Skip to main content

Project Visite : Sungai Guntung


di suatu pagi yang cerah, Bos VDEC (salah satu direktur dalam holding tempat saya bekerja, perusahaan konstruksi spesialis dalam kota untuk proyek non tender). meminta saya untuk meninjau proyek pengamanan jembatan di daerah Guntung. 

Guntung ini merupakan salah satu kecamatan tertua di Kota Bontang. setiap tahun diadakan Erau di tempat ini. erau pelas benua namanya. ngomong - ngomong soal erau pelas benua, baru tahun ini saya berkesempatan melihat untuk pertama kalinya selama hidup di Bontang. datang juga karena ada undangan, maklum mbak - mbak proyek konstruksi agak - agak goblok kalau urusan sama kebudayaan.

karena proyeknya non tender, saya juga nggak ekspektasi penanganan jembatannya di sungai sebesar sungai mahakam. trus dari narasi Bos VDEC proyek ini kategori pengadaan yang urgent karena banjir besar beberapa bulan lalu.

saya dibriefing kalau tukang dan pengawas lapangan baru hadir jam 10. karena katanya air sungai pasang. 

begitu saya datang, LAH KOK SUNGAI NYA KAYAK GOT AJA SIH. 


ekspektasi saya terhadap sungai guntung adalah sungai yang ada buaya nya. sungai yang sempat viral video buaya yang bersahabat dan jinak dengan penduduk. begitu datang, LAH MANA BUAYA NYA. 


WE WANT BUAYA.

oke,

lupakan tentang buaya, mari bicara mamalia alias pengawas lapangan proyek ini. meskipun duluan saya nyampe lapangan dibanding dia. saya nyampe lapangan dia baru bangun tidur -____-. tapi yang saya suka dari dia adalah karena pengawas lapangan saya ini cakap. apapun hal teknis jembatan realisasi lapangan yang saya tanyakan dia bisa jawab. jadinya saya nggak harus meraba mulai darimana analisis saya.

akhirnya dia saya traktir boba. 



setiap proyek punya karakteristiknya masing - masing. tidak semua proyek punya pemandangan indah. termasuk proyek ini. saya yang lupa pakai sneakers harus rela melewati sempadan sungai yang tidak rata dan isinya kandang ayam semua menggunakan sepatu flat.  

proyek jembatan adalah cinta pertama saya. jadi, dijabanin aja lah.

Riffat Akhsan dan Pengawas Lapangan

dinding pengaman sungai nya melar. kayak badan saya. adalah salah satu hal yang saya tinjau di proyek ini. jadi saya harus menghitung selisih kubikasi bronjong melar ini terhadap gambar rencana. inilah tugas saya sebagai insinyur di proyek ini.


yang sudah rapi dibangun ternyata dikikis dari dalam. sama kayak hubungan mati yang kamu jalani kemudian terkikis karena kenyataan dirimu sendiri yang kamu sadari sudah berubah. ASHIAAAPPP

inilah hal paling penting dari kunjungan saya. akibat banjir, badan sungai mengalami agradasi dan degradasi. batimetri sungai yang mengalami degradasi membuat abutment jembatan di sungai ini berkurang kekuatannya akibat perubahan daya dukung tanah. inilah yang kemudian diperbaiki agar supaya jembatan yang menjadi satu-satunya akses masyarakat tidak runtuh dan menimbulkan korban jiwa. 

mungkin hati juga gitu kali ya, ketika terjadi perubahan kondisi. ya kita harus sadar diri untuk juga melakukan perubahan. atau kita bakal runtuh.

mbak, mbak. udahan dong curhatnya ~ *ditendang masyarakat*


yasudah, segini dulu cerita saya. sampai bertemu di cerita project visite selanjutnya. doakan saya nggak malas nulis blog yaaaa.

dadah ~




Bontang, 18 September 2019




Riffat Akhsan, yang lagi ngerjain draft final quantity proyek muara bengkal.

Comments

Popular posts from this blog

Mitos Mitos Tentang Teknik Sipil

salah satu mahasiswa teknik sipil yang lagi praktikum ukur tanah kembali lagi tentang teknik sipil, terima kasih kepada sumber lalu lintas yang menerangkan bahwa semakin banyak yang kepo tentang teknik sipil. juga kepo tentang saya :D tapi ada hal yang membuat saya tergerak untuk menulis tulisan ini, karena mayoritas kata kunci yang dimasukkan tentang teknik sipil adalah tentang mitos mitos teknik sipil yang masih belum ada yang mengulasnya. okeh, dibawah ini adalah mitos terumum di dunia teknik sipil.

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Rasanya Jadi Anak Kembar itu...

Rifa-Rusma Dek Fuad-Rusma-Rifa Rusma-Mom-Rifa Rifa-Rusma Rifa-Dad-Rusma Rifa-Rusma-Mom Menjadi anak kembar identik adalah takdir yang harus saya jalani, bahkan sebelum saya melihat dunia. ya, saya bersama dengan Rusma Fatimah Ma'rifah Akhsan mulai dari berbagi rahim  sampai sekarang.