balikpapan

01 February

 


tempat ini estetik, dengan caranya sendiri. bukan estetik versi IKEA atau instagram.  berkunjung ke sini membuat saya merasa sedang berkunjung ke rumah teman. teman yang memiliki karakter kuat namun bisa menempatkan diri. tidak banyak tempat di Balikpapan yang membuat saya jatuh hati, dan tempat ini adalah one of my best highlight in Balikpapan.


berada di Jalan PU III daerah Prapatan, sebuah perumahan di Balikpapan lama. berkunjung ke sini benar - benar membuat saya menjadi bagian asli dari kota minyak ini. selama ini hidup saya berkutat di kantor dan mall yang mana keduanya berada di area Central Business District (CBD) nya Balikpapan. sehingga, rute Balikpapan tengah yang saya tempuh untuk mencapai Umak Communal Cafe memberikan sensasi rekreasi dalam kota bagi saya.




tempat ini tampil dengan sangat berbeda. ia tidak memiliki AC, tidak juga ada music kekinian, lampu sophisticated, apalagi parkiran mobil luas. ini adalah sebagian dari lantai satu rumah pemiliknya. berisi mushola, toilet, coffee station, dan perpustakaan. ditata sedemikian rupa dengan beragam furniture yang membuat auranya terasa hommy. aura serupa  aristokrat bersahaja.
  







bagi saya, tempat ini seperti soulmate : ketika kamu menemukannya, yang lain terasa tidak lagi menarik.

 

saya menghabiskan hampir setengah hari di cafe ini. sebuah rekor cukup hebat untuk introvert seperti saya. apalagi, saya sendiri di Balikpapan ini dan amat sangat jarang ke cafe. saya benar - benar merasa betah di tempat ini. menulis blog, journalling, menonton serial, dan menikmati semilir angin sembari bersyukur atas perasaan damai yang tuhan hadirkan ke dalam hati saya.



saya sempat berbicara dengan mas - mas barista di sini. awalnya curiousity saya bermula dari pertanyaan mengapa tempat ini buka pagi sekali di jam 7 pagi tidak seperti cafe pada umumnya yang memulai hari di jam 10 pagi. jawaban mas - mas barista merangkap kasir ini cukup menarik : tempat ini sering dijadikan working place mereka yang lagi pingin cari suasana baru. tempat ini pula menjadi "kantor" para pekerja lepas maupun tenaga ahli dari perusahaan yang terafiliasi oleh beberapa nama besar di industri perminyakan Balikpapan. sehingga mereka (Umak Communal Space) hadir untuk menyesuaikan kebutuhan costumer target. 

hmmm, menarik. tapi masuk akal sih, karena suasana di sini beda banget kayak cafe pada umumnya yang penuh canda tawa bervolume nyaring. di sini tuh beneran cozy dan silent gitu lho. kayak yang sesama pengunjung saling repect satu sama lain bahwa yang ke sini tuh jarang niatnya hang out. waktu saya kesini juga saya bukan satu - satunya pengunjung. namun saya benar - benar bisa berkonsentrasi sampai pekerjaan saya selesai.



sekarang mari bicara menu. tempat ini memiliki menu lengkap mulai dari makanan ringan sampai berat dengan harga per porsi ada di kisaran 30 - 40 ribu dengan porsi cukup banyak. ada banyak kopi (espresso base), teh, dan minuman lain yang worth it antara harga dan rasanya.  harga minuman dibanderol mulai dari 25 - 30 ribu per porsi. karena memang peruntukan tempat ini adalah untuk kerja, saya tidak begitu protes dengan rasanya karena saya sudah memasang ekspektasi makanan dan minuman ini hadir untuk mereka yang bekerja. bukan mereka yang kelaparan.



akhir kata, jika kamu berkesempatan ke Balikpapan dan butuh tempat yang bisa membuat otak buntu karena burnout jadi mengalir lagi karena suasana baru, tempat ini adalah jawabannya. saya sangat merekomendasikan tempat ini untuk menempati ruang memorimu akan Balikpapan yang berbeda.






Balikpapan, 1 Februari 2022





Riffat Akhsan --  yang pesen Nasi Goreng Umak, Matcha, dan Coffee Latte di communal space ini

07 January

 

meski rajin ke pantai selama di Balikpapan, saya bukanlah pecinta alam sejati. ketika sangat stress, apalagi cuaca Balikpapan luar biasa nggak jelas sebentar panas banget sebentar hujan deras, maka pantai bukan tujuan saya melakukan rehat pikiran.

saya pasti mencari cafe atau restoran yang menjual makanan Jepang.

Nasi dengan Beef Belly dan Chicken Katsu adalah favorit saya, tidak peduli itu tersaji dalam bentuk apa. sushi boleh, bento oke, rice bowl pun saya tidak masalah.

 

selama di Balikpapan, sudah beberapa restoran/cafe Jejepangan yang saya kunjungi. baik yang di mall maupun yang di pinggir jalan. semua dengan satu tujuan : harga reasonable, porsi mengenyangkan, rasa menyenangkan.

bagi saya, untuk urusan cafe/restoran pinggir jalan. Tukang Sushi lah juaranya. 


terletak cukup jauh dari kantor saya, jadi satu dengan ruko franchise kopi. Tukang Sushi Balikpapan memukau saya dengan kemilau ide mereka : minumnya kopi, makannya sushi.


bagi saya yang penyendiri, waktu terbaik mengunjungi tukang sushi ada di hari kerja sepulang kantor menjelang malam. di lantai satu ruangan full AC berkaca bening itu, rasanya syahdu menyaksikan perubahan rona langit di waktu itu.


Bento Bowl (Type) 2


saya pesan bento bowl tipe 2. terdiri dari nasi, beef belly dan chicken katsu. favorit saya semua ini mah. beef belly dimasak khas Jepang dengan bawang bombay dan saus Jepang. chicken katsu nya luar biasa kriuk : dada ayam ditepung panir, digoreng dan diberi mayonais di atasnya. 


Dragon Volcano Roll 



ini adalah sushi dengan keju, abon ayam, potongan udang, dan mayonais di atasnya, dilengkapi dengan kecap asin. dari komposisi bahan penyusunnya, bisa dibayangkan betapa perpaduan karakter rasa makanan berpadu dalam harmoni dan membentuk balance yang memanjakan lidah saya.

aduh ngetik ini aja saya laper ~
 

Harganya ?

untuk kota termahal di Indonesia, budget saya untuk makan kuliner Jepang di Balikpapan ada di angka 150 sampai 200 ribu (untuk saya sendirian). itupun terkadang masih kurang. makanya, ketika sampai di kasir dan membayar pesanan saya, saya kaget dengan harga kurang dari seratus ribu rupiah yang mereka banderol atas dua pesanan saya.


Tukang Sushi Balikpapan benar - benar membekas di hati saya. kelak, ketika saya sudah tidak lagi tinggal di Balikpapan, ia akan menjadi bagian dari memori manis pengalaman saya di sini.




Balikpapan, Januari 2022





Riffat Akhsan - yang ingin sekali ganti HP 

05 September

 


ini adalah salah satu pantai yang memiliki bathimetri favorit saya. perbedaan elevasi pantainya hanya ada pada satu garis. sehingga di garis itu sajalah ombak berhenti melajukan kelindannya. 

sudah cukup lama saya tidak ke pantai. ada kali dua minggu. biasanya paling tidak ada satu hari dimana saya lari ke pantai.

jum'at pagi itu, saya sempatkan mampir ke pantai ini sebelum mengambil paspor saya di Kantor Imigrasi Balikpapan. pantai ini tidak jauh dari sana. berada tepat di samping Kantor Kecamatan Balikpapan Kota.



saya datang sangat pagi. karena kalau agak siang sedikit sudah banyak ojek pangkalan dan kang parkir yang menjaga di sana. sehingga hanya pagi hari lah saya bisa menikmati visual birunya laut, damainya suara debur ombak menuju takdir pantainya, dan halus dan lembutnya pasir pantai gratis ini.




Kemudian Saya Melihat Kilat Serupa Blitz Kamera Bercabang Tiga, Tidak Lama Kemudian Terdengar Suara Dentuman Petir





saya sudah lupa kapan terakhir kali melihat kilat yang berlari sangat cepat dengan mata kepala sendiri. yang kemudian diikuti pedihnya suara dentuman petir menghujam langit. sejenak saya lalu teringat berita sehari sebelumnya tentang kuatnya angin yang menghindarkan seluruh garis pantai negara cyprus dari tumpahan minyak yang mencemari seluruh laut Mediterania. saya juga teringat hujan yang memadamkan Semayang lautan api beberapa tahun lalu. bencana nasional yang terjadi karena putusnya kilang minyak Balikpapan milik BUMN Migas yang "digaruk" jangkar kapal asing. kapal pengangkut batu bara super canggih yang baru fresh keluar dari pabrik.  




kilat, petir, angin, dan hujan. saya lalu sadar. betapa kecilnya saya di hadapan sang maha kuasa. apalah saya ini. jika menghindarkan Cyprus dari pencemaran lingkungan terbesar sepanjang sejarah saja tuhan bisa dengan angin nya, apalagi hanya sekedar mengabulkan doa penuh ambisi saya ?




pantai ini indah, dan lebih indah karena kontemplasi yang saya dapatkan dari pantai ini. pulang dari sini, saya belajar untuk tidak akan pernah marah dengan takdir tuhan. karena saya ini hanya seorang hamba powerless di hadapan ia yang powerful.




Balikpapan, 5 September 2021




Riffat Akhsan -- yang hari ini ingin sekali makan siang dengan menu salah satu nikmat tuhan bernama paket bento Marugame Udon.

01 September

 


senin, 30 Agustus kemarin saya perpanjang paspor. yang menarik, ini pertama kalinya saya perpanjang paspor di Kantor Imigrasi Balikpapan. selama ini paspor saya selalu dikeluarkan oleh Kantor Imigrasi Samarinda. agak ragu juga apakah bisa saya perpanjang di sini. ataukah masuk antrean pembuatan paspor baru.



pagi itu, suasana sangat sepi. saya menuju ke bagian resepsionis untuk bertanya masuk antrean manakah saya. saya jelaskan situasi saya, dan si mbak - mbak yang kebetulan waktu itu dibantu sama bapak - bapak eselon satu yang lagi mengobrol ikut membantu menjawab pertanyaan saya. kata si bapak, saya terhitung perpanjangan paspor meski paspor saya sebelumnya bukan dikeluarkan oleh Kantor Imigrasi Balikpapan. karena saat ini data sudah terintegrasi secara nasional sehingga tidak ada lagi peraturan perpanjang paspor harus di Kantor Imigrasi yang sama. inovasi ini juga mencegah duplikasi data.

sama si mbak saya lalu ditanya apakah sudah mendaftar antrian ? saya jawab belum karena keraguan saya tadi. ternyata Kantor Imigrasi sekarang sudah tidak menerapkan walk in queue seperti layaknya kita daftar antrian di bank. saya kemudian diminta mendownload aplikasi APAPO (Layanan Antrian Paspor Online) di google playstore.




saya beruntung, saat ini masa pandemi. berdasarkan kekepoan saya, paling banyak sepuluh orang saja yang melakukan pembuatan paspor baru maupun melakukan perpanjangan. karena di masa pandemi ini hanya mereka yang memiliki kepentingan sangat urgent saja yang melakukan pembuatan paspor baru atau perpanjangan paspor lama. 

saya ditanya akan ke negara mana dan untuk kepentingan apa. karena biasanya masyarakat yang mendominasi Kantor Imigrasi Balikpapan adalah jama'ah umroh. yang mana saat ini perjalanan jama'ah umroh asal negeri ini ke tanah suci masih di hold sama pemerintah setempat karena pandemi.

jadi, saya beruntung dapat nomor antrian modal download dan mendaftar antrian di hari yang sama melalui handphone saya di Kantor Imigrasi Balikpapan. rasa - rasanya kalau bukan pandemi, blessing in disguise ini tidak akan terjadi.

Alhamdulillah.


Saya Mendapat Antrean D-006 dan Diarahkan Menuju Ruangan Costumer Service


di ruangan ini, saya kembali disambut oleh mbak - mbak Duta Pelayanan yang membantu saya mengisi formulir perpanjangan paspor, meminta fotocopy halaman depan paspor lama saya sebanyak satu lembar, fotocopy KTP elektronik saya satu lembar, dan paspor lama saya.

si mbak bertanya apakah saya ingin meminta paspor lama, jika ingin saya diberi formulir tersendiri yang harus diisi dan ditanda tangani bermaterai 10.000.

saya memilih untuk tidak mengambil paspor lama saya, karena selain saya ingin membuka lembaran baru, sudah tidak ada lagi via overseas yang aktif di paspor lama saya.

setelah mengisi formulir dan verifikasi berkas, saya membawa seluruh berkas saya dan duduk mengantri di ruangan costumer service itu.

kemudian nomor antrean saya dipanggil. di sini, petugas berseragam imigrasi mengecek berkas saya dan melakukan berbagai validasi. saya ditanya kenapa saya perpanjang paspor di Balikpapan sementara KTP saya di Bontang. bukankah di Bontang sudah ada kantor imigrasi ? atau lebih dekat ke Samarinda atau Sangatta dibanding ke Balikpapan. saya jelaskan kalau saya di sini ditugaskan kantor saya untuk bekerja di Balikpapan. saya lalu ditanya ingin paspor jenis apa. ada tiga pilihan paspor : paspor biasa 48 lembar (Rp. 350.0000 - tiga hari jadi) e-paspor 48 lembar (Rp. 650.000 - tiga hari jadi) dan layanan paspor sehari jadi (1.000.000) saya memilih yang paling murah. sehingga saya tidak sempat menanyakan layanan paspor satu hari jadi ini untuk paspor jenis apa.

saya juga sempat menanyakan terkait peraturan menteri yang menerangkan bahwa masa berlaku paspor diperpanjang dari yang tadinya lima tahun menjadi sepuluh tahun. si petugas berkacamata ini membenarkan peraturan menteri tersebut. namun, dalam pelaksanaan di lapangan masih belum ada petunjuk teknis yang mengikuti peraturan menteri tersebut. seperti berapa harganya, berapa lembar paspornya, berlaku untuk jenis paspor apa, kalau kepentingannya temporer (seperti umroh) bagaimana, dan lain sebagainya.

kemudian petugas menvalidasi data saya, menanyakan berulang - ulang data diri saya agar tidak salah input. saya lalu diberi map dan kartu akses untuk naik ke lantai tiga guna menjalani proses wawancara dan pengambilan data biometrik.

Naik Ke Lantai Tiga, Wawancara dan Pengambilan Data Biometrik





saya naik ke lantai tiga berbekal kartu akses yang dipinjamkan oleh mas - mas di customer service. setelah lift terbuka, saya disambut oleh mbak - mbak duta pelayanan lagi yang meminta kembali kartu akses saya dan mengarahkan saya ke ruang tunggu.

lagi - lagi saya beruntung. ruang tunggu yang kosong melompong hanya membuat saya menunggu sekitar lima menit sampai nama saya dipanggil untuk wawancara dan pengambilan data biometrik.

di sinilah proses yang paling menentukan.

petugasnya lebih ramah dari pengalaman saya sebelumnya. namun, pertanyaan nya amat sangat jauh lebih detail.

pertama, lagi - lagi ditanya kenapa perpanjang di Balikpapan. ditanya tentang kantor saya. nama kantor, bergerak di bidang apa, bekerja sebagai apa, alamat kantor dimana, alamat tinggal di Balikpapan di mana. 

semua jawaban saya dicatat di sistem dimana saya juga bisa melihat melalui layar yang ditunjukkan ke saya.

kemudian pertanyaan berlanjut ke negara tujuan saya, kenapa negara itu, kenapa kepentingan saya itu,  detail spesifik kepentingan saya juga ditanya, dicounter attack pula kenapa bukan begini kenapa bukan begitu. 

semua jawaban saya, juga dicatat. setelah itu barulah saya diminta pindah duduk menghadap kamera untuk diambil foto dan rekaman seluruh sidik jari tangan saya. untuk pengambilan foto, petugasnya bilang saya beruntung karena jilbab saya warna biru. jadi kontras dengan latar. kalau saja jilbab saya putih, saya mungkin harus melonggarkan jilbab seperti pengalaman saya sebelumnya.

setelah pengambilan data biometrik selesai, saya dikasih invoice untuk dibawa ke kantor pos atau bank BUMN. kantor imigrasi sudah tidak lagi menerima pembayaran tunai di kantor mereka. setelah itu saya disampaikan bahwa paspor saya bisa diambil di hari kamis di loket pengambilan paspor dengan menunjukkan bukti bayar.

setelah itu, proses selesai.

Alhamdulillah proses saya perpanjang paspor kali ini sangat lancar dan has a abundant of blessing. saya sangat bersyukur Allah menakdirkan saya perpanjang paspor di hari itu.

begitulah pengalaman saya perpanjang paspor, terima kasih sudah membaca. semoga bermanfaat.




Balikpapan, 1 September 2021




Riffat Akhsan -- yang hari ini bener bener bahagia 

10 August

 
Photo by Akira Deng on Unsplash

tulisan ini bukan diperuntukkan untuk kamu yang memang ingin wisata kuliner ke Balikpapan yang terkenal dengan Sea Food nya. bukan, tulisan ini saya persembahkan untuk mereka yang datang dan sedang memulai hidup di Balikpapan. tidak memiliki dapur, atau tidak sempat masak. sehingga satu - satunya pilihan adalah membeli makanan dengan harga masuk akal.

***

Balikpapan terkenal dengan biaya hidupnya yang juara satu mahal nya di level Nasional. 

menduduki posisi kedua, Bontang. rumah saya.

ditugaskan ke Balikpapan, satu tahun pertama adalah yang paling berat. saya tidak cocok lidah dengan masakan apapun selain yang dimasak oleh ibu masak kantor saya. sehingga urusan makan, saya ditanggung kantor seluruhnya. sarapan, memang ada jatahnya. makan siang pun begitu. makan malam, saya membawa tempat makan dan disiapkan oleh office girl seluruh elemen makan siang untuk saya bawa pulang untuk makan malam.

masalah muncul ketika sabtu - minggu (weekend) dan hari libur nasional. saya kebingungan dengan harga - harga makanan di kota ini. saya terkaget - kaget ketika menyadari harga satu porsi sate ayam pinggir jalan MT. Haryono setara paket burger, kentang, dan cola normal size franchise junk food kesayangan saya. 

pengeluaran makan saya di Balikpapan jauh melambung tinggi melampaui empat tahun hidup saya di Kota Metropolitan Surabaya. iya memang, saya tau tidak usah membandingkan antara Balikpapan dengan Surabaya. namun menghabiskan dana di atas seratus ribu rupiah sehari sendirian hanya untuk membeli makan saya rasa berlebihan.

saya lalu melakukan analisis humanisme terhadap Kota Balikpapan. saya coba telaah struktur sosial masyarakatnya yang memiliki prosentasi perantau cukup besar. lebih spesifik saya coba teliti kelompok perantau yang ke Balikpapan sendirian untuk bekerja. sementara seluruh keluarganya di luar pulau. kelompok ini pasti bermukim di suatu area dengan karakteristik penyedia makanan seperti yang saya cari. mereka pasti punya langganan tempat makan dengan kriteria : porsinya banyak, enak, dengan harga maksimal dua puluh ribu satu porsi. ini menjadi titik masuk saya. karena saya yakin kelompok ini pasti ingin menekan sekuat tenaga biaya hidupnya di Balikpapan. agar banyak yang bisa ia kirim ke kampung.

setelah obervasi yang menghabiskan puluhan liter bensin, puluhan kilometer jarak, dan ratusan jam, akhirnya saya bisa menemukan yang saya cari. tersebar di sudut - sudut Balikpapan. namun, saya mengerucutkan menjadi di daerah tempat tinggal saya. dan inilah daftarnya.

untuk kalian yang mengalami nasib seperti saya di awal mula memulai hidup di Balikpapan.

here we go


1. Nasi Padang Cahayo Minang Jenderal Sudirman No 44 Stalkuda

harga : 15 ribu rupiah (nasi, ayam seperempat ekor, sambal, sayur nangka, daun singkong, kuah)

ini adalah warung nasi padang yang memberikan kemewahan sarapan di pagi hari. buka mulai pukul 07:30. posisinya persis di samping Hexindo Training Centre, seberang ruko Kimia Farma Stalkuda.

warung kecil nasi padang ini benar - benar temuan besar. sabtu - minggu dan hari libur nasional tidak lagi terasa frustating. karena saya memang penyuka nasi padang. warung ini buka setiap hari. kecuali jika pemiliknya ada perlu. 


2. Soto Ayam Siloam MT Haryono

harga : 15 ribu rupiah (semangkuk penuh soto ayam dengan taburan kol, hati ayam, dan tambahan perkedel kentang. sudah termasuk nasi)

soto ini tidak seperti soto lamongan yang kaya bumbu. kuahnya kuning bening. rasanya lebih mirip soto bumbu banjar. namun ntah kenapa soto yang berbeda ini malah jadi favorit saya di antara list Soto Lamongan asli lainnya.

semuanya hadir dalam porsi maksimal. nasi, soun, suwiran ayam, potongan hati ayam, perkedel kentang, taburan kol, potongan telur, dan kuah yang memenuhi kepala mangkok.

berada di lorong yang cukup terang, persis di depan Rumah Sakit Siloam Balikpapan. terletak di antara Holland Bakery dan Roti O.


3. Kebab Musa Lampu Merah Bukit Damai Sentosa

harga : 13 ribu dan 17 ribu (kebab premium isi sapi)

ini nemu nggak sengaja. awalnya saya pakai aplikasi maxim waktu bedrest. di pilihan food and shop saya minta dibelikan kebab jumbo isi sapi di warung manapun. dengan catatan harganya maksimal 20 ribu.

kebab ini pun datang ke kamar saya. kebab inilah yang membangkitkan preferensi lama saya. di Surabaya dulu juga saya suka makan kebab. namun, saya tidak tau dimana tepatnya driver maxim ini membelikan kebab saya.

nah, pulang latihan panahan saya iseng mampir ke stall mereka di kiri jalan itu. saya pesan kebab besar isi sapi. ketika mas - mas penjaga outletnya memasukkan kebab ke kemasan, saya kok familier. kok ini persis kayak kebab yang kapan hari saya pesan lewat maxim ya ? yang rasanya luar biasa enak itu hingga membangkitkan rasa yang pernah ada di Surabaya. begitu pikir saya.

saya nggak mau langsung ambil keputusan sampai kebab tersebut tandas ke perut saya. setelah itu, barulah saya validasi kalau ini adalah kebab favorit saya. rasanya enak, harganya masuk akal untuk isian daging. dekat pula dari kantor dan tempat tinggal saya.

patokan menemukan outlet kebab musa ini adalah Indomaret sebelum lampu merah Bukit Damai Sentosa. ada dua outlet kebab di Indomaret ini. Kebab Kairo dengan gerobak kuning persis di depan Indomaret dan kebab Musa dengan stall berwarna hitam, spanduk di pinggir jalan berwarna kuning, maju beberapa langkah ke arah lampu merah.


4. Sate Ayam POKA (Pondok Karya Agung) Sepinggan

harga : 25 ribu (sate ayam 10 tusuk + lontong 1 buah )

harganya memang sudah masuk ke kategori pricey. tapi, tunggu dulu. ini beneran worth to buy. potongan ayam dalam setiap tusuk sate nya berukuran besar - besar. melampaui sate - sate gerobak yang saya temui. yang mungkin harganya lebih murah tiga sampai empat ribu.

sambal kacangnya nggak pelit. namun bagi saya yang penyuka sate berbumbu manis, saya perlu menambahkan kecap manis lagi ketika memakannya. satu porsi seharga dua puluh lima ribu ini memberikan efek kekenyangan untuk perut saya. dalam hemat saya, porsinya berarti di atas rata - rata kompetitornya.

dan, mereka hapal dengan saya dan pesanan saya. ini juga yang membuat saya rela mengeluarkan di atas dua puluh ribu rupiah untuk seporsi makanan.

letaknya di pinggir jalan Marsma Iswahyudi Sepinggan Balikpapan. merupakan gerobak kaki lima dengan standing banner yang bercerita identitasnya. agak sulit memang menemukan ini. kamu bisa mencari di google maps dengan keyword "Sate POKA"

jika kamu sudah cukup lama di Balikpapan, Kantor Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Balikpapan bisa jadi patokan kamu. karena gerobak sate ayam poka ini berada tepat di seberang kantor dinas tersebut.

tidak bisa dine in ya guys, karena dia hanya berupa gerobak. sehingga pilihannya hanya take away.


5. Warung Nasi Goreng Damar Wulan Depan Perumahan BDS 1

harga : 15 ribu (nasi goreng spesial / mie goreng spesial dengan telur mata sapi)

sebenarnya warung ini adalah spesialis chinese food. kalau kamu penyuka sea food pun bisa juga beli di sini dengan harga makanan maksimal tiga puluh lima ribu.

namun karena saya selalu ke sini untuk membeli makan untuk diri saya sendiri, porsi menu lain yang di atas dua puluh ribu itu terasa super kebanyakan. makanya setiap ke sini saya selalu beli nya nasi goreng atau mie goreng spesial.

kalau kamu mau telur dadar, harganya diskon seribu rupiah. jadi hanya perlu bayar 14 ribu rupiah saja.

favorit saya adalah mie goreng. dengan harga lima belas ribu saya dapat mie goreng dengan potongan bakso, sosis, ati ampela, ayam, sawi, telur mata sapi, dan kerupuk yang sangat royal.

Warung Damar Wulan : Jl. Letjen Zaini Azhar Maulani No.77, Damai, Balikpapan Kota, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur 76114

buka : mulai jam 4 sore. kalau kamu bingung, search aja di google maps dengan keyword "Aldha Petshop/Grooming Healty" karena warung ini berada persis di sebelahnya.


6. Bubur Ayam Ad - Duha PLN MT. Haryono

harga : 13 ribu (bubur ayam lengkap, tanpa tambahan telur puyuh/ati ampela)

ini adalah tipikal bubur ayam bandung. bukan tipikal bubur ayam banjar yang penuh kuah. pemiliknya adalah mas - mas ramah yang rajin mendoakan pembelinya. ia merupakan mantan karyawan restoran di salah satu hotel berbintang di Balikpapan. 

kalian tau lah ya, sarapan di restoran hotel pasti ada bubur ayam yang keasinan itu ?

nah, si mamang ini bisa melakukan inovasi dengan mengoreksi celah - celah di bubur ayam hotel berbintang tersebut. bahkan irisan cakwe yang biasanya dibeli jadi, oleh beliau dibuat sendiri.

letaknya persis di samping PLN MT. Haryono. berupa gerobak dengan spanduk besar bertuliskan nama lapaknya. kalau kamu baru di Balikpapan, patokan nya adalah Bank Mandiri MT. Haryono yang terletak di seberang SPBU (Pom Bensin) MT. Haryono. bubur ayam ini tidak jauh dari SPBU tersebut.

kamu harus datang maksimal jam 10. itupun kalau belum habis. ketenaran bubur ayam ini sudah melegenda di daerah MT. Haryono.


7. Warung Banyuwangi 78 Lampu Merah Bukit Damai Sentosa

harga : mulai 11 ribu (nasi, sayur, ayam, sambal) 

ini adalah warung makan prasmanan makanan rumahan yang paling murah versi teman - teman kantor saya. warung yang mengaku buka 7 hari selama 24 jam ini menyediakan berbagai menu masakan rumahan. berbagai lauk tertata rapi dan bebas dipilih. ayam, udang, cumi, kerang, hati ampela, ikan, dan berbagai kreasi telur bisa kamu temukan.

sayurnya pun beragam, sop, lodeh, bening, cah kangkung, lalapan, tumis pare, tumis kacang, dan lain sebagainya.

pendamping lauk dan sayur biasanya ada dua dan kamu boleh pilih salah satu : mie atau kering tempe.

favorit saya adalah : kerang dan kering tempe atau ati ampela dan kering tempe. tanpa sayur.

tidak perlu bingung mencari. warung ini benar - benar berada di samping lampu merah Bukit Damai Sentosa.


8. Batagor Simpang Beller


harga : 15 ribu (satu porsi batagor porsi standar)

batagor ini dijual oleh kakak beradik asli Bandung. mereka membuat sendiri semuanya from scracth. tidak hanya batagor, juga ada siomay lengkap dan menu ayam serundeng. 

letaknya persis di simpang Beller sebelum Jembatan Dam MT. Haryono. kamu bisa jadikan MAXI Swalayan sebagai patokan karena kedai siomay batagor ini terletak hanya beberapa meter dari swalayan tersebut.

buka mulai jam 12. favorit saya adalah batagor. semuanya batagor.


9. Coto Makassar Daeng MT. Haryono Dalam

harga : 25 ribu (free ketupat/ buras + es teh/es jeruk)

sebenarnya ini bukanlah yang paling favorit, favorit saya untuk Coto Makassar ada di daerah Manggar Setelah Asrama Haji. milik salah satu cucu Haji Kasim. 

namun, karena mengunjungi tempat itu teramat penuh perjuangan karena banyaknya kendaraan besar, ketika saya ingin makan Coto Makassar, saya pasti ke Coto Makassar di MT. Haryono Dalam ini. 

warungnya kecil, sebelah kiri jalan sebelum tanjakan super tinggi jalan MT. Haryono Dalam (sebelum lapangan tennis indoor Balikpapan). pemiliknya adalah suami istri asli sulawesi yang sangat ramah. setiap saya ke sana, mereka selalu menyambut saya seakan - akan saya adalah keluarga dekat. 

saya tidak tau persis kapan warung ini mulai buka, karena saya selalu makan di sini sore sepulang kantor


10. Crepes Lapangan Merdeka

harga : 15 ribu - 25 ribu

meskipun sudah sangat jauh dari kelurahan Gunung Bahagia, lapangan merdeka nggak boleh dilupakan sebagai pusat kuliner masyarakat Balikpapan. kalau saya, mengunjungi lapangan ini memang sengaja untuk beli jajanan. bukan olahraga. berdasarkan pengamatan saya, tidak ada yang harus banget di highlight dari jajanan di sini. selain Crepes.

semua yang dijual di lapangan ini serupa. tidak jauh - jauh dari minuman kemasan maupun racikan, goreng - gorengan, dan pentol - pentolan (salome), sisanya ya batagor, ada beberapa yang menjual bakso dan soto.

setiap ke sini, jajanan yang saya beli hanya dua : rambut nenek dan crepes.

ada dua atau tiga stand crepes di lapangan merdeka. namun yang menjadi juara adalah stand crepes berwarna pink di bundaran jalan Jenderal Sudirman mengarah ke gerbang biru Pertamina. 

sumber gambar : Riska & Mail Youtube Channel 

kalau dilihat dari perspektif ini, stand crepesnya ada di posisi angkot parkir itu. sangat mencolok dengan bentuk stand yang unik dan didominasi warna pink dan putih.

favorit saya ada tiga : matcha keju, coklat keju, dan tiramisu ~


no matter the circumstances or events around us, there will always be light......

semua yang saya tulis ini sini, adalah hasil kurasi panjang dan percobaan yang berbuah kebahagiaan. tidak jarang kekecewaan. 

saya berharap kamu, yang membaca tulisan ini dapat terbantu urusan kuliner bertahan hidup di Balikpapan. seperti saya.

terima kasih sudah membaca, have a nice day




Balikpapan, 10 Agustus 2021




Riffat Akhsan -- Happy Islamic New Year. meskipun liburnya digeser besok 😅

04 August

 


hari itu benar - benar tidak disengaja. saya yang suntuk pulang kantor di hari Selasa menantang diri menyusuri Jalan Sepinggan Lama dan berakhir pada pagar Bandara Aji Muhammad Sulaiman di depan saya dan lapangan sepak bola Trakindo Lama di sebelah kanan.


saya tidak menyangka di balik riuhnya lintas harian kendaraan di Jalan Sudirman menuju bandara, saya bertemu dengan keriuhan menyenangkan menonton sepak bola di pinggir pantai eksotis. saya bukan pecinta sepak bola, tapi saya tau kedua tim dengan warna jersey mencolok ini memiliki kemampuan mumpuni urusan olahraga satu ini.


dibanding Pantai Belakang Bandara (sesuai apa kata google maps), saya lebih suka menyebut pantai ini dengan sebutan Pantai Sepinggan. karena memang berada di ujung Jalan Sepinggan Lama, dan berbatasan dengan Bandara Sepinggan Balikpapan. sebelum namanya berubah menjadi Bandara Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan. 


selayaknya pantai kampung seperti Pantai Kampung Manggar, mengunjungi pantai ini pun tidak dipungut biaya apapun. bahkan parkir sekalipun. namun sebagai konsekuensi, jangan harapkan ada fasilitas umum dan warung layaknya pantai wisata. sejauh yang saya lihat, hanya ada satu penjual bakso bersepeda motor dan satu penjual salome (semacam cemilan pentol rebus). beberapa rumah warga menuju pantai ini membuka lapak seadanya untuk mengharap rezeki wisatawan lokal Balikpapan pengunjung pantai ini. 


pasir berwarna coklat di bawah tindihan sampah menyadarkan saya. ada lagi pantai kampung yang gratis saya kunjungi untuk berdiam diri dan mendengar suara ombak. jika tidak bisa melakukan perjalanan jauh ke Kampung Manggar, saya tetap bisa berlari ke pantai ini yang jaraknya selemparan kerikil dari kantor saya. cukup sepuluh menit sampai. 


berbeda dengan Pantai Kampung Manggar yang memang istimewa karena keberadaannya hanya diketahui warga kampung dan segelintir masyarakat lokal (termasuk saya), Pantai Sepinggan ini sepertinya cukup well known untuk masyarakat area kelurahan Sepinggan, Damai, dan Gunung Bahagia. 


dari tempat saya berdiri, terlihat pagar bandara, pos penjagaan, plank nama BUMN pengelola, dan larangan ini itu seputar Kawasan Keamanan Operasional Penerbangan. dari sini saya bisa melihat dari jauh pesawat - pesawat yang terparkir rapi dan Air Traffic Control (ATC)


saya menunggu kiranya ada pesawat yang take off atau landing. ingin sekali saya membekukan momen melihat burung besi tersebut terbang disaat saya selama pandemi ini tidak pernah menaikinya. di posisi dimana saya dan runway sudah sedekat nadi.


namun, sepertinya hari itu belum menjadi keberuntungan saya. 

tapi saya mendapat keberuntungan lain.

saya melihat wajah asli masyarakat Balikpapan. adik - adik yang membentuk kelompok - kelompok kecil untuk berjalan jauh mengejar ombak. para remaja awal yang nyawanya ada lebih dari satu yang menaiki dinding penahan tanah bandara dan menikmati pemandangan dengan perspektif sejajar runway. mas - mas suntuk yang duduk di bawah pohon akasia. sepertinya baru pulang kantor dan ingin mendapat asupan vitamin sea seperti sayaremaja tanggung yang mulai mengenal cinta. dewasa awal yang niat sekali membawa bekal jajanan kekinian sebagai penganan menikmati pemandangan. hingga ayah - ayah dan anak balitanya yang berlari tanpa henti sambil tertawa. 


Pantai Sepinggan membuat saya menemukan sanctuary baru mendampingi Pantai Kampung Manggar. Pantai eksotis yang membuat pikiran saya rehat sekaligus membuat saya merasa menjadi bagian dari Kota Balikpapan.

Pantai Sepinggan, yang bahkan bisa saya kunjungi setiap hari.

ah rasanya setelah pulang kantor hari ini saya jadi ingin berlari ke pantai.




Balikpapan, 4 Agustus 2021




Riffat Akhsan -- yang lagi - lagi kena amuk Dewa Pembangunan karena kelakuan salah satu kid fruit nya. 



26 July



sebulan sebelum hari raya Idul Adha, kantor riang gembira membentuk panitia qurban tahun ini. kami bahkan mencetak kaos premium yang menyerap keringat agar semakin paripurna dalam secercah usaha menoreh bahagia.

tahun ini benar - benar istimewa. kepala wilayah kami dan ketiga kepala departemen patungan untuk memberi hadiah qurban staff dari tiga bagian (masing - masing bagian @ 2 orang) dan seorang office girl kantor kami. tahun ini adalah kedua kalinya kantor kami berqurban. tahun kemarin adalah pertama kali wilayah dan kepala bagian bersama keluarga qurban di kantor.

ketua panitia sudah ditentukan. sama seperti tahun lalu, dewa kemakmuran alias kepala departemen saya. geng Human Capital dan Manajemen Mutu (HCMM dan Umum) menangani perlengkapan logistik dan masak - memasak. geng saya (manajemen konstruksi) dan geng tender berurusan dengan sapi ; mulai dari mengawal si sapi disembelih, memotong, menimbang, dan membagikan. khusus geng saya, kami hanya perlu bawa pisau. selesai.





kemudian negara api menyerang.

di awal bulan Juli 2021 separuh anggota kantor (yang mana artinya separuh anggota panitia qurban) harus menjalani isolasi mandiri karena virus COVID-19. tim ini merenggut geng tender dan HCMM. seluruh dewa (kepala wilayah dan bagian) harus isolasi mandiri. begitu pula dengan seluruh geng tender. tersisa tim HCMM empat orang dan geng saya.

pandemi memang leading transformasi dunia.

personil yang tersisa menjadi rangkap jabatan urusan sapi. kami bahu - membahu bagaimana tim minimalis yang biasanya menangani manajemen konstruksi ini bisa menyelesaikan tugas panitia qurban. 

berbekal pengalaman menjadi remaja masjid, mari kita mulai cerita ini dengan membaca bismillah. 

 
 

saya, yang memang nggak bisa pulang akhirnya untuk pertama kali menjalani Idul Adha sendirian. iya sendirian, karena biasanya saya minimal bareng saudara kembar saya.

Ahad, 18 Juli 2021 / 8 Zulhijjah doa saya ingin berpuasa tarwiyah dikabulkan Allah. seharian saya menonton film dan drama yang saya sukai. berbuka dengan sederhana. namun amat membuat diri saya bangga. akhirnya, saya berhasil puasa tarwiyah.

Senin, 19 Juli 2021 / 9 Zulhijjah 1442 takdir doa saya untuk berpuasa hanya sampai Ahad. hari itu saya haid dan memang jadwal saya haid sekitar tanggal 20. hari pertama haid tentu saja sakitnya masya Allah. setelah menyudahi rapat, saya izin ke dewa kemakmuran yang sedang isolasi mandiri untuk pulang ke apartment setelah ishoma.

meski tidak bisa berpuasa, saya amat bersyukur di hari Arofah itu saya bisa ingat semua keinginan saya dan berdoa di hari istimewa. sempat juga ditelpon paman guru dan minta doa ke beliau. sakitnya haid membuat saya bisa tiduran sambil memutar tasbih. membaca takbir mulai dari setelah ishoma sampai lepas ashar dan ditutup dengan menonton streaming khutbah Arofah dari Masjid Namirah.


tahun ini sang khatib : Syeikh Bandar Baleelah menekankan dalam Arafat Sermon betapa pentingnya kita memiliki "ihsaan" di dalam diri ini. beliau menjelaskan multiplies reward by Allah yang didapatkan mereka yang memiliki "ihsaan" dalam diri. tak lupa mengingatkan kita untuk be kind and stay healthy. beliau juga mengutip hadist Rasul SAW tentang pandemic. do not leave your continent and do not move to another land. stay there.


kamis, 22 Juli 2021 / hari tasyrik kedua. satu kantor harus hadir rapat kerja nasional triwulan III. sempat curi waktu ishoma buat beli plastik. pulang kantor masih sempat lihat sapi ke lokasi potongnya. janjian besok bakal kumpul di lokasi sapi jam setengah tujuh pagi.

malam, grup kantor ribut karena belum nemu timbangan. akhirnya jam 9 malam saya dapat pinjaman timbangan. salah satu anak HCMM pinjam timbangan ke mertuanya, dan dewa kemakmuran ngedrop timbangan beliau di kantor setelah disterilkan dengan desinfektan. 

Jum'at 23 Juli 2021 / hari tasyrik terakhir. saya tiba pertama di lokasi pemotongan sapi. berdua dengan tukang jagal. personil lain masih riweuh dengan baskom dan teman - temannya. kemudian menyusul Nadya yang berangkat dari rumah. kebetulan rumah dia lebih dekat ke lokasi sapi daripada ke kantor. setelah tertunda sekitar 45 menit akhirnya semua personil siap menyaksikan proses penyembelihan hewan qurban.


posisi ketua panitia yang tadinya dipegang dewa kemakmuran beralih ke anak HCMM. mereka juga yang menghandle urusan timbang - menimbang dan mengatur lokasi pembagian daging. geng saya fokus memotong daging dari masih berbentuk utuh sapi sampai siap timbang. kami juga mengurus tetek bengek sedapnya jeroan.


saya dan Mas Alam kebagian memotong 2 kaki. Pak Edo dan Mas Dika 2 kaki lainnya. Driver kami dan Virhan (staff saya) kebagian mengurus rusuk dan tulangan. Mas Sugeng dan Nadya menimbang dan menyusun. Bu Maya yang mengajak putrinya menangani bagian dapur.




tim ini minimalis. tapi kami berhasil. 

karena berkah Idul Adha. saya jadi belajar lagi, bahwa it's not about the quantity of team. but the quality itself. percuma anggota tim banyak tapi tidak ada rasa tanggungjawab dan komitmen bersama mensukseskan tujuan. tim yang sedikit, tapi semua personilnya punya kualitas, rasanya akan lebih baik.


Alhamdulillah, ya Allah. engkau beri saya kesempatan menjadi bagian panitia qurban paling minimalis seumur hidup. bagian yang mungkin terasa remeh, tapi menjadi signifikan faktor.


Balikpapan, 26 Juli 2021





Riffat Akhsan -- yang baru pulih dari sakit punggung
Faizah and Her Enchanting Journey | Designed by Oddthemes | Distributed by Gooyaabi