Skip to main content

Persiapkan Masa Depanmu. Tak Usah Pedulikan Nantinya dengannya atau Bukan

banyak teman teman saya yang punya banyak Grand Plan untuk kuliah, bekerja, dan akhirnya menikah dengan siapa.

mungkin pembaca juga ada yang setype dengan teman-teman saya ini.



itu semua ga salah, tapi ga sepenuhnya bisa dibenarkan. karena (biasanya) motivator utama atas pencapaian karier adalah karena "aku akan menikah dengan pacarku".

ya manusia memang suka mendahului takdir, iya kalo jodoh ? kalo putus sebelum ijab kabul ? biasanya karier langsung drop kayak kehilangan nyawa.

 wajar kalo kita berharap dan berdo'a ingin menikah dengan "dia". tapi ketika itu menjadi motivator utama, guys, it's really high risk.

terus gue harus gimana dong fat ? ini biasanya respon temen saya di tengah curhatannya..

hmm i just can say.... PLEASE CHANGE YOUR MINDSET. dia boleh menjadi bagian dari masa depanmu, tapi masa depanmu adalah tanggung jawabmu sendiri. kamu ga bisa salah-salahin dia kalo masa depanmu hancur, karena pada dasarnya dia ga bertanggung jawab atas masa depanmu.

so, tata ulang perjalanan karier mu dengan mindset "masa depanku adalah milikku sendiri, tuhan akan tuntun aku menuju dia yang tepat"

dengan begitu, saya yakin kamu akan menjadi lebih stabil, apapaun kondisi emosi yang kamu alami, karena "dia" bukan poros motivasimu, dan kamu juga akan lebih mudah untuk mengatasi gejolak itu.

pada waktunya nanti, tuhan akan tunjukkan siapa yang tepat, pacarmu yang sekarang, atau orang lain yang lebih baik.

Persiapkan masa depanmu, tak usah pedulikan nantinya dengannya atau bukan

be independent, whoever beside you now


Surabaya, 23 Oktober 2013
Hope You Get Enlightment,



Riffat Akhsan


PS : tulisan ini saya tujukan khusus untuk salah satu rekan saya yang lagi patah hati di bulan oktober, this is my advice bro :)  stand up, you have a great people around you that always support you whatever will be :)

Comments

  1. wah setuju nih, banyak diantara teman saya jg sering memikirkan rencena kaya gitu,
    nice advice! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. vika : iya, kalo mulus sih gapapa. kalo putus di tengah jalan itu loh yang sering bikin sedih, kayaknya udah ga ada semangat lagi, dan upaya orang" terdekat buat kasih semangat ga dihargai sama sekali :(

      Delete
  2. aiikkk aku sedang mengalaminya saat ini ahahaha :) :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. akupun -___-" padahal saya nulis ini oktober 2013 dan kejadian di saya april 2014

      Delete

Post a Comment

pembaca yang baik, terima kasih telah berkunjung ke sini. silahkan meninggalkan kritik, saran, pesan, kesan, dan apresiasi untuk saya menulis lebih baik lagi. terima kasih pula untuk tidak nge-Spam di Blog Saya :)



Popular posts from this blog

Mitos Mitos Tentang Teknik Sipil

salah satu mahasiswa teknik sipil yang lagi praktikum ukur tanah kembali lagi tentang teknik sipil, terima kasih kepada sumber lalu lintas yang menerangkan bahwa semakin banyak yang kepo tentang teknik sipil. juga kepo tentang saya :D tapi ada hal yang membuat saya tergerak untuk menulis tulisan ini, karena mayoritas kata kunci yang dimasukkan tentang teknik sipil adalah tentang mitos mitos teknik sipil yang masih belum ada yang mengulasnya. okeh, dibawah ini adalah mitos terumum di dunia teknik sipil.

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Rasanya Jadi Anak Kembar itu...

Rifa-Rusma Dek Fuad-Rusma-Rifa Rusma-Mom-Rifa Rifa-Rusma Rifa-Dad-Rusma Rifa-Rusma-Mom Menjadi anak kembar identik adalah takdir yang harus saya jalani, bahkan sebelum saya melihat dunia. ya, saya bersama dengan Rusma Fatimah Ma'rifah Akhsan mulai dari berbagi rahim  sampai sekarang.