Skip to main content

Basha Arcade 2015, Cara Baru Sensasi Pengalaman Tematik

Foto Bareng Founder Basha Market, Erin dan Devina
jadi karena Mbak Andra, head of media partner Kibar Kreasi Indonesia ngotot banget saya harus hadir di Basha Arcade. jadilah saya datang ke lantai Ground Ciputra World Surabaya.


Basha Arcade adalah bagian dari Basha Market, sebuah bazaar tematik yang selalu berupaya menghadirkan pengalaman baru bagi para pengunjungnya.

Basha Market adalah sebuah upaya membawa para kreator produk kreatif asal Indonesia ke kancah global. tidak semua vendor industri kreatif lolos menjadi peserta Basha Market. hanya vendor lokal dengan kualitas internasional yang lolos seleksi yang bisa menjadi peserta kegiatan Basha Market.

Basha Market memiliki tiga kegiatan tematik. Basha Hyperspace, sebuah bazaar dalam ruangan tertutup dengan peserta lebih dari 150 vendor. Basha Hyperspace terbaru kemarin diadakan pada April 2015 di convention hall Tunjungan Plaza dengan tema optical illussion.

kemudian Basha Arcade yang dirancang seperti sebuah petualangan dengan tiga wahana berbeda, Basha Arcade yang saya hadiri kemarin memiliki tiga wahana, Food, Fashion, and Furniture dengan tema Mad Lab.

terakhir adalah Basha Pop Up. Basha Pop Up ini hadir di Popcon Asia 2015. jadi selected vendor hadir dalam "umbrella" Basha Pop Up yang kemudian menjadi bagian penting dari keramaian Popcon Asia 2015.

Bareng Andra
saya sendiri sebenarnya tidak terlalu tertarik dengan event penuh keramaian manusia seperti ini, tapi saya akui Basha Arcade sukses memberikan memori tematik kedalam ingatan saya.

anugerah bonus yang saya dapatkan dari keikhlasan saya (RIYA' AMAT LU FA)  dikomporin mbak Andra ke acara ini adalah saya bertemu, sedikit diskusi tentang dunia digital dan foto bareng dengan Founder Kibar Kreasi Indonesia, yang merupakan bagian dari Google Developer Group Indonesia. Yansen Kamto.


tidak banyak yang menarik perhatian saya dari para vendor di Basha Arcade 2015 ini. karena terlalu banyak orang dan berjubel jubel sehingga seingat saya, saya hanya menemukan dua vendor yang menarik perhatian saya.

yang pertama limawatch, vendor produsen jam tangan dari kayu ini dimata saya unik. menurut sang Founder yang saya panggil Kak Herman, dalam proses pembuatan jam tangan ini ia memilih jenis kayu yang memiliki sifat lentur untuk dibentuk menjadi jam tangan. seperti kayu mapple dan kayu jati (WOH TERNYATA KAYU JATI BISA DIBIKIN JAM TANGAN JUGA NGGAK CUMA DIBIKIN KURSI DAN GAZEBO KAYAK DI RUMAH SAYA) kecintaannya pada jam tangan membuat founder limawatch terus berinovasi dalam desain elegan sebuah jam tangan. uniknya, jam tangan produksi limawatch tidak memiliki angka selain angka lima.

jam tangan produksi kak Herman ini sudah jadi langganan masyarakat Los Angeles loh....

bareng kak Herman, founder limawatch 
yang kedua yang mencuri perhatian saya adalah seniman kain. founder seniman kain, kak Febrina dan kak Sherly adalah dua orang pecinta batik. sedikit tips dari mereka untuk saya yang masih ilfeel dipanggil IBU gara gara saya pake baju batik tiap jum'at adalah dengan memilih warna warna pastel dan cerah.

seniman kain memasarkan pakaian berbahan dasar batik dengan desain yang elegan dan kekinian, plus jahitan rapi an potongan yang apik. saya berharap seniman kain akan terus berinovasi dalam menciptakan desain dengan nuansa batik untuk menolong mbak mbak kantoran yang tiap hari jum'at harus pake batik macam saya ini.

samping rusma : kak Febrina, samping Saya : kak Sherly

well sampai disitu dulu cerita jalan jalan saya ke event kece macam Basha Arcade, sampai bertemu di cerita lainnya (IYA KALAU ADA)

salam dari Spazio Building lantai 7.

dadaaaah









Surabaya, 2 September 2015






Rifa Akhsan,

<img class="bm-sh-badge" src="https://www.blogmint.com/blogger/badgeForSefHostedBlog/6d9ef24c94294639984112d757dd618c?image=one-pixel.png" alt="badge"/>

Comments

Popular posts from this blog

Hong Kong Day 3: Mengagumi Hong Kong Secara Pelan-Pelan

Halo, terima kasih untuk kamu yang kembali ke sini. kisah tentang Hong Kong sengaja saya ceritakan per hari, agar saya juga mengingat dengan syukur bahwa doa saya terkabul. bahwa mimpi saya terwujud. cuaca saat itu bagus (tidak terjadi thypoon). udara juga cocok untuk saya (pertengahan musim semi). dan semoga, kamu juga bisa meginjakkan kaki ke Hong Kong. Hari Ketiga di Hong Kong adalah harinya slow down. karena saya harus mengatur energi saya dengan baik. hari pertama dan kedua udah dar der dor banget. hari ketiga saya usahakan pace nya lebih lambat. di hari ketiga ini pula saya hanya jalan-jalan berdua dengan Fatimah. karena, Annisa ke Disneyland. KFC Wan Chai dan Jalan Masuk Menuju Wan Chai Market perjalanan kami mulai dari KFC Wan Chai sebagai tujuan sarapan. KFC ini adalah cabang KFC halal terdekat dari apartment, lokasinya persis di depan tram station. ternyata, menu yang ready saat itu baru menu - menu light meal ala KFC seperti sup krim dan omelette. sementara saya dan Fatimah ...

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Beryl’s Jalan Panggong Outlet - Kuala Lumpur

  "Riffat, ayo makan buah cokelat"  waktu itu dia petik buah kakao itu, dibukanya, dan disodorkan ke saya "buah cokelat" versi dia.  buah cokelat yang dalam kenyataannya adalah biji kakao. saya masih ingat, rasanya manis dan ada hint pahit. teksturnya seperti buah sirsak versi lebih padat.   rasanya itu adalah awal mula ketertarikan saya dengan cokelat. tetangga saya yang punya pohon kakao di rumahnya.  setelah pengalaman memakan biji kakao mentah itu, perjalanan saya dengan cokelat tidak jauh - jauh dari merek Silverqueen dan Toblerone. trus waktu abah saya pulang dari luar negeri, saya baru tau ada merek cokelat bernama Cadburry. sisanya, ya cokelat ayam murah yang lengket di lidah. lalu, suatu hari saya berkesempatan mengunjungi outlet cokelat ini di Kuala Lumpur. ini bukan sekedar outlet, dia punya costumer experience style yang memberikan transfer knowledge tentang proses bean to bar mulai dari biji kakao sampai ke bentuk akhir cokelat siap makan. mung...