Skip to main content

Pengalaman Merakit CPU Gaming


Photo by Rainier Ridao on Unsplash

jadi kali ini saya mau sharing pengalaman saya dan tim saya merakit CPU Gaming dengan komponen CPU custom dan semuanya bekas (dalam kondisi baik).  sehingga dana yang ada bisa dimanfaatkan secara efisien.

ceritanya dua orang teman saya membentuk tim konsultan perencana dan pengawas untuk pekerjaan konstruksi. saya didapuk untuk bergabung dalam tim sebagai tenaga ahli, saya nggak tergabung secara permanen di sini. kapasitas saya ada sebagai tenaga ahli untuk men-encourage dan menjadi mentor bagi tim saya. termasuk mengerjakan pekerjaan yang mereka tidak bisa handle.  

salah satu "modal" yang harus ada dalam tim ini adalah komputer dengan spek gaming. karena salah satu jasa yang ditawarkan tim saya adalah desain 3D perencanaan konstruksi. 

berbekal modal hasil proyek - proyek awal (yang sukses membuat laptop rekan saya hang waktu nge - render) saya menyarankan untuk kami merakit CPU gaming dengan komponen bekas karena beli laptop ROG (republic of gaming) dirasa terlalu mahal sementara proyek yang kami terima makin banyak.

mungkin tulisan ini bisa jadi inspirasi bagi teman - teman yang hobi game atau mulai butuh komputer dengan CPU standar gaming.

target CPU yang kami inginkan adalah ia mampu running software 3D bernama "LUMION", detail software ini silahkan googling ya. singkatnya ini software yang memberikan efek "suasana" pada perencanaan gambar 3D konstruksi. software ini amat sangat berat, maka dari itu kami butuh CPU gaming.

CPU itu ibarat puzzle, seluruh komponennya mulai dari casing sampai dalam - dalam nya bisa dibongkar pasang, diganti, diupgrade, downgrade, sesuai kebutuhan. menariknya, karena komponennya bisa "dipreteli" maka proses ini bisa sambil menunggu ada uang lebih.

berikut tahapan kami merakit CPU gaming, dengan term waktu lumayan lama karena nunggu uang invoice cair, LOL.

PERTAMA, KAMI MEMBELI CPU BEKAS.
saya dan teman - teman mendapatkan CPU bekas (dalam kondisi baik) merk DELL (built up) dengan spek DDR 3, 100 Watt, RAM 2 GB, dan prosesor dual core. windows 7 ultimate.

karena sifatnya built up maka kami nggak perlu beli power supply baru yang harganya sekitar 400 ribu rupiah. jadi untuk kamu yang beli CPU nya rakitan, make sure kamu beli power supply baru ya !

biaya yang kami keluarkan : 1 juta rupiah (harga Kota Samarinda)

dengan spek standar ini, setidaknya kami sudah bisa install software google sketchup dan AutoCAD 2D (untuk perencanaan gambar teknik sipil).

lumion ? masih belum.

KEMUDIAN KAMI MENGGANTI PROSESOR.
dari yang tadinya  prosesornya "hanya" dual core, kami upgrade menjadi Quad Core.

biaya yang kami keluarkan : 400 ribu rupiah (harga Kota Samarinda)

upgrade prosesor ini kami lakukan berbarengan dengan upgrade RAM

MENGGANTI RAM MENJADI 8 GB (2 SLOT @ 4 GB)
RAM yang awalnya hanya sebesar 2 GB satu slot (dari jatah dua slot dikasih pabrik) kami upgrade menjadi 8 GB (masing masing 4 GB di setiap slot nya).

biaya yang kami keluarkan : 700 ribu rupiah -- 350 ribu per 4 GB, kalau 2 GB harganya 150 ribu. (harga Kota Samarinda)

di tahap ini kami sudah bisa menginstall AutoCAD 3D.

 UPGRADE VGA 
selamat datang LUMION !

setelah mengeluarkan biaya sebesar : 1.2 juta rupiah (harga Kota Samarinda)

akhirnya kami bisa install software lumion dan bekerja dengan lebih giat lagi. karena di tahap ini LUMION sudah bisa running tanpa delay. yihaaaa

MELENGKAPI AKSESORIS PERSONAL COMPUTER
sebelumnya tim kami sudah mencicil layar monitor komputer (sekitar 1,6 juta rupiah), keyboard standar merk votre (70 ribu rupiah), mouse merk logitec (90 ribu rupiah), speaker standar (200 ribu rupiah).

aksesoris ini bisa diupgrade seiring waktu, niat tim saya sih semuanya mau diupgrade standar gaming. tapi itu prioritas terakhir sih. toh saat ini prioritas kami ada di CPU nya.

jadi, total pengeluaran dalam merakit CPU gaming adalah :

beli CPU Bekas : Rp. 1.000.000,00
ganti prosesor    :  Rp.    400.000,00
upgrade RAM    : Rp.    700.000,00
 upgrade VGA    : Rp. 1.200.000,00
 ------------------------------------------------  +
Total                   : Rp. 3.300.000,00 
SEKALI LAGI, JUMLAH INI BISA DICICIL SESUAI TAHAPAN DI ATAS. 

TAHAPANNYA HARUS URUT YA. 

KALAU NGGAK URUT CPU NYA NGGAK BISA RUNNING.
 
semua komponen di atas adalah bekas dalam kondisi baik. garansi nya satu bulan tiap upgrade komponen.

sejauh ini Alhamdulillah masih bisa running dengan baik. untuk tim yang masih merintis dan terus berusaha menambah jam terbang dan pundi - pundi penghasilan, keberadaan CPU bekas ini sangat menolong (dibandingkan harus mengajukan pinjaman berbunga untuk beli laptop ROG kan).

komponen yang harus diganti nggak harus bekas kok, yang baru juga bisa. mungkin beda beberapa ratus ribu lebih mahal kali ya.

tapi dalam tulisan ini saya dalam rangka encourage tim saya untuk benar benar hanya mengandalkan biaya keuntungan dari pekerjaan sebelumnya untuk diputar menjadi "modal" rakit CPU ini sehingga dana yang ada cukup terbatas.

well, untuk jangka pendek (1 - 2 tahun) cara saya ini patut dicoba.

semoga membantu yah !



Samarinda, 30 Oktober 2018



Riffat Akhsan, yang ketika nulis ini masih lembur ngejar progress report.

Comments

Popular posts from this blog

Mitos Mitos Tentang Teknik Sipil

salah satu mahasiswa teknik sipil yang lagi praktikum ukur tanah kembali lagi tentang teknik sipil, terima kasih kepada sumber lalu lintas yang menerangkan bahwa semakin banyak yang kepo tentang teknik sipil. juga kepo tentang saya :D tapi ada hal yang membuat saya tergerak untuk menulis tulisan ini, karena mayoritas kata kunci yang dimasukkan tentang teknik sipil adalah tentang mitos mitos teknik sipil yang masih belum ada yang mengulasnya. okeh, dibawah ini adalah mitos terumum di dunia teknik sipil.

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil Itu..

Rasanya Kuliah di Teknik Sipil itu.. FUN :) yah berkuliah di jurusan yang menangani realisasi dari perencanaan pembangunan. simple nya jurusan yang menghitung kemungkinan bisa tidaknya sebuah rencana bangunan dibangun, atau lebih gampangnya lagi adalah jurusan tukang. adalah jurusan yang 90% peminatnya adalah cowok. dan saya adalah bagian dari jurusan ini. kalian bisa bayangkan, kelas saya. kelas H teknik sipil berjumlah 45 mahasiswa dengan komposisi mahasiswa cowok 43 orang dan mahasiswa cewek 3 orang (termasuk saya). kalau kelas kita dicampur, maksimal cewek dalam satu kelas adalah 9 orang. itu sudah paling banyak. keadaan seperti itu, setiap hari senin-jum'at.  di awal awal masa perkuliahan membuat saya berpikir kayaknya-saya-salah-jurusan-deh. bagi seorang mahasiswa yang selama SMP dan SMA selalu berada di ruang kelas yang satu kelas cewek semua, hal ini sangat baru bagi saya. tapi ini harus saya jalani. dari segi materi, di teknik sipil kamu tidak akan pernah b...

Rasanya Jadi Anak Kembar itu...

Rifa-Rusma Dek Fuad-Rusma-Rifa Rusma-Mom-Rifa Rifa-Rusma Rifa-Dad-Rusma Rifa-Rusma-Mom Menjadi anak kembar identik adalah takdir yang harus saya jalani, bahkan sebelum saya melihat dunia. ya, saya bersama dengan Rusma Fatimah Ma'rifah Akhsan mulai dari berbagi rahim  sampai sekarang.