Skip to main content

The Way Home

hallo haloo :) ga kerasa udah seminggu saya di Bontang :) di rumah saya tercintah :D jujur saya banyaaaak banget hutang postingan yang masih tersimpan di draft  -_- ada cerita tentang graduation saya, kegiatan saya H-6 unas, kegiatan fun pertama saya setelah unas, dan beberapa postingan lain yang hmmm can't wait to share :)

pada postingan kali ini mood saya tergerak untuk menceritakan kejadian yang menurut saya sedikit hectic ketika perjalanan saya pulang kemaren..

jadi pada hari Minggu, 22 April 2012 abah jemput saya dan sodara kembar saya, Rusma buat pulang ke Bontang karena masa studi saya selama enam tahun di Jombang sudah selesai, otomatis saya menempuh penerbangan yang itu-itu aja selama enam tahun ini, well penerbangan surabaya-balikpapan via bandara International Juanda, surabaya..

sebenernya ga ada yang aneh atau gimana-gimana ketika saya uda sampe di airport. yah seperti biasa saya lapor tiket, ngecheck jadwal check in, dll

ketika masuk dan melewati security check, di sini kejadian bermula. saya bawa 3 koper, koper kecil, koper sedang, dan koper besar. koper kecil dan koper sedang saya berisi baju-baju saya, which jumlahnya sangat sedikit karena rata-rata baju-baju saya uda saya kasih ke teman-temen kamar, buat kenang-kenangan. dan koper besar saya saya isi semua buku-buku dan kitab-kitab saya..

ketika melewati security check, saya rasa ga ada masalah, karena saya pikir "haduh, udah ga keitung kali gue lewatin ini" tapi ketika itu petugas security bilang. "ini koper biru besar, dan koper hitam sedang punya siapa ?" saya yang masih ga paham situasi ya cuek aja. tapi kok saya liat abah mendekati petugas tersebut dan berbicara dengan mereka, saya dengar petugas tersebut bilang "gabisa pak, harus yang punya koper itu yang bertemu kami" terus abah menghampiri saya dan bilang "kak, itu kopermu bermasalah" dalam hati saya "hah? kok bisa ? semumur gue naik pesawat, ga pernah deh urusan sama petugas security check" hati saya uda mulai deg-degan waktu itu, takut koper saya disita.

dengan perlahan saya jalan ke petugas security check tersebut, nyali saya agak ciut juga sih ngeliat 2 orang petugas yang muka nya ga bisa dibilang ramah itu. petugas yang satu mengintegorasi saya, dan petugas yang satu lagi mengintegorasi pemilik koper warna hitam sedang yang menurut mereka juga bermasalah trus terjadilah percakapan ini. saya (R) dan petugas itu (P)
P : ini koper kamu ?
R : iya pak ini koper saya
P : isi koper kamu apa kok beratnya ga wajar ?
R : buku pak..
P : buku ? buka buka kopernya..
R : *membuka koper*, ini pak, buku kan isinya ?
P : *terdiam ngelihat koper saya* ini beneran semuanya isinya buku ?
R : iya pak, kalo bapak ga percaya ya silahkan aja ubek-ubek koper saya..
P :  sudah, sudah gapapa. kamu boleh jalan..
R *menutup koper*

saya sempat bingung kenapa kok petugas security check itu tiba tiba terdiam ngeliat koper saya dan langsung menyuruh saya jalan, padahal pemilik koper hitam yang juga bermasalah seperti koper saya masih alot berdebat dengan petugas security check yang satunya, berusaha agar kopernya ga disita..

ini koper saya


saya baru sadar ternyata petugas security check itu terdiam karena ngeliat koper saya yang isinya kitab-kitab saya.. saya inget waktu packing sama temen-temen kitab itu buru-buru saya masukin asal karena saya uda capek nyusun buku-buku yang berat-berat itu..  mungkin jarang kali ya ada koper isinya kitab kayak koper saya ini...

setelah itu saya langsung menuju counter check ini, abah sempat bilang gini "untung lo kak, kamu. biasanya kalo uda kena security sampe kayak gitu susah kak urusan nya.." saya cuma bilang "hehe, alhamdulillah bah". si Rusma yang tau kalo saya masih gemeteran gara-gara kejadian hectic tadi ngajak saya foto biar saya lebih rileks.


waktu Rusma moto saya, waktu itu saya lagi sms Bintang dan dia bilang "Subhanallah, Alhamdulillah kamu gapapa" <3

trus sambil nunggu boarding saya difoto lagi deh sama Rusma


saya berdo'a mudah-mudahan ga ada kejadian hectic lagi di penerbangan penerbangan saya selanjutnya :)

be careful and always calm when a hectic situation happen,




Best Regards,



FRA

Comments

Popular posts from this blog

Hong Kong Day 3: Mengagumi Hong Kong Secara Pelan-Pelan

Halo, terima kasih untuk kamu yang kembali ke sini. kisah tentang Hong Kong sengaja saya ceritakan per hari, agar saya juga mengingat dengan syukur bahwa doa saya terkabul. bahwa mimpi saya terwujud. cuaca saat itu bagus (tidak terjadi thypoon). udara juga cocok untuk saya (pertengahan musim semi). dan semoga, kamu juga bisa meginjakkan kaki ke Hong Kong. Hari Ketiga di Hong Kong adalah harinya slow down. karena saya harus mengatur energi saya dengan baik. hari pertama dan kedua udah dar der dor banget. hari ketiga saya usahakan pace nya lebih lambat. di hari ketiga ini pula saya hanya jalan-jalan berdua dengan Fatimah. karena, Annisa ke Disneyland. KFC Wan Chai dan Jalan Masuk Menuju Wan Chai Market perjalanan kami mulai dari KFC Wan Chai sebagai tujuan sarapan. KFC ini adalah cabang KFC halal terdekat dari apartment, lokasinya persis di depan tram station. ternyata, menu yang ready saat itu baru menu - menu light meal ala KFC seperti sup krim dan omelette. sementara saya dan Fatimah ...

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Beryl’s Jalan Panggong Outlet - Kuala Lumpur

  "Riffat, ayo makan buah cokelat"  waktu itu dia petik buah kakao itu, dibukanya, dan disodorkan ke saya "buah cokelat" versi dia.  buah cokelat yang dalam kenyataannya adalah biji kakao. saya masih ingat, rasanya manis dan ada hint pahit. teksturnya seperti buah sirsak versi lebih padat.   rasanya itu adalah awal mula ketertarikan saya dengan cokelat. tetangga saya yang punya pohon kakao di rumahnya.  setelah pengalaman memakan biji kakao mentah itu, perjalanan saya dengan cokelat tidak jauh - jauh dari merek Silverqueen dan Toblerone. trus waktu abah saya pulang dari luar negeri, saya baru tau ada merek cokelat bernama Cadburry. sisanya, ya cokelat ayam murah yang lengket di lidah. lalu, suatu hari saya berkesempatan mengunjungi outlet cokelat ini di Kuala Lumpur. ini bukan sekedar outlet, dia punya costumer experience style yang memberikan transfer knowledge tentang proses bean to bar mulai dari biji kakao sampai ke bentuk akhir cokelat siap makan. mung...