Skip to main content

Posts

Showing posts with the label konstruksi

Apa Benar Sarjana Teknik Sipil Setelah Lulus Jadi Tukang ?

  hari ini sedih sekali saya membaca DM instagram seorang mahasiswa teknik sipil yang pindah ke jurusan akuntansi karena tidak tahan dibully "teknik sipil adalah sekolah tukang".  Life After Graduation : Being Civil Engineer rasanya sudah lama saya tidak menulis tentang teknik sipil. maka Direct Message hari ini rasanya cukup untuk memancing saya bercerita karir setelah mendapatkan gelar ST / B.Eng dari program studi teknik sipil. karir teknik sipil saya bagi menjadi tiga. Kantor, Lapangan, dan Lainnya. sebagai informasi, kantor saya bergerak di bidang consulting . jadi mungkin penjelasan saya akan lebih cenderung ke sana. Teknik Sipil yang Berkarir di Kantor karir ini berfokus pada pengendalian biaya dan administrasi kontrak proyek konstruksi. saya adalah salah satu insan konstruksi yang berkarir di sini. karir saya dimulai dari menjadi tenaga administrasi lapangan (ketika masih belum lulus kuliah). kemudian tepat setelah ijazah sarjana teknik sipil saya keluar, saya naik m...

Tips Bertahan Sampai Lulus Kuliah Teknik Sipil

Photo by Green Chameleon on Unsplash sudah jadi rahasia umum, bahwa yang daftar kuliah teknik sipil dan yang berhasil lulus benar - benar signifikan bedanya. saya berani bilang ada tiga golongan dalam jurusan teknik sipil. pertama, golongan mundur tanpa berita ; alias menyerah berkuliah di jurusan ini. entah mundur dan memutuskan pindah jurusan. atau mundur karena jurusan teknik sipil membuat ia trauma berkuliah. kedua, golongan yang lulus karena sudah terima surat cinta dari kampus berupa ancaman drop out . golongan ini bercirikan mapala ; mahasiswa paling lama. berusia senior namun tidak pernah ada batang hidunya di kampus. sekalinya muncul gedabruk gubrak mencari literatur dan bimbingan untuk tugas akhirnya. golongan ketiga, mereka yang berhasil lulus tanpa drama. bukan, maksudnya bukan artinya lulus tepat waktu. tapi lulus tanpa ancaman, karena hasil ketabahan dan doa yang dikabulkan. saya bukan mahasiswa yang kuliahnya mulus. otak saya juga bukan yang encer - encer banget. kuliah...

Riffat, Kemana Aja ?

Astaghfirullah. kaget saya waktu liat terakhir posting blog bulan januari tahun ini. sekarang udah bulan juli, yang berarti *hitung jari* LIMA BULAN SUDAH SAYA NGGAK NYAMPAH DI SINI. uh la la ~ jadi, sebenarnya kemana aja saya selama ini ? jawabannya adalah KERJA. karena saya masih mbak mbak proyek yang butuh makan dan skin care . kemarin saya main fitur ask me di instagram. itu lho fitur colongan instagram dari ask fm. yah semacam itulah, nah kebanyakan pada nanyain soal kerjaan saya dan suka duka di proyek konstruksi. saya jadi kepikir buat nulis itu di blog ini. mayan lah, daripada berdebu lebih lama yekan ? so, di postingan ini saya mau cerita salah satu proyek yang saya kerjakan. dan proyek ini adalah proyek paling indah sepanjang karir saya di dunia konstruksi. foto diambil jam 6 pagi. no filter, no make up, cuma pake skin care . jadi, pekerjaan saya di kantor mengharuskan saya untuk berada di kantor atau turun ke lapangan. kalau di kantor jadwal saya lebih ...

Quick Question : 10 Hal Tentang Teknik Sipil

berkuliah di dua kampus yang berbeda, ya saya dulu berkuliah teknik sipil di salah satu institut di Surabaya dan kini saya pindah kuliah di salah satu universitas di Samarinda memberikan pengalaman yang nggak jauh jauh beda tentang jurusan teknik sipil pada umumnya. kebeneran masih musim mahasiswa baru (saya juga mahasiswa baru kok, tapi saya mahasiswa pindahan dengan segala drama konversi transkip nilai saya nggak kelar kelar) O - Week ? OSPEK ? apaan tuh ? nggak ngerti deh *smirk* jadi dimanapun kalian kuliah, setidaknya kalian akan banyak sependapat dengan saya, saya mencoba menjawab pertanyaan cepat tentang 10 hal apa yang terlintas di pikiran saya ketika mendengar kata "teknik Sipil" apa saja itu ? ayo atuh scroll ke bawah.... 1. tugas setiap jurusan pasti ngasih tugas, ya secara lah ya kuliah dua sks dosen ngoceh satu setengah jam itu pasti menghasilkan berlembar lembar tugas yang menyita waktu tidur, nge-mall, hingga waktu nonton drama korea. sungguhlah l...

7 Gagasan Renyah, Untukmu Kementerian PU

sumber gambar : dokumentasi pribadi Kalimantan Timur. Daerah yang membesarkan saya ini,  tidak habis kata menggambarkannya. geografis pegunungan  maha luas,  membuat setiap jengkal tanahnya menggoda ditanami karet, sawit, maupun tanaman pertanian seperti pisang, padi, jagung, dan kacang panjang. kini daerah "manis" penarik semut pekerja dengan incaran harta karun batubara, migas, dan sawitnya ini mulai mengarahkan potensi daerahnya ke sektor pariwisata dan pelabuhan barang dan jasa. sedari saya kecil, hidup bersama konstruksi membuat saya bermimpi akan kemapanan infrastruktur di bumi etam.  Pola pembangunan berkelanjutan dibidang  infrastruktur perlu digarap serius. Cakupan wilayah luas membutuhkan perencanaan tata ruang jangka panjang yang mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan, terintegrasi dan strategis memajukan Kalimantan Timur. contoh, satu kabupaten Kutai Timur saja, luas cakupan daerahnya setara Provinsi Jawa Barat ditambah Bant...

After Ten Years

Juni 2006. sepuluh tahun lalu, saya berangkat ke Jawa Timur untuk melanjutkan pendidikan SMP dan dan SMA di  Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang  selama enam tahun, kemudian lanjut berkuliah  di Teknik Sipil ITATS Surabaya . sepuluh tahun bukan waktu yang sebentar, sudah banyak pengalaman dan pengajaran yang saya terima. kini, setelah sepuluh tahun, ketika kuliah saya selangkah lagi menuju gerbang kelulusan, saya resmi menerima tawaran pekerjaan di banua etam. saya kembali ke haribaan banua etam, di dunia yang menjadi passion saya sejak kecil. konstruksi. saya kembali menjadi blogger dan mbak mbak proyek yang ribet dengan drama korea dan kuliahnya. kembali menjadi bagian di industri digital dari sisi content tulisan. sudah cukup pengalaman saya manuver ke bidang baru, kini saatnya kembali fokus menatap masa depan dengan konstruksi sebagai runway-nya. jangan bosan bosan dengan tulisan saya tentang proyek konstruksi ya :)) Bontang, 26 Juli 2016 Riffat ...

Bahasa Beserta Baper yang Menyertainya

saya tiba tiba teringat pengalaman saya terjun ke lapangan (dunia proyek konstruksi) untuk pertama kali sekitar tahun 2013. wah nggak kerasa sudah berjalan tiga tahun saya terjun sebagai tenaga professional di bidang ini. waktu itu satu kantor cuekin saya, mereka masih belum yakin bahwa saya serius di bidang ini. dipikir saya cuma main main aja di salah satu perusahaan orang tua saya. oh sungguh terlalu. awal awal saya gabung, saya dianggap nggak ada, saya bengong di kantor selama tiga hari padahal kantor lagi hectic, di hari keempat akhirnya saya dikasih kerjaan ngitung struktur dan volume, jam setengah lima sore, tepat tiga puluh menit sebelum jam kantor bubar. kerjaan diminta selesai besok paginya jam 9 - 10 an. terpaksa saya harus lembur pelan pelan mengerjakan yang dimaksud. keesokan harinya kerjaan saya dikoreksi dan salah semua, kemudian saya (baru) diajarin gimana cara ngitung yang benar sesuai standart kantor (bukan standar anak kuliahan) sambil dimaki maki. saya...

Teknik Sipil Ilmu Pasti, Proyek Konstruksi Ilmu Hidup

"kakak satu depa berapa meter kak ?" tanya abah saya suatu pagi. "hah ? emang ukuran itu masih dipake bah ?" "udah ada konversi pastinya kok kak" *googling* "satu depa 1,7 meter bah" "kalau satu borong berapa meter persegi kak ? luasan maksudnya" *googling* "seperenam hektar bah" "maksud abah berapa kali berapa catchment area nya ?" "hmm berapa ya.." "ambil kalkulator sama kertas sana, mana bisa kamu dapat hitungan pasti sambil tiduran dan main hape gitu" "lagian ngapain pake ukuran gitu sih bah, kan sudah ada SNI" "ya itu satuan ukuran tanah lokal di Indonesia kak" jleb jleb jleb hari ini saya baru mengetahui bahwa teknik sipil tidak mengajarkan ilmu kehidupan pada saya. ukuran tanah ala masyarakat lokal seperti depa, borong, tombak, tampah, ubin, bahu, lupit, iring, paron, sangga, rakit, kesuk, anggar, rantai, dan lain sebagainya merupakan ses...

10 Hal yang Saya Rindukan dari Proyek Engineering Konstruksi

dunia IT dimana saya bekerja saat ini merupakan sisi lain diri saya, IT memberikan fleksibilitas dimana saya bisa berkreasi dalam mewujudkan mimpi saya. saya suka model bisnis IT ini, karena teknologi selalu menuntut inovasi cerdas dan kreatif dimana kita bisa mengunci resiko dan mengukur sejauh mana kita akan bertanggung jawab. dunia IT lebih fleksibel, luwes pergerakannya dan memungkinkan ekspansi hingga mimpi tergila. sudah hampir satu tahun saya meninggalkan dunia engineering konstruksi, dunia dimana saya hidup dan dibesarkan. tidak, saya belum pasti menarik diri total dari dunia engineering konstruksi. saya mencintai konstruksi sedalam saya mencintai hidup saya sendiri. masih belum pasti apakah saya benar benar menarik diri total dari dunia konstruksi. toh saya juga masih kuliah dan masih bermimpi menjadi tenaga ahli engineering konstruksi dan bisa memiliki tower saya sendiri. yah namanya juga cinta, pasti rindu dong. kalo nggak rindu ya rangga. berikut 10 hal yang saya r...

belajar seni menghitung ketepatan langkah dari pertarungan tender konstruksi

sumber gambar saya hidup dari ketidakpastian bisnis karena pengaruh sosial politik ekonomi. ya, dunia konstruksi selalu bergantung pada situasi perekonomian makro mengingat ini menyangkut penggunaan dana miliaran rupiah. setiap pekerjaan konstruksi dengan nilai kontrak fantastis selalu didahului dengan proses tender. proses penawaran harga per satuan pekerjaan dengan harapan pemenang tender dapat mengerjakan proyek dengan dana seefisien mungkin. tender konstruksi bagaikan kompetisi, selalu ada para pelaksana proyek (kontraktor) yang bertarung untuk menjadi pemenang, tentunya dengan ketepatan perhitungan harga penawaran. hukum pasti dalam proses tender konstruksi adalah : harus dihitung dengan benar per item pekerjaan, bila salah kerja bakti atau bahkan rugi. pertarungan tender konstruksi itu keras, ibarat cewek mungkin prosesnya bukan lagi jambak - jambakan. tapi udah level cakar - cakaran berdarah darah. ada yang menarik dari proses tender ini, mau tender proyek apapun, b...

Hal - Hal Menyebalkan di Proyek Konstruksi

Photo by Scott Blake on Unsplash konstruksi tidak selalu menyenangkan, layaknya ying dan yang, semua harus seimbang. banyak hal yang saya alami di proyek yang membuat saya semakin mensyukuri nikmat tuhan yang terjadi dalam hidup saya. namun saya juga manusia, saya juga bisa sebal, capek, marah, nangis, bahkan ngambek nggak ke proyek karena hal hal tertentu. berbicara tentang rasa sebal, hal hal menyebalkan di proyek seringkali terjadi ketika kami sedang ada proyek di wilayah pemukiman. saya jarang ditempatkan di proyek luar kota, meskipun bukan berarti tidak pernah. sehingga oleh kantor saya sering ditempatkan di proyek yang "kota kota aja" di postingan kali ini saya coba bagi hal hal yang menyebalkan yang pernah saya alami di proyek konstruksi. apa saja itu ?