disodorkan ke saya "buah cokelat" versi dia.  buah cokelat yang dalam kenyataannya adalah biji kakao. saya masih ingat, rasanya manis dan ada hint pahit. teksturnya seperti buah sirsak versi lebih padat.   rasanya itu adalah awal mula ketertarikan saya dengan cokelat. tetangga saya yang punya pohon kakao di rumahnya.  setelah pengalaman memakan biji kakao mentah itu, perjalanan saya dengan cokelat tidak jauh - jauh dari merek Silverqueen dan Toblerone. trus waktu abah saya pulang dari luar negeri, saya baru tau ada merek cokelat bernama Cadburry. sisanya, ya cokelat ayam murah yang lengket di lidah. lalu, suatu hari saya berkesempatan mengunjungi outlet cokelat ini di Kuala Lumpur. ini bukan sekedar outlet, dia punya costumer experience style yang memberikan transfer knowledge tentang proses bean to bar mulai dari biji kakao sampai ke bentuk akhir cokelat siap makan. mung...