Working life
06 September
bukan hal baru, saya harus lembur di hari Minggu. biasanya situasi begini saya kombinasikan dengan so called self reward. dimulai dari saya makan paket bento di restoran Jepang kesayangan saya. dilanjutkan dengan ngopi sambil kerja di waralaba kopi terkenal dunia. yang berada tepat di seberang restoran Jepang itu.
but this month is a whole new level. it's more advance. saya nggak bisa plan kapan dan dimana mau kerjakan kerjaan kantor yang deadline nya membuat saya ingin menangis.
seperti tadi malam. jam sepuluh malam saya diminta membuat jadwal pelaksanaan lengkap dengan bobotnya. dokumen tersebut harus selesai paling tidak dini hari. karena dokumen akan diupload pukul tujuh pagi. sebagai kompensasi, saya diizinkan berangkat siang ke kantor.
it was a crazy project planning, lima jam saya berkutat dengan penjadwalan lima puluh orang tenaga ahli ditemani sinetron ikan terbang yang ceritanya cringe tapi ampuh mengingatkan saya untuk selalu bersandar ke tuhan. mission imposibble itupun selesai di pukul tiga dini hari. saya lalu segera shalat tahajud dan hajat. terserah bagaimana malaikat mengkalkulasi. terserah aja hitungan amal dan bobot doa saya jadi berapa.
saya tidur, shalat subuh, kemudian tidur lagi. saya benar - benar bangun di pukul setengah sembilan pagi. saya lalu mandi dan menyelesaikan amalan pagi saya di waktu duha tersebut. pukul sepuluh saya tiba di kantor dengan mata masih digantungi anak gajah. pekerjaan mudah yang sebenarnya bisa saya kerjakan sendiri, saya deliver ke kid fruit. sebuah ketumbenan yang hakiki. saya sampaikan kalau mata saya masih menolak membuka, sekalian saya mengajarkan hal baru kepada mereka.
pukul dua belas siang, saya on the way ke kantor dewa pembangunan. it was very sleepy day. saya berasa seperti orang jet lag. mata saya terbuka tapi ngantuknya luar biasa. saya lalu melipir untuk membeli kopi.
nescafe.
harganya hanya sepersepuluh kopi waralaba kecintaan saya. mereka (nescafe) mengeluarkan dua varian rasa baru : caramel machiato (kadar kopi paling rendah) dan rasa latte (kadar kopi tepat di atas caramel machiato)
saya coba keduanya. sobat asam lambung seperti saya ini sebenarnya agak perang sama nescafe karena kopinya yang strong. cupu kan saya. tapi ntah kenapa saya ada feeling bagus dengan kedua rasa baru ini.
caramel machiato saya beli atas hasutan kid fruit saya yang ngomel rasanya terlalu manis tapi mirip rasa kopi waralaba. sementara rasa latte dia nggak beli. saya sendiri, membeli rasa latte karena dimana - mana rasa caramel machiato habis. untung saya dapat stok terakhir sebotol caramel machiato.
bagi saya, benar apa kata kid fruit saya : kopi ini manisnya persis manis waralaba. meskipun asam lambung saya selamat, tapi untuk kadar kopi, toleransi saya masih lebih kuat dari ini. saya lalu mencoba rasa latte yang sudah berkali - kali saya beli karena di saya ini lebih oke kadar kopinya, serta aman untuk lambung saya.
namun hari ini adalah pertama kalinya saya mencoba nescafe rasa latte untuk menjadi penawar jam Cinderella versi ekstrim saya.
and it works...........
untuk ukuran kopi instan seharga lima ribu rupiah nambah dikit ini oke. dia berhasil mengganjal mata saya dari rasa kantuk dan membantu saya tetap fokus menjalani rapat dengan dewa pembangunan. kopinya enak dan terasa premium. bukan terasa seperti bubuk kopi dicampur air yang mana itupun tidak menyatu.
rasa latte dari nescafe berhasil mengembalikan hubungan saya yang retak sebelumnya dengan brand ini. kini ia menghadirkan kopi enak, murah, aman untuk sobat asam lambung seperti saya.
boleh banget ini dipertimbangkan untuk menawar kegilaan - kegilaan lembur selanjutnya. thank you nescafe for produce this incredible product !
terima kasih sudah membaca, have a nice day !
Balikpapan, 6 September 2021
Riffat Akhsan -- yang pulang kantor mau ngopi di pantai
18 August
hari ini sedih sekali saya membaca DM instagram seorang mahasiswa teknik sipil yang pindah ke jurusan akuntansi karena tidak tahan dibully "teknik sipil adalah sekolah tukang".
Life After Graduation : Being Civil Engineer
rasanya sudah lama saya tidak menulis tentang teknik sipil. maka Direct Message hari ini rasanya cukup untuk memancing saya bercerita karir setelah mendapatkan gelar ST / B.Eng dari program studi teknik sipil.
karir teknik sipil saya bagi menjadi tiga. Kantor, Lapangan, dan Lainnya.
sebagai informasi, kantor saya bergerak di bidang consulting. jadi mungkin penjelasan saya akan lebih cenderung ke sana.
Teknik Sipil yang Berkarir di Kantor
karir ini berfokus pada pengendalian biaya dan administrasi kontrak proyek konstruksi.
saya adalah salah satu insan konstruksi yang berkarir di sini.
karir saya dimulai dari menjadi tenaga administrasi lapangan (ketika masih belum lulus kuliah). kemudian tepat setelah ijazah sarjana teknik sipil saya keluar, saya naik menjadi Project Office Manager (menangani satu paket pekerjaan dengan lima ruas jalan, termasuk jalan tol), dan kini menjadi Project Manager Wilayah (menangani seluruh proyek dalam wilayah bumi etam)
dari awal, saya memang ditakdirkan untuk menangani administrasi kayaknya.
di kantor sendiri saya punya satu staff dan satu helper yang juga bertugas membantu Project Manager wilayah lain.
berada di posisi ini hampir tidak pernah turun ke lapangan. biasanya kami turun hanya pada saat penyerahan lapangan, provisional hand over, final hand over, terdapat eskalasi proyek, atau ketika proyek mengalami contract change order yang mengarah pada kemungkinan terjadinya addendum.
Teknik Sipil yang Berkarir di Lapangan / Project Site Operation
karir ini berfokus pada pengendalian mutu dan waktu proyek konstruksi.
karir jenis ini adalah karir dengan pendapatan tertinggi bahkan untuk mereka yang baru lulus. tidak seperti karir di kantor yang harus jadi manager dulu untuk bisa foya - foya, gaji berkarir di proyek bagi sarjana teknik sipil sudah bisa membuat mereka ngelamar anak orang padahal belum setahun kerja.
jabatan mereka apa ? untuk mereka yang baru lulus umumnya ada tiga : inspector (pengawas teknik), surveyor (pengawas kuantitas), dan lab technician (pengawas kualitas).
jika sudah memiliki pengalaman konsisten selama lima tahun (dibuktikan dengan surat referensi proyek dan perhitungan evaluasi personil) maka kamu bisa mengajukan Sertifikasi Keterangan Ahli dari asosiasi terakreditasi. jika memiliki ini, maka SKA mu akan menaikkan taraf hidupmu dengan gaji menyentuh double digit dan tanggungjawab problem solving. umumnya jabatan di level madya ini adalah Chief Inspector (punya asisten bernama inspector). Quality Engineer (punya asisten bernama inspector dan lab technician). Inspection Engineer/Quantity Engineer (punya asisten bernama inspector dan surveyor). serta Health Safety Environment (Ahli K3 Konstruksi dan Lingkungan). jabatan HSE ini memang tidak memiliki asisten, tapi ia punya kewenangan untuk mengeluarkan surat teguran yang sering kita sebut dengan istilah Site Instruction.
jabatan madya dengan SKA ini seperti anggur, makin banyak umur karir maka makin tinggi value mereka dalam proses pemilihan proyek. karena nama mereka sudah dimasukkan ke dalam struktur organisasi proyek bahkan sejak proses tender. sehingga keberadaan mereka selalu dicari. apalagi data menunjukkan kalau Indonesia masih sangat kekurangan tenaga ahli konstruksi tersertifikasi.
terakhir, puncak tertinggi karir di lapangan : Supervision Engineer/Site Engineer/Site Manager/General Superintendent.
butuh setidaknya pengalaman minimal sepuluh tahun berada di level madya untuk ada di posisi ini. mereka yang berada di titik ini adalah para tenaga ahli utama yang bergaji dua kali lipat jabatan madya. mereka ini adalah presiden nya project site. mereka sudah tidak sering lagi ke lapangan. karena fokus mengurus laporan, jadwal, dan komunikasi dengan pihak - pihak terkait. mereka baru turun ke lapangan ketika monitoring bulanan atau ketika proyek berada dalam situasi kritis. mereka hadir untuk menyelesaikan masalah yang tidak bisa diselesaikan para ahli madya.
Teknik Sipil yang Berkarir di Laboratorium / Kampus
yang begini contohnya sahabat saya : Fey. dia berangkat dari asisten lab tanah. trus naik jadi kepala lab. trus sekarang lagi siapin beasiswa lanjut sekolah. karena evidence based cases yang dia dapat selama kerja di lab ngebantu banget memperkaya essay nya dia sehingga dia bisa lanjut sekolah dan karirnya menjadi dosen / staf khusus bupati/ staf ahli pemerintah jadi terbuka lebar.
Teknik Sipil yang Berkarir di Sektor Lainnya
pilihan karir di sektor lain selain konstruksi itu banyak. mulai dari yang masih "dekat" seperti survey, pertanahan, supplier bahan teknologi konstruksi, perencanaan wilayah dan kota, tim rancang pembangunan daerah. sampai yang agak jauh seperti kerja di bank sebagai petugas appraisal kredit rumah, kerja di kejaksaan sebagai tim pengawas konstruksi, kerja di BPKP sebagai auditor pembangunan, sampai menjadi gamer pro the sims.
***
tidak mungkin kamu sekolah mahal - mahal susah - susah nangis - nangis kalau ternyata lulus bukan jadi kalangan terdidik dengan skill spesifik. jadi, jangan gampang termakan dengan stigma atas jurusan teknik sipil ya !
sampai di sini dulu tulisan saya, terima kasih sudah membaca.
Balikpapan, 18 Agustus 2021
Riffat Akhsan -- yang sudah menyiapkan diri dengan skenario turun ke lapangan kalau hasil test seluruh anggota timnya positif COVID-19
16 August
Photo by Finde Zukunft on Unsplash
saya sangat setuju dengan statement Pak Jony Eko Yulianto. salah satu dosen Universitas di Surabaya Barat yang kebetulan merupakan mentor saya dalam meraih mimpi. jadi Pak Eko saat ini sedang berkuliah doktoral di negeri para peri dengan membawa keluarga kecilnya di sana.
Pak Eko bilang, kelak jika ada yang bertanya waktu sekolah doktoral belajar apa. kayaknya beliau akan menjawab kalau beliau belajar memahami keterbatasan pengetahuan kita sebagai manusia.
"di awal memulai studi sampai sekarang, sudah lebih dari 700 literatur (dan mungkin ketika tulisan ini diposting, sudah di atas angka seribu) telah saya baca. saya pikir setelah baca agak banyak literatur, saya jadi bisa lebih paham dengan topik riset saya. tapi setelah direnung - renungkan, sekarang kok rasanya tetap saja seperti tidak tahu apa - apa. namun mungkin justru itu letak kebijaksanaan yang kita dapat dari menjalani sebuah proses belajar. tahu bahwa kita tidak tahu atau baru sedikit tahu. atau tahu bahwa kita pernah berpikir bahwa kita tahu, tapi ternyata tidak begitu tahu. atau tahu bahwa tidak semua yang kita tahu itu benar."
saya, yang bukan mahasiswa doktoral ini- master saja belum. benar - benar mengamini dan mengalami apa yang beliau katakan.
di setiap bulan, parameter saya dalam bekerja ada pada paparan proyek yang saya tangani pada saat rapat department untuk monitoring laporan bulanan. di sana, sebagai yang berusia paling muda, dan satu - satunya perempuan. saya selalu dapat giliran paparan paling terakhir. di kesempatan ini seluruh perhatian terpusat ke saya (karena yang lain sudah selesai paparan dan puas menonton paparan saya). di sana, para dewa menanggapi dan mengkritik paparan dan keputusan - keputusan yang saya ambil mengenai proyek saya. saya sering kehilangan kata - kata di momen ini. tidak jarang air mata saya menghangat karena merasa salah bicara. mungkin kalau tahu begini hasilnya lebih baik tidak usah saya angkat saja persoalan ini. begitu pikir saya. sialnya, rapat department ini selalu mengambil waktu tepat pada saat hormon estrogen dan progesteron saya lagi tinggi - tinggi nya. alias waktu PMS.
rasanya menjadi seribu kali lebih drama. saya mulai mempertanyakan apa sih ilmu yang sebenarnya masuk ke otak saya sebulanan ini ? kok bulan ini kena tembak lagi. saya jadi super drama, sendu, dan gloomy moody, merasa selama sebulan terakhir saya tidak belajar apapun selama menangani proyek selain memenuhi daftar ceklist tugas saja.
penderitaan belum berakhir sampai sana. saya tidak bisa berduka lama - lama karena keburu ditagih notulen rapat karena satu departemen tidak ada yang ingin menjadi notulis karena tidak berhasil memenuhi ekspektasi dewa wilayah.
saya, ditunjuk menjadi notulis bukan karena berhasil memenuhi ekspektasi dewa wilayah. tapi karena yang lain sudah menyerah.
kesedihan dan air mata ini saya simpan sampai pulang kantor. di kamar, saya menangis se drama - drama nya. tangis saya makin keras dengan pikiran saya yang menari - nari karena merasa tidak seharusnya di umur segini saya berada di posisi ini. harusnya nunggu umur 30 tahun dulu seperti yang lain baru boleh menjabat posisi saya sekarang. karena di umur segitu penguasaan emosi saya pasti lebih baik dari hari ini.
The Legacy is Not About 30 Under 30 List.....
melihat mereka yang kemana - mana serba ingin cepat : mapan, terdepan, dan jadi sorotan. kemudian membuat saya berpikir ulang atas proses belajar saya yang kayaknya kok lama banget dibandingkan dengan mereka.
namun saya kemudian dibawa oleh perjalanan waktu bahwa "mereka" yang katanya sukses di usia muda itu perlahan - lahan membawa saya pada fenomena jam terbang. ia kembali ke siklus awal. ada yang memang benar - benar sukses. tidak banyak yang sampai hari ini tidak jelas profitabilitas usahanya. beberapa gulung tikar. dan, tidak sedikit yang hilang tanpa kabar.
saya baru paham : sukses berbeda dengan legacy.
semua orang boleh mengatakan atau dikatakan telah mencapai titik sukses tertentu. tapi legacy adalah tentang keabadian. proses panjang melelahkan hasil belajar untuk membentuk pondasi framework yang abadi. menanamkan kerangka pikir tertentu dalam kepala kita untuk nantinya menciptakan sebuah sustainability atas apapun yang kita kerjakan.
perjalanan saya belajar untuk menyadari kalau saya ini banyak tidak tahu menjelaskan bahwa sukses dan menjalani kesuksesan dengan baik adalah dua hal yang berbeda.
sukses adalah tentang label. jabatan. penghargaan. you named it. namun menjalani kesuksesan adalah tentang memastikan kalau kita sudah berusaha melakukan yang terbaik dan terus belajar untuk lebih baik.
banyak mereka yang bilang saya sukses. namun jauh dari dalam diri saya, saya tahu saya masih jauh dari kata sukses menjalani kesuksesan.
percuma sukses tapi gagal dalam menjalani kesuksesan. di luar mungkin kita bangga, namun jauh dalam diri banyak sekali inferioritas dan masalah mental lain yang kita tahu persis penyebabnya adalah karena kita not that good dan ketakutan kalau sampai orang lain tahu, maka label itu akan direnggut dari kita.
Diamonds Are Formed Under Pressure....
life is about fighting back. menjalani kesuksesan adalah serangkaian peristiwa berhadapan dengan kenyataan yang membuat kita menanyakan apa iya label itu pantas disematkan pada kita ?
proses fighting back inilah yang menantang. kembali ke awal. kembali ke basic. kembali belajar.
dalam perjalanannya ini benar - benar tidak mudah. saya menangis, frustasi, dan ingin berhenti. namun saya tahu mundur bukan pilihan. bahkan mengajukan surat resign saja harus 1 month notice kan. itupun kalau dapat approval. kalau nggak ya wasalam.
berlian menjadi berharga karena ia sabar pada diri sendiri. menjalani berbagai obstacle yang menempa ia menjadi bernilai tinggi. saya, yang hanya pernah menonton bagaimana proses pengolahan intan berlian di kampung saya di Banjar sana sangat tahu rasanya.
mendengar mesin gerinda intan berlian itu memekakkan telinga. tidak jarang keluar percikan api. ia ditempatkan pada sebuah tempat yang tajam runcing dari segala sisi. tidak sebentar. sebuah berlian dengan kualitas terbaik harus berada dalam proses tersebut setidaknya satu tahun. untuk kemudian berkilau dan dipajang di display pasar intan Martapura yang terkenal itu.
baik si berlian maupun si pengrajin berlian. sama - sama harus sabar. utamanya si berlian, karena jika ia pecah dan menyerah, semua proses itu akan menjadi sia - sia. si pengrajin mungkin rugi dan kecewa. tapi ia akan memoles berlian baru yang tidak menyerah. sementara si berlian yang pecah ? biasanya akan dipotong menjadi serpihan kecil dan dijual kepada spesialis pengrajin perhiasan dengan harga lebih murah.
Cara Makan Gajah adalah dengan Dimakan Pelan - Pelan...
semangat belajar itu bagus. terus jaga semangatmu Faizah. tapi ingat, jangan sporadis. jadilah laser. bukan senter.
laser di sini adalah fokus menyelesaikan masalah satu persatu dengan langkah yang terukur. iya, jalan masih panjang. layaknya ingin memakan gajah. namun, jika hanya diam memandangi kebesaran gajah, saya nggak akan mulai - mulai. malah mungkin saja jadi menyalahkan keadaan dan tidak percaya diri.
Comeback Stronger....
semangat Faizah, bulan depan pasti bisa lebih baik lagi. adalah kalimat yang saya ucapkan berkali - kali sambil melakukan butterfly hug pada diri saya.
proses belajar adalah tentang memahami bahwa di atas langit masih ada tuhan. seperti apa kata Pak Eko. esensi dari belajar adalah menjadi bijaksana dan jangan sok pintar. memaksakan sesuatu berdasar apa yang menurut saya tahu padahal belum tentu saya tahu sejauh itu. stay grounded dan mendengar semua masukan, tanpa kehilangan pegangan bahwa tidak semua kebenaran adalah kebenaran.
ya, setelah jatuh saya harus bangkit. kembali lebih kuat dengan dasar kebijaksanaan. bahwa hidup adalah proses belajar sepanjang masa.
Balikpapan, 16 Agustus 2021
Faizah Riffat Ma'rifah -- Ulang Tahunnya masih bulan depan, tapi tidak menyangka sudah mendapatkan kado luar biasa di hari minggu kemarin. 15 Agustus 2021. bahkan, ketika menulis ini tangan saya masih gemetar dan air mata menghangat. tidak menyangka Allah beri hadiah melalui tangan orang yang tepat.
23 January
sudah lama saya ingin menulis tulisan ini namun selalu tertunda karena malas atau memang beneran belum ketemu waktu yang pas.
ini cerita tentang Rafa. kucing putih dengan sedikit bintik hitam. berasal dari Ras Turkish Van. kucing gendut temperamental.
dia adalah bos paling bos di kantor. suatu kali dia bisa marah sama kami semua. di lain waktu dia bisa mendusel manja di kaki kita.
rafa adalah kucing yang disayang semua orang. bermula ketika kami menemukannya di tong sampah depan kantor. warna bulunya yang putih seketika membuat salah satu anggota kami jatuh hati dan langsung memandikan rafa. semenjak itu rafa resmi menjadi penghuni kantor.
ia hadir ketika kami rapat, ikut masuk ke ruangan jika kami lembur, bahkan menyambut di pintu begitu mendengar suara kendaraan di parkiran kantor. kami sayang rafa, sampai biaya makan nya masuk ke dalam anggaran operasional kantor. iya, setinggi itu kasta seekor rafa.
namun rafa adalah kucing rumah. bukan kucing liar seperti garong di luar sana. ini yang membuat si kucing jantan ini penakut. bahkan mendengar suara garong di halaman saja sukses membuat ia lari masuk ke dalam kantor. bahkan ketika ada kucing lain mencoba masuk teritori, rafa akan mendeka, dan bersembunyi di bawah meja sampai para kucing itu pergi.
apapun tingkah rafa, kami semua sayang padanya.
waktu tulisan ini dibuat, sudah berpuluh hari lebih Rafa mati. Rafa terkunci di kantor di hari terakhir 2020. padahal sehari sebelumnya Rafa masih semangat main bersama anak laki - laki rekan kerja saya. Rafa ditemukan mati membusuk dan penuh belatung di halaman belakang kantor oleh office girl kami pada Senin 3 Januari 2021.
ya Allah Rafa, bahkan di akhir umur pun dia masih nggak mau merepotkan kami dengan menggali pasir sendiri. *elap air mata*
anyway, tidur nyenyak Rafa. you stay in my memory. "teman" pertama saya di awal penugasan di kantor wilayah.
or reload the browser
or reload the browser
or reload the browser
or reload the browser
13 December
ih Faizah punya mainan baru !
.
apa itu ? kipas (laptop) kah ?
.
bukann, ini tatakan laptop.
.
hah ? buat apa ?
.
ini biar layar laptop sejajar mata saya.....
.
adaaaaa aja, mainan ajaib nya Faizah... *geleng geleng kepala*
sumber gambar : shopee
di kantor, saya sudah terkenal suka beli "mainan" yang berhubungan dengan gadget dan teknologi. ini wajar rasanya. sewajar rekan kerja saya yang selalu beli spare part sepeda rakitan.
ada banyak hal yang menjadi "mainan saya". diantaranya : headset super kedap suara dari luar seharga (hanya) lima puluh ribu. headset ini bener - bener meredam suara dari luar ketika saya memakainya. teman - teman kantor saya sampai bilang kalau ada fire alarm bunyi di kantor, mereka sudah keluar buat evakuasi, saya masih anteng di depan laptop karena nggak denger apapun. iya, se kedap suara itu headset harta karun ini.
kemudian barang lain yang saya beli adalah hardcase macbook untuk menyembunyikan gores - gores kecerobohan diri ini. converter mini DVI (thunderbolt) yang membuat saya nggak worry kalau ada presentasi yang harus nyolok kabel HDMI. kantong penyimpan macbook yang sukses membuat semua orang terkecoh mengira kalau itu adalah kantong penyimpanan berkas alih - alih macbook. hingga berbagai macam eu plug untuk mengakomodir magsafe di berbagai situasi.
kali ini, saya mau cerita tentang "mainan" saya yang paling baru. yang menjadi topik hangat pembicaraan di kantor saya. iya, karena hanya saya yang membeli dan memakai barang ini di seantero kantor dengan warna yang match dengan warna macbook saya. Aluminium Stand Holder Laptop namanya. atau juga dikenal dengan Ergonomic Stand Holder Laptop.
punya saya dimensi nya 26 cm x 19 cm dengan tinggi 9 cm. untuk saya tinggi segini pas, karena saya pengabdi excel. nggak pakai mouse dan keyboard tambahan. jadi murni beli untuk kenyamanan mata dan ketenangan hasrat belanja online aja.
sumber gambar : shopee
bagi orang lain, terutama digital worker atau desainer, tatakan laptop ini kurang tinggi. mereka umumnya memilih yang memiliki tinggi 12 cm atau 16 cm. karena laptop mereka harus terhubung dengan berbagai alat tambahan seperti converter ke layar yang lebih besar, keyboard external, magic mouse, maupun creative pen tablet (seperti wacom intuos)
beberapa jenis tatakan laptop ada ada yang lebih canggih lagi. bisa di adjust ketinggian nya. bisa pula di adjust mau dipakai untuk laptop ataukah untuk tablet seperti iPad. ada pula yang bisa dilipat (foldable). beberapa malah ada yang disertai kipas pendingin.
saya sudah merasa cukup dengan tatakan laptop sederhana, dengan tinggi 9 cm dan bahan Alumunium yang mengakomodir macbook saya yang seberat batu bata. karena kalau yang heboh - heboh sudah barang tentu saya pakai PC kantor aja hahaha.
sumber gambar : shopee
apapun bentuk dan fiturnya, pada intinya Stand Holder Laptop memiliki tujuan sama : agar posisi duduk tetap baik, nyaman, dan rileks sehingga meminimalisir rasa pegal yang disebabkan oleh leher, punggung, atau pinggang yang kaku. selain itu alat ini juga mengoptimalkan sirkulasi panas laptop yang lebih baik (meski tidak memakai cooling pad). manfaat lain yang saya rasakan secara personal adalah kabel magsafe saya jadi nggak berantakan dan meminimalisir ganti magsafe karena kabel yang tertekuk. magsafe jadi lebih awet.
sederhananya : barang sederhana ini menyelamatkan fisik dan mental laptop beserta penggunanya agar senantiasa waras ketika bekerja.
sumber gambar : shopee
sebagai pengabdi excel yang hanya butuh magsafe saja, saya rasa tatakan laptop milik saya ini amat sangat pas dan membantu produktivitas saya dalam bekerja. posisi nya yang membuat layar sejajar mata membantu saya untuk lebih fokus. juga tinggi keyboard yang membuat mengetik jadi lebih nyaman. kekurangannya mungkin bentuknya yang nggak bisa dilipat kadang makan tempat kalau saya lagi mau bawa pulang. jadi bagi saya nama adalah doa. nama barang ini adalah Ergonomic Stand Holder Laptop. tatakan laptop ergonomis. saya rasa sesuai lah sama namanya.
btw apa itu ergonomic ?
ergonomic adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara manusia dengan elemen-elemen lain dalam suatu sistem, serta profesi yang mempraktikkan teori, prinsip, data, dan metode dalam perancangan untuk mengoptimalkan sistem agar sesuai dengan kebutuhan, kelemahan, dan keterampilan manusia.
jadi, sesuatu ber embel embel ergonomi bisa diartikan sebagai produk dari hasil analisis menyesuaikan kebutuhan manusia dalam suatu sistem tertentu. dalam kasus tatakan laptop, para ahli ergonomika menganalisis bagaimana manusia dengan segala kelemahannya ini membutuhkan suatu benda yang membuat keterampilan dalam bekerja dengan laptop menjadi lebih nyaman dan maksimal.
ya dibuatlah sebuah tatakan yang dinamakan Ergonomic Stand Holder Laptop.
untuk hasil analisis (dan mungkin riset) tentang tatakan latop, harga sekian ratus ribu itu rasanya rela aja saya keluarkan. ini barang value nya jauh melebihi harganya, dan saya sangat merasakan manfaatnya.
akhir kata, buat kamu para pengabdi excel, photoshop, logic, imovie, software quantitative analysis (ehem, senggol my HERB), atau software - software posesif lain yang menuntut kamu harus kawin sama laptopmu, benda ini harus banget dibeli. working life saver banget deh.
terima kasih sudah membaca !
Balikpapan, 13 Desember 2020
Riffat Akhsan -- yang di tanggal 13 desember juga lulus sidang skripsi.
or reload the browser
or reload the browser
or reload the browser
or reload the browser
14 June
halo semua....
ya Allah, senang rasanya bisa ngeblog lagi. saya tuh sayang banget sama blog ini. baik ketika domainnya berbayar maupun gratisan. wkwkwkwk.
oh iya, saya sekalian mau pesan untuk kamu yang lagi baca postingan ini dan lewat di ruas jalan yang kebetulan saya tangani (atau ruas jalan manapun yang lagi ada proyek). saya mohon kalau lagi nyetir, rambu lalu lintas dan material (biasanya pasir) yang di drop di bahu jalan tolong jangan ditabrak ya. apalagi bahu jalan yang posisinya masih ditutup terpal. juga beberapa rambu pembatas juga tolong jangan diinjak atau dilewati dulu.
kasihan hasil kerja mereka yang di lapangan, sudah capek - capek kerja siang malam tapi hasil kerjanya nggak masuk spek karena kesalahan pengguna jalan....
yang kayak gini lho beb, tolong jangan ditabrak ~
ini proses pengecoran beton slab di badan jalan toll
box culvert dan penulangan wing wall underpass
kasihan hasil kerja mereka yang di lapangan, sudah capek - capek kerja siang malam tapi hasil kerjanya nggak masuk spek karena kesalahan pengguna jalan....
yang kayak gini lho beb, tolong jangan ditabrak ~
oh iya, kalau macet baik itu siang apalagi malam hari mohon sabar sebentar ya. karena pekerjaan badan jalan mengharuskan kita membuat sistem contra flow jadi rasanya nggak perlu lah klakson - klakson hanya untuk minta cepat buka jalan karena yang lagi bekerja juga butuh konsentrasi. siapa sih yang bisa baik - baik saja ketika lagi berusaha fokus bekerja tapi diganggu ?
atau kayak gini. situasinya truk ready mix melintang. jalan mau dari arah manapun nggak bisa lewat. mau klakson sampai lebaran kuda juga mana bakal jalan kecuali truk nya selesai kerja....
okeh, sekarang kita bahas jalan toll ya...
konstruksi jalan toll berbeda dengan jalan biasa (ingat mata kuliah geometrik dan perkerasan jalan). otomatis tantangan di teknis lapangan juga berbeda. untuk di Kaltim, tantangannya adalah kondisi tanah kita. bisa dilihat kalau kita lagi lewat ruas toll di sebelah kiri dan kanan jalan lapisan tanahnya memiliki warna yang sangat berbeda.
makanya, team work di proyek Toll itu harus solid banget. karena yang kerja keras nggak cuma Highway Engineer dan bala - balanya. tapi Geotech Engineer juga.
box culvert dan penulangan wing wall underpass
"kak, jalan Toll nya sudah jadi tapi kok belum dibuka ?
nunggu diresmikan presiden dulu kah ?"
hmmm menarik. saya jawab di sini ya.
nunggu presiden atau nggak nya itu bukan dari scope pekerjaan saya. biarlah itu menjadi tupoksi mereka di atas sana. menurut saya, jalan yang terlihat "jadi" tidak langsung dibuka bisa disebabkan oleh beberapa alasan.
pertama yang paling sering adalah karena jalan tersebut belum disurvei atau belum memenuhi Indikator Kinerja Jalan. IKJ ini komponennya ada empat : perkerasan, bahu, drainase, dan perlengkapan jalan. misal jalan toll ya, bisa jadi lampu jalannya belum lengkap, ada drainase yang tidak berfungsi, ada settlement (penurunan di bahu/badan jalan) karena faktor tanah. intinya selama IKJ belum terpenuhi ada kemungkinan akan membahayakan pengguna jalan sehingga jalan belum dibuka.
kedua, karena ada ruas yang belum selesai. kalau dari gerbang toll ya pasti nggak kelihatan dong ruas jalan yang belum selesai. nah ruas yang begini biasanya masih cukup jauh sampai gerbang toll terdekat.
ketiga, karena ada bagian jalan yang rusak. bagian jalan ini biasanya berupa temuan - temuan yang ditemukan oleh PJR (Patroli Jalan Raya). jadi tugas PJR itu nggak hanya merazia yang pakai bahu jalan. tugas mereka juga menjaga keselamatan pengguna jalan, salah satunya ya melaporkan temuan - temuan kalau ada bagian jalan yang rusak. apalagi kan di ruas tol Kaltim ini masih belum ada sinyal makanya fungsi PJR ini penting banget.
keempat, menunggu pemeriksaan dari instansi terkait. jalan belum dibuka bisa jadi karena memang menunggu untuk pemeriksanaan dari instansi seperti Pelaksana Jalan Tol, Jasa Marga, Kementerian PUPR, dll setelah lolos pemeriksaan baru deh bisa dibuka jalannya.
kelima, menunggu diresmikan. nah, peresmian ini memang salah satu acara seremonial terampuh untuk mengumumkan ke masyarakat bahwa jalan sudah bisa digunakan. karena ekspos media massa di sini beneran maksimal. jadi yaaa gitu deh. tapi ada juga beberapa kasus jalan dibuka sebelum diresmikan karena kendala jadwal pejabat yang meresmikan.
jadi clear ya, nggak selalu jalan toll belum dibuka itu karena nunggu presiden ~
posisi saya saat ini nggak seperti jaman di Kutai Timur kemarin yang rutin harus ke lapangan. saat ini saya lebih banyak di kantor bersama manajemen. rapat, mengurus administrasi kontrak, penagihan, dan berkas - berkas lain.
jadi rutinitas saya cenderung seperti mbak - mbak kantoran pada umumnya. kerja dari jam 8 pagi sampai dengan jam 5 sore dengan sarapan dan makan siang di kantor. hari senin sampai jum'at. sabtu - minggu libur. saya juga berurusan langsung dengan instansi pemilik proyek seperti Satker - Satker yang berada di lingkungan Kementerian PUPR dan instansi sesama perusahaan milik negeri.
sesekali saya juga ke lapangan meski tidak rutin. jadi ya masih kena debu - debu proyek sedikit lah ~
sudah jalan jalan ke mana ?
saya yang tukang jalan ini cuma punya waktu dua hari buat eksplor Balikpapan yang sungguh luas ini. hari sabtu biasanya saya pakai untuk tidur, ngemil, dan maraton drama Korea. sementara hari minggu biasanya saya pakai untuk menyiapkan kerjaan di hari senin (hari senin adalah hari paling sibuk, bukan ?) dan istirahat penuh.
jadi sejauh ini saya masih belum hapal jalan selain dari kost - kantor - mall Penta City - airport - dan instansi instansi yang bekerja sama dalam proyek dimana saya terlibat. beruntung lokasi kantor saya di M.T Haryono dimana gerai makanan kesayangan saya ada semua hahahaha.
jadi, segini dulu cerita saya. sampai bertemu di postingan selanjutnya.
dadah ~
Balikpapan, 14 Juni 2020
Riffat Akhsan, yang lagi lembur buat siapin gelar personil toll besok siang.
18 September
di suatu pagi yang cerah, Bos VDEC (salah satu direktur dalam holding tempat saya bekerja, perusahaan konstruksi spesialis dalam kota untuk proyek non tender). meminta saya untuk meninjau proyek pengamanan jembatan di daerah Guntung.
Guntung ini merupakan salah satu kecamatan tertua di Kota Bontang. setiap tahun diadakan Erau di tempat ini. erau pelas benua namanya. ngomong - ngomong soal erau pelas benua, baru tahun ini saya berkesempatan melihat untuk pertama kalinya selama hidup di Bontang. datang juga karena ada undangan, maklum mbak - mbak proyek konstruksi agak - agak goblok kalau urusan sama kebudayaan.
karena proyeknya non tender, saya juga nggak ekspektasi penanganan jembatannya di sungai sebesar sungai mahakam. trus dari narasi Bos VDEC proyek ini kategori pengadaan yang urgent karena banjir besar beberapa bulan lalu.
saya dibriefing kalau tukang dan pengawas lapangan baru hadir jam 10. karena katanya air sungai pasang.
begitu saya datang, LAH KOK SUNGAI NYA KAYAK GOT AJA SIH.
ekspektasi saya terhadap sungai guntung adalah sungai yang ada buaya nya. sungai yang sempat viral video buaya yang bersahabat dan jinak dengan penduduk. begitu datang, LAH MANA BUAYA NYA.
WE WANT BUAYA.
oke,
oke,
lupakan tentang buaya, mari bicara mamalia alias pengawas lapangan proyek ini. meskipun duluan saya nyampe lapangan dibanding dia. saya nyampe lapangan dia baru bangun tidur -____-. tapi yang saya suka dari dia adalah karena pengawas lapangan saya ini cakap. apapun hal teknis jembatan realisasi lapangan yang saya tanyakan dia bisa jawab. jadinya saya nggak harus meraba mulai darimana analisis saya.
akhirnya dia saya traktir boba.
akhirnya dia saya traktir boba.
setiap proyek punya karakteristiknya masing - masing. tidak semua proyek punya pemandangan indah. termasuk proyek ini. saya yang lupa pakai sneakers harus rela melewati sempadan sungai yang tidak rata dan isinya kandang ayam semua menggunakan sepatu flat.
proyek jembatan adalah cinta pertama saya. jadi, dijabanin aja lah.
Riffat Akhsan dan Pengawas Lapangan
dinding pengaman sungai nya melar. kayak badan saya. adalah salah satu hal yang saya tinjau di proyek ini. jadi saya harus menghitung selisih kubikasi bronjong melar ini terhadap gambar rencana. inilah tugas saya sebagai insinyur di proyek ini.
yang sudah rapi dibangun ternyata dikikis dari dalam. sama kayak hubungan mati yang kamu jalani kemudian terkikis karena kenyataan dirimu sendiri yang kamu sadari sudah berubah. ASHIAAAPPP
inilah hal paling penting dari kunjungan saya. akibat banjir, badan sungai mengalami agradasi dan degradasi. batimetri sungai yang mengalami degradasi membuat abutment jembatan di sungai ini berkurang kekuatannya akibat perubahan daya dukung tanah. inilah yang kemudian diperbaiki agar supaya jembatan yang menjadi satu-satunya akses masyarakat tidak runtuh dan menimbulkan korban jiwa.
mungkin hati juga gitu kali ya, ketika terjadi perubahan kondisi. ya kita harus sadar diri untuk juga melakukan perubahan. atau kita bakal runtuh.
mbak, mbak. udahan dong curhatnya ~ *ditendang masyarakat*
dadah ~
Bontang, 18 September 2019
Riffat Akhsan, yang lagi ngerjain draft final quantity proyek muara bengkal.
07 May
setelah masa - masa senggol bacok, kantor saya punya kegiatan yang namanya "rekreasi".
bukan, rekreasi di sini bukan semacam outing dengan berbagai kegiatan team building.
kami semua berkumpul bersama mengunjungi proyek yang "terpilih". tujuannya untuk merekatkan kembali hubungan antar rekan. karena tidak ada yang lebih merekatkan selain berada dalam satu perjalanan.
proyek yang terpilih ini biasanya merupakan proyek tahap tengah - akhir yang naga - naga nya akan mengajukan contract change order / balanced budget dan ingin mengajukan addendum.
kali ini proyek yang saya kunjungi berada di kecamatan Batu Ampar. sebuah area tepian sungai dengan penduduk mayoritas pegawai perusahaan sawit dan petani karet.
namanya juga project visite, yang mejadi wisata nya adalah silaturahmi bersama tenaga ahli tinjauan proyek itu sendiri. jadi kami semua urun rembuk di lapangan. diskusi, menganalisis, dan mencari solusi bersama untuk kemajuan progress report. plus mengumpulkan data untuk nantinya diolah di kantor sebagai bahan rapat.
saya selalu suka dan antusias setiap project visite. karena saya suka dengan cara kerja lapangan yang banyak ilmunya. keramahan para mas - mas tenaga ahli dalam struktur organisasi proyek, kearifan para tukang - mandor - kepala tukang yang bikin ketawa, serta suasana lapangan yang memberikan energi berbeda untuk saya.
saya menyelam sambil minum air saat project visite. kerja iya, kulineran iya, jalan - jalan juga iya.
kalau di Batu Ampar ini saya terkesan dengan kulinernya. di sini saya diajak makan dengan lauk daging rusa. wow. beruntung, saya udah cek daging rusa ini halal untuk dimakan.
Batu Ampar memantik rasa syukur saya yang "mungkin" pudar terbuai fasilitas kota. di sini listrik PLN hanya menyala 12 jam. untuk area pusat kecamatan, selebihnya nyaris tidak teraliri listrik. jaringan sudah 4G memang. tapi diluar pusat kecamatan benar - benar tidak ada sinyal.
ini jugalah yang membuat saya harus begadang lembur menunggu data yang dikirim dari proyek ini di musim - musim bikin laporan. karena mas - mas tenaga ahlinya kan di lapangan, trus sore baru pulang. ketika berada di base camp baru bisa kerja dan berkomunikasi dengan saya yang di kantor.
infrastruktur merupakan asa di daerah ini. masih banyak area - area yang terisolasi jika turun hujan.
mobil kami sempat tenggelam hampir satu meter dalamnya di lumpur saat masa - masa penyerahan lapangan awal - awal proyek dulu. mobil dengan penggerak empat roda harga mati di sini.
selama di lapangan saya banyak merenung. bagaimanakah masyarakat sini kalau berada dalam kondisi gawat darurat dengan kondisi infrastruktur yang sulit begini ?
bukan hal baru. kontemplasi seperti itu selalu muncul setiap project visite karena memang kantor saya spesialis jalan jembatan. namun kontemplasi itu selalu sukses membuat saya malu dengan keluhan rutin saya ke mbak - mbak costumer service tentang bandwith internet yang melambat walau sedikit.
saya selalu kagum dengan profesionalisme para insinyur teknil sipil di lapangan. mereka yang bermental tangguh di lapangan yang keras. menghadapi berbagai kendala psikososial dari warga, kejenuhan bekerja, juga tekanan dari kantor. dan yang pasti, memiliki kemampuan teknis dan psikis yang cakap sehingga dapat diandalkan untuk menjadi problem solver.
mereka yang saya yakin dulu jaman sekolah pasti ikut pramuka karena tau benar bagaimana caranya enjoy di hutan.
lapangan selalu memberikan suasana menyenangkan untuk saya. alat - alat berat yang eksklusif dan spesifik untuk metode pelaksanaan tertentu hadir di lapangan bagai eksibisi. bahagia rasanya melihat bidang yang memang saya cintai "hidup" dalam realita. bukan hanya tampil di jurnal, literasi, dan dokumentasi belaka.
pengalaman itu berharga.
di jalan pulang, saya berdoa agar para rekanan saya selalu sehat - sehat. proyek kami berjalan lancar sesuai target. serta jika terjadi masalah, kami bisa mengatasinya.
amin.
Bontang, 8 Mei 2019
Riffat Akhsan -- yang lagi menyusun draft justifikasi teknis.
Subscribe to:
Comments (Atom)




















































Search