Skip to main content

Pengalaman Perpanjang Paspor di Kantor Imigrasi Balikpapan

 


senin, 30 Agustus kemarin saya perpanjang paspor. yang menarik, ini pertama kalinya saya perpanjang paspor di Kantor Imigrasi Balikpapan. selama ini paspor saya selalu dikeluarkan oleh Kantor Imigrasi Samarinda. agak ragu juga apakah bisa saya perpanjang di sini. ataukah masuk antrean pembuatan paspor baru.



pagi itu, suasana sangat sepi. saya menuju ke bagian resepsionis untuk bertanya masuk antrean manakah saya. saya jelaskan situasi saya, dan si mbak - mbak yang kebetulan waktu itu dibantu sama bapak - bapak eselon satu yang lagi mengobrol ikut membantu menjawab pertanyaan saya. kata si bapak, saya terhitung perpanjangan paspor meski paspor saya sebelumnya bukan dikeluarkan oleh Kantor Imigrasi Balikpapan. karena saat ini data sudah terintegrasi secara nasional sehingga tidak ada lagi peraturan perpanjang paspor harus di Kantor Imigrasi yang sama. inovasi ini juga mencegah duplikasi data.

sama si mbak saya lalu ditanya apakah sudah mendaftar antrian ? saya jawab belum karena keraguan saya tadi. ternyata Kantor Imigrasi sekarang sudah tidak menerapkan walk in queue seperti layaknya kita daftar antrian di bank. saya kemudian diminta mendownload aplikasi APAPO (Layanan Antrian Paspor Online) di google playstore.




saya beruntung, saat ini masa pandemi. berdasarkan kekepoan saya, paling banyak sepuluh orang saja yang melakukan pembuatan paspor baru maupun melakukan perpanjangan. karena di masa pandemi ini hanya mereka yang memiliki kepentingan sangat urgent saja yang melakukan pembuatan paspor baru atau perpanjangan paspor lama. 

saya ditanya akan ke negara mana dan untuk kepentingan apa. karena biasanya masyarakat yang mendominasi Kantor Imigrasi Balikpapan adalah jama'ah umroh. yang mana saat ini perjalanan jama'ah umroh asal negeri ini ke tanah suci masih di hold sama pemerintah setempat karena pandemi.

jadi, saya beruntung dapat nomor antrian modal download dan mendaftar antrian di hari yang sama melalui handphone saya di Kantor Imigrasi Balikpapan. rasa - rasanya kalau bukan pandemi, blessing in disguise ini tidak akan terjadi.

Alhamdulillah.


Saya Mendapat Antrean D-006 dan Diarahkan Menuju Ruangan Costumer Service


di ruangan ini, saya kembali disambut oleh mbak - mbak Duta Pelayanan yang membantu saya mengisi formulir perpanjangan paspor, meminta fotocopy halaman depan paspor lama saya sebanyak satu lembar, fotocopy KTP elektronik saya satu lembar, dan paspor lama saya.

si mbak bertanya apakah saya ingin meminta paspor lama, jika ingin saya diberi formulir tersendiri yang harus diisi dan ditanda tangani bermaterai 10.000.

saya memilih untuk tidak mengambil paspor lama saya, karena selain saya ingin membuka lembaran baru, sudah tidak ada lagi via overseas yang aktif di paspor lama saya.

setelah mengisi formulir dan verifikasi berkas, saya membawa seluruh berkas saya dan duduk mengantri di ruangan costumer service itu.

kemudian nomor antrean saya dipanggil. di sini, petugas berseragam imigrasi mengecek berkas saya dan melakukan berbagai validasi. saya ditanya kenapa saya perpanjang paspor di Balikpapan sementara KTP saya di Bontang. bukankah di Bontang sudah ada kantor imigrasi ? atau lebih dekat ke Samarinda atau Sangatta dibanding ke Balikpapan. saya jelaskan kalau saya di sini ditugaskan kantor saya untuk bekerja di Balikpapan. saya lalu ditanya ingin paspor jenis apa. ada tiga pilihan paspor : paspor biasa 48 lembar (Rp. 350.0000 - tiga hari jadi) e-paspor 48 lembar (Rp. 650.000 - tiga hari jadi) dan layanan paspor sehari jadi (1.000.000) saya memilih yang paling murah. sehingga saya tidak sempat menanyakan layanan paspor satu hari jadi ini untuk paspor jenis apa.

saya juga sempat menanyakan terkait peraturan menteri yang menerangkan bahwa masa berlaku paspor diperpanjang dari yang tadinya lima tahun menjadi sepuluh tahun. si petugas berkacamata ini membenarkan peraturan menteri tersebut. namun, dalam pelaksanaan di lapangan masih belum ada petunjuk teknis yang mengikuti peraturan menteri tersebut. seperti berapa harganya, berapa lembar paspornya, berlaku untuk jenis paspor apa, kalau kepentingannya temporer (seperti umroh) bagaimana, dan lain sebagainya.

kemudian petugas menvalidasi data saya, menanyakan berulang - ulang data diri saya agar tidak salah input. saya lalu diberi map dan kartu akses untuk naik ke lantai tiga guna menjalani proses wawancara dan pengambilan data biometrik.

Naik Ke Lantai Tiga, Wawancara dan Pengambilan Data Biometrik





saya naik ke lantai tiga berbekal kartu akses yang dipinjamkan oleh mas - mas di customer service. setelah lift terbuka, saya disambut oleh mbak - mbak duta pelayanan lagi yang meminta kembali kartu akses saya dan mengarahkan saya ke ruang tunggu.

lagi - lagi saya beruntung. ruang tunggu yang kosong melompong hanya membuat saya menunggu sekitar lima menit sampai nama saya dipanggil untuk wawancara dan pengambilan data biometrik.

di sinilah proses yang paling menentukan.

petugasnya lebih ramah dari pengalaman saya sebelumnya. namun, pertanyaan nya amat sangat jauh lebih detail.

pertama, lagi - lagi ditanya kenapa perpanjang di Balikpapan. ditanya tentang kantor saya. nama kantor, bergerak di bidang apa, bekerja sebagai apa, alamat kantor dimana, alamat tinggal di Balikpapan di mana. 

semua jawaban saya dicatat di sistem dimana saya juga bisa melihat melalui layar yang ditunjukkan ke saya.

kemudian pertanyaan berlanjut ke negara tujuan saya, kenapa negara itu, kenapa kepentingan saya itu,  detail spesifik kepentingan saya juga ditanya, dicounter attack pula kenapa bukan begini kenapa bukan begitu. 

semua jawaban saya, juga dicatat. setelah itu barulah saya diminta pindah duduk menghadap kamera untuk diambil foto dan rekaman seluruh sidik jari tangan saya. untuk pengambilan foto, petugasnya bilang saya beruntung karena jilbab saya warna biru. jadi kontras dengan latar. kalau saja jilbab saya putih, saya mungkin harus melonggarkan jilbab seperti pengalaman saya sebelumnya.

setelah pengambilan data biometrik selesai, saya dikasih invoice untuk dibawa ke kantor pos atau bank BUMN. kantor imigrasi sudah tidak lagi menerima pembayaran tunai di kantor mereka. setelah itu saya disampaikan bahwa paspor saya bisa diambil di hari kamis di loket pengambilan paspor dengan menunjukkan bukti bayar.

setelah itu, proses selesai.

Alhamdulillah proses saya perpanjang paspor kali ini sangat lancar dan has a abundant of blessing. saya sangat bersyukur Allah menakdirkan saya perpanjang paspor di hari itu.

begitulah pengalaman saya perpanjang paspor, terima kasih sudah membaca. semoga bermanfaat.




Balikpapan, 1 September 2021




Riffat Akhsan -- yang hari ini bener bener bahagia 

Comments

Popular posts from this blog

Hong Kong Day 3: Mengagumi Hong Kong Secara Pelan-Pelan

Halo, terima kasih untuk kamu yang kembali ke sini. kisah tentang Hong Kong sengaja saya ceritakan per hari, agar saya juga mengingat dengan syukur bahwa doa saya terkabul. bahwa mimpi saya terwujud. cuaca saat itu bagus (tidak terjadi thypoon). udara juga cocok untuk saya (pertengahan musim semi). dan semoga, kamu juga bisa meginjakkan kaki ke Hong Kong. Hari Ketiga di Hong Kong adalah harinya slow down. karena saya harus mengatur energi saya dengan baik. hari pertama dan kedua udah dar der dor banget. hari ketiga saya usahakan pace nya lebih lambat. di hari ketiga ini pula saya hanya jalan-jalan berdua dengan Fatimah. karena, Annisa ke Disneyland. KFC Wan Chai dan Jalan Masuk Menuju Wan Chai Market perjalanan kami mulai dari KFC Wan Chai sebagai tujuan sarapan. KFC ini adalah cabang KFC halal terdekat dari apartment, lokasinya persis di depan tram station. ternyata, menu yang ready saat itu baru menu - menu light meal ala KFC seperti sup krim dan omelette. sementara saya dan Fatimah ...

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Beryl’s Jalan Panggong Outlet - Kuala Lumpur

  "Riffat, ayo makan buah cokelat"  waktu itu dia petik buah kakao itu, dibukanya, dan disodorkan ke saya "buah cokelat" versi dia.  buah cokelat yang dalam kenyataannya adalah biji kakao. saya masih ingat, rasanya manis dan ada hint pahit. teksturnya seperti buah sirsak versi lebih padat.   rasanya itu adalah awal mula ketertarikan saya dengan cokelat. tetangga saya yang punya pohon kakao di rumahnya.  setelah pengalaman memakan biji kakao mentah itu, perjalanan saya dengan cokelat tidak jauh - jauh dari merek Silverqueen dan Toblerone. trus waktu abah saya pulang dari luar negeri, saya baru tau ada merek cokelat bernama Cadburry. sisanya, ya cokelat ayam murah yang lengket di lidah. lalu, suatu hari saya berkesempatan mengunjungi outlet cokelat ini di Kuala Lumpur. ini bukan sekedar outlet, dia punya costumer experience style yang memberikan transfer knowledge tentang proses bean to bar mulai dari biji kakao sampai ke bentuk akhir cokelat siap makan. mung...