Skip to main content

Find Your Why : The Reason That Leads You Wake Up Everyday

Photo by Ken Treloar on Unsplash

beberapa minggu lalu saya baca novel contemporary romance gitu. jadi ceritanya si cowok adalah pengacara pembela, sementara si cewek adalah asisten Jaksa AS. nah mereka ini falling in love each other karena cinlok keseringan negosiasi alot.

ada satu dialog yang sampai sekarang membekas di hati saya, yaitu si cowok itu cerita dia punya "why" yang membuat dia mau membuka mata dan semangat setiap pagi. 

jadi si pengacara ini hanya mau membela klien yang dia tau yang bersangkutan tidak bersalah. jadi "why" nya itu adalah harapan dan kesempatan untuk juri (hakim) melihat dari apa yang dia lihat.

sebelumnya saya pernah cerita kalau saya pernah ada di titik down banget sampai rasanya lebih baik bunuh diri aja. kala itu sesepuh keluarga saya men-encourage saya untuk menemukan "why" saya yang lebih umum disebut motivasi.

motivasi adalah hal krusial yang dibutuhkan orang yang down. motivasi dalam hal ini bukan motivasi receh yang kerap terlihat di layar kaca atau sosial media. 

ini lebih dari itu, yang ini lebih deep dan mampu menghidupi. 

lama saya mencoba merenung, mencari jauh ke dalam diri saya, berdialog dengan diri saya, terus berputar putar ; "what's my why ?" 

apa hal yang bisa menghidupi saya ? membuat saya mau membuka mata setiap pagi dengan rasa optimis ?

sampai kemudian, beberapa bulan kemudian saya baru menemukan : the reason that leads me wake up every single day is a CHANCE.

kesempatan.

saya bersyukur punya kesempatan yang sama dengan seluruh manusia yang mau belajar dan memiliki koneksi internet untuk bisa mengambil mata kuliah Harvard University, saya punya kesempatan untuk memberikan sedikit progress pada pekerjaan saya, saya punya kesempatan untuk rehat dari apa yang menjadi beban dan masalah saya, bahwa semua masalah pasti ada solusinya. 

semua hanya soal waktu.

dan saya nggak pernah tau kesempatan apa lagi yang hadir di hidup saya di hari saya membuka mata itu. semua tentang kesempatan. kesempatan untuk menjadi lebih bersyukur.

so, thats my why.

kalau kamu ?





Samarinda, 23 Oktober 2018




Riffat Akhsan, yang hari ini dapat kesempatan leyeh - leyeh di kamar karena UTS mata kuliah matematika rekayasa hari ini bersifat takehome.

Comments

Popular posts from this blog

Mitos Mitos Tentang Teknik Sipil

salah satu mahasiswa teknik sipil yang lagi praktikum ukur tanah kembali lagi tentang teknik sipil, terima kasih kepada sumber lalu lintas yang menerangkan bahwa semakin banyak yang kepo tentang teknik sipil. juga kepo tentang saya :D tapi ada hal yang membuat saya tergerak untuk menulis tulisan ini, karena mayoritas kata kunci yang dimasukkan tentang teknik sipil adalah tentang mitos mitos teknik sipil yang masih belum ada yang mengulasnya. okeh, dibawah ini adalah mitos terumum di dunia teknik sipil.

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Rasanya Jadi Anak Kembar itu...

Rifa-Rusma Dek Fuad-Rusma-Rifa Rusma-Mom-Rifa Rifa-Rusma Rifa-Dad-Rusma Rifa-Rusma-Mom Menjadi anak kembar identik adalah takdir yang harus saya jalani, bahkan sebelum saya melihat dunia. ya, saya bersama dengan Rusma Fatimah Ma'rifah Akhsan mulai dari berbagi rahim  sampai sekarang.