Skip to main content

Posts

My Daily Routine

gambar diambil via weheartit oke, ini udah jadi pola. jadi, sepertinya semakin tensi kerjaan saya naik semakin berloncatan pula ide ngeblog yang muncul di otak saya. yah, saya kan juga manusia. yang sejatinya adalah tanaman dengan hati dan perasaan. kali ini saya mau berbagi apa sih kegiatan rutin saya sebagai seorang junior excecutive. yah, selain untuk "rehat" jiwa, tulisan ini semoga jadi pengingat saya kalau saya sudah naik jabatan HAHAHAHA. saya bekerja di  corporate holdings milik orangtua saya. dimana saya ditempatkan bersama dalam core inti perusahaan. artinya saya memegang tanggungjawab atas beberapa perusahaan sekaligus, beberapa. bukan seluruhnya. dalam rangka nggak mau buka rahasia perusahaan, jadi yang bisa saya sampaikan adalah saya terlibat dalam core perusahaan di bidang ; konstruksi, tourism , dan pertambangan dengan basis keilmuan insinyur teknik sipil. dulu sempat ditempatkan di bidang media dan hospitality , tapi sekarang udah ...

Father - Daughter Time !

abah saya dalam edisi testing wahana turun tebing "kalau ada laki - laki yang minta kamu untuk jadi ibu rumah tangga aja, sementara dia bilang perusahaan cukup di handle sama adik - adikmu, fix laki - laki itu egois dan nggak kenal kamu. kamu bukan perempuan di masa depan nya. pergi, pasti ada laki - laki yang mendukung karier kamu. yang mengerti bahwa bukan hanya laki - laki yang punya tanggungjawab ke orangtuanya. bahwa beberapa perempuan juga punya tanggungjawab ke perusahaannya" saya terdiam mendengar statement abah saya, well abah saya memang tidak suka banyak berkomentar tentang love-life saya. tapi perkataan beliau diatas membukakan mata saya, dan menguatkan keyakinan saya kenapa wali itu ayah. ya karena ayah lah yang paling objektif dalam membesarkan putra - putrinya. saya respect  dengan abah saya. sebagai ayah maupun sebagai presiden direktur.  di kantor, dari senin - jum'at saya nggak kerja langsung dengan abah saya. gap nya jauh antara...

Riffat, Kemana Aja ?

Astaghfirullah. kaget saya waktu liat terakhir posting blog bulan januari tahun ini. sekarang udah bulan juli, yang berarti *hitung jari* LIMA BULAN SUDAH SAYA NGGAK NYAMPAH DI SINI. uh la la ~ jadi, sebenarnya kemana aja saya selama ini ? jawabannya adalah KERJA. karena saya masih mbak mbak proyek yang butuh makan dan skin care . kemarin saya main fitur ask me di instagram. itu lho fitur colongan instagram dari ask fm. yah semacam itulah, nah kebanyakan pada nanyain soal kerjaan saya dan suka duka di proyek konstruksi. saya jadi kepikir buat nulis itu di blog ini. mayan lah, daripada berdebu lebih lama yekan ? so, di postingan ini saya mau cerita salah satu proyek yang saya kerjakan. dan proyek ini adalah proyek paling indah sepanjang karir saya di dunia konstruksi. foto diambil jam 6 pagi. no filter, no make up, cuma pake skin care . jadi, pekerjaan saya di kantor mengharuskan saya untuk berada di kantor atau turun ke lapangan. kalau di kantor jadwal saya lebih ...

Cerita Kehilangan Dompet Se-isinya

mumpung masih fresh di ingatan, saya mau cerita tentang saya yang kehilangan dompet beserta isinya. terima kasih tuhan yang waktu itu mentakdirkan dompet itu hilang dalam posisi uangnya nggak ada karena entah ada firasat atau gimana, beberapa hari sebelum dompet saya hilang saya titip uang ke sodara kembar saya. ATM di dalam dompet juga kebetulan dalam keadaan cuma ada saldo mengendap (karena lagi lagi sebelum dompet saya hilang saya bilang ke abah untuk kirim uang ke saya lewat rekening sodara kembar saya aja). dari segi finansial saya nggak rugi sama sekali, dari segi dokumen penting saya rugi besar. okeh, mari kita mulai petualangan saya "mengisi" kembali dompet yang baru. 1. mengumpulkan semua bukti fisik dan ngeprint semua bukti digital mengenai identitas diri saya sebagai bahan bikin laporan kehilangan. disinilah salahnya saya, fotocopy KTP, SIM, dan lain lain yang harusnya bisa dipake nge klaim identitas saya lebih jauh saya satukan semua dalam dompet dan ...

Cadar Air Mata Teman Saya

gambar diambil via pixabay saya nggak mau bilang apa-apa melihat kenyataan blog saya yang berdebu ini. saya emang udah nggak ngoyo lagi mau nulis, kalau saya mau ya saya nulis. kalau nggak ya nggak papa. oke, jadi saya mau cerita soal teman saya.  yang bercadar. eh, jangan pergi dulu. disini saya nggak mau nyinyir sama rombongan 212 beserta almuninya seperti kebanyakan kelas menengah ngehek. atau mau ngejelekin pandangan agama seseorang seperti mereka yang tidak memahami agamanya sendiri itu. disini saya mau cerita tentang hubungan interpersonal antar manusia. jadi di kampus saya yang sekarang, saya punya teman yang pake cadar. sebut saja namanya Bunga. nah Bunga ini satu satunya manusia bercadar di jurusan saya. dia nggak punya teman, nggak juga haus membuktikan bahwa dia bisa tanpa teman. dia, hanya nggak terduga. jadi di suatu maghrib dia ribut hubungin saudara kembar saya, yang dengan kokoh tak tertandingi mendeklarasikan untuk m...

Ujung Langit Tambak Wedi

ps : tulisan ini saya dedikasikan untuk Mas Bowo dan Mbak Nadia ( Happy Wedding for you two ! ) serta untuk seluruh teman teman saya di Surabaya. ini tulisan yang sangat panjang. prepare your time, please . oke, bismillahirrahmanirrahiim di sebelah barat jembatan Suramadu, ada  tambak dimana saya selalu kesana tiap saya sedih, perlu menenangkan diri, atau cuma sekedar pengen liat langit aja. nggak terlalu jauh lah sama rumah saya dulu di Pantai Mentari. di sebelah baratnya lagi, ada rumah Mas Bowo yang sekarang udah resmi nikah sama Mbak Nadia. happy wedding mas, mbak. akhirnya ya tembok tebal itu runtuh juga :) kepindahan saya satu tahun lalu mengagetkan. bahkan diri saya sendiri pun. dari awal saya sadar teman teman di Surabaya bertanya tanya tentang siapa saya karena saya dan Rusma tidak pernah mau menjawab pertanyaan yang menjurus ke latar belakang dan Alhamdulillah saya diberi teman teman yang dewasa untuk tidak memaksa saya demi meluapkan hasrat  kepo. t...

Pion yang Terlalu Liar

gambar diambil dari hsskedarblog (dot) blogspot (dot) co (dot) id jadi, sore itu mama saya pulang dari prosesi duka saudara jauh. beliau bercerita bahwa disalamin (dijabat tangannya) oleh salah satu eksekutif non aktif kantor kami, yang well bisa dibilang terlibat kasus dengan saya. yang bersangkutan sekarang gendut. sebuah ironi dimana dulu "gendut" adalah frasa utama yang bersangkutan untuk mencela, menjatuhkan, dan menghancurkan saya. "maafkan, ia hanya memilih pion yang terlalu liar" adalah ucapan bijak ibu saya yang (mungkin) merasa nggak enak juga. bercerita bahwa bertemu dengan yang bersangkutan sama saja membangkitkan rasa perih sebagai objek tersakiti akibat ambisi menduduki jabatan puncak perusahaan. berpikir tentang "pion yang terlalu liar". sesuatu yang melampaui batas itu dibenci tuhan. adalah prinsip yang selalu saya pegang dalam hidup saya. begitupun dengan rasa apapun yang hadir dalam hidup saya. kalau saya melamp...