Skip to main content

Pantai Kecamatan Balikpapan Kota

 


ini adalah salah satu pantai yang memiliki bathimetri favorit saya. perbedaan elevasi pantainya hanya ada pada satu garis. sehingga di garis itu sajalah ombak berhenti melajukan kelindannya. 

sudah cukup lama saya tidak ke pantai. ada kali dua minggu. biasanya paling tidak ada satu hari dimana saya lari ke pantai.

jum'at pagi itu, saya sempatkan mampir ke pantai ini sebelum mengambil paspor saya di Kantor Imigrasi Balikpapan. pantai ini tidak jauh dari sana. berada tepat di samping Kantor Kecamatan Balikpapan Kota.



saya datang sangat pagi. karena kalau agak siang sedikit sudah banyak ojek pangkalan dan kang parkir yang menjaga di sana. sehingga hanya pagi hari lah saya bisa menikmati visual birunya laut, damainya suara debur ombak menuju takdir pantainya, dan halus dan lembutnya pasir pantai gratis ini.




Kemudian Saya Melihat Kilat Serupa Blitz Kamera Bercabang Tiga, Tidak Lama Kemudian Terdengar Suara Dentuman Petir





saya sudah lupa kapan terakhir kali melihat kilat yang berlari sangat cepat dengan mata kepala sendiri. yang kemudian diikuti pedihnya suara dentuman petir menghujam langit. sejenak saya lalu teringat berita sehari sebelumnya tentang kuatnya angin yang menghindarkan seluruh garis pantai negara cyprus dari tumpahan minyak yang mencemari seluruh laut Mediterania. saya juga teringat hujan yang memadamkan Semayang lautan api beberapa tahun lalu. bencana nasional yang terjadi karena putusnya kilang minyak Balikpapan milik BUMN Migas yang "digaruk" jangkar kapal asing. kapal pengangkut batu bara super canggih yang baru fresh keluar dari pabrik.  




kilat, petir, angin, dan hujan. saya lalu sadar. betapa kecilnya saya di hadapan sang maha kuasa. apalah saya ini. jika menghindarkan Cyprus dari pencemaran lingkungan terbesar sepanjang sejarah saja tuhan bisa dengan angin nya, apalagi hanya sekedar mengabulkan doa penuh ambisi saya ?




pantai ini indah, dan lebih indah karena kontemplasi yang saya dapatkan dari pantai ini. pulang dari sini, saya belajar untuk tidak akan pernah marah dengan takdir tuhan. karena saya ini hanya seorang hamba powerless di hadapan ia yang powerful.




Balikpapan, 5 September 2021




Riffat Akhsan -- yang hari ini ingin sekali makan siang dengan menu salah satu nikmat tuhan bernama paket bento Marugame Udon.

Comments

Popular posts from this blog

Mitos Mitos Tentang Teknik Sipil

salah satu mahasiswa teknik sipil yang lagi praktikum ukur tanah kembali lagi tentang teknik sipil, terima kasih kepada sumber lalu lintas yang menerangkan bahwa semakin banyak yang kepo tentang teknik sipil. juga kepo tentang saya :D tapi ada hal yang membuat saya tergerak untuk menulis tulisan ini, karena mayoritas kata kunci yang dimasukkan tentang teknik sipil adalah tentang mitos mitos teknik sipil yang masih belum ada yang mengulasnya. okeh, dibawah ini adalah mitos terumum di dunia teknik sipil.

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Rasanya Jadi Anak Kembar itu...

Rifa-Rusma Dek Fuad-Rusma-Rifa Rusma-Mom-Rifa Rifa-Rusma Rifa-Dad-Rusma Rifa-Rusma-Mom Menjadi anak kembar identik adalah takdir yang harus saya jalani, bahkan sebelum saya melihat dunia. ya, saya bersama dengan Rusma Fatimah Ma'rifah Akhsan mulai dari berbagi rahim  sampai sekarang.