konstruksi

18 August

 

hari ini sedih sekali saya membaca DM instagram seorang mahasiswa teknik sipil yang pindah ke jurusan akuntansi karena tidak tahan dibully "teknik sipil adalah sekolah tukang". 

Life After Graduation : Being Civil Engineer

rasanya sudah lama saya tidak menulis tentang teknik sipil. maka Direct Message hari ini rasanya cukup untuk memancing saya bercerita karir setelah mendapatkan gelar ST / B.Eng dari program studi teknik sipil.

karir teknik sipil saya bagi menjadi tiga. Kantor, Lapangan, dan Lainnya.

sebagai informasi, kantor saya bergerak di bidang consulting. jadi mungkin penjelasan saya akan lebih cenderung ke sana.

Teknik Sipil yang Berkarir di Kantor

karir ini berfokus pada pengendalian biaya dan administrasi kontrak proyek konstruksi.

saya adalah salah satu insan konstruksi yang berkarir di sini.

karir saya dimulai dari menjadi tenaga administrasi lapangan (ketika masih belum lulus kuliah). kemudian tepat setelah ijazah sarjana teknik sipil saya keluar, saya naik menjadi Project Office Manager (menangani satu paket pekerjaan dengan lima ruas jalan, termasuk jalan tol), dan kini menjadi Project Manager Wilayah (menangani seluruh proyek dalam wilayah bumi etam)

dari awal, saya memang ditakdirkan untuk menangani administrasi kayaknya.

di kantor sendiri saya punya satu staff dan satu helper yang juga bertugas membantu Project Manager wilayah lain.

berada di posisi ini hampir tidak pernah turun ke lapangan. biasanya kami turun hanya pada saat penyerahan lapangan, provisional hand over, final hand over, terdapat eskalasi proyek, atau ketika proyek mengalami contract change order yang mengarah pada kemungkinan terjadinya addendum.

Teknik Sipil yang Berkarir di Lapangan / Project Site Operation

karir ini berfokus pada pengendalian mutu dan waktu proyek konstruksi.

karir jenis ini adalah karir dengan pendapatan tertinggi bahkan untuk mereka yang baru lulus. tidak seperti karir di kantor yang harus jadi manager dulu untuk bisa foya - foya, gaji berkarir di proyek bagi sarjana teknik sipil sudah bisa membuat mereka ngelamar anak orang padahal belum setahun kerja.

jabatan mereka apa ? untuk mereka yang baru lulus umumnya ada tiga : inspector (pengawas teknik),  surveyor (pengawas kuantitas), dan lab technician (pengawas kualitas). 

jika sudah memiliki pengalaman konsisten selama lima tahun (dibuktikan dengan surat referensi proyek dan perhitungan evaluasi personil) maka kamu bisa mengajukan Sertifikasi Keterangan Ahli dari asosiasi terakreditasi. jika memiliki ini, maka SKA mu akan menaikkan taraf hidupmu dengan gaji menyentuh double digit dan tanggungjawab problem solving. umumnya jabatan di level madya ini adalah Chief Inspector (punya asisten bernama inspector). Quality Engineer (punya asisten bernama inspector dan lab technician). Inspection Engineer/Quantity Engineer (punya asisten bernama inspector dan surveyor). serta Health Safety Environment (Ahli K3 Konstruksi dan Lingkungan). jabatan HSE ini memang tidak memiliki asisten, tapi ia punya kewenangan untuk mengeluarkan surat teguran yang sering kita sebut dengan istilah Site Instruction. 

jabatan madya dengan SKA ini seperti anggur, makin banyak umur karir maka makin tinggi value mereka dalam proses pemilihan proyek. karena nama mereka sudah dimasukkan ke dalam struktur organisasi proyek bahkan sejak proses tender. sehingga keberadaan mereka selalu dicari. apalagi data menunjukkan kalau Indonesia masih sangat kekurangan tenaga ahli konstruksi tersertifikasi.

terakhir, puncak tertinggi karir di lapangan : Supervision Engineer/Site Engineer/Site Manager/General Superintendent.

butuh setidaknya pengalaman minimal sepuluh tahun berada di level madya untuk ada di posisi ini. mereka yang berada di titik ini adalah para tenaga ahli utama yang bergaji dua kali lipat jabatan madya. mereka ini adalah presiden nya project site. mereka sudah tidak sering lagi ke lapangan. karena fokus mengurus laporan, jadwal, dan komunikasi dengan pihak - pihak terkait. mereka baru turun ke lapangan ketika monitoring bulanan atau ketika proyek berada dalam situasi kritis. mereka hadir untuk menyelesaikan masalah yang tidak bisa diselesaikan para ahli madya.

Teknik Sipil yang Berkarir di Laboratorium / Kampus


yang begini contohnya sahabat saya : Fey. dia berangkat dari asisten lab tanah. trus naik jadi kepala lab. trus sekarang lagi siapin beasiswa lanjut sekolah. karena evidence based cases yang dia dapat selama kerja di lab ngebantu banget memperkaya essay nya dia sehingga dia bisa lanjut sekolah dan karirnya menjadi dosen / staf khusus bupati/ staf ahli pemerintah jadi terbuka lebar.

Teknik Sipil yang Berkarir di Sektor Lainnya


pilihan karir di sektor lain selain konstruksi itu banyak. mulai dari yang masih "dekat" seperti survey, pertanahan, supplier bahan teknologi konstruksi, perencanaan wilayah dan kota, tim rancang pembangunan daerah. sampai yang agak jauh seperti kerja di bank sebagai petugas appraisal kredit rumah, kerja di kejaksaan sebagai tim pengawas konstruksi, kerja di BPKP sebagai auditor pembangunan, sampai menjadi gamer pro the sims.


***

tidak mungkin kamu sekolah mahal - mahal susah - susah nangis - nangis kalau ternyata lulus bukan jadi kalangan terdidik dengan skill spesifik. jadi, jangan gampang termakan dengan stigma atas jurusan teknik sipil ya !

sampai di sini dulu tulisan saya, terima kasih sudah membaca.





Balikpapan, 18 Agustus 2021




Riffat Akhsan -- yang sudah menyiapkan diri dengan skenario turun ke lapangan kalau hasil test seluruh anggota timnya positif COVID-19









11 August



sudah jadi rahasia umum, bahwa yang daftar kuliah teknik sipil dan yang berhasil lulus benar - benar signifikan bedanya. saya berani bilang ada tiga golongan dalam jurusan teknik sipil. pertama, golongan mundur tanpa berita ; alias menyerah berkuliah di jurusan ini. entah mundur dan memutuskan pindah jurusan. atau mundur karena jurusan teknik sipil membuat ia trauma berkuliah. kedua, golongan yang lulus karena sudah terima surat cinta dari kampus berupa ancaman drop out. golongan ini bercirikan mapala ; mahasiswa paling lama. berusia senior namun tidak pernah ada batang hidunya di kampus. sekalinya muncul gedabruk gubrak mencari literatur dan bimbingan untuk tugas akhirnya.

golongan ketiga, mereka yang berhasil lulus tanpa drama. bukan, maksudnya bukan artinya lulus tepat waktu. tapi lulus tanpa ancaman, karena hasil ketabahan dan doa yang dikabulkan.

saya bukan mahasiswa yang kuliahnya mulus. otak saya juga bukan yang encer - encer banget. kuliah saya juga cukup berliku. kuliah di ITATS Surabaya sampai enam semester. kemudian tuhan mentakdirkan saya pindah dan melanjutkan kuliah di UNTAG Samarinda. kuliah yang seharusnya bisa selesai dalam empat semester di Samarinda, baru bisa saya selesaikan dalam tujuh semester.

ada banyak faktor terkait molornya kuliah saya. hampir menyerah, jelas. namun mundur bukan pilihan karena saat itu saya sudah bekerja di Construction Site Operation. menyelesaikan kuliah adalah jalan terjal yang harus saya hadapi untuk mempertahankan pekerjaan saya.

akhirnya jalan panjang itu berakhir juga. saya lulus kuliah teknik sipil. menyandang gelar sarjana. dan ada di titik sekarang.

saya yakin kamu yang membaca tulisan ini, sedang berada di titik berjuang menyelesaikan kuliah teknik sipil. saya paham sekali bagaimana resah dan beratnya beban di pundakmu saat ini. semoga tips berikut bisa sedikit membantu perjuanganmu menyelesaikan kuliah teknik sipil.



1. Berdoa dan Minta Doa Orang Tua



memberi pengertian kepada orang tua bahwa jurusan teknik sipil merupakan satu dari sedikit jurusan tersulit di dunia sangat penting. saya beruntung memiliki abah yang berkuliah di jurusan sama. namun, itu tidak membebaskan saya dari umi yang drama ketika saya tidak keluar kamar selama liburan karena belajar untuk ujian. 

saya tahu rasanya, pusing belajar. eh, begitu keluar kamar malah kena omel karena dianggap tidak bersosialisasi selama liburan. di situasi ini biasanya saya diam, menarik nafas panjang. dan meminta doa beliau saja. tidak menanggapi konten apapun dari mulut beliau. karena saya paham, beliau tidak berada di kaki saya.

meskipun rasanya sulit sekali, tapi saya memaksa diri saya untuk berprasangka baik atas perhatian umi saya. saya berdoa semoga kesabaran saya mendengarkan omelan umi berbuah kemudahan terhadap perjalanan saya berkuliah teknik sipil.

selain minta doa orangtua, penting juga untuk berdoa sendiri. jujur kepada tuhan bahwa ini tidak mudah, berat, dan kamu butuh pertolongan-NYA.

apapun yang kamu hadapi, sampaikan pada tuhan dalam rintihan doa. berkuliah teknik sipil merupakan fardu kifayah. menuntut ilmu merupakan ibadah yang setara seperti berjihad di jalan-NYA.


2. Sekuat Tenaga Cari Resource yang Mendukung Tugasmu




saya tau, mahal dan sulitnya mencari textbook mata kuliah di teknik sipil. saya pun tidak mendukung kegiatan pembajakan. namun, uang saku yang terbatas sementara tuntutan sumber daya kuliah teknik sipil amat keras, mau tidak mau memaksa saya memutar otak untuk mendapatkan resource untuk mendukung kuliah saya.

ke perpustakaan kampus ? oh semua mahasiswa pasti ke sana dan jumlah buku yang disyaratkan dosen jumlahnya terbatas. 

saran saya : pertama, kunjungi perpustakaan daerah. belajar dan pinjam buku di sana. biasanya resource nya lebih banyak di sana. meskipun memang perjuangan menyusuri rak - rak untuk menemukan buku yang kamu cari tidak mudah. saya biasanya mengunjungi Perpustakaan Daerah Kalimantan Timur ketika masih di Samarinda dulu.

kedua, mencari kakak kelas yang sibuk. bukan, bukan jenis kakak kelas yang sibuk organisasi. tapi kakak kelas yang jarang muncul di kampus tapi dosen - dosen hapal sama dia. tipe kakak - kakak kuliah - pulang, rajin, dan ramah. kakak seperti ini tidak keberatan mewariskan resource yang dia miliki di satu mata kuliah yang sudah lewat dan kebetulan merupakan mata kuliah yang kamu tempuh. 

terakhir, ini jalan paling akhir ya. download resource mata kuliah berupa pdf yang bertebaran di internet.



3. Belajarlah Sampai Tuhan Kasihan dan Akhirnya Mengabulkan Doamu



kalau tuhan nggak kasihan, maka dosenmu yang kasihan.

saya bicara begini berdasarkan pengalaman nyata. saat saya mengerjakan tugas akhir, dosen pembimbing saya susah sekali ditelpon dan hanya bisa ditemui selepas isya. rumahnya jauh sekali di daerah Sambutan (dekat jembatan mahkota Samarinda) sementara tempat tinggal saya di Samarinda ada di daerah Islamic Centre Kalimantan Timur.  

saya bersyukur dulu saat mengerjakan tugas akhir, berdua dengan saudara kembar saya. jadi meski judul Tugas Akhir kami berbeda, namun kami memiliki dosen pembimbing yang sama.

kami benar - benar tabah kala itu (ketika memanggil memori tersebut saat menulis ini, air mata saya menghangat betapa gigihnya kami saat itu). tepat ketika adzan maghrib, kami langsung shalat dan langsung berangkat ke rumah dosen pembimbing. menyusuri jalan panjang berkelok di dinginnya malam, yang kiri kanan masih hutan. sampai di sana biasanya masjid dekat rumah dosen sudah mengumandangkan adzan isya. kami menunggu di teras sampai beliau pulang dari jama'ah shalat isya.

waktu yang ada kami manfaatkan untuk sepuasnya menunjukkan kebodohan kami. merendah di depan tingginya ilmu milik beliau. kadang beliau berceramah, kadang beliau mengintegorasi kami seakan beliau adalah dosen penguji, kadang beliau menugaskan kami mencari lebih banyak resource lagi untuk tugas akhir ini.

tidak jarang kami pulang hampir tengah malam. bahkan pernah di daerah kami ribut ada hantu kuyang, teman - teman pada sibuk tanya di whatsapp. warga kampung katanya heboh. namun, kami malah baru baca whatsapp besok paginya karena kecapekan pulang bimbingan langsung nyalakan AC, tidur tanpa tau apa - apa.

bahkan kuyang saja pulang duluan ke rumahnya daripada kami.

besok paginya, langsung kami bersiap follow up hasil bimbingan malam sebelumnya. seharian menyelesaikan semua tugas, permintaan, dan koreksian dari dosen pembimbing. sore, kami pakai untuk jalan - jalan refreshing menonton riak air sungai mahakam sampai menjelang maghrib.

adzan maghrib, siklus berulang. shalat dan langsung berangkat ke rumah dosen. begitu setiap hari tanpa libur. hari libur kami adalah pernyataan dari dosen pembimbing kalau beliau tidak bisa ditemui beberapa hari kedepan karena ada acara/ada pekerjaan/ada keperluan ke luar rumah.

iya, seekstrim itu kegigihan saya dan saudara kembar saya dalam perjalanan kami berkuliah teknik sipil. karena mengerjakan Tugas Akhir adalah tahap terakhir dan tersulit dari rangkaian syarat kami menguasasi bidang ini. kami tidak ingin gagal, ini sudah sangat dekat dengan garis akhir. semangat sudah pudar, kemauan sudah luntur, passion tinggal angan. bertahan sedikit lagi dan ini akan selesai.



Teknik Sipil adalah Tempaan Nyata Kepasrahan, Kegigihan, dan Doa......


jika ditanya apa rasanya berhasil lulus kuliah teknik sipil, maka jawabannya adalah saya mengerti esensi kepasrahan, kegigihan, dan doa. yang menjadi bekal saya menghadapi kerasnya kehidupan. ada banyak hal yang saya hadapi di teknik sipil sekuat apapun saya berusaha tidak tembus. sekalinya saya menangis dalam doa, langsung jalan terbuka. begitu juga di lain hari, doa - doa saya tidak menemukan tanda akan dikabulkan. namun satu hal sepele yang tidak sengaja saya lakukan justru menjadi titik masuk terkabulnya doa saya.

pada akhirnya, berkuliah teknik sipil mengajarkan bahwa hidup ada tentang doa dan kegigihan berusaha yang dijembatani oleh kepasrahan. kita tidak tau yang mana awal yang mana akhir. tapi mereka berdua (doa dan kegigihan berusaha) hanya saling bertukar tempat.

terima kasih sudah membaca, have a nice day !






Balikpapan, 11 Agustus 2021




Riffat Akhsan -- yang lagi sarapan kue favoritnya  

27 July


Astaghfirullah.

kaget saya waktu liat terakhir posting blog bulan januari tahun ini. sekarang udah bulan juli, yang berarti *hitung jari* LIMA BULAN SUDAH SAYA NGGAK NYAMPAH DI SINI.

uh la la ~

jadi, sebenarnya kemana aja saya selama ini ? jawabannya adalah KERJA. karena saya masih mbak mbak proyek yang butuh makan dan skin care.

kemarin saya main fitur ask me di instagram. itu lho fitur colongan instagram dari ask fm. yah semacam itulah, nah kebanyakan pada nanyain soal kerjaan saya dan suka duka di proyek konstruksi. saya jadi kepikir buat nulis itu di blog ini. mayan lah, daripada berdebu lebih lama yekan ?

so, di postingan ini saya mau cerita salah satu proyek yang saya kerjakan. dan proyek ini adalah proyek paling indah sepanjang karir saya di dunia konstruksi.

foto diambil jam 6 pagi. no filter, no make up, cuma pake skin care.

jadi, pekerjaan saya di kantor mengharuskan saya untuk berada di kantor atau turun ke lapangan. kalau di kantor jadwal saya lebih pasti. masuk jam 10 pagi, pulang 12 jam kemudian. bukan hal yang aneh mengingat budaya kerja ala korea di kantor saya. outfit ngantor standar lah, blouse - celana bahan atau blazer - celana bahan kalau lagi ada rapat.  kalau di lapangan biasanya jadwal saya lebih pagi, tapi justru nggak pasti jam berapa. saya harus kontakan dulu sama yang di lapangan untuk tau masuk proyek jam berapa dan kira - kira keluar jam berapa. outfit ngantor bebas semi formal. jadi lebih santai. 

di kantor atau di lapangan sama sama ada untung ruginya. kalau di kantor untungnya dalam ruangan, adem, gampang fokus. jam istirahat/makan nggak keganggu, kalau pas selow bebas internetan atau nonton korea, semua fasilitas tersedia.  kalau di lapangan untungnya bisa pulang lebih cepat, misal saya masuk jam 6 pagi, pulang kantor masih liat matahari :)), trus berasa piknik juga karena ((( menyatu dengan alam ))), dan agenda kerja yang lebih fleksibel.

kalau nggak enaknya di kantor tuh ya sudah pasti merupakan kelebihan di proyek, begitupun selebihnya. nggak enaknya di proyek adalah kelebihan di kantor. 

nggak enaknya di kantor itu pulang nggak bisa liat matahari, tru juga kalau pas lagi PMS bisa disaster banget. karena kerjaan saya kan tensi tinggi, eh ketemu sama hormon monster cem PMS ya jadinya world war III gitu lah, asli bisa bad mood banget saya. kalau nggak enaknya di proyek tuh kadang saking fleksibelnya jadinya agenda molor atau nggak nemu titik sepakat, trus ngantuknya itu lho. angin sepoi sepoi pepohonan itu bawaannya ngajak tidur doang :((. cuaca juga kadang bisa nggak bersahabat banget di proyek.

saya jarang sih full 12 jam di proyek kecuali kalau pekerjaan itu masuk critical path atau punch line kayak pekerjaan pengecoran. sering - sering saya dalam 12 jam sehari itu full di kantor atau kombinasi kantor - lapangan. 

nah yang saya ceritain kali ini juga gitu, saya 6 jam di lapangan, 6 jam nya di kantor.


rasa - rasa nya ini pertama kalinya saya dapat proyek di kawasan wisata. jadi proyek saya ini adalah jembatan kayu. nah lokasinya di taman mangrove gitu. karena lokasinya di atas laut, jadi semua material se tukang - tukang nya dinaikin kapal. seru sih.

materialnya mostly kayu ulin dengan berbagai dimensi, di drop oleh supplier di pelabuhan terdekat. nah, kapal seperti foto di atas ini yang angkut materialnya bolak balik pelabuhan - lokasi.

tak terkecuali, saya juga naik kapal :)


saya beruntung bisa sekalian menikmati pemandangan Kota Bontang dan juga MATAHARI di project visit saya kali ini. sesuatu yang mungkin satu bulan sekali aja belum tentu bisa saya dapatkan.


well, kerjaan di dunia konstruksi nggak melulu gersang kok. yang hijau - hijau juga ada ~



Kantor, Bontang. 27 Juli 2018




Riffat Akhsan

01 October


berkuliah di dua kampus yang berbeda, ya saya dulu berkuliah teknik sipil di salah satu institut di Surabaya dan kini saya pindah kuliah di salah satu universitas di Samarinda memberikan pengalaman yang nggak jauh jauh beda tentang jurusan teknik sipil pada umumnya.

kebeneran masih musim mahasiswa baru (saya juga mahasiswa baru kok, tapi saya mahasiswa pindahan dengan segala drama konversi transkip nilai saya nggak kelar kelar)

O - Week ? OSPEK ? apaan tuh ? nggak ngerti deh *smirk*

jadi dimanapun kalian kuliah, setidaknya kalian akan banyak sependapat dengan saya, saya mencoba menjawab pertanyaan cepat tentang 10 hal apa yang terlintas di pikiran saya ketika mendengar kata "teknik Sipil" apa saja itu ?

ayo atuh scroll ke bawah....

1. tugas
setiap jurusan pasti ngasih tugas, ya secara lah ya kuliah dua sks dosen ngoceh satu setengah jam itu pasti menghasilkan berlembar lembar tugas yang menyita waktu tidur, nge-mall, hingga waktu nonton drama korea. sungguhlah luar biasa tugas tugas di teknik sipil itu menguras tenaga pikiran, uang buat fotocopy an tanpa akhir, dan waktu.

kamu kamu maba teknik sipil, yang kuat ya ! atcha atcha FIGHTING !

2. hitungan
teknik sipil adalah tentang hitungan, hitungan adalah teknik sipil dan teknik sipil adalah hitungan.

inti dari teknik sipil dalam perhitungan distribusi gaya dari beban dari seluruh arah yang mengenai konstruksi bangunan. entah itu beton, baja, atau kayu.

selain itu teknik sipil dalam tentang perencanaan, pelaksanaan, pemodelan simulasi, dan pengendalian.

dan setiap aspek memiliki hitungan nya sendiri sendiri.

jadi kalau kamu masuk teknik sipil harap pahami bahwa kamu memang harus kuat menghitung, melogika, dan membaca pola.

untuk kelancaran kuliahmu dan pastinya kesehatan jiwa raga.

banyak anak teknik sipil yang saya lihat memaksakan untuk kuliah di major ini padahal dia nggak kuat hitungan, alhasil dia lebih sering berada di kantor himpunan mahasiswa untuk bikin perencanaan nge-bully mahasiswa baru daripada masuk kuliah. alhasil dia baru lulus setelah puluhan semester dengan tugas akhir apa adanya atau malah ada yang drop out 

di teknik sipil ada kok mata kuliah teori, tapi teori ini adalah tentang pemahaman konsep.

ya ujung ujung nya hitungan juga sih ~

3. begadang
begadang jangan begadang ~
begadang kalau tiada artinya ~

kalau di teknik sipil satu malam begadang mampu menghasilkan bab terakhir tugas besar.

sebenarnya begadang tuh nggak sering sering juga. tergantung bagaimana kalian memanage waktu dan perasaan aja.

pengalaman saya sih paling enggak dalam satu semester ada hari dimana kita memang harus begadang. biasanya kalau mendekati ujian akhir semester dimana kamu disuruh revisi sama dosen asisten di detik detik terakhir sebelum ujian.

dan dosen asisten yang begitu nggak cuma satu tugas besar aja.

4. proyek
tempat paling afdol penerapan ilmu teknik sipil adalah di proyek. makanya dedek dedek gemes nan menyebalkan sering sekali menolak tawaran mengambil jurusan kuliah di teknik sipil dengan alasan "aku nggak mau kerja panas panas, kerja kasar kasar, jadi tukang"

HEH NGANA PIKIR KITA KITA NGGAK PUNYA KANTOR ADMINISTRASI BER AC ? NGANA PIKIR KITA KULIAH BEGINI SUSAH BUAT JADI TUKANG ? SORRY COY NGANA HARUSNYA CARI INFORMASI DULU SEBELUM DITAWUR SAMA SEANTERO MAKHLUK TEKNIK SIPIL

di proyek memang panas, tapi selalu ada pilihan untuk berteduh atau ngendon di kantor proyek.

atau kalau emang beneran alergi sama panas matahari lulusan teknik sipil bisa kok kerja jadi dosen, kerja jadi PNS di dinas dan kementerian pekerjaan umum, atau agak melenceng dikit bisa juga kerja di bank.

tapi ya kalau mau bener bener ngerti pure nya teknik sipil sih emang harus sering main ke proyek ya ~

5. dosen killer
wah ini mah pasti ada, karena kadang seseorang punya caranya sendiri mengekspresikan kebahagiannya menjadi pengajar mata kuliah dari satu dari beberapa jurusan kuliah tersulit di dunia. dosen killer ? pasti ada, pasti.

di kampus saya di Surabaya dulu ada *ngitung* lima dosen killer, di kampus saya di Samarinda sekarang ada empat dosen killer.

clue nya dosen killer ini nggak jauh dari : analisa struktur, air, tanah, beton.


6. cewek yang sedikit
persoalan tidak seimbangnya perbandingan mahasiswa dengan mahasiswi kayaknya udah jadi rahasia umum deh di jurusan teknik sipil. jangan heran ketika kamu menjadi satu satu nya perempuan di kelas atau satu kelas nggak ada mahasiswi sama sekali. di teknik sipil itu sudah biasa ~

buat ciwi ciwi kece bermental Hermione Jane Granger ini adalah chance membalap prestasi di tengah mayoritas cowok cowok malas namun menjadi penyebab jatuhnya air mata ketika sadar diri bahwa memang laki laki ditakdirkan memiliki 9 akal sementara kalian hanya 1 akal.

kabar bahagianya, cowok cowok ketjeh idola fakultas sebelah (i mean yang non eksakta) bisa kalian temukan padanannya secara cuma cuma bahkan terkesan berceceran di kampus.

tapi jangan salah sangka, kadang ada juga mahasiswi salah jurusan yang sebenarnya dia nggak kuat hitungan tapi memaksakan diri kuliah di jurusan ini yang menyebabkan menentukan mix and match baju buat ke kampus terasa lebih membahagiakan dibandingkan mengerjakan tugas besar mata kuliah.


7. galau skripsi

8. sempat mikir mau pindah jurusan
hidup kadang terasa sulit ya, begitu juga kuliah teknik sipil. saya juga pernah mikir jangan jangan saya ini salah jurusan.

"ah enakan kuliah jurusan _____ (insert a type of major) kayaknya, buktinya mereka selalu cerah ceria gitu wajahnya setiap perkuliahan. nggak kayak anak anak teknik sipil yang wajahnya surem sumpek mikirin tugas besar yang nggak kelar kelar"

beberapa teman teman yang persis meyakini sepertinya akurasi dia salah jurusan mencapai 70% biasanya terlihat menyibukkan diri di bidang organisasi kemahasiswaan, sehingga ada aja alasan nggak masuk kuliah dengan sangkut paut tabrakan jadwal kegiatan.

padahal mah organisasi mahasiswa (harusnya) dirancang tidak menganggu perkuliahan ya, tapi selalu ada jalan bagi mereka yang sudah mulai putus asa di jurusan ini.

bagi yang meyakini dia salah jurusan dengan tingkat akurasi 80% - 90% biasanya MUNTABER a.k.a mundur tanpa berita, di kampus nggak muncul, di tongkrongan nggak muncul, di manapun nggak muncul, dihubungi juga nggak bisa.

ya semacam menghilang ditelan bumi aja gitu ~

bagi yang merasa 100% salah jurusan, kami biasanya menemui mereka sudah resmi menjadi mahasiswa jurusan lain.

sebut saja jurusan arsitektur, jurusan ekonomi, dan fakultas ilmu sosial dan politik ~

9. jadi kontraktor
banyak sekali yang terobsesi pengen cepat kaya dengan jalan menjadi kontraktor sehingga mereka mantap memilih jurusan teknik sipil agar menjadi kontraktor yang resmi dan berfaedah serta sesuai dengan idealisme konstruksi.

tapi kan, teknik sipil bukan hanya tentang menjadi kontraktor ~

banyak banget mereka yang salah kaprah dan berpikir satu satunya jalan karier pengusaha seorang lulusan teknik sipil adalah menjadi kontraktor.

padahal sejatinya lulusan teknik sipil adalah seorang insinyur ahli konstruksi bangunan yang beberapa keahlian nya meliputi merancang, memperhitungkan biaya, serta mengawal pembangunan di lapangan.

lagian, kontraktor juga kalau nggak bener bener teliti dalam perhitungan penawaran juga bisa rugi lho ~

10. ilmu lapangan
yep, ilmu di kampus dengan ilmu di lapangan harus berjalan beriringan karena sifatnya yang melengkapi satu sama lain.

jangan terlalu teoretis juga, jangan terlalu apa kata lapangan juga. as i said before teknik sipil ilmu pasti, proyek konstruksi ilmu hidup


saya menulis ini agar kelyan kelyan semua memahami pandangan utuh dari jurusan ini, instead of apa kata orang orang teknik sipil selayaknya semua hal di dunia hadir dalam keseimbangan.

jadi dengan 10 hal tentang teknik sipil yang saya ceritakan tadi, masih mau kan kuliah di teknik sipil ?



Samarinda, 1 Oktober 2016




Riffat Akhsan

08 August

sumber gambar : dokumentasi pribadi

Kalimantan Timur. Daerah yang membesarkan saya ini,  tidak habis kata menggambarkannya. geografis pegunungan  maha luas,  membuat setiap jengkal tanahnya menggoda ditanami karet, sawit, maupun tanaman pertanian seperti pisang, padi, jagung, dan kacang panjang.

kini daerah "manis" penarik semut pekerja dengan incaran harta karun batubara, migas, dan sawitnya ini mulai mengarahkan potensi daerahnya ke sektor pariwisata dan pelabuhan barang dan jasa. sedari saya kecil, hidup bersama konstruksi membuat saya bermimpi akan kemapanan infrastruktur di bumi etam. 

Pola pembangunan berkelanjutan dibidang  infrastruktur perlu digarap serius. Cakupan wilayah luas membutuhkan perencanaan tata ruang jangka panjang yang mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan, terintegrasi dan strategis memajukan Kalimantan Timur.

contoh, satu kabupaten Kutai Timur saja, luas cakupan daerahnya setara Provinsi Jawa Barat ditambah Banten. itu baru Kutai Timur, apa kabar Kutai Kartanegara yang memekarkan daerah menjadi Kota Bontang, Kabupaten Kutai Barat, dan Kabupaten Kutai Timur ?

Cakupan wilayah yang sama, saat  Banten dan Jawa Barat dipimpin oleh dua gubernur. Kutai Timur ini dipimpin satu bupati saja ditambah dengan geografis Kalimantan Timur yang berupa hutan dengan persoalan pembebasan lahan yang alot serta proses mobilisasi dan demobilisasi alat yang terkendala akses jalan, infrastruktur tidak akan secepat yang diharapkan. maka perhatian khusus pemerintah pusat perlu, guna mewujudkan pemerataan pembangunan di negeri ini.

presiden Joko Widodo dalam pidato tentang RAPBN 2016 menyatakan tiga pilar ekonomi sejatinya tentang tiga hal : energi, pangan, dan infrastruktur. suplai dan distribusi energi dan pangan lebih cepat merata dengan perbaikan infrastruktur.  berikut tujuh gagasan renyah, untuk pelaksana pembangunan infrastruktur negeri ini : Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

TEKNOLOGI BETON
beton andalan infrastruktur. sifatnya  tahan tekan dan tarik, serta mutu yang bisa disesuaikan dengan biaya. yang terpikir adalah  metode pelaksanaan  berupa Set Mix dan truk Ready Mix. truk Ready Mix yang lebih dikenal masyarakat dengan istilah "truk molen" mengangkut beton segar dengan tambahan additive dari batching plant. truck ready mix yang berkapasitas tiga sampai lima kubik dan jarak yang jauh tidak menjawab kebutuhan beton super tinggi yang dibutuhkan infrastruktur di pedalaman Kalimantan Timur, set mix juga tidak menjawab masalah yang terjadi. kapasitas set mix yang cenderung kecil dan proses pengadukan beton yang cukup lama juga menghambat proses pengadaan beton fresh di lapangan. saya memimpikan mega set mix dengan kapasitas cukup besar untuk setidaknya mampu memenuhi kebutuhan beton minimal untuk sekali pengecoran pelat standar dan pengecoran jalan beton.

PENAMBAHAN TRASE JALAN
sejauh ini, jalan antar kota di Kalimantan Timur hanya terdiri dari satu jalur dua lajur. kalau saja ditambah trase jalan menjadi dua jalur empat lajur mungkin proses distribusi pangan dan energi serta pertukaran barang dan jasa akan semakin cepat. mungkin terasa tidak terlalu urgent saat ini mengingat jumlah dan kepadatan penduduk Kalimantan Timur yang rendah, namun dengan potensi pertumbuhan penduduk kedepan, kebutuhan akses jalan akan urgent seiring ledakan jumah penduduk Kalimantan Timur

PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN DENGAN PERBEDAAN ELEVASI YANG TIDAK TERLALU JAUH 
saya sering mendengar komentar mereka yang baru pertama kali ke Kalimantan Timur dan harus melakukan perjalanan darat, mereka sepakat perjalanan darat antar kota di Kalimantan Timur bak roller coaster, naik turun gunung, menanjak, menikung dengan ekstrim. jangankan mereka, saya yang asli Kalimantan Timur saja selalu muntah setiap melakukan perjalanan antar kota. kedepan dalam perencanaan geometrik jalan, saya berharap adanya perhatian dalam hal ini, mungkin bisa diatasi dengan pemotongan gunung atau pebuatan terowongan untuk menyelesaikan persoalan "roller coaster" akibat beda elevasi jalan yang terlampau jauh.

METODE PERBAIKAN TANAH DALAM PEMBANGUNAN JALAN
tambal sulam jalan berlubang menjadi hal yang lumrah di Kalimantan Timur, bukan selalu karena muatan kendaraan karena statistik selalu melaporkan berapa LHR (lintas harian rata rata) kendaraan per periode waktu,  mungkin kedepan bisa dipertimbangkan kontur tanah Kalimantan Timur yang bergerak dan penerapan metode perbaikan tanah dalam proses pematangan lahan sebelum pembangunan jalan dilaksanakan.

PEMBANGUNAN AKSES JEMBATAN KE PULAU PULAU KECIL
Kalimantan Timur terdiri dari beberapa pulau kecil yang mengelilinginya, pulau pulau kecil ini memiliki ketergantungan akan pemenuhan kebutuhan dasar kepada pulau utama, pembangunan jembatan menjadi penting karena akan memudahkan akses mereka mendapatkan suplai energi dan pangan.

PELABUHAN BARANG SKALA KECIL
dibandingkan angkutan dengan truk trailer, tentu skema tol laut yang digadang presiden kita akan lebih mudah terintegrasi jika titik titik strategis di Kalimntan Timur memiliki pelabuhan barang skala kecil, ini akan menekan harga barang dan jasa menjadi lebih murah. harapan saya kapal kapal kecil akan mendatangi kapal besar dalam jalur tol laut, kemudian kapal kecil tersebut yang akan sandar di pelabuhan strategis ini.

PEMBANGUNAN JALAN LINGKAR NON TOL 
mulai dari Kabupaten Paser, lanjut Kabupaten Penajam Pasir Utara, terus ke Kota Balikpapan, kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Bontang, Kabupaten Kutai Timur sampai berakhir di Kabupaten Berau. jalan ini akan diintegrasikan memutar lewat perbatasan Kalimantan Timur - Kalimantan Utara, Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Mahakam Ulu melewati perbatasan Kalimantan timur - Kalimantan Barat, lanjut Kabupaten Kutai Barat melewati perbatasan Kalimantan Timur - Kalimantan Tengah sampai akhirnya kembali ke Kabupaten Paser melewati perbatasan Kalimantan Timur - Kalimantan Selatan. sehingga para penyedia barang dan jasa hanya perlu melewati jalan tersebut untuk mendistribusikan barang dan jasa kepada masyarakat. ini juga akan sangat mendukung sektor pariwisata di setiap kabupaten di Kalimantan Timur

infrastruktur merupakan kerjasama jangka panjang dengan biaya besar, semoga tujuh gagasan "mimpi" renyah saya ini dapat memberikan kabar baik akan impian Kalimantan Timur lebih mapan secara infrastruktur. kabar baik nyata, bukan sekedar pepesan kosong bak mimpi di siang bolong.

26 July


Juni 2006. sepuluh tahun lalu, saya berangkat ke Jawa Timur untuk melanjutkan pendidikan SMP dan dan SMA di Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang selama enam tahun, kemudian lanjut berkuliah di Teknik Sipil ITATS Surabaya.

sepuluh tahun bukan waktu yang sebentar, sudah banyak pengalaman dan pengajaran yang saya terima. kini, setelah sepuluh tahun, ketika kuliah saya selangkah lagi menuju gerbang kelulusan, saya resmi menerima tawaran pekerjaan di banua etam.

saya kembali ke haribaan banua etam, di dunia yang menjadi passion saya sejak kecil. konstruksi.

saya kembali menjadi blogger dan mbak mbak proyek yang ribet dengan drama korea dan kuliahnya. kembali menjadi bagian di industri digital dari sisi content tulisan.

sudah cukup pengalaman saya manuver ke bidang baru, kini saatnya kembali fokus menatap masa depan dengan konstruksi sebagai runway-nya.

jangan bosan bosan dengan tulisan saya tentang proyek konstruksi ya :))




Bontang, 26 Juli 2016



Riffat Akhsan

20 July



saya tiba tiba teringat pengalaman saya terjun ke lapangan (dunia proyek konstruksi) untuk pertama kali sekitar tahun 2013. wah nggak kerasa sudah berjalan tiga tahun saya terjun sebagai tenaga professional di bidang ini.

waktu itu satu kantor cuekin saya, mereka masih belum yakin bahwa saya serius di bidang ini. dipikir saya cuma main main aja di salah satu perusahaan orang tua saya.

oh sungguh terlalu.

awal awal saya gabung, saya dianggap nggak ada, saya bengong di kantor selama tiga hari padahal kantor lagi hectic, di hari keempat akhirnya saya dikasih kerjaan ngitung struktur dan volume, jam setengah lima sore, tepat tiga puluh menit sebelum jam kantor bubar. kerjaan diminta selesai besok paginya jam 9 - 10 an. terpaksa saya harus lembur pelan pelan mengerjakan yang dimaksud.

keesokan harinya kerjaan saya dikoreksi dan salah semua, kemudian saya (baru) diajarin gimana cara ngitung yang benar sesuai standart kantor (bukan standar anak kuliahan) sambil dimaki maki.

saya masih ingat makian (saya lebih suka menganggap nasihat) yang dilontarkan atasan saya "KAMU TUH MASA NGITUNG PERHITUNGAN DASAR ALA ANAK SD AJA NGGAK BISA, YANG KAMU HITUNG INI KAN TERAPAN AJA.. KUNCINYA YA DI MATEMATIKA DASAR, KAMU NIH GIMANA SIH. BELAJAR MELOGIKA, BELAJAR UNTUK MENJEMBATANI TEORI DI PERKULIAHAN DENGAN KEADAAN DI LAPANGAN, LOGIKA TUH DIPAKE"

keesokan harinya setelah saya sukses mengerjakan tugas kantor dengan benar saya kemudian diajak untuk ikut survey pengukuran lahan, jangan bayangkan survey kami sore sore disaat matahari cerah ceria dengan suasana sejuk. saya stand by sama team udah dari kelar makan siang dan kami baru benar benar berangkat jam 2 siang disaat matahari lagi panas panasnya.

lokasi survey berada di semak semak yang sebagian merupakan rawa, senior saya memilih posisi pengukuran yang agak mending sementara saya jauh masuk ke dalam semak dan rawa sambil nenteng roll meter, pulpen dan kertas untuk menggambar posisi existing dan site plan.

pulang pulang badan saya gatel gatel luar biasa.

di lain kesempatan untuk pertama kalinya saya diajak ke proyek yang sudah selesai proses pematangan lahannya dan siap untuk dibangun. saya diajak untuk ngecek besi apakah sudah sesuai SNI atau belum, plus menghitung kebutuhan besi per section.

saya kagok pake jangka sorong, secara terakhir pake itu di lab fisika jaman SMA. di kampus seingat saya nggak ada ngukur ngukur besi pake jangka sorong karena di lab semua sudah sesuai standart.

lagi lagi saya dimaki "KAMU DULU BISA LULUS SMP GIMANA ? PAKE JANGKA SORONG AJA NGGAK BISA. NGGAK MUNGKIN DULU DI SMP NGGAK DIAJARIN"



ketika sudah berjalan setahun saya di kantor, saya kemudian mulai sering ke proyek untuk lihat metode pelaksanaan, udah bisa kalendering, counting pukulan pancang dan lain sebagainya.

satu hal yang saya perhatikan, ketika pengecoran seringkali sesama pekerja konstruksi berkata kasar satu sama lain, kosakata kebun binatang dan dunia lain menjadi hal yang tidak asing di telinga saya. nggak jarang saya juga kena damprat.

pengecoran merupakan salah satu momen paling menegangkan di proyek konstruksi karena ketika kami gagal cor maka bisa dipastikan seberapa besar kerugian waktu, uang, dan tenaga.

komunikasi di dunia konstruksi memang sekejam itu, disini kunci manajemen risiko keributan di proyek sangat dibutuhkan, cuaca yang sangat panas. pekerjaan yang mendekati deadline, tekanan dari banyak pihak, masalah di lapangan seringkali menjadi pemicu, mengerti bahasa, mengerti teknis, dan menyepakati tenggat adalah wajib hukumnya.

termasuk tidak baper (bawa perasaan) dengan kata kata kasar yang terjadi.

lain dunia konstruksi, lain dunia hospitality yang penuh kata kata manis.

di dunia ini (hospitality) kata kata kasar merupakan pertanda dan ajang baper karena menunjukkan citra diri.

saya masih ingat ketika saya terjun di dunia ini, seorang pelaku UMKM dengan valuasi puluhan juta per bulan hobby sekali nyinyir dan menyindir di status facebook miliknya karena ketidakmampuan ia mengelola manajemen emosi diri sendiri.

"salam jari tengah untuk si kembar, Riffat dan Rusma"

begitu ia pernah menulis di laman status facebook miliknya, status facebook yang mendapat likes dan komen puluhan dari pendukung seakan melegalkan tindakan bak pelaku konstruksi di dunia hospitality.

di lain kesempatan, sindir dan nyinyir keluar dari akun seorang doktor yang juga dosen perguruan tinggi ternama di  Surabaya.

di dunia informasi teknologi, pernah ada makian "kalau perusahaan ini nggak maju itu salah kamu". (setahu saya perusahaan nggak maju itu salah team, bukan salah satu atau dua orang)

di dunia sosial media lebih lucu lagi, acapkali tindakan cyber bullying menjadi lumrah dilakukan, tentu diiringi dengan kosakata kebun binatang.

saya jadi bertanya, ini bahasa yang salah atau saya yang baper ya ?

kadang ada perkara berbahasa yang pada tingkat tertentu menjadi dimaklumi seiring dengan situasi dan kondisi, namun pada kenyataan bermasyarakat kita cenderung difensif dengan mengkotak kotakkan sesuatu menurut sisi yang membuat kita terlihat benar.

"halah, gitu aja baper, LEMAH"

adalah salah satu ungkapan difensif karena ketidakmampuan mengatasi baper.

menurut saya baper karena bahasa atau perkataan itu bagus lho, kita jadi mengerti bagaimana harus mengelola perasaan dan memahami bahasa berdasar tingkatannya. dunia konstruksi dengan komunikasi kejamnya, okelah kita maklum dan nggak baper karena (setau pengalaman saya) setelah saling memaki dan tensi proyek sudah turun kami kembali tertawa bersama. namun saya rasa di dunia hospitality, informasi teknologi, dan sosial media. kok ya kurang pantes ngomong kasar begitu, karena hal ini berbeda dengan dunia konstruksi yang kemudian tertawa bersama, dunia ini berlanjut kepada bisik bisik dan saling menghasut serta menjatuhkan.

artinya kata kata kasar merupakan peringatan untuk "perang".

kecerdasan memahami bahasa, satu hal yang saya garisbawahi.

dunia konstruksi mencetak makhluk logika dengan kehati hatian tinggi, yang sayangnya kurang bisa menyampaikan maksud dengan sempurna karena kekurangan kemampuan untuk luwes dalam pergaulan bermasyarakat. jangan baper dengan makhluk ini, ntar rugi sendiri.

dunia hospitality, akademik, dan informasi teknologi. kata kata kasar beserta makian menjadi "sesuatu", disini baper harus banget karena akan membantu kita untuk menilik lagi tentang citra diri, situasi dan kondisi yang terjadi.

dunia berbahasa emang sawang sinawang, harus ada kemampuan manajemen baper dan manajemen emosi serta pengendalian diri yang baik, agar setidaknya kita mampu memahami apa makna tersirat yang sebenarnya mau disampaikan.

mungkin ada juga yang nyinyir dengan tulisan ini seraya berkata "lemah, baperan, gitu aja curhat di blog"

lha memangnya kamu tidak ?





Bontang, 20 Juli 2016



Riffat Akhsan

15 July


"kakak satu depa berapa meter kak ?"

tanya abah saya suatu pagi.

"hah ? emang ukuran itu masih dipake bah ?"

"udah ada konversi pastinya kok kak"

*googling*

"satu depa 1,7 meter bah"

"kalau satu borong berapa meter persegi kak ? luasan maksudnya"

*googling*

"seperenam hektar bah"

"maksud abah berapa kali berapa catchment area nya ?"

"hmm berapa ya.."

"ambil kalkulator sama kertas sana, mana bisa kamu dapat hitungan pasti sambil tiduran dan main hape gitu"

"lagian ngapain pake ukuran gitu sih bah, kan sudah ada SNI"

"ya itu satuan ukuran tanah lokal di Indonesia kak"

jleb jleb jleb

hari ini saya baru mengetahui bahwa teknik sipil tidak mengajarkan ilmu kehidupan pada saya. ukuran tanah ala masyarakat lokal seperti depa, borong, tombak, tampah, ubin, bahu, lupit, iring, paron, sangga, rakit, kesuk, anggar, rantai, dan lain sebagainya merupakan sesuatu yang sudah dipakai masyarakat dulu dalam praktik jual beli tanah.

dalam teknik sipil saya hanya mengetahui kubikasi pasti satuan seperti meter kubik, meter persegi, meter langsam, orang per hari, orang per jam, cycle time produktifitas per hari, dan lain sebagainya.

ya, teknik sipil mengajarkan ilmu pasti konstruksi. tapi lapangan (begitu kami biasa menyebut istilah proyek konstruksi) banyak mengajarkan ilmu hidup pada saya.

di atas langit masih ada langit, adalah ucapan yang sangat benar tentang dunia penuh kaum adam ini. dimana dalam mengaplikasikan ilmu teknik sipil yang saya dapat di perkuliahan harus dijembatani dengan kearifan berpikir sehingga penerapan yang diharapkan di lapangan sesuai dengan standar.

ada banyak ilmu hidup yang saya dapat di konstruksi, ilmu menjelaskan pelan pelan ke tukang berumur empat puluhan tahun yang sudah lama malang melintang di dunia konstruksi bahwa pekerjaan yang dia lakukan harus dibongkar karena ada perubahan posisi sambungan baut, ilmu memahami bahwa proyek konstruksi dengan segala kegiatan dan alat beratnya merupakan tontonan wah yang tidak setiap kali bisa disaksikan warga sekitar, ilmu mengarifi bahwa ada perasaan senioritas minta diorangkan ketika kami memasuki daerah baru pekerjaan infrastruktur.

mungkin scope risky building construction (seperti apartemen), atau land use perumahan (developer) jarang menemukan seperti yang saya tulis karena daerah tersebut cenderung steril dari warga. tapi untuk scope transportation building seperti jalan raya, pelabuhan, jembatan, atau hidro seperti pembangunan air baku, bendungan, saluran drainase, berdampingan dengan masyarakat merupakan makanan sehari hari di proyek.

termasuk memahami bahwa tidak setiap orang teredukasi untuk menggunakan satuan SNI dalam praktik satuan ukuran tanah.

ipk menjulang di jurusan teknik sipil tidak mengajarkan saya bagaimana menguatkan mental berhadapan dengan alam ketika hujan deras padahal posisi pembesian pelat sudah siap cor (teknik sipil tidak mengajarkan dimana mencari pawang hujan, berapa biaya per pekerjaan, dan bagaimana negoisasi dengan si pawang kalau si pawang meminta yang aneh aneh). teknik sipil juga tidak mengajarkan bagaimana cara menguasai diri kalau lagi digosipin sama tukang tukang perihal rekanan tenaga ahli yang naksir, padahal kita harus profesional, teknik sipil juga tidak mengajarkan bagaimana untuk tidak cranky karena PMS bin harus begadang semaleman karena ngecor dan tukang pulang kampung padahal progress report lagi dikebut.

di atas langit masih ada langit, karena ilmu hidup diajarkan tidak mengenal akhir.

ilmu teknik sipil memang luar biasa, tapi ilmu kehidupan di proyek konstruksi tidak kalah menarik untuk terus dipelajari.

termasuk ilmu untuk menerima musim tender besok ditaro di pedalaman kutai timur untuk proyek bendungan ~



Bontang, 15 Juli 2016



Riffat Akhsan

15 April


dunia IT dimana saya bekerja saat ini merupakan sisi lain diri saya, IT memberikan fleksibilitas dimana saya bisa berkreasi dalam mewujudkan mimpi saya. saya suka model bisnis IT ini, karena teknologi selalu menuntut inovasi cerdas dan kreatif dimana kita bisa mengunci resiko dan mengukur sejauh mana kita akan bertanggung jawab. dunia IT lebih fleksibel, luwes pergerakannya dan memungkinkan ekspansi hingga mimpi tergila.

sudah hampir satu tahun saya meninggalkan dunia engineering konstruksi, dunia dimana saya hidup dan dibesarkan. tidak, saya belum pasti menarik diri total dari dunia engineering konstruksi. saya mencintai konstruksi sedalam saya mencintai hidup saya sendiri. masih belum pasti apakah saya benar benar menarik diri total dari dunia konstruksi. toh saya juga masih kuliah dan masih bermimpi menjadi tenaga ahli engineering konstruksi dan bisa memiliki tower saya sendiri.

yah namanya juga cinta, pasti rindu dong. kalo nggak rindu ya rangga.

berikut 10 hal yang saya rindukan dari proyek engineering konstruksi :

1. doa bersama sebelum pemancangan pondasi pertama


dalam konstruksi, apapun proses yang menyertainya selalu diawali dengan doa bersama. tidak terkecuali dalam proses pemancangan. dalam pekerjaan pondasi, pemancangan merupakan tanda pengerjaan proyek sesungguhnya, dan semua elemen konstruksi utamany pemegang pos pos tanggung jawab penting wajib untuk mengikuti doa bersama.

ada suasana haru, tekad untuk membangun bangunan sesuai mutu, dan rasa tanggungjawab bahwa kami adalah bagian dari pembangunan nasional.


2.  kalendering 



kalendering adalah proses penggambaran grafik pukulan pancang ketika sepuluh meter terakhir pancang ditanam di tanah, proses ini dimaksudkan untuk mengetahui daya dukung tanah di lapangan. apakah sudah sama atau belum dengan perencanaan.



ada sedikit deg deg an ketika proses kalendering ini, bayangkan di atas kepalamu ada pemukul pancang yang memukul dengan keras beserta siraman oli yang kadang kadang mengenai wajah plus hawa panas dari alat pancang semakin menancapkan memori kalendering di ingatan saya.

3. ngecor


laporan mix desain, truk ready mix, concrete pump, slump test, hasil analisa saringan, campuran agregat, kadar air semen, ahhh saya kangen.



4. progress report 


laporan hasil kemajuan proyek yang harus dikebut sampai dengan target sekian, kadang harus menyebabkan saya balik ke kantor kelar tarawih di bulan ramadhan, bos saya yang masih suka telpon nagih laporan yang belum dikirim ke email padahal saya udah di ruang tunggu keberangkatan, menunggu penerbangan saya balik ke Surabaya, anggota tim yang masih konsul gambar dan hitungan via chat bahkan ketika saya ngantuk ngantuk dini hari. mereka yang suka ngetawain playlist k-pop yang saya setel memenuhi ruangan kantor, tenaga ahli jembatan saya yang suka karaoke lagunya westlife, they have a placeful memory for me.

5. utak - atik jadwal

bolak balik rubah formula di microsoft project, melototin lintasan kritis, puter akal mensiasati produktifitas biar lintasan kritis nggak broken, balik buka microsoft excel cek kurva S udah sesuai belum penyerapan anggaran. mengangguk pasrah sama tukang yang izin pulang kampung mau panen tanduran, koordinasi dengan sub kontraktor dan supplier, pusing bareg site manager soal laporan kalendering yang masih belum sesuai standar, bingung sama counting pukulan pancang yang masih belum seperti yang diharapkan. i miss the sensation...

6. kegiatan pengecekan


bawa bawa jangka sorong kemana mana buat cek diameter besi, besinya banci atau enggak. cek kebutuhan besi, apa udah semua diantar, apa masih ada yang belum, kalau belum diameter berapa yang belum datang. ditempatkan dimana besinya, untuk besi besi dengan diameter tertentu per 1 lonjor harus dikerjakan sama berapa orang...... 

kalau tulangan geser (sengkang) sudah terpasang, apa betul jaraknya suda bener, apa ikatan bendratnya sudah pas. apakah ada masalah....



cek bekisting, kapan mau dicor, yang dicor bagian mana. kalau plat seberapa tebal, kalau balok sama kolom sebelah mana dulu. sudah cukup apa enggak zika nya, apa semua bekisting sudah dilumuri solar, selama menunggu 28 hari usia beton tukang bakal ngerjain apa, skema pengecoran seperti apa...



cek pancang, berapa nilai kuat tekan, apa mutu beton sudah memenuhi. bagaimana kalau spun pile masih kurang, yang cukup hanya dengan minipile yang sebelah mana menurut perencana, apakah umur pancang sudah cukup. berapa kedalaman pondasi dibandingkan dengan kedalaman pancang, berapa kali harus dilakukan pengelasan sambungan antar pancang, kalau pemancangan dilakukan di laut casing nya apakah mencukupi, clump shell mampu beroperasi berapa jam, kondisi air laut bagaimana, pontonnya sudah siap apa belum, berapa lama di laut berapa lama di darat, kalau harus memotong pancang berapa titik yang harus dipotong, seberapa panjang pancang yang harus dipotong....





cek lokasi, kalau sungai sebelah mana yang harus dibendung. memakai metode pengecoran kering atau seperti apa. kalau di kota bagaimana akses kendaraan proyek, kalau di daerah padat penduduk bagaimana sosialisasi dengan warga, sedang berlansung musim apa. kalau musim hujan seberapa lama proyek berhenti, kalau musim kemarau bagaimana menekan produktifitas tenaga kerja, bagaimana proses mobilisasi demobilisasi keseluruhan sumber daya. kalau proyek pembukaan jalan di tengah hutan, dimana lokasi sumber air dan listrik terdekat, bagaimana asupan konsumsi seluruh pekerja proyek....




dan bagaimana harus berhadapan dengan rekanan yang keras kepala.....

7. kekeluargaan dan profesionalisme



saya sering tidak ke proyek dan dibilangin sama anggota tim kalau saya dicari, saya sering dikasih hasil panen entah itu jagung nangka, pepaya hasil kebun tukang yang baru balik dari kampung. mereka memanggil saya "ibu" meskipun mungkin saya seumur anak mereka demi sebuah profesionalisme, mereka mendengar arahan saya tentang manuver alat berat, dimana mereka harus bekerja, dan memberi masukan penyelesaian metode pelaksanaan yang mereka tidak mengerti, membantu menjelaskan gambar rencana, berdiskusi dengan anggota tim atau atasan saya tentang hal hal di lapangan yang saya tidak bisa tangani. profesionalisme dalam kekeluargaan.

8. hitungan
hitungan rencana anggaran pelaksanaan, hitungan ulang struktur karena perencana melupakan item tertentu, hitungan ulang proggress report demi menggenjot produktifitas, hitungan ulang harga yang sudah tidak sama dengan kesepakatan awal, hitungan ulang biaya tak terduga, dan segala hitungan hitungan lain.

proyek engineering konstruksi mengajarkan saya : berpikir itu secara analitis dan sistematis, dari hulu ke hilir. berangkat dari mana, melalui proses apa saja, berakhir jadi apa. itu yang memancing tindakan antisipatif, bukan tindakan tanpa hitungan dan ukuran.

9. lembur
kami lembur bisa karena banyak hal, bisa karena cor, bisa karena mengejar progress report, bisa karena laporan administrasi proyek, bisa karena hitungan salah, bisa karena struktur yang dievaluasi, bisa karena revisi, bisa karena addendum...

10. alat berat


tower crane, excavator, bulldozer, roller, grider, alat alat penunjang pekerjaan pengaspalan utamanya metode makadam, batching plan, berapa kubik kapasitas pekerjaan alat berat tersebut dalam sehari, berapa jam operasional mereka, bagaimana manuver, buangan, mana yang harus digali, mana yang harus ditimbun, mana lahan yang harus dibersihkan, berapa liter solar industri yang dipakai dalam setiap pengoperasian, bagaimana biaya ketika parkir, mana pekerjaan yang tidak terganggu dengan si alat berat....



dunia konstruksi adalah dunia yang kaku, statis, terukur, dan sangat linier. sisi diri saya masih menginginkan sebuah pengalaman diluar konstruksi namun jauh ke dalam diri, i love engineering construction so much....

doakan saya segera menjadi tenaga ahli ya :)



Surabaya, 15 April 2016




Riffat Akhsan

21 October

sumber gambar

saya hidup dari ketidakpastian bisnis karena pengaruh sosial politik ekonomi. ya, dunia konstruksi selalu bergantung pada situasi perekonomian makro mengingat ini menyangkut penggunaan dana miliaran rupiah.

setiap pekerjaan konstruksi dengan nilai kontrak fantastis selalu didahului dengan proses tender. proses penawaran harga per satuan pekerjaan dengan harapan pemenang tender dapat mengerjakan proyek dengan dana seefisien mungkin.

tender konstruksi bagaikan kompetisi, selalu ada para pelaksana proyek (kontraktor) yang bertarung untuk menjadi pemenang, tentunya dengan ketepatan perhitungan harga penawaran. hukum pasti dalam proses tender konstruksi adalah : harus dihitung dengan benar per item pekerjaan, bila salah kerja bakti atau bahkan rugi.

pertarungan tender konstruksi itu keras, ibarat cewek mungkin prosesnya bukan lagi jambak - jambakan. tapi udah level cakar - cakaran berdarah darah.

ada yang menarik dari proses tender ini, mau tender proyek apapun, biasanya lawan tendernya itu itu saja. kadang menang ya kadang juga kalah, rezeki rezekian lah.


luruskan niat, SEMPURNAKAN PROSES,  jangan khawatirkan hasil. karena hasil tidak pernah mengkhianati proses yang sempurna.

adalah ungkapan yang sangat benar untuk menggambarkan nasihat bertahan dalam kerasnya pertarungan tender konstruksi.

dalam proses pertarungan tender, setidaknya saya belajar tentang seni menghitung ketepatan langkah, yang sebenarnya kalau kita aplikasikan ke dalam hidup kita hasilnya sangat memudahkan penyelesaian masalah.

volume. 
ujung tombak pertarungan tender konstruksi dimulai dari besarnya nilai penawaran yang diajukan. ini berangkat dari volume per item pekerjaan. volume didapat dari gambar rencana proyek konstruksi tersebut. hidup juga sebenarnya begitu, kita pasti diberi "gambar" masalah oleh tuhan, dari gambar tersebut kita akan dapat menentukan "volume" atau besaran dari masalah. dengan begitu kita akan tau garis besar konsep penyelesaian masalah.

produktivitas
produktivitas didapat setelah volume diketahui, produktivitas adalah perhitungan "kemampuan" tenaga dalam pelaksanaan pekerjaan proyek konstruksi. produktivitas membantu memetakan kemampuan tenaga bahan, tenaga alat, dan tenaga manusia dalam penyelesaian target pekerjaan.

produktivitas berarti kemampuan kita dalam menyelesaikan masalah. setelah kita tau seberapa besar masalah yang kita hadapi, kita sebenarnya mampu untuk menghitung kemampuan kita dalam menyelesaikan masalah tersebut. kalau dirasa tidak mampu, kita setidaknya berhasil mengidentifikasi apa penyebab ketidakmampuan kita menyelesaikan masalah tersebut.

durasi.
durasi selalu begandengan tangan dengan produktivitas, produktivitas menentukan besaran durasi penyelesaian pekerjaan. besaran angka produktivitas adalah tetap, tapi pelaksana proyek  memiliki kebebasan untuk menentukan besaran durasi waktu penyelesaian pekerjaan. mau durasinya cepat monggo, durasi lambat ya terserah elo...

hidup juga begitu, kita tau besaran masalah, kita tau kemampuan kita dalam menyelesaikan masalah tersebut, dan kita berhak untuk menghitung kapan kira kira kita bisa sukses menyelesaikan dan keluar dari masalah tersebut. semua bisa dihitung, kalau saja kita mau.

langkah (action plan)
ini yang terpenting, pemetaan langkah atau yang biasa dikawinkan dengan metode pelaksanaan. ketepatan langkah didukung dengan metode yang tepat akan membawa kesuksesan pelaksanaan proyek, yang mana kesuksesan pelaksanaan proyek bisa dilihat dari keuntungan dari selisih rencana anggaran biaya dengan rencana anggaran pelaksanaan. ketepatan langkah memimpin kecilnya biaya pelaksanaan. ini penting karena target dari pelaksanaan dan pengelolaan proyek konstruksi adalah tepat waktu, tepat biaya (dapat untung) dan tepat mutu.

kita juga bisa belajar dari seni menghitung ketepatan langkah proyek konstruksi ini. dengan data besaran masalah, kemampuan penyelesaian masalah, dan durasi keluar dari masalah kita bisa menentukan langkah apa yang harus diambil. kapan harus mengambil tindakan, kapan harus bertahan dengan target yang sudah ada. semua bisa dihitung dengan segala resikonya.

lapang dada
kalau ada yang menang tender, pasti ada yang kalah tender dan yang kalah tender biasanya kelakuannya lebih horror dari cewek PMS  hanya ada satu yang keluar sebagai pemenang tender. sedih nggak menang tender ? eits jangan bersedih dulu karena yang menang tender belum tentu karena langkahnya tepat, bisa saja karena tidak teliti, teledor, dll. dan yang harus selalu diingat adalah...

lebih baik kalah tender daripada menang tender tapi trus kena blacklist karena tidak mampu menyelesaikan

hidup juga begitu, hidup selalu memberi hikmah dari setiap masalah. dan hidup selalu membawa arti lebih tentang lapang dada dari setiap masalah yang hadir.





Surabaya, 21 Oktober 2015




Riffat Akhsan






15 September

Photo by Scott Blake on Unsplash

konstruksi tidak selalu menyenangkan, layaknya ying dan yang, semua harus seimbang. banyak hal yang saya alami di proyek yang membuat saya semakin mensyukuri nikmat tuhan yang terjadi dalam hidup saya. namun saya juga manusia, saya juga bisa sebal, capek, marah, nangis, bahkan ngambek nggak ke proyek karena hal hal tertentu.

berbicara tentang rasa sebal, hal hal menyebalkan di proyek seringkali terjadi ketika kami sedang ada proyek di wilayah pemukiman. saya jarang ditempatkan di proyek luar kota, meskipun bukan berarti tidak pernah. sehingga oleh kantor saya sering ditempatkan di proyek yang "kota kota aja"

di postingan kali ini saya coba bagi hal hal yang menyebalkan yang pernah saya alami di proyek konstruksi. apa saja itu ?


Faizah and Her Enchanting Journey | Designed by Oddthemes | Distributed by Gooyaabi