review

22 March

sumber gambar: soco by sociolla 

di saat saudara kembar saya nge-hype banget dengan brand china ini, (viral banget di Tiktok pada masanya) saya malah nggak ngerti apapun tentang Skintific. yang saya tau adalah perusahaan ini nge-hire Nicholas Saputra sebagai brand ambassador mereka waktu kebetulan saya lewat pop-up store mereka di Big Mall Samarinda. sebatas itu yang saya tahu.  

tapi siapa yang bisa menolak diskon ? 

diskon adalah alasan pertama saya membeli produk ini, kapan lagi dapat 300 ml dengan harga seratus ribu ? orang biasanya saya beli micellar water 30 ml harganya sekitar tiga puluh ribuan kok. 

saya tertarik dengan botolnya yang berwarna hijau sage (warna musim lebaran tahun lalu) dan kandungan mugworth nya. saya rada nggak akur soalnya dengan bahan ini. dulu, saya pernah coba produk essence dari Nacific varian Jeju Artemisia yang katanya berasal dari ekstrak mugworth. 

dan hasilnya breakout.

tapi pikir saya itu kan udah lama banget jaman saya kuliah (circa 2018) jadi just give it a shot. toh ini kan "cuma" micellar water. rekor saya breakout karena micellar water cuma sekali aja dulu tahun 2016 waktu pake produknya Evoluderm.  

jadi yaudah, udah kepalang beli juga kan. mari kita coba sejauh apa si mugworth ini berdampak kepada wajah saya.

hasilnya adalah, ya biasa aja di wajah saya. namanya micellar water dimana mana memang fungsinya tunggal aja untuk bantu proses double cleansing. saya ragu apakah kandungan di dalam micellar water memiliki efek signifikan seperti yang terkandung di toner, serum, atau moisturizer.

begitulah pengalaman saya dengan si Skintific Mugworth Micellar Water. tidak breakout tidak juga memberikan hasil di luar fungsi dia. untuk kuantitas 300 ml dan brand sebesar Skintific, harga seratus ribu (setelah diskon) terasa worth the money. 

sekian dari saya, terima kasih sudah membaca. sampai ketemu di tulisan berikutnya !





Bontang, 22 Maret 2024




Faizah -- yang baru pulang tarawih

 

https://www.guardian.com.sg/

hai guys, setelah puluhan purnama akhirnya kembali lagi kita pada episode review skin care nampol ramah di kantong ala saya.

tanpa banyak ba bi bu, begini ceritanya......

sejak januari 2024, saya kesengsem sama brand asal Jepang yang nggak jual produknya di Jepang. namanya Rosette. saya nemu produk facial wash mereka di store Sasa Gurney Paragon Mall George Town. kebetulan, varian yang saya beli niatnya untuk daily use. sehingga memang bukan untuk menangani jerawat hormonal saya.

trus di awal Ramadhan, (saya nggak puasa 7 hari btw) jerawat hormonal saya mengamuk karena perubahan hormon (PMS) juga perubahan aktivitas dalam tubuh saya (Ramadhan) yang mengakibatkan jerawat muncul di area dagu dan rahang saya.

memang benar saya nggak puasa, tapi jam makan dan ngemil saya mengikuti orang puasa demi menghormati bulan Ramadhan. meski memang saya nya nggak absen minum disaat yang lain menahan makan minum dan nafsu lainnya.

di sinilah saya menyadari kelalaian saya alpa double cleansing karena sangat cinta buta dengan Rosette Acne Refresh Facial Wash. 

maka berangkatlah saya ke satu - satunya Guardian Store di kota tempat saya tinggal untuk membeli micellar water diskonan dan facial wash ramah di kantong yang mengandung salicylic acid untuk mengatasi jerawat saya.

ramadhan hari ke 10, dalam situasi puasa (yang artinya mata saya nggak fokus - fokus banget) saya menemukan produk ini dan produk dari Cosrx untuk kategori facial wash yang mengandung salicylic acid. produk Cosrx itu adalah produk kecintaan saudara kembar saya yang memang memiliki kulit berjerawat. harganya dibanderol standar (hampir dua ratus ribu) dan nggak ada diskon.

saya hampir mau beli produk itu. namun, tatapan saya terhenti kepada informasi berat bersih produk tersebut. lebih dari 100 ml. yang mana kalau saya bawa keluar negeri bakal kena sita officer.  

iya, sabun muka dan sikat gigi adalah barang wajib yang selalu melekat bersama dengan daily skin care dan make up saya kemanapun saya berada. selalu dimasukkan ke dalam koper kabin atau tote bag saya.

kemudian saya melirik produk dari pabrik Guardian ini. berat isi persis 100 ml, mengandung salicylic acid, harga aslinya nggak sampai seratus ribu. diskon pula waktu itu jadi hanya lima puluh ribu. saya putuskan untuk membeli produk ini alih - alih punya Cosrx

dengan riang gembira saya bawa produk ini ke kasir dan saya bawa pulang untuk kemudian saya uji seberapa jauh dia bisa mengatasi jerawat hormon saya. karena saya punya rencana akan membawa sabun muka ini kemanapun saya travelling untuk mengatasi wajah jerawatan saya yang suka kaget sama perbedaan cuaca. 

sumber gambar: soco by sociolla


bersama dengan micellar water dari Skintific ini, saya coba untuk lebih peduli dengan wajah saya yang dipenuhi kotoran, debu, dan dosa ini. setiap habis dari luar (terpapar debu dan matahari) saya coba untuk intens double cleansing dengan Guardian Radian Facial Wash. sembari fokus menghidrasi kulit saya agar tidak dehidrasi dan menimbulkan jerawat yang lebih parah.

hasilnya jerawat di wajah saya berkurang signifikan dan kulit wajah saya jadi lebih lembut. masih belum hilang sih (ya iyalah, belum juga sebulan dipake) namun amat sangat membaik dibandingkan wajah saya di awal Ramadhan.

jadi teman teman, to wrap this post, yang ingin saya bagi ke kalian adalah : facial wash dari guardian ini nampol dengan harga ramah di kantong. bisa kalian jadikan opsi jika sedang mencari produk untuk mengatasi jerawat. namun semua kembali ke tipe kulit masing - masing. kebetulan kulit saya normal to oily dan cenderung berjerawat jika ada perubahan hormon atau cuaca.  

sekian review saya untuk Guardian Radian Facial Wash, this product is Faizah Approved.

terima kasih sudah membaca, sampai ketemu di tulisan berikutnya.





Bontang, 22 Maret 2024




Faizah Akhsan - yang lagi sakit punggung sambil nunggu buka puasa


23 July

 

Pepaya

Serum ini beraroma pepaya. adalah kesan pertama saya setiap mengaplikasikan produk ini ke wajah saya. 

mengusung hyaluronic acid sebagai bahan utama. teksturnya sangat thick namun sangat cepat menyerap. benar-benar diluar ekspektasi untuk serum dengan harga sangat terjangkau yang umumnya bertekstur ringan. 

saya memakai serum ini ketika kulit saya benar-benar meronta minta nutrisi lebih. biasanya ketika baru pulang dari laut, atau habis panas-panas tugas luar kantor. waktu dimana skin care harian saya angkat tangan.

iya, serum ini tidak saya pakai setiap hari. karena efeknya di kulit saya yang teramat rich, menghidrasi secara maksimal sehingga saya hanya perlu essence toner dan serum ini saja. tanpa moisturizer.

melihat dari ingredients, bisa dipahami kenapa serum ini efeknya melampaui moisturizer. karena salah satu bahan aktifnya, Sodium PCA masuk ke dalam list NMF (Natural Moisturizer Factor). 

wow

ini adalah serum penyelamat kulit saya. benar-benar beyond expectation. saya biasanya pakai serum ini di Sabtu pagi sambil rebahan dan main HP, atau sambil nulis blog.

kekurangannya menurut saya ada di tekstur yang sangat thick itu tadi, karena terlalu kental, proses mengambil dari botolnya cukup effort untuk saya.


overall untuk klaim membantu skin hydrating and skin barrier di saya terbukti benar. namun untuk klaim anti inflamasi saya nggak bisa bicara banyak karena (mungkin) klaim ini bisa dibuktikan untuk mereka dengan pemakaian rutin. bukan seperti saya yang memakai serum ini hanya di waktu-waktu tertentu.

repurchase ? Insya Allah kalau nanti yang sekarang sudah habis dan nggak bosan.

terima kasih sudah membaca. sampai bertemu di tulisan selanjutnya.





Bontang, 23 Juli 2022




Riffat Akhsan

07 January

 

meski rajin ke pantai selama di Balikpapan, saya bukanlah pecinta alam sejati. ketika sangat stress, apalagi cuaca Balikpapan luar biasa nggak jelas sebentar panas banget sebentar hujan deras, maka pantai bukan tujuan saya melakukan rehat pikiran.

saya pasti mencari cafe atau restoran yang menjual makanan Jepang.

Nasi dengan Beef Belly dan Chicken Katsu adalah favorit saya, tidak peduli itu tersaji dalam bentuk apa. sushi boleh, bento oke, rice bowl pun saya tidak masalah.

 

selama di Balikpapan, sudah beberapa restoran/cafe Jejepangan yang saya kunjungi. baik yang di mall maupun yang di pinggir jalan. semua dengan satu tujuan : harga reasonable, porsi mengenyangkan, rasa menyenangkan.

bagi saya, untuk urusan cafe/restoran pinggir jalan. Tukang Sushi lah juaranya. 


terletak cukup jauh dari kantor saya, jadi satu dengan ruko franchise kopi. Tukang Sushi Balikpapan memukau saya dengan kemilau ide mereka : minumnya kopi, makannya sushi.


bagi saya yang penyendiri, waktu terbaik mengunjungi tukang sushi ada di hari kerja sepulang kantor menjelang malam. di lantai satu ruangan full AC berkaca bening itu, rasanya syahdu menyaksikan perubahan rona langit di waktu itu.


Bento Bowl (Type) 2


saya pesan bento bowl tipe 2. terdiri dari nasi, beef belly dan chicken katsu. favorit saya semua ini mah. beef belly dimasak khas Jepang dengan bawang bombay dan saus Jepang. chicken katsu nya luar biasa kriuk : dada ayam ditepung panir, digoreng dan diberi mayonais di atasnya. 


Dragon Volcano Roll 



ini adalah sushi dengan keju, abon ayam, potongan udang, dan mayonais di atasnya, dilengkapi dengan kecap asin. dari komposisi bahan penyusunnya, bisa dibayangkan betapa perpaduan karakter rasa makanan berpadu dalam harmoni dan membentuk balance yang memanjakan lidah saya.

aduh ngetik ini aja saya laper ~
 

Harganya ?

untuk kota termahal di Indonesia, budget saya untuk makan kuliner Jepang di Balikpapan ada di angka 150 sampai 200 ribu (untuk saya sendirian). itupun terkadang masih kurang. makanya, ketika sampai di kasir dan membayar pesanan saya, saya kaget dengan harga kurang dari seratus ribu rupiah yang mereka banderol atas dua pesanan saya.


Tukang Sushi Balikpapan benar - benar membekas di hati saya. kelak, ketika saya sudah tidak lagi tinggal di Balikpapan, ia akan menjadi bagian dari memori manis pengalaman saya di sini.




Balikpapan, Januari 2022





Riffat Akhsan - yang ingin sekali ganti HP 

08 August

 

teman teman, kulit saya tipikal normal - to oily tapi kalau kena produk nggak cocok langsung breakout. kalau pas fase menstruasi saya jerawatan banget. jadi pastikan dulu tipe kulitmu sebelum mencoba produk yang saya review. karena apa yang saya alami belum tentu kamu alami begitu juga sebaliknya. review saya buat sejujur mungkin karena prinsip saya adalah saya tidak ingin menukar rupiah nggak seberapa untuk sebuah kebohongan. kalau mau duit banyak, mending saya kejar lemburan proyek aja. sekian.

***

diproduksi oleh Safi Research Institute. sejauh yang saya tau, di pabrik ini mereka memiliki setidaknya 100 orang ahli formulator yang bekerja melakukan inovasi membuat produk skin care herbal yang halal. jujur produk mereka hanya ini yang saya punya. 

secara ingredients, Safi Deep Exfoliator ini memiliki habbatus sauda dengan teknologi oxywhite yang modern.  saya nggak tau habbatus sauda ini sebenarnya apa. tapi saya ingat waktu orangtua saya pulang dari ibadah haji, para tetangga dan saudara selalu menanyakan apakah orangtua saya membawa ini dari tanah suci. kalau ada, mereka mau minta.

kalau teknologi oxywhite sendiri, menurut klaim mereka ini adalah teknologi yang bekerja membantu meningkatkan penyerapan oksigen dan penyerapan nutrisi serta membantu memperlambat efek dari pembentukan melanin sehingga membuat kulitmu terasa kencang dan cerah merata.


saya sudah beli produk ini dari jaman nggak tau bedanya hydrating toner sama exfoliating toner. dari jaman beli serum hanya karena merk dan rekomendasi beauty vlogger tanpa tau tujuan serum itu untuk menyelesaikan permasalahan kulit saya yang mana. dari jaman produk ini harganya tiga puluh dua ribu sampai kini harganya hampir lima puluh ribu.

iya, saya udah beli produk ini semenjak memulai treatment sepuluh step skincare.

produk ini sudah bersertifikat halal baik di Indonesia (MUI) maupun dari negara asalnya di Malaysia sana. ini penting bagi para ukhti yang ingin berhati - hati urusan pertanggungjawaban skin care mereka di akhirat nanti. 

saya mengaplikasikan produk ini dua sampai tiga kali seminggu sebelum cuci muka. bulirnya sangat banyak dan cukup halus. namun tetap saja kamu harus cukup hati - hati saat scrubing biar nggak iritasi. untuk yang kulitnya sensitif dipikir lagi ya terkait bulir scrub dari habbatus sauda nya ini. apakah kulitmu tahan atau tidak.

memakai produk ini, wajah saya berasa diamplas. halus banget ya Allah.


untuk klaim white expert, sampai hari ini saya belum melihat. kalau menghaluskan apalagi area hidung penuh komedo, itu benar. menghaluskan iya, menyegarkan iya, tapi mencerahkan ? saya nggak fokus ke sana.

untuk harga di bawah lima puluh ribu. ini luar biasa banget. satu botol habis dalam waktu enam sampai delapan bulan dengan pemakaian rutin. untuk produk physical exfoliator, saya belum menemukan produk yang bisa menggantikan produk ini untuk saya repurchase. hal yang membuat saya selalu kembali lagi membeli produk ini adalah efek menghaluskan nya yang juara.

jadi, bagi teman - teman yang memiliki ekspektasi kulit halus karena sel kulit mati dan kotoran di pori - pori terangkat, bisa banget mempertimbangkan produk ini. namun jika ekspektasi kalian adalah memutihkan atau mencerahkan karena klaim white expert dari produk ini, saya sarankan untuk berdiskusi dengan beauty advisor atau melihat review lain yang memang memakai seluruh rangkaian produk Safi seri white expert.

sampai disini dulu tulisan saya, terima kasih sudah membaca.






Balikpapan, 8 Agustus 2021




Riffat Akhsan -- yang hari ini bangun kesiangan

05 August



emang (air) humidifier itu beda sama diffuser ya ? bukannya sama aja ?

pertanyaan ini menghampiri saya ketika ingin membeli air purifier untuk meja belajar di kamar saya.

sejauh yang saya tau, humidifier itu pasti harus diisi air. kalau mau ada wewangian biasanya ada tempat khusus dengan filter terpisah. kalau mau dicampur harus beli oil yang water based. sementara diffuser umumnya memiliki bentuk lebih kecil dan hanya butuh oil tanpa air.  

keinginan membeli humidifier berawal dari penasaran. mengapa setiap adegan pasien VIP di drama korea, di meja sebelah ranjangnya selalu ada humidifier

jadilah perjalanan mencari humidifier sesuai keinginan dan budget rekening dimulai.

saya nih anaknya demanding, maunya cari humidifier yang sekaligus bisa menjadi diffuser tanpa harus beli oil yang water based. karena ya mahal aja gitu menurut saya tiga puluh ribuan hanya dapat sepuluh ml. bahkan serum aja ada dengan harga serupa masih dapat 20 ml.


setidaknya sekitar satu tahun saya riset untuk mencari humidifier yang watt nya rendah dan sesuai kemauan saya. sampai akhirnya saya dikasih referensi sama temen saya (Diah Ayu) untuk beli Kova Vabel Humidifier ini. Diah bilang dia udah pakai produk ini setiap hari selama satu tahun dan tidak ada masalah. tidak ada filter khusus untuk oil dan tidak perlu water based oil untuk menjadikannya diffuser.

harganya ? 129 ribu rupiah di Shopee.


langsung hari itu juga saya checkout dengan memanfaatkan voucher gratis ongkir. 

ketika barangnya datang, saya cukup amazed dengan volume airnya yang mencapai 500 ml (setengah liter) untuk pemakaian enam jam non stop. produk ini juga akan mati secara otomatis ketika airnya habis.

untuk oil, saya beli merk Breathe di Ace Hardware. waktu itu saya beli varian Win dan Lemongrass. saya lebih suka varian Win. menurut saya ini harumnya harum - harum kemenangan. 


sebenarnya ini adalah minyak aroma terapi bakar. bukan untuk humidifier. tapi melihat volume dan harganya yang sangat masuk akal, serta mendengar penjelasan mas - mas Ace Hardware, saya pun yakin membeli oil ini untuk Kova Vabel Humidifier saya.

benar saja, saya hanya perlu meneteskan oil ini ke air di humidifier saya. sekejab setelah humidifier menyala, kamar saya menjadi penuh aroma kemenangan.

rasanya sudah sejak Maret 2021 humidifier dan oil dengan harum kemenangan ini menemani hari - hari saya. ketika menulis ini pun saya masih diliputi rasa penuh syukur. dengan bantuan Kova Vabel Humidifier yang juga berfungsi sebagai Diffuser, saya bisa menvalidasi diri bahwa saya tidak sedang menderita anosmia di masa pandemi ini.

Kova Vabel Humidifier - Breathe Oil Ace Hardware. sejoli pembentuk bahagia di situasi yang menyedot kebahagiaan seperti saat ini.





Balikpapan, 5 Agustus 2021





Riffat Akhsan -- yang masih berkutat dengan refocusing anggaran proyek. 

27 September


salah satu ahjussi di drama korea "Another Oh Hae Young" pernah berkata "saat kau menghargai sesuatu yang sementara, kau tidak melakukan hal yang sia sia"

ya drama korea adalah sesuatu yang sementara, untuk itu saya suka sekali membahas tentang drama korea ini di blog saya.

kali ini saya mau bahas drama korea overage yang berjudul "On The Way To The Airport".

sejauh ini sih On The Way To The Airport merupakan drama korea overage kedua yang saya tonton setelah "The Good Wife" ya

sinopsis cerita
okeh, drama ini bercerita tentang seorang pramugari Choi Soo Ah (diperankan oleh Kim Ha Neul) yang bersuamikan pilot. suami istri ini memiliki seorang anak perempuan berusia 12 tahun.

karena suami istri ini mengalami masalah ekonomi (tidak bisa mengandalkan pendapatan tunggal saja) maka si pramugari dan suaminya lebih sering terbang dibandingkan dengan bersama anak mereka.

sementara mereka tidak memiliki pos keuangan untuk membayar penjaga. meminta tolong kepada adik si pramugari untuk menjaga anak mereka juga bukan solusi. ditambah dengan ibu sang pilot yang kekeuh tidak ingin membantu menjaga si cucu karena berkeyakinan ia adalah wanita lajang yang tidak ingin bersentuhan dengan perkara anak dan rumah tangga, plus nilai si anak yang jeblok sehingga ia gagal melanjutkan sekolah ke New Zealand akhirnya pasangan ini memutuskan untuk menyekolahkan anaknya ke Malaysia.

sebenarnya disini saya agak bingung. di awal cerita kalau mereka ada issu keuangan, lah kenapa mau sekolahin anak ke New Zealand sih yang biaya hidup dan sekolahnya selangit ?

trus juga disini dijelaskan si anak sekolah SD. mana ada sih anak SD sekarang umur 12 tahun ? lah anak seumur gitu kan udah lulus SD atau masuk SMP :))))

tapi gapapa, poin itu nggak mengganggu cerita. cuma mengganggu logika pikir saya saja.

nah anak si pramugari ini punya teman sekamar yang merupakan anak seorang arsitek Suh Do Woo (Diperankan oleh Lee Sang Yoon) dan seniman benang.

nah, ayah si arsitek ini adalah seorang seniman funiture barang antik berbahan kayu kenamaan, dan ibunya adalah seorang seniman benang kenamaan.

saking terkenalnya, si ibu sering banget diminta membuat karya untuk dipamerkan dalam rangka Korean Folks Exhibition di luar negeri. rumah orangtua si arsitek pun (yang memang korea banget) sering menjadi venue workshop kreasi benang maupun souvenir berbahan kayu bagi para istri duta besar yang berkunjung maupun socialite yang selevel dengan itu.

balik ke cerita rumah tangga Suh Do Woo (si arsitek) dengan istrinya yang seniman benang.

anak pasangan suami istri ini yang merupakan teman sekamar anak pramugari - pilot (yang saya ceritain sebelumnya) berangkat dari keluarga yang lebih mapan, tidak ada issue keuangan di dalam rumah tangga orangtuanya (pasangan suami istri arsitek - seniman benang)

tapi ada issue rendah diri dari si mama

jadi si anak memutuskan sendiri untuk sekolah di Malaysia (dan langsung di oke kan sama orangtuanya) dengan alasan mau jadi lebih mandiri.

nah karena saking mandiri nya si anak, dia jadi malas pulang ke Korea, hal ini dimanfaatkan oleh sang mama untuk melarang si anak pulang.

aneh ya ? iya saya juga bingung kok ada ibu macam itu.

si mama yang merupakan mantu dari keluarga seniman kenamaan merasa cemburu, merasa kemampuannya tidak dihargai oleh sang mertua. karena setiap event si nenek selalu cerita bahwa cucu nya mampu membuat lebih baik dari dirinya.

misal di episode 2 : ada workshop membuat kerajinan dari benang, si mantu (mama nya si anak) memperagakan cara membuat simpul benang menjadi bentuk kupu kupu. audiens males, minta langsung si nenek aja yang show. eh pas waktu si nenek tampil si nenek malah bilang sebelum memulai workshop "saya sangat merindukan cucu saya yang mampu membuat simpul kupu kupu lebih baik dari saya"

lah kan secara nggak langsung si mantu nggak dianggep dong :)))

karena merasa tidak dihargai dan passionate si istri yang berlebihan, akhirnya hubungan perkawinan antara si arsitek dengan si seniman benang menjadi dingin.

si arsitek begitu mencintai anaknya, sementara si seniman terkesan seperti sangat membenci sang anak.

kemudian terjadi insiden si anak arsitek meninggal tertabrak mobil, akibat tidak fokus karena menangis sehabis ditelpon oleh mama nya dilarang pulang ke Korea padahal ia sudah berjanji pada si nenek untuk pulang dan hadir pada ulang tahun si nenek.

bahkan saking bencinya, si mama melarang suaminya untuk memulangkan abu si anak dan meminta membuang semua barang si anak dengan alasan ia akan makin sedih.

berbeda dengan si ayah (si arsitek) dan si kakek nenek yang begitu mencintai si anak dan memutuskan untuk diam diam memulangkan si anak tanpa sepengetahuan si mama.

miris, banget....

dalam perjalanan pulang ke Korea ternyata si arsitek satu pesawat dengan si pramugari. ngobrollah mereka karena si pramugari juga dalam rangka memulangkan anaknya yang trauma dan begitu menyayangi teman sekamarnya.

dengan pribadi pramugari yang kalem tapi hangat, ada di sisi arsitek ketika si arsitek begitu berduka karena anak semata wayangnya pergi, singkat cerita selingkuh lah mereka berdua.....

kesan



drama overage korea yang saya tonton selalu bertemakan marriage reality sebagai penyeimbang manis gula gula drama korea segmentasi umur saya semacam "Healer" "Pinoccio" "W Two Worlds" "Descendants of The Sun" dan lain sebagainya.

drama ini bagus ditonton buat saya yang masih dicekoki pertanyaan "kapan nikah ?" "nunggu apalagi sih ?" (nunggu move on malih, ngana pikir move on gampang ? ya kalau situ bisa ketemu kokoh ganteng pinter fokus kontraktor dan cinta mati sama urang sih oke, tapi ya belum tentu juga urang cinta sama deseu) ataupun pernyataan "nikah itu enak lho" "nikah itu menyempurnakan separuh agama"

nah drama ini pas banget untuk marital education kamu kamu yang dicekoki fakta berat sebelah bahwa menikah itu enak selamanya. drama ini memberikan pandangan untuh tentang apa itu pernikahan.

kalau drama drama metropop yang biasa saya dan kamu kamu yang seumur saya tonton kan sebatas the journey to meet the ones yang episode terakhirnya biasanya adalah menikah atau akan menikah.

nah drama ini menjelaskan setelah menikah dan memiliki anak, lalu apa ?

di drama ini digambarkan, kalau saling cinta aja nggak cukup. harus ada toleransi, kompromi, maaf seluas semesta, sabar, dan mau mengalah.

selain itu ada issue ekonomi, kejenuhan, godaan dari luar (seperti rekan kerja junior yang naksir padahal udah tau kalau yang ditaksir sudah menikah), pencitraan keluarga harmonis nan bahagia, serta issue godaan untuk selingkuh karena stress dan nggak tahan dengan keadaan.

kalau tensi tinggi tuh, semua bisa jadi sebab tengkar bahkan sesimple cara minta tolong (episode 3).

tapi manisnya pernikahan, memiliki seseorang yang menjadi "rumah" untuk kita pulang juga digambarkan dengan apik di drama ini.

instead of ceritanya, sepertinya drama korea ini disponsori maskapai Low Cost Carrier milik negeri jiran tentang visit Malaysia with Air Asia gitu jadi jangan kaget kalau ada scene di Putrajaya dan seragam serta prosedur tetap penerbangan sipil nya pake maskapai ini.

karena saya emang suka dengan seluk beluk penerbangan - dan berharap suatu saat bakal dilibatkan dalam proyek pembangunan airport jadi saya oke oke aja sih sama sponsor drama ini yang mencolok mata.

drama ini juga banyak menggambarkan apa aja yang dilakukan pramugari selain berdiri di pintu pesawat menyapa kita sebelum dan setelah penerbangan.

termasuk peristiwa peristiwa astronomi yang pastinya cuma dialami sama mereka mereka yang bekerja di bidang penerbangan.

singkatnya drama ini memberikan wawasan baru tentang dunia penerbangan yang sering tidak diketahui orang awam.

kesimpulan
akting pemain nya standar aja, tapi menurut saya cukup menjiwai. sinematografi nya (sedikit) di atas rata rata dengan penerapan angle yang unik. alur cerita menarik dan mudah dipahami. konflik logis dan nggak lebay. kebudayaan Korea serta kesenian benang dan barang antik dengan ornamen khas membuat drama ini menjadi ciamik untuk ditonton.

rekomendasi saya drama korea ini menempati skor 7/10 karena di beberapa bagian terasa lambat dan ada adegan adegan nggak penting yang lebih baik dihilangkan.

overall drama korea ini worth to wait and worth to watch kok.

saya aja nungguin drama nya muncul tiap jum'at sabtu ~


Samarinda, 27 September 2016




Riffat Akhsan

28 July

Photo by Austin Poon on Unsplash

tab whatsapp saya kemarin ribut, pasalnya ada salah seorang rekanan saya bocor tentang bayaran saya sekali nulis artikel 500 kata di blog ini. mereka kaget, kok bisa ???

dalam dunia blog, kasta paling wow adalah ketika kita mendapat bayaran atas tulisan kita. istilah kerennya job review. mungkin bocah majalah atau koran sudah biasa menjadi penulis lepasan yang kalau tulisannya dimuat maka kita mendapat bayaran yang paling tidak sanggup untuk beli kopi starbucks barang segelas.

tapi kalau di dunia blog, job review itu banyak untungnya. selain mendapat bayaran (kalau saya) minimal seharga sepuluh gelas caramel machiato with extra whipped cream and caramel sauce decaf tulisan review itu juga akan terarsip secara otomatis di blog kita sehingga akan menambah portofolio review kita. dan pastinya akan menaikkan kunjungan karena tim digital dari pihak klien akan mati matian ngeBuzz tulisan kita.

tapi kak, aku kan blogger cupu. nggak eksis pula, mana bisa aku dapat job review ?

21 December

Sumber Gambar

Pernikahan Sassy dan Luthfi terancam bubar.

Semua orang memuji Luthfi Syahbana pria yang cerdas, hebat, dan jago komputer. Semua orang juga selalu bilang Sassy sangat beruntung bisa mendapatkannya. Tapi bagi Sassy, menikah dengan Luthfi adalah kerja keras untuk beradaptasi menerima segala hal menyebalkan dalam diri pria itu. Meski genius, Luthfi sangat cuek, berantakan, dan tidak romantis. Pria itu lebih senang bermain game hingga lupa waktu, lupa menjemput Sassy, bahkan lupa hari ulang tahunnya.

Bagi Luthfi, sejak awal, pernikahan mereka adalah kesalahan besar. Meski berhasil mempersunting Sassy yang dipujanya sejak lama, ia tahu hati perempuan itu tidak pernah utuh untuknya.

Benarkah pernikahan mampu menyatukan dua insan yang sangat bertolak belakang? Jika tidak, haruskah Sassy menerima Adit, pria yang pernah membatalkan pernikahan mereka, atau tetap bertahan untuk membayar lunas utang cintanya pada Luthfi?



====================================================


ADUH MAS LUTHFI AKU PADAMU MAS AKU PADAMUUUU

07 November

Image Source
setiap pengusaha, pasti bermimpi untuk melebarkan sayap bisnisnya untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar lagi.

kalau saya boleh bermimpi, seandainya saya menjadi pengusaha, saya ingin berkantor di pencakar langit di wilayah pusat bisnis dengan harga sewa yang kalau bisa dibawah satu juta, tapi saya nggak mau terikat jam kantor, nggak mau terlalu sering naik lift karena sering bikin kepala saya pusing, nggak mau kena jam macet, karena meskipun pulang tenggo tetep aja keluar kantor langsung kena macet, punya jam kerja yang flexible, dan kalau bisa saya tidak harus selalu berada di kantor.

mimpi yang sempurna.

12 May

"like the rain, you come in unexpected.
and just when I'm starting to love it, you start walking out.
I don't now what's worse, the thought of you leaving or the thought of living without you"

Source

13 April

halo halo halo :) setelah off for a while buat persiapan UNAS, dengan keren nya disaat H-3 UNAS saya malah online dan ngepost blog -___-" but skip that step ok ? jadi pada postingan kali ini saya mau membahas salah satu novel yang hmm amazing :)

penasaran ? jadi beberapa menit yang lalu, saya baru saja selesai menamatkan novel berjudul "Favour of Love" karangan Al Dhimas. hehe masih sempat juga baca novel disaat H-3 UNAS ? hmm faktanya membaca novel dan posting blog (online) adalah salah satu cara saya menyeimbangkan antara otak kiri dan kanan saya dalam menghadapi ujian :)

ok ok kita kembali pada novel amazing versi saya tadi :


jadi singkatnya buku ini bercerita tentang seorang cewek, Prue. yang punya temen akrab sejak kecil namanya Aro. di usia mereka yang sudah waktunya memasuki jenjang pernikahan, mereka berdua terlihat layaknya orang pacaran. tapi sebenarnya di antara mereka tidak pernah ada yang namanya komitmen, sampai akhirnya mereka menghadapi dilema-dilema yang hmm mungkin konyol tapi sebenarnya itulah realitas sepele yang sering terjadi dalam sebuah hubungan.

novel ini membuka pandangan baru bagi saya dari perspektif seorang perempuan : memang sikap bisa menunjukkan perasaan kalian pada kita, tapi bagaimanapun kita butuh mendengar kata itu dari mulut kalian boys kata-kata "Aku Sayang Kamu"



Cheers,


FRA

05 February

inipostingan kali ini saya mau cerita kalo saya baru aja selesai baca novel bagus :) ini novelnya..


hmm menurut saya buku ini inspiring dan extra ordinary.. jadi buku ini menceritakan tentang kehidupan seorang Garsini yang berusaha untuk survive meraih prestasi ditengah tekanan keluarganya yang masih menganut paham kolot bahwa anak laki-laki lebih mulai dan tinggi kedudukannya dibanding anak perempuan.. akhirnya seorang Garsini yang merupakan bintangnya jurusan Biologi FMIPA UI ini berhasil meraih beasiswa untuk melanjutkan studi di Jepang, namun perjalanannya tidak berjalan mulus, dia yang seharusnya kuliah di jurusan Teknik Kedokteran akhirnya harus menerima kenyataan berkuliah di Jurusan Informatika karena ada kesalahan teknis terkait dengan birokrasi.. hmm ini salah satu potret buram negara Indonesia dengan para pejabatnya..

halaman demi halaman saya baca hingga akhirnya Garsini berhasil menyelesaikan S3 nya di Perancis, ini pun diwarnai dengan perjuangan yang sangat mengangumkan,.namun ternyata perjuangan untuk meraih cinta tidak sesimple perjalanan meraih prestasi, dari novel ini saya belajar bahwa sebuah hubungan terasa begitu rumit seiring kedewasaan kita, selama ini saya selalu berpikir kenapa sih hubungan teman-teman saya dengan pecar-pacar mereka terlihat begitu indah ? tidak dengan saya yang penuh luka, cemburu, harapan dan berbagai emosi rumit lainnya. namun buku ini membukakan mata saya bahwa Dream Catcher seperti saya memang ditakdirkan untuk berbeda, berbeda dalam perjuangan, berbeda dalam memaknai sebuah komitmen, dan berbagai macam keadaan yang membuat kita open minded karena wawasan international yang kita miliki yang hanya dimiliki oleh seper sekian persen dari seluruh penduduk Indonesia.

membaca novel ini membuat saya merasa tidak sendiri dengan segala perbedaan yang saya miliki dengan lingkungan saya, baik perbedaan pandangan, perbedaan pemikiran, dll 

novel yang bersetting lintas negara ini benar-benar menggambarkan potret sebenarnya dari seorang mahasiswa internasional dengan berbagai kemelut pikiran dan tantangan di negeri orang yang tentunya tidak mampun untuk diceritakan kepada mereka yang ditanah air, segala sesuatu tidak seperti yang terlihat. melalui novel ini saya sadar, inilah yang dialami oleh saya dan teman-teman mahasiswa international yang kami bawa selama kami studi karena tidak tega mengingan betapa bangga nya mereka yang ditanah air dengan keberhasilan kami bisa mendapat kesempatan untuk studi diluar negeri..

begitupun dengan komitmen, kadang kita mengalami benturan-benturan dalam menjalani hubungan dengan perbedaan kultur budaya dimana kita studi, yang mungkin berbeda dengan pandangan orang-orang disekitar kita yang tidak merasakan bagaimana menjadi mahasiswa international. tapi buku ini mengajarkan saya bagaimana kita harus Arief dalam menjalin sebuah komitmen, yang yah.. mungkin saja akhirnya tidak seperti yang selama ini terbayang..

Recomended this book for all of the International student, people who dream to be an International student, and people who wants to know an International student's life..



Cheers,


FRA
Faizah and Her Enchanting Journey | Designed by Oddthemes | Distributed by Gooyaabi