Skip to main content

Project Visite : Batu Ampar Site


setelah masa - masa senggol bacok, kantor saya punya kegiatan yang namanya "rekreasi".

bukan, rekreasi di sini bukan semacam outing dengan berbagai kegiatan team building.

kami semua berkumpul bersama mengunjungi proyek yang "terpilih". tujuannya untuk merekatkan kembali hubungan antar rekan. karena tidak ada yang lebih merekatkan selain berada dalam satu perjalanan.

proyek yang terpilih ini biasanya merupakan proyek tahap tengah - akhir yang naga - naga nya akan mengajukan contract change order / balanced budget dan ingin mengajukan addendum.


kali ini proyek yang saya kunjungi berada di kecamatan Batu Ampar. sebuah area tepian sungai dengan penduduk mayoritas pegawai perusahaan sawit dan petani karet.

namanya juga project visite, yang mejadi wisata nya adalah silaturahmi bersama tenaga ahli  tinjauan proyek itu sendiri. jadi kami semua urun rembuk di lapangan. diskusi, menganalisis, dan mencari solusi bersama untuk kemajuan progress report. plus mengumpulkan data untuk nantinya diolah di kantor sebagai bahan rapat.



saya selalu suka dan antusias setiap project visite. karena saya suka dengan cara kerja lapangan yang banyak ilmunya. keramahan para mas - mas tenaga ahli dalam struktur organisasi proyek, kearifan para tukang - mandor - kepala tukang yang bikin ketawa, serta suasana lapangan yang memberikan energi berbeda untuk saya.

saya menyelam sambil minum air saat project visite. kerja iya, kulineran iya, jalan - jalan juga iya.


kalau di Batu Ampar ini saya terkesan dengan kulinernya. di sini saya diajak makan dengan lauk daging rusa. wow. beruntung, saya udah cek daging rusa ini halal untuk dimakan.

Batu Ampar memantik rasa syukur saya yang "mungkin" pudar terbuai fasilitas kota. di sini listrik PLN hanya menyala 12 jam. untuk area pusat kecamatan, selebihnya nyaris tidak teraliri listrik. jaringan sudah 4G memang. tapi diluar pusat kecamatan benar - benar tidak ada sinyal.

ini jugalah yang membuat saya harus begadang lembur menunggu data yang dikirim dari proyek ini di musim - musim bikin laporan. karena mas - mas tenaga ahlinya kan di lapangan, trus sore baru pulang. ketika berada di base camp baru bisa kerja dan berkomunikasi dengan saya yang di kantor.



infrastruktur merupakan asa di daerah ini. masih banyak area - area yang terisolasi jika turun hujan.

mobil kami sempat tenggelam hampir satu meter dalamnya di lumpur saat masa - masa penyerahan lapangan awal - awal proyek dulu. mobil dengan penggerak empat roda harga mati di sini.

selama di lapangan saya banyak merenung. bagaimanakah masyarakat sini kalau berada dalam kondisi gawat darurat dengan kondisi infrastruktur yang sulit begini ? 

bukan hal baru. kontemplasi seperti itu selalu muncul setiap project visite karena memang kantor saya spesialis jalan jembatan. namun kontemplasi itu selalu sukses membuat saya malu dengan keluhan rutin saya ke mbak - mbak costumer service tentang bandwith internet yang melambat walau sedikit.


saya selalu kagum dengan profesionalisme para insinyur teknil sipil di lapangan. mereka yang bermental tangguh di lapangan yang keras. menghadapi berbagai kendala psikososial dari warga, kejenuhan bekerja, juga tekanan dari kantor. dan yang pasti, memiliki kemampuan teknis dan psikis yang cakap sehingga dapat diandalkan untuk menjadi problem solver.

mereka yang saya yakin dulu jaman sekolah pasti ikut pramuka karena tau benar bagaimana caranya enjoy di hutan.




lapangan selalu memberikan suasana menyenangkan untuk saya. alat - alat berat yang eksklusif dan spesifik untuk metode pelaksanaan tertentu  hadir di lapangan bagai eksibisi. bahagia rasanya melihat bidang yang memang saya cintai "hidup" dalam realita. bukan hanya tampil di jurnal, literasi, dan dokumentasi belaka.

pengalaman itu berharga.


di jalan pulang, saya berdoa agar para rekanan saya selalu sehat - sehat. proyek kami berjalan lancar sesuai target. serta jika terjadi masalah, kami bisa mengatasinya.

amin.


Bontang, 8 Mei 2019





Riffat Akhsan -- yang lagi menyusun draft justifikasi teknis.






Comments

Popular posts from this blog

Mitos Mitos Tentang Teknik Sipil

salah satu mahasiswa teknik sipil yang lagi praktikum ukur tanah kembali lagi tentang teknik sipil, terima kasih kepada sumber lalu lintas yang menerangkan bahwa semakin banyak yang kepo tentang teknik sipil. juga kepo tentang saya :D tapi ada hal yang membuat saya tergerak untuk menulis tulisan ini, karena mayoritas kata kunci yang dimasukkan tentang teknik sipil adalah tentang mitos mitos teknik sipil yang masih belum ada yang mengulasnya. okeh, dibawah ini adalah mitos terumum di dunia teknik sipil.

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Rasanya Jadi Anak Kembar itu...

Rifa-Rusma Dek Fuad-Rusma-Rifa Rusma-Mom-Rifa Rifa-Rusma Rifa-Dad-Rusma Rifa-Rusma-Mom Menjadi anak kembar identik adalah takdir yang harus saya jalani, bahkan sebelum saya melihat dunia. ya, saya bersama dengan Rusma Fatimah Ma'rifah Akhsan mulai dari berbagi rahim  sampai sekarang.